Core Value JKI Injil Kerajaan – bagian 2 – Bambang Budiyanto – Minggu, 30 Juli 2017

  • Semua tantangan dalam kehidupan (keuangan, kesehatan, keluarga, kerja, dll) diijinkan Tuhan untuk membentuk karakter kita, supaya kita semakin menyerupai Kristus.

  • Semua berkat Tuhan dalam hidup kita (kesehatan, keuangan, jabatan, kuasa, terkenal, promosi, jodoh, dll) adalah batu ujian bagi karakter kita.

  • Penghalang terbesar bagi orang dunia untuk menikmati dan melihat Yesus bukan aniaya, tapi orang-orang Kristen yang karakternya buruk, tidak menunjukkan karakter Kristus.

  • Kita harus belajar lebih dulu melalui tantangan-tantangan. Saat sudah siap ujian, Tuhan akan mengirimkan ujian karakter.

  • Lulus ujian itu penting, tapi proses belajar dan pembentukan karakter lebih penting.

 

Core Value 3: Unggul/ Excellent (Kol 3:23)

  • Menyesal: seharusnya berbuat sesuatu, tapi tidak dilakukan.

  • Penyesalan adalah salah satu penyebab stress, kanker, bunuh diri, karena tidak bisa kembali ke masa lalu untuk mengubahnya.

  • Yang bisa kita lakukan untuk masa lalu: mengampuni diri sendiri.

  • Orientasi kita seharusnya bukan piala, tapi karakter dalam hidup: dioperasikan dengan sepenuhnya atau tidak.

  • Excellent bukan kesempurnaan, tapi kita harus mengejar kesempurnaan. Saat mengejar kesempurnaan, kita akan menerima unggul.

  • Tuhan hanya pantas menerima yang terbaik. Terbaik kedua (second best) tidak mempunyai tempat di surga

  • Semua orang ingin berhasil : belajar di sekolah, dalam keluarga, pelayanan, perusahaan, dll. Hizkia berhasil karena karakternya excellent (2Taw 31: 21)

  • Sema orang mempunyai nilai harga (price tag). Kualitas hidup seseorang berbanding lurus dengan komitmentnya untuk excellent – Vince Lombardi

  • Seseorang bisa sukses walau karakter tidak excellent. Tapi semua itu tidak akan bertahan lama, atau sukses dengan menyakiti orang banyak.

  • Masing-masing kita seharusnya jadi standart kualitas – Steve Jobs

  • 4 hal yg menggerogoti sikap hidup yang excellent:

    1. Orang yang mendewakan kuantitas. Kuantitas harus dibangun di atas kualitas. Fokus kita adalah membangun kualitas setiap jemaat. Musuh excellent bukan jelek, tapi baik. Orang yang puas dengan “baik” tidak akan bisa mencapai excellent.

    2. Hidup asal-asalan. Semua rutinitas, tanpa persiapan, asal selesai, asal beres, tapi tidak memikirkan yang terbaik.

    3. Suam-suam kuku. Tidak panas atau dingin, biasa saja.

    4. Mengabaikan keterlibatan Tuhan. Saat gagal mencapai sesuatu tidak memeriksa apakah sudah berikan yang terbaik, tapi berdalih bahwa semua itu “maunya Tuhan”

 

Core Value 4: Tanggung Jawab / Responsibility (Mat 12:36)

  • Kecenderungan akibat dosa mencari kambing hitam (Kej 3: 6b, 4: 9)

  • Saat kita lahir baru, seharusnya tabiat “cari kambing-hitam” dibalikkan dangan berkarakter berani bertanggung-jawab.

  • Hanya diperlukan orang baik yang tidak berbuat apa-apa supaya kejahatan merajalela – Edmun Burke, USA

  • Bangsa Indonesia akan hebat jika setiap warganya mengambil tanggung-jawab, dan tidak saling menyalahkan. Gereja bisa hebat jika setiap jemaat mengambil tanggung- jawab. Keluarga bisa hebat jika setiap anggota keluarga mengambil tanggung-jawab

  • 5 Ciri orang tidak bertanggung jawab :

    1. Saat ada masalah, mencari siapa yang salah. Jika ada yang salah, jangan cari siapa yang salah, tapi apa yang salah.

    2. Sulit meminta maaf

    3. Suka memuji diri sendiri

    4. Kurang peduli orang lain

    5. Teologi fatalisme: melimpahkan semua tanggung-jawab kepada Tuhan, menganggap semua ketetapan Tuhan, padahal belum memberikan yang terbaik, belum introspeksi.

