Catatan Kotbah

HOSTING HIS PRESENCE – Ps. Alemu Beeftu – 12 September 2021

2 Raja-Raja 4: 8-36: Kisah tentang perempuan Sunem ini adalah gambaran tentang gereja pada saat ini.

Hal-hal yang dapat Gereja pelajari dari perempuan Sunem ini:
1. Kenali urapan & hadirat Tuhan yang benar => orang yang bekerja di bawah pengurapan Roh Kudus memiliki
karakter & integritas (Elisa).
2. Undang bahkan desak urapan & hadirat Tuhan masuk dalam roh, pikiran, kehidupan, harapan kita, caranya
dengan menjalin fellowship dengan hadiratNya (memberi Elisa makan).
3. Ajak urapan & hadirat Tuhan tinggal bersama, layani, tinggikan, hormati & sembahlah Dia, supaya kita
dapat menikmati hadiratNya (menyiapkan kamar & perlengkapannya).

*Ketika hadirat Tuhan datang, Dia tahu kebutuhan kita (perempuan Sunem ini mendapatkan seorang anak).
Mujizat, visi, berkat terjadi dalam hidup kita.
Akibatnya ‘musuh’ tidak suka & mengambilnya dari kita (anak perempuan Sunem mati).

*Bila ini terjadi, bertindaklah seperti perempuan Sunem:
1. Apa pun yang diterima dari Tuhan & diambil musuh, kembalikan lah ke hadiratNya (membaringkan anaknya yang
mati di atas tempat tidur Elisa).
2. Tutup pintu dari segala macam suara & carilah Tuhan untuk mendapatkan solusinya (menutup pintu kamar,
lalu pergi mencari Elisa).
3. Deklarasikan kemenangan dengan iman (perempuan Sunem itu berkata ‘selamat’).
4. Tidak mau menukar urapan & hadirat Tuhan dengan apapun, karena tahu di dalam hadiratNya ada hidup
(tidak mau pergi tanpa Elisa).

Sebagai Pribadi, sebagai tubuh Kristus, sebagai Gereja, kita perlu serius untuk mengundang & menyambut
hadirat Tuhan. Ketika kita komit dengan ini maka ada kemenangan, petunjuk ilahi, berkat & warisan Tuhan
yang akan kita terima untuk masa depan kita, keluarga, bisnis, gereja & komunitas.

KPK:
1️⃣ Apa yang kamu syukuri dalam minggu ini?
2️⃣ Hal-hal apa saja yang membuatmu tidak dapat mengundang & menyambut hadirat Tuhan dalam hidupmu?
3️⃣ Apa yg kamu tangkap tentang Hadirat Tuhan sewaktu Dr Alemu sampaikan pesanNya ?
4️⃣ Secara pribadi Firman Tuhan hari ini bicara apa tentang dirimu?
5️⃣ Ketaatan apa yang akan kamu lakukan supaya terjadi kemenangan, petunjuk ilahi, berkat & warisan dalam
hidupmu?

Perenungan:
Selama kita mempertahankan hadiratNya, selama kita punya ‘kamar’ untuk hadiratNya tinggal dalam hidup kita,
keluarga kita, bisnis kita, gereja kita, komunitas kita, di situ ada ‘pemulihan & kebangkitan’.
Sebab Allah kita ada Allah yang membangkitkan. Bukan hanya kebangkitan yang Tuhan berikan, tetapi juga
strategi ilahi untuk kita, keluarga, gereja, bisnis, komunitas & masa depan kita.

Dengarkanlah suaraNya, taatilah suaraNya => musim yang penuh kemuliaan ada di depanmu!!

Tuhan Yesus memberkati
Dr. Alemu Beeftu

JERAT LUKA HATI – Ps. Tina Agung Purnomo – 5 September 2021

Penyesatan = skandalon yang adalah jebakan, jerat, pelanggaran, hal yang menyinggung, sandungan sehingga jatuh.
Yesus berkata: ‘Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan’, artinya ada jerat berisi umpan yang ditaruh di dalam
perjalanan hidup seseorang. Jadi mustahil hidup tanpa kena jerat/ketersinggungan – luka hati.

Siapa yang bisa kena jerat luka hati?
(Matius 24:10-13 NKJV)
=> Banyak orang yang cintanya terhadap Tuhan (Agape) menjadi dingin karena dosa makin bertambah. Mengapa?
=> karena dilukai perasaannya (tersinggung), saling mengkhianati & saling membenci.
Jadi orang Kristen lah yang pernah mengalami kasih Agape dengan Tuhan yang dapat terkena jerat luka hati ini.

Apa yang terjadi ketika orang Kristen terkena jerat luka hati?
*Membangun tembok (Amsal 18:19 NKJV)
=> menjadi sulit bergaul, pilih-pilih dalam bergaul, menutup diri, egois & akhirnya energinya habis untuk memikirkan
diri sendiri.
*Ujung dari makan umpan iblis & masuk dalam jeratnya antara lain kita akan menjadi orang yang ‘enggan memaafkan’,
sombong, pecinta diri sendiri, lebih menyukai kesenangan daripada mencintai Allah, memiliki bentuk ibadah tapi
menyangkal kuasanya. Akibatnya muncul nabi-nabi palsu yang menyesatkan untuk memenuhi keinginan pribadi orang-orang
Kristen yang hanya senang mendengar apa yang ingin didengar telinganya.(2 Timotius 3:1-5 & 4:3-4 NKJV)
*Sehingga pengenalan akan Tuhan tidak tercapai.(2 Timotius 3:7 NKJV)

Bagaimana mengatasinya?
Lawan luka hati adalah kasih.
=> Berikan pengampunan. Jika ada orang berbuat jahat, taburlah kebaikan. Menabur kebaikan bagaikan meredam luka hati.
(Matius 5:44; Lukas 6: 31-33)
Supaya bisa mengampuni orang lain kita harus tahu bahwa Allah telah mengampuni dosa & kesalahan kita terlebih dahulu.

KPK:
1️⃣ Apa yg kamu syukuri dlm minggu ini ?
2️⃣ Apa saja yang menghalangimu untuk lepas dari jerat luka hati?
3️⃣ Bagaimana reaksi hatimu terhadap mereka yang melukai hatimu? Ceritakan!
4️⃣ Rhema apa yang kamu dapatkan dari Firman Tuhan hari ini?
5️⃣ Ketaatan apa yang akan kamu lakukan supaya pengenalan akan Tuhan dalam dirimu tidak hilang?

Perenungan:

Milikilah pengenalan akan Tuhan dengan baik & jangan mudah terjerat umpan Iblis.
Berbuatlah seperti Yesus, sampai dikhianati Yudas & disangkali Petrus tetap mengampuni.
Pengampunan adalah kunci untuk menjauhkan diri dari umpan jerat Iblis.
Jadilah generasi transformasi bukan generasi informasi.

Tuhan Yesus memberkati
Ps. Tina Agung Purnomo

TERKENA JEBAKAN – Ps. Tina Agung Purnomo – 29 Agustus 2021

Jebakan itu berbahaya karena selalu terletak di tempat tersembunyi & ada umpannya.
Kalau kita terjebak di dalam jebakan Iblis akan sulit melepaskan diri, tetapi kita dapat mengenalinya lewat
Firman Tuhan.

Apakah bisa kita tidak terkena jebakan Iblis?
=> Tidak mungkin, jadi kita harus berhati-hati.
(Lukas 17:1)
Jebakan berasal dari bahasa asli Skandalon, artinya: jebakan, pelanggaran, jerat, hal yang menyinggung lalu jatuh.
2 Timotius 3:1-2a => orang yang terkena jerat ketersinggungan belum berdosa, tetapi akibat dari rasa tersinggung ini
membuahkan dosa: membuat orang berfokus pada dirinya sendiri, menganggap dirinya normal padahal hidup tidak normal, kepahitan, dendam, dsb.

Siapa yang dapat membuat kita terjebak?
=> Orang-orang dekat.
(Mazmur 55:13-15)

Bagaimana supaya kita tidak terjebak? Atau jika terjebak apa yang harus kita lakukan, supaya bebas?
(Wahyu 3:17-18)
1. Belilah emas yang telah dimurnikan dalam api. Ketika kita di dalam dapur api, semua kotoran & kejelekan diri
kita akan kelihatan, dan hati kita jadi lentur. Roh Kudus akan menunjukkan sifat jelek kita, sehingga kita
tidak menjadi orang yang sombong & merasa selalu paling benar. (Ibrani 3:13)
2. Melihat keadaan kita yang sesungguhnya. Datang ke Tuhan dengan apa adanya, tidak perlu ditutupi, karena Tuhan
tahu keadaan kita yang sesungguhnya. Kalau kita rendah hati maka Tuhan akan memudahkan hidup kita. (Matius 7:3)

KPK:
1️⃣ Apa yang kau syukuri dalam minggu ini ?
2️⃣ Hal-hal apa yang membuatmu tidak bisa bebas dari jebakan Iblis?
3️⃣ Jebakan apa yang paling sering menjerat dirimu? Ceritakan bagaimana usahamu membebaskan diri!
4️⃣ Secara khusus Firman Tuhan hari ini bicara apa tentang dirimu?
5️⃣ Ketaatan apa yang akan kamu lakukan supaya hidupmu dapat bebas dari jerat & jebakan Iblis?

Perenungan:
Kenali setiap jebakan Iblis melalui Firman Tuhan yang mengajarkan mana hal yang baik & yang jahat, mana hal yang
benar & yang salah.
Responmu terhadap luka di hidupmu akan menentukan masa depanmu sendiri.
Jangan binasa oleh kesedihan yang terlalu berat. Hadapi & merdekakanlah dirimu bersama Tuhan.
(2 Korintus 2:7)

Tuhan Yesus memberkati
Ps. Tina Agung Purnomo

SUBMISSION – Ps. Yehuda So – 22 Agustus 2021

Oxford Dictionary menuliskan Submission adalah tindakan penerimaan bahwa seseorang telah mengalahkan Anda,
dan Anda harus mematuhinya.

Menerima kekalahan adalah sesuatu yang berat & tidak semua orang dapat menerimanya.
Namun bukankah kekalahan adalah pembelajaran yang baik untuk dapat menang pada pertandingan selanjutnya?

Yakobus 4:7 (NIV) mengatakan submit yourself (tundukkan dirimu).
Jadi sebenarnya musuh utama yang perlu dikalahkan adalah diri sendiri, selanjutnya baru iblis.
➡️ Submit di sini memakai kata hupotasso yang dijelaskan sebagai menjadi bawahan & menempatkan diri pada
peringkat di bawah. Artinya ketaatan berbicara tentang penundukkan diri.
➡️ Berbicara tentang ketaatan berarti ada unsur taat & hormat.
➡️Ketaatan di sini berarti harus sesuai dengan aturan & segera dilakukan.
➡️ Hormat berarti menaruh nilai lebih tinggi.
➡️ Paling tidak ada 3 hal yang perlu kita pelajari mengenai submission:
*Submission to God
(Efesus 2:8).
Contoh:
. Yesus taat & merendahkan diri kepada Allah.
. Abraham taat pergi ke negeri yang ditunjukkan Allah & mengorbankan Ishak.
=> Masalah yang muncul ketika tidak taat adalah seperti Saul yang diruntuhkan kerajaannya oleh Tuhan &
digantikan Daud.
*Submission to Parent (Kolose 3:20).
Masalahnya manusia tidak mau diatur atau lawlessness (hidup tanpa aturan).
=> Harus berubah menjadi ‘God is my Law’ (Tuhan adalah aturanku).
=> Harus memiliki gaya hidup seperti Tuhan Yesus.
*Submission to Leader
(Ibrani 13:17).
=> Paulus mengajarkan supaya kita mentaati pemimpin yang telah Tuhan tetapkan.
=> Otoritas ilahi ada pada pemimpin.

KPK:
1️⃣ Rasa syukur apa yang kamu rasakan ketika tahu bahwa mata Tuhan selalu tertuju kepadamu?
2️⃣ Hambatan apa saja yang membuatmu tidak bisa tunduk kepada Tuhan, orang tua & pemimpin?
3️⃣ Sampai di mana tingkat penundukkan diri & ketaatanmu terhadap Tuhan, orang tua & pemimpin? Ceritakan!
4️⃣ Secara pribadi Firman Tuhan hari ini berbicara apa tentang dirimu?
5️⃣ Ketaatan apa yang akan kamu lakukan sehingga kamu memiliki submission terhadap Tuhan & orang lain
seperti yang Tuhan kehendaki?

Perenungan:
Dalam masa pandemi yang sulit, tetaplah taat kepada Tuhan, orang tua & pemimpin.
Belajarlah menundukkan diri & taat dengan segenap hati ketika kamu dipimpin, maka saat kamu jadi pemimpin
tidak akan menemui banyak kendala. Bukan jadi pemimpin yang seperti boss, tetapi seperti Yesus melayani.
Jadilah seperti Maria
(Lukas 1:38) karena kita semua ini adalah hamba Tuhan. Hamba yang melayani satu dengan lainnya.
Taat & hormat kepada Tuhan, orang tua & pemimpin.

Tuhan Yesus memberkati
Ps. Yehuda So

REVERENTIAL FEAR – Ps. Gavin Chan – 15 Agustus 2021

Reverential berasal dari kata Reverence – kata Latin – Utmost Respect, artinya penghormatan yang paling tinggi.
Bukan rasa takut tapi sangat menghormati.

Kapan kita bisa memberikan utmost respect? => ketika ada relationship (hubungan).
Ketika kita sangat menghormati seseorang kita tidak akan melakukan sesuatu yang menyakiti hatinya.
Hubungan seperti inilah yang Tuhan kehendaki, kita menghormatiNya bukan takut kepada Dia.
Sehingga kita tidak akan melakukan hal-hal yang Tuhan tidak berkenan atau tidak kudus.

Yakobus 2:19 (terjemahan The Passion).
Ketakutan itu tidak sehat. Yang Tuhan mau takut dalam arti menghormati & mengasihi, sehingga kita
tidak seperti Setan, yang tahu ada Tuhan & dia takut, tapi tetap tidak bertobat, tetap saja dia setan.
Jadi maksudnya kita tahu ada Tuhan tetapi sikap kita sehari-hari tidak mau berubah menjadi lebih
seperti Kristus, maka ini sama saja bohong.
Bagaimana kita mau tunduk kepada Tuhan kalau di dalam hati kita belum beres dengan Tuhan?
=> Manusia perlu beres di dalam hatinya untuk bisa menghormati Kristus.
=> Manusia perlu bertobat untuk bisa menjadi lebih seperti Kristus.
=> Pelayanan bukan jaminan bahwa kita punya hubungan yang lebih dekat dengan Tuhan.

Jangan menganggap kalau kita sudah melakukan segala macam pelayanan, hati kita sudah benar-benar
mengasihi & menghormati Tuhan, sehingga kita punya hak untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga.
(Matius 7:21)

KPK:
1️⃣ Rasa syukur apa yang kamu rasakan tentang hubungan pribadimu dengan Tuhan?
2️⃣ Hambatan apa yang membuat dirimu tidak bisa memiliki hati yang benar-benar mengasihi & hormat akan Tuhan?
3️⃣ Sudah sesuaikah sikap hidupmu sehari-hari dengan iman percayamu terhadap Tuhan? Ceritakan!
4️⃣ Secara pribadi Firman Tuhan hari ini berbicara apa tentang dirimu?
5️⃣ Ketaatan apa yang akan kamu lakukan supaya pada akhirnya kamu punya hak untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga?

Perenungan:
Jika menghormati Tuhan, jangan bermain-main dengan otoritasNya.
Jika bermain-main dengan otoritas Tuhan, kita tidak mungkin masuk ke dalam kerajaan Surga.
Tanpa punya hati yang menghormati & mengasihi, tidak mungkin manusia punya ketaatan & tunduk kepada Tuhan.
Punyailah hati yang menghormati & mengasihi Tuhan, sehingga apapun masalahmu, percayalah Tuhan Yesus
sanggup menolong.

Tuhan Yesus memberkati
Ps. Gavin Chan

MENJADI PRIBADI YANG LEBIH BAIK – Ps. Tina Agung Purnomo – 8 Agustus 2021

Semua orang pasti ingin menjadi pribadi yang lebih baik.

Ada 66 pasal di Perjanjian Lama yang bercerita tentang Daud. Ini melebihi tokoh-tokoh lain di Alkitab.

Ada apa dengan Daud? Apa yang istimewa dengan Daud?
Frederick Owen mengatakan bahwa Daud lahir di zaman orang Israel sudah lama menyimpang dari Allah.
1 Samuel 13:13-14:
Daud adalah orang yang berkenan di hati Tuhan & dipilih sebagai Raja. Tetapi ia mengawali proses perjalanan
hidupnya dengan menjadi pemain musik di istana Raja Saul. Walaupun ia sudah diurapi tapi tidak sombong & tetap
tunduk kepada otoritas di atas nya:
=> Tetap menurut kepada ayahnya dengan menggembalakan domba.
=> Tunduk pada Saul sebagai Raja yg diurapi Tuhan.

Bagaimana Daud bisa punya ketaatan hati yang luar biasa?
1. Pengenalan akan Tuhan.
(1 Tawarikh 28:9a)
Inilah pondasi untuk berjalan dalam ketaatan.
Pengenalan akan Tuhan ini harus bertumbuh (2 Petrus 3:18). Kita harus mengenal siapa Tuhan kita….
Dialah Tuhan yang memberkati, Dialah El Elyon, Dialah Tuhan yang melindungi, tetapi juga mendidik….
Kenali Tuhan, maka kita bisa taat, mengikuti perintah-perintahNya & menjadi pribadi yang lebih baik.
(1 Yohanes 2:3-4)

2. Rendah hati.
Inilah proses menuju kedewasaan rohani melalui sekolah kehidupan:
. Punya hati hamba: (Mazmur 78:70) tidak merasa paling benar, superior, tunduk pada otoritas.
. Orang yang rendah hati akan tunduk kepada Allah yang disembahnya & melawan Iblis. Dia tahu ada kuasa
di dalam dirinya. (Yakobus 4:6-7)

Buah ketaatan membawa berkat bagi diri sendiri & orang lain.
Lukas 2:51 => Yesus tetap tunduk kepada orang tuanya. Ia tahu tradisi yang ada, padahal Dialah Tuhan.
Yesus tunduk kepada kehendak BAPA di Surga walaupun harus mati di kayu salib. (Filipi 2:8)
Dan hari ini kita semua menikmati buah ketaatan Yesus.

KPK:
1️⃣ Apa yang kamu syukuri dengan pribadimu saat ini?
2️⃣ Apa saja yang menghalangimu untuk menjadi pribadi yang lebih baik?
3️⃣ Sampai di mana pengenalanmu akan Tuhan? Apakah sudah membuat dirimu jadi pribadi yang lebih baik? Ceritakan!
4️⃣ Firman Tuhan hari ini berbicara apa tentang kehidupan pribadimu?
5️⃣ Ketaatan apa yang akan kamu lakukan supaya menjadi pribadi yang lebih baik di hadapan BAPA di Surga?

Perenungan:
Ketidak taatan dapat merugikan & melukai diri sendiri maupun orang lain.
Ketaatan akan membawa berkat & kebaikan bagi diri sendiri maupun orang lain.
Milikilah pengenalan akan Tuhan & kerendahan hati. Milikilah hati hamba supaya kamu dapat berjalan di dalam
ketaatan seperti yang dikehendaki Allah & menjadi pribadi yang lebih baik.

Tuhan Yesus memberkati
Ps. Tina Agung Purnomo

APAKAH KASIH KARUNIA TUHAN CUKUP DALAM MASA PANDEMI? – Jim Yost – 1 Agustus 2021

Banyak orang mau merubah dunia, tapi tidak tahu mulai dari mana & bagaimana caranya? Saat mereka mulai bergerak,
maka mereka merasa lemah & tidak sanggup. Baca kisah Petrus di dalam Matius 14:28-29.
➡️ Saat itulah Tuhan hadir dalam kuasa-Nya!! Karena waktu kita bergerak di dalam kelemahan kita,
Tuhan juga bergerak di dalam kelemahan kita!! (Efesus 3:20)
➡️ Tiap generasi belajar dari generasi sebelumnya & biasanya menjadi penerusnya. Tapi kita perlu
satu generasi yang mau bangkit & bergerak melampaui batasan kemampuan kita => generasi yang tidak terikat
dengan tradisi generasi lalu => generasi yang mau mimpi gila & melakukan mimpi itu.

Generasi Transformasi Akhir Pandemi (TAP):
. Transformasi Pujian/Penyembahan.
. Transformasi Doa.
. Transformasi Komunitas.
=> Tidak bisa menunggu generasi berikut! Harus ada kebangkitan sekarang!!
📖 2 Korintus 12: 7-10
1. Kelemahan kita diizinkan Tuhan (ayat 7).
=> Apa yang kita rasakan sebagai kebutuhan, sebetulnya jauh berbeda dengan apa yang kita perlukan
(baik untuk pribadi ataupun pelayanan).
=> Kita menyanyi ‘Yesus segalanya bagiku’ tapi tidak tahu apa saja yang membuat kita berseru & lari
kepada Tuhan, sampai segala sesuatu diambil dari hidup kita & kita tinggal sendirian dengan Tuhan.
2. Kelemahan kita mengajarkan tentang Kasih Karunia (ayat 9a).
=> Kita dibawa keluar dari zona nyaman & di situ baru kita dapat melihat Tuhan hadir & bergerak!
=> Ada 2 prinsip yang harus jalan bersama-sama di masa pandemi:
. Kita bersiap-siap seolah-olah semua bergantung pada kita.
. Kita bergerak seolah-olah semua bergantung pada Tuhan.
=> Kita perlu kasih karunia untuk keselamatan.
=> Kita juga perlu kasih karunia untuk setiap langkah hidup.
3. Respons kita terhadap kelemahan adalah ‘KUNCI’ yang membuka pertolongan Tuhan nyata dalam
hidup kita (ayat 9b-10).

KPK:
1️⃣ Di dalam hidupmu, apakah makna perahu, dan air di dalam Matius 14: 28-29?
2️⃣ Kelemahan apakah yang ditemukan dalam hidup pribadi, keluarga & pelayananmu selama masa pandemi ini?
3️⃣ Bagaimana kamu dapat menghadapi tantangan ini dan menemukan kekuatan Tuhan di dalamnya? Ceritakan!!
4️⃣ Aspek apa dalam kehidupanmu yang sangat memerlukan kasih karunia Tuhan saat ini?
5️⃣ Apakah kebenaran Firman Tuhan hari ini dapat diaplikasikan dalam hidupmu, sehingga kamu dapat bergerak
di atas imanmu & mendapatkan kasih karunia Tuhan di masa pandemi ini?

Perenungan:
Seseorang dapat menerima berkat yang berlimpah dari Tuhan setelah ia belajar menerima kerugian terlebih dahulu.
Orang- orang yang meresponi proses Tuhan dalam hidupnya dengan benar akan dinaungi dengan kuasa Tuhan.
Mereka adalah orang-orang yang senang, bermegah & bergerak di dalam kelemahan, karena berfokus kepada Yesus.
Dan tahu di dalam kelemahannya, dia akan bertemu Tuhan!!

Tuhan Yesus memberkati
Jim Yost

DISCIPLESHIP IN THE FAMILY – Ps. Hengky So – 25 Juli 2021

Kejadian 1:28:
Lembaga pertama yang Tuhan bentuk adalah keluarga & perintah pertama kepada pasangan suami istri
pertama adalah berketurunan, beranak cucu & bertambah banyak untuk membentuk keluarga ilahi.

Tugas pertama tiap keluarga adalah melahirkan keturunan ilahi, yaitu anak-anak yang beriman,
beribadah & cinta Tuhan, serta memiliki karakter Kristus. (Maleakhi 2:15)

Bagaimana supaya keluarga melahirkan keturunan ilahi?
➡️ Keluarga harus menjadi tempat pemuridan => bukan Gereja.
➡️ Gereja hanya melatih, mendampingi & meperlengkapi.
➡️ Setiap kita harus ambil tanggung jawab untuk memuridkan keluarga kita sendiri.
Contoh:
1. Yosua yang sudah berhasil memuridkan keluarganya.
(Yosua 24:15)
2. Filipus, seorang diakones yang dipakai Tuhan untuk memberitakan Injil, tetapi juga berhasil
memuridkan ke 4 anak perempuannya.(Kis. 21:8-9)

Mengapa di zaman now, banyak orang tua yang tidak memuridkan anak-anaknya?
1. Salah prioritas => fokusnya pekerjaan dan orang lain.
2. Salah konsep tentang melayani => Firman Tuhan mengatakan seharusnya melayani keluarga dahulu
sebelum menjadi pelayan jemaat.(1 Timotius 3:5)

Bagaimana caranya memuridkan keluarga?
1. Ajarkan Firman Tuhan kepada anak-anak kita.=> pemuridan rohani seperti yang Tuhan inginkan
di dalam Ulangan 6:6-7:
=> Ayat ini ditujukan untuk semua ayah & ibu tunggal.
=> Untuk menggenapi ayat ini syaratnya setiap ayah & ibu tunggal harus tahu & dipenuhi Firman Tuhan.
=> Caranya dengan ikut pemuridan di Gereja. Di sinilah peran Gereja untuk memperlengkapi.
2. Menjadi role model (teladan) bagi anak-anaknya.
=> Harus bisa mempraktekkan apa yang diajarkan, inilah integritas
=> Yang dilakukan harus sesuai dengan yang diajarkan.(1 Korintus 4:16)
=> Bagi keluarga yang belum mempunyai keturunan jasmani, tetap harus melakukan pemuridan terhadap
anak-anak rohaninya, seperti yang dilakukan Paulus. Supaya lahir anak-anak rohani ilahi.

KPK:
1️⃣ Apa yang kamu syukuri dengan keluargamu?
2️⃣ Hambatan apa saja yang kamu hadapi dalam melakukan pemuridan keluarga?
3️⃣ Sejauh apa usahamu untuk menjadikan anak-anakmu keturunan ilahi? Ceritakan!
4️⃣ Firman Tuhan hari ini berbicara apa tentang dirimu secara pribadi?
5️⃣ Ketaatan apa yang akan kamu lakukan dalam menggenapi kehendak Tuhan untuk melahirkan keturunan ilahi?

Perenungan:
Keluarga adalah tempat pertama pelayanan kita. Utamakan keluargamu, motivasikan tentang cinta & takut
akan Tuhan kepada anak-anakmu. Firman Tuhan itu bersifat kekal. Karena itu ajarkan Firman Tuhan kepada
anak-anakmu & Firman Tuhan ini akan memberikan sesuatu yang kekal bagi keturunanmu.

Jadilah teladan bagi anak-anakmu, jangan hanya tahu banyak teori tapi miskin praktek. Jangan hanya tahu
banyak ayat Firman Tuhan tetapi miskin dalam melakukannya!

Tuhan Yesus memberkati
Pdt. Hengky So

SETIA DALAM KETAATAN – Ps. Gavin Chan – 18 juli 2021

Sampai seberapa jauh kita setia? Mungkin kita mengatakan kalau kita sudah taat membaca Firman,
namun mengapa masih menghadapi ujian?
➡️ Apa pun yang kita alami, Yesus pernah mengalami semuanya, bahkan lebih berat. Dan sampai di atas kayu salib pun,
Ia tetap patuh kepada BAPA. Dan Ia melakukannya atas dasar kasih. Kasih Tuhan tidak pernah gagal, Dia selalu
mengasihi kita.
➡️ Dapatkah kita tetap setia?, dapatkah kita memegang iman percaya kita?, dapatkah kita memegang janji kita untuk
setia? dan melakukannya atas dasar kasih, seperti yang Yesus lakukan?

(Matius 7:21)
➡️ Tuhan mengasihi kita lebih dari segala yang pernah kita lakukan. Lalu mengapa kita tidak bisa percaya sepenuhnya
kepada Tuhan?
➡️ Tuhan tidak pernah meninggalkan kita, Dia tidak pernah tidur. KesetiaanNya sungguh terbukti.

Doa:
Percayalah setiap penyakit ada di dalam kendali Tuhan. Ia tidak akan membiarkan anakNya terjerumus.
Percayalah sepenuhnya dalam Nama Yesus: Semarang adalah kota milik Yesus, semua sehat & tidak ada virus yang mematikan.
Semua dalam kendali Kristus!!

KPK:
1️⃣ Apa yang kamu syukuri atas kesetiaan kasih Tuhan dalam hidupmu?
2️⃣ Apa saja yang menghalangimu untuk dapat percaya 100% kepada Tuhan?
3️⃣ Dengan dasar apa kau lakukan ketaatanmu kepada Tuhan? Dengan kasih atau yang lain? Ceritakan!
4️⃣ Rhema apa yang kau dapatkan dari Firman Tuhan hari ini?
5️⃣ Ketaatan apa yang akan kamu lakukan agar memiliki kesetiaan seperti Yesus kepada BAPA?

Perenungan:
Allah itu tempat perlindungan bagi kita yang mau bernaung di dalam Dia.
Percayalah Tuhan pasti melindungi kita!
Darah Yesus menguasai setiap kita & rumah kita.
Janganlah takut!!!!
Amin.

Tuhan Yesus memberkati
Ps. Gavin Chan

KOMITMEN – Bp. Andi Prawira – 11 Juli 2021

Di tengah-tengah situasi yang luar biasa yang terjadi dengan seizin Tuhan ini dibutuhkan iman &
komitmen yang luar biasa, karena dengan seizin Tuhan juga kita ditaruh di tengah-tengahnya.

Dibutuhkan komitmen extra dengan Tuhan, dan dengan panggilan kita di situasi pandemi ini, agar hidup kita berarti:

1. Komitmen untuk pergi (to go).
=> pergi untuk menjalankan perintah Tuhan. Banyak hal yang bisa kita lakukan tanpa harus pergi secara fisik.
Misalnya kita bisa mendoakan orang yang sedang bergumul dengan kesehatan. Jalin komunikasi dengan mereka untuk
terus mengenalkan kebaikan Kristus. Dengan komitmen ini kita tidak hanya sekedar pergi, tetapi menemukan orang-orang
yang pada akhirnya dapat menjadi murid-murid Kristus.
(Matius 28:18-20)

2. Komitmen untuk mengasihi (to love).
=> mengasihi Tuhan dan manusia. Tidak mudah melakukan komitmen ini di situasi seperti sekarang ini.
Tetapi komitmen ini tetap dapat dijalankan dengan hikmat, karena Firman Tuhan mengatakan bahwa Tuhan memberikan
kepada kita Roh untuk mengasihi, kekuatan & ketertiban. Inilah kekuatan yang mendasari kita untuk tetap berkomitmen.
Ada Roh yang membangkitkan jiwa kita. Ada kolaborasi antara kita dengan Tuhan. Sehingga kita dapat menjalankan
komitmen untuk mengasihi dengan tertib, dan kita sudah menjadi saksi Kristus di hadapan banyak orang.
(Markus 12:30-31; Yohanes 14:21)

3. Komitmen untuk ada di dalam kebersamaan (togetherness).
=> seperti komitmen Yesus kepada BAPA.
Komitmen ini seringkali hilang/dilupakan. Padahal Yesus menginginkan ada kebersamaan di antara kita, agar kita
dapat ada di dalam BAPA & Yesus. Supaya dunia percaya bahwa Tuhan yang mengatur segala sesuatunya.
Ketika para Rasul pergi ke berbagai penjuru dunia, mereka pergi dalam kebersamaan dengan Kristus.
(Yohanes 17:21)

KPK:
1️⃣ Dalam berkomitmen dengan Tuhan, rasa syukur apa yang ada di hatimu?
2️⃣ Apa saja yang menghalangimu untuk melakukan komitmen dengan Tuhan?
3️⃣ Ceritakan sejauh apa kau lakukan komitmenmu di masa-masa pandemi ini?
4️⃣ Secara khusus Firman Tuhan hari ini berbicara apa tentang dirimu?
5️⃣ Ketaatan apa yang akan kamu lakukan supaya memancarkan terang Kristus di masa pandemi ini?

Perenungan:
Mari perbaharui komitmen kita dengan Tuhan:
. Komitmen untuk pergi.
. Komitmen untuk mengasihi Tuhan & sesama.
. Komitmen untuk ada dalam kebersamaan, seperti Yesus dengan BAPA. Kebersamaan adalah komitmen terakhir &
merupakan komitmen di dalam Kristus. Jika ini terjadi maka kita tidak hanya pergi bermissi untuk sekedar
menjalankan program, tetapi sungguh-sungguh kita lakukan bersama Kristus. Di dalam kebersamaan itu ada kekuatan
untuk tetap menjadi terang & berkat bagi sesama. Di dalam kebersamaan itu kita memancarkan terang Kristus.

Tuhan Yesus memberkati
Bapak Andy Prawira