Purim (Petrus Agung)

  • Kitab Ester tidak menyebut nama Tuhan, tapi mengisahkan bagaimana Tuhan bekerja melalui tangan yang tak terlihat.

  • Purim artinya takdir, undian yang menentukan takdir seseorang.

  • Bagi orang kebanyakan orang, takdir adalah sesuatu yang tidak bisa diubah, takdir yang membawa kita, kita hanya menerima saja, dan tidak ada yang bisa dilakukan.

  • Jika takdir tidak bisa diubah, maka di kisah talenta 5-2-1 si tuan tak akan minta pertanggung-jawaban pada si “satu talenta” karena takdirnya tidak berbuah.

  • Ada tanggung-jawab di pihak kita sebagai manusia. Tapi manusia sering melemparkan tanggung-jawabnya kepada Tuhan, tidak mau disalahkan, maka kehidupan tidak membaik.

  • Alkitab berkata bahwa Tuhan menciptakan manusia segambar dan serupa dengan Tuhan, tujuan supaya manusia berkuasa di bumi. Ada bagian yang Tuhan percayakan pada kita.

 

1. Ahasyweros

  • Ahasyweros = i will be silence n poor (aku akan mengunci mulut dan akan menjadi miskin).

  • Ams 18: 21 “ anak-anak Tuhan harus menyuarakan kebenaran dan pesan Tuhan.

  • Dalam Alkitab ada orang-orang yang seharusnya menyuarakan kebenaran, tapi justru memilih diam, ujungnya hidupnya berantakan

  • Kej 3: 6 “ Tuhan tahu Adam ada bersama Hawa saat semua terjadi, tapi Adam memutuskan untuk diam.

  • Karena memilih diam, akibatnya sejak hari itu semua kemewahan dan kemudahan taman Eden berakhir, mereka dibuang dari taman Eden, dan harus mencari makan dengan berpeluh.

  • Setiap orang harusnya tahu posisinya, dan bertindak sesuai otoritas yang Tuhan berikan.

  • Setiap orang punya kepribadian berbeda. Kita tidak bisa mengubah karakter, tapi harus bisa mengambil sikap: bertindak.

  • Kita bisa mengubah takdir kita sendiri dengan menyampaikan kebenaran kepada orang lain.

 

2. Penuhi cawan kita

  • Est 4: 11-16 “ Kondisi Ester terjepit: jika memaksakan diri menghadap tanpa dipanggil, resikonya dihukum mati, di belakang ada tekanan dari Mordekhai supaya Esther bertindak.

  • Kepribadian kita menentukan respon kita di kondisi seperti ini

  • Sering kita menghadapi pintu dan tembok tertutup, sementara di belakang tekanan luar biasa.

  • Apa yang jasmani tidak bisa ditembus, bisa diterobos dengan cara Ilahi. Kita perlu membayar suatu harga untuk membuka yang tertutup.

  • Est 4:6 “ Ester memutuskan maju, tapi sadar kekuatannya tidak cukup. Maka Ester minta semua orang Yahudi berpuasa untuk Ester, bukan untuk Tuhan.

  • Segala sesuatu ada takarannya: doa (Mat 7: 7), air mata, dosa, kedurjanaan:

    • Keturunan Abraham harus tinggal di Mesir sekian ratus tahun hingga takaran kedurjanaan orang Amori terpenuhi, dan hukuman Tuhan bisa turun.

    • Elia harus berdoa 7x

    • Orang Israel yang bersungut-sungut 10x tidak bisa masuk Kanaan

  • Semakin banyak yang ikut membayar suatu harga, semakin cepat cawan tertentu itu penuh.

  • Kita harus punya teman-teman yang tulus, dan mendoakan sungguh-sungguh, bukan sekedar mencari berita untuk gosip.

  • Semakin tua usia atau posisi semakin tinggi, seseorang semakin berat untuk minta didoakan. Tapi jika kita punya kerendahan hati, kita bisa minta orang lain mendoakan kita.

 


3. Kita harus tahu posisi dan tugas kita.

  • Est 1: 19 “ Frase “lebih baik daripada nya” dalam terjemahan lain dikatakan “tahu posisinya”.

  • Setiap kali kita masuk tempat tertentu, kita harus tahu posisi kita, dan tahu cara bersikap.

  • Kita harus tahu panggilan kita, lalu berdiri di posisi itu, berfungsi dengan baik, dan akan bertindak dengan hikmat Tuhan.

  • Saat semua orang bisa tahu panggilan Tuhan, dan berfungsi di posisi yang Tuhan tentukan, maka hasilnya akan luar biasa.


4. Prosedur

  • Est 1: 12-13 “ Raja sedang mabuk dan memanggil istrinya, tapi istrinya tidak mau datang. Tapi walau marah, raja masih mengerti prosedur: bertanya pada para penasehat dan ahli hukum.

  • Raja bisa lakukan apapun karena posisinya, tapi tidak dilakukan.

  • Jika reaksi kita salah saat ada masalah dan pergumulan, urusan bisa jadi bertambah parah.

  • Jika Tuhan sudah 2 kali berkata jangan untuk suatu tindakan, maka jangan dilanjutkan. Jika kita masih memaksakan hal yang sama, maka ujungnya akan gagal.

  • Kita seharusnya tidak bertindak berdasarkan emosi, melainkan berdasarkan hukum Tuhan.

  • Jangan pernah bergerak dan bertindak karena emosi, tapi ikuti prosedur hukum Tuhan


5. Pikirkan kepentingan yang lebih besar

  • Est 1: 14-22 “ Memukan meminta raja tidak memutuskan hanya berdasar kepentingan dan emosi pribadi, tapi harus melihat kepentingan yang lebih besar.

  • Apapun yang kita putuskan, harus melihat kepentingan yang lebih besar: kepentingan kerajaan Surga

  • Kepentingan melakukan renovasi gereja-gereja lain: demi kepentingan kerajaan Tuhan. Saat kita merajut jala bersama, akan lebih banyak jiwa-jiwa dibawa kepada Tuhan.

 

You may also like

Leave a comment