  • Untuk meraih hasil excellent diperlukan orang yang punya roh “mau menjadi tumbal” untuk keberhasilan saudara-saudaranya yang lain


Core Value 5: Inovasi / Innovation

  • Dalam segala hal selalu ada cara untuk mengerjakan dengan lebih baik. Carilah itu! – Thomas Alva Edison

  • Pernyataan bahwa “pengalaman adalah guru yang baik” adalah pernyataan yang salah. Tapi pengalaman yang sudah di-evaluasi adalah guru yang baik.

  • Sebelum Tuhan ciptakan kita, Tuhan sudah ciptakan apa yang seharusnya kita capai dalam hidup. Kita di-desain untuk mencapai tujuan itu (Ef 2:10)

  • Tuhan mendesain setiap kita berbeda-beda, untuk tujulan yang berbeda-beda.

  • Bagaimana membangun budaya yang inovatif

    1. Tingkatkan naluri menyelesaikan masalah “problem solving instinct”. Pola pikir: Seandainya kita diberi kepercayaan, bagaimana kita mengubah jadi lebih baik.

    2. Ciptakan budaya ingin tahu (curiosity). Jangan semua di-dikte-kan. Tidak ada orang yang tahu semuanya. Dunia berkembang karena orang ingin tahu.

    3. Bangun organisasi yang pembelajar. Setiap anggota gereja harus bertumbuh dan suka belajar seperti jemaat di Berea, tidak asal kebaktian.

    4. Kembangkan jiwa kewira-usahaan (enterpreneurship). Wira usaha: melihat semua potensi dan memaksimalkan, berdampak sebesar mungkin tanpa merugikan orang lain.

    5. Melatih diri untuk bertanya “mengapa (why)” dan menemukan alternatif lain. Jika kita bisa jawab “”mengapa”, maka kita punya alasan untuk bisa meresponi dengan baik.

  • Hidupmu pendek! Jangan sia-siakan hidupmu hari ini dengan berusaha menjadi orang lain – Steve Jobs

  • Inovasi adalah pembeda antara pemimpin dan pengikut.

  • Kita didesain Tuhan untuk menjadi pemimpin. Apapun yang kita pegang jadi lebih baik, bukan untuk diri sendiri, tapi untuk semua orang.

  • Core value tidak akan tercipta dan ada manfaatnya, hanya dengan diajarkan atau memasang poster. Tapi harus dihidupi.

  • INGAT !!! Semua yang disampaikan ini untuk introspeksi, bukan untuk menghakimi orang lain

Core Value JKI Injil Kerajaan – bagian 1 – Bambang Budiyanto – Minggu, 30 Juli 2017

  • Core value adalah sifat dasar kita. Ini tidak cukup hanya dipikiran, tapi dihidupi setiap hari.

  • Semua tantangan kehidupan diijinkan untuk membangun karakter kita, semua berkat (materi, kesembuhan, dll) Tuhan tujuannya untuk menguji karakter kita.

  • Iman itu seperti anggur yang baru, Karakter seperti kantong anggur yang baru

Core value 1: Integritas

  • Contoh tokoh ber-integritas: Samuel (1Sam 12: 2c-4)

  • Definisi integritas:

    • Melakukan hal yang benar walaupun tidak ada orang yang melihat

    • Keselarasan antara peieran-perasaan dan perbuatan

    • Transparan, tidak ada yang disembunyikan.

  • Sukses datang dan pergi, tapi karakter tinggal selama-lamanya. Semakin karakter kita jadi seperti Kristus, maka aliran berkat Tuhan akan terus mengalir.

  • Tanda-tanda orang yang defisit integritasnya:

    • Janji yang tidak ditepati (promises)

    • Pandai memberikan alasan (excuses)

    • Jalan pintas/ potong kompas (cut corners)

    • Banyak menyembunyikan (hiding)

    • Kompromi – campuran (compromise)

  • Pengalaman bukan guru yang baik jika tidak di-evaluasi. Pelajari hasil evaluasinya.

  • Jenis cerita:

    • Fakta

    • Kesaksian: penafsiran kita terhadap suatu event.

    • Kisah yang disembunyikan dan hanya kita tahu – ini amunisi iblis.

  • Untuk melumpuhkan iblis: bagikan semua rahasia yang disimpan kepada orang yang bisa dipercaya. Semakin sedikit yang disembunyikan, semakin aman perjalanan hidup kita.

  • Yang menggerogoti integritas seseorang:

    • Look good – pendapat orang lain

    • Feel good – pendapat daging

    • Blind spot – tidak ada nasehat

    • Mentalitas penjudi – ingin cepat kaya

    • Teologi anak emas – self centered

  • Teologi anak emas: Merasa Tuhan paling sayang dengan dirinya, sementara yang lain nomor dua. Semua anak Tuhan istimewa, tidak ada yang lebih istimewa.

  • Denyut nadi integritas:

    • Nothing to hide – tidak ada yang disembunyikan

    • Nothing to prove – tidak perlu membuktikan apapun, atau mencoba menyenangkan manusia

    • Nothing to loose – tidak coba mempertahankan anugerah Tuhan.

  • Jika setiap keluarga berintegritas, maka gereja akan kuat dan berintegritas

    .

Core Value 2: Kekeluargaan (Ef 2; 19)

  • Gereja bukan restauran. Semua jemaat adalah keluarga, bukan tamu.

  • Nilai kekeluargaan:

    • Respectful – hormat

    • Ownership – rasa memiliki

    • Contributive – ambil bagian

    • Kepedulian yang tulus

    • Saling menopang, melindungi dan melengkapi

  • Yang menggerogoti nilai-nilai kekeluargaan:

    1. Mental indekost: Tidak perduli terhadap gereja atau keluarga lain, yang penting dirinya sendiri diberkati, doanya dijawab.

    2. Mental pengemis: Selalu meminta, hanya bertemu jika butuh.

    3. Mental tengkulak: Mencari kesempatan dalam kesempitan.

    4. Mental mumpung: mental pejabat korup

  • Mari mulai berlatih memikirkan kesejahteraan keluarga sendiri: dengan saling menyenangkan satu sama lain.

  • Contoh aplikasi dalam gereja: memberi ayat kepada orang lain, mendoakan orang lain, dll.

  • “Jangan datang ke rumah Tuhan dengan tangan hampa” – Ini bukan hanya persembahan, tapi juga kepedulian kepada jemaat yang lain.

INGAT !!! Semua yang disampaikan ini untuk introspeksi, bukan untuk menghakimi orang lain

Takutlah Akan Allah – Tina Agung Purnomo – Minggu, 13 Agustus 2017

Core value 1: Integritas

  • Integritas adalah suatu Motivasi Hati yang penuh sukacita untuk hidup sesuai karakter Allah yang maha besar, maha sempurna, maha kasih. (Shaune Foyd)

  • Integritas tidak bisa direncanakan atau berpura-pura. Integritas dimulai di pikiran, dalam sikap hati.

  • Integritas akan ada di hidup kita saat hidup dan hati kita tulus dan lurus dengan Tuhan, berseru apa adanya, tidak ada intrik, tidak berusaha kelihatan lebih baik.

  • Tidak ada pikiran ganda, tidak ada agenda tersembunyi.

    • Melakukan hal yang benar walau tidak ada orang yang melihat

    • Keselarasan antara pikiran, perkataan dan perbuatan

    • Transparan – tidak ada yang disembunyikan

 

  • Yesus disebut sebagai manusia yang berintegritas (Mrk 12: 14), tidak mencari muka. Yesus punya integritas, karena ada kebenaran Allah di dalam diriNya.

  • Ams 10: 9, Ams 13: 6, Integritas sangat penting dan utama, karena saat ini integritas adalah barang langka.

  • Integritas : Konsisten akan pikiran, kehendak dan hati mengenai apa yang benar dan salah

  1. Pikiran yang tidak terbagi (Mat 6: 22)

  2. Kehendak yang tidak terbagi : Kehendaknya hanya melayani 1 Tuan (Mat 6: 24)

  3. kHati yang tidak terbagi – Passion & gairah kita hanya untuk Tuhan, bukan untuk dunia (1Yoh 2: 15)

  • Tanda-tanda orang yang defisit integritas:

    1. Janji yang tidak ditepati (promises)

    2. Pandai memberikan alasan (excuse)

    3. Jalan pintas/ potong kompas (cut corners)

    4. Banyak menyembunyikan (hiding)

    5. Kompromi (compromise)

  • Yang menggerogoti Integritas:

    • Look good – pendapat orang lain

    • Feel good – pendapat daging

    • Blind spot – tidak ada nasehat

    • Mentalitas penjudi – ingin cepat kaya

    • Teologi anak emas – self centered

 

Core value 2: Kekeluargaan (Ef 2: 19)

  • Semua anak Tuhan adalah satu keluarga besar yang ditebus oleh darah Yesus.

  • Nilai kekeluargaan:

    • Respectful – rasa hormat

    • Ownership – rasa memiliki

    • Contribute – ambil bagian

    • Kepedulian yang tulus

    • Saling menopang, melindungi dan melengkapi

  • Tempat berkumpulnya keluarga: di rumah (Kis 5: 42). Gereja mula-mula menggunakan rumah-rumah sebagai tempat melanjutkan pengajaran- pengajaran yang mereka dapat di Bait Allah.

  • Tujuan MK melanjutkan pengajaran di gereja ke rumah-rumah. MK bukan asal-asalan, tapi untuk pertumbuhan iman kita.

  • Keluarga kumpulnya di rumah, keluarga Allah kumpulnya di MK. Gereja sesungguhnya ada di sel grup. (Kis 20: 20)

    • Jemaat Efesus berkumpul di rumah Akwila dan Priskila (1Kor 16: 19)

    • Jemaat Laodekia berkumpul di rumah Nimfa (Kol 4: 15)

    • Jemaat Kolose kumpul di rumah Filemon (Flm 1: 1-2)

    • Jemaat di rumah Gayus (Rm 16: 23)

  • Saat ber-MK, kita punya keluarga. Masalah-masalah kita bisa ditanggung bersama, dan tidak lagi terasa berat.

 

Core value 3: Unggul (Ams 17: 27)

  • Unggul artinya di atas rata-rata, tidak biasa. Kerohanian kita harus di atas rata-rata.

  • Daniel adalah contoh orang yang di atas rata-rata dan takut akan Tuhan. Akhirnya dia jadi perdana menteri (pemimpin politik), sekaligus nabi Tuhan. (Dan 5: 12)

 

Core value 4: Tanggung-jawab

  • Keadaan dimana wajib menanggung- segala sesuatu akibatnya, berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban.

  • Manusia hidup selalu punya kewajiban

    1. Tanggung jawab ke Tuhan (Pkh 12: 13-14, Rm 14: 10-12)

    • Sangat mudah untuk melihat kesalahan orang lain. Tapi tanpa dibukakan dan dibongkar Roh Kudus, kita tidak bisa mengerti diri kita sendiri.

  1. Tanggung-jawab ke diri sendiri (Mat 25: 23, Ef 6: 5-8)

    • Setiap kita diberi Tuhan talenta tertentu. Kembangkan dan persembahkan talenta yang ada pada Tuhan

 

Core value 5: Inovasi (Fil 4: 8)

  • Inovasi: gagasan baru, ada tindak lanjut,ada perbaikan yang terus menerus

  • Saat kita isi pikiran dengan hal yang bernilai, maka gagasan-gagasan kita yang muncul adalah dari Tuhan.

  • Miliki inovasi-inovasi baru, sehingga itu jadi ciri kita. Inovasi membuat kita memiliki ke-khas-an

WAKE UP CALL oleh Ps. Sidney Mohede


-WAKE UP CALL-
11 Juli 2017
JKI Injil Kerajaan (Holy Stadium)
Ps. Sidney Mohede

Penyembahan itu sebenarnya bukan kita menyanyi. Penyembahan ketika kita mengatakan kepada sang pencipta Aku Milikmu dan Kau adalah Milikku. Biar kehendak Tuhan yang terjadi kata Ps. Sidney Mohede dari JPCC.

Ini sebuah nyanyian yang baik kami berjumpa dengan Tuhan. Inilah penyembahan yang sesungguhnya. Kami berserah Tuhan penuh.

Ef 5: 14-20
Jemaat Efesus percaya Yesus. Wejangan Paulus ini bukan pada orang orang yang baru mengenal Yesus.

Itulah sebabnya dikatakan: “Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu.” (Ef 5: 14)

Jika kita mau bangkit dari “tidur”, kita harus memperhatikan cara kita hidup. Harus fokus, jangan biarkan apapun mengalihkan perhatian kita.

Masalah terbesar bukan kita tidak tahu tujuan hidup kita: untuk menyenangkan hati Tuhan dan mengikuti kehendaknya. Tapi kita ijinkan perkara – perkara dalam hidup kita mengalihkan kita dari tujuan hidup kita. Kita tidak memperhatikan secara baik cara hidup kita.

Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif (Ef 5: 15)

Apakah kita hidup sesuai dengan yang Tuhan kehendaki? Atau sekedar hidup.

Our biggest enemy is distruction.

Saat musuh tidak bisa hancurkan kita, yang dia lakukan adalah mengalihkan perhatian kita.

Manusia jaman ini hampir selalu men-cek sosmed kita. Mari bangkit, dan kembalikan fokus kita pada Yesus.

Kesaksian :
Ps. Sidney dalam perjalanan ke Amerika, transit di Jepang. Untuk mengisi waktu, Ps. Sidney membaca buku.
Karena asik, beberapa waktu kemudian Ps. Sidney menyadari bahwa hanggar sudah khusus. Ternyata Ps. Sidney sudah dipanggil: “Sidone san”, maka Ps. Sidney tertinggal pesawat

Ps. Sidney tahu tujuannya, tahu harus naik apa, di gate yang mana. Tapi masalahnya ada sesuatu hal yang mengalihkan perhatian sehingga Ps. Sidney tidak sampai tujuan

Dosa dalam bahasa aslinya tidak sampai sasaran

Tuhan sering memanggil nama kita, tapi kita sering teralih perhatian pada kenikmatan hidup.

Bahkan pelayanan bisa jadi distruction/ mengalihkan fokus kita. Pelayanan bukan gengsi atau pencapaian. Jangan kejar dan cari panggung atau posisinya

Pergumulan dan kekuatiran juga bisa menggeser fokus kita. Semua manusia mengalami masalah, tapi itu tidak boleh mengalihkan fokus kita dari Yesus.

Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? (Mat 6: 25)

Tips bagaimana mencari jodoh: berlari secepat mungkin menuju Yesus. Selagi berlari dengan cepat, lihat sekitar- yang juga berlari cepat menuju Tuhan.

Membanding-bandingkan. Kita sering membandingkan diri atau yang kita miliki dengan orang lain. Maka fokus kita beralih.

Saat kita tahu apa yang sebenarnya penting bagi kita, maka hal – hal yang sebelumnya kita anggap penting – ternyata tidak penting

Nah, mengenai kita sendiri, di sekeliling kita ada banyak sekali saksi! Sebab itu, marilah kita membuang semua yang memberatkan kita dan dosa yang terus melekat pada kita. Dan marilah kita dengan tekun menempuh perlombaan yang ada di depan kita.

Hendaklah pandangan kita tertuju kepada Yesus, sebab Dialah yang membangkitkan iman kita dan memeliharanya dari permulaan sampai akhir. Yesus tahan menderita di kayu salib! Ia tidak peduli bahwa mati di kayu salib itu adalah suatu hal yang memalukan. Ia hanya ingat akan kegembiraan yang akan dirasakan-Nya kemudian. Sekarang Ia duduk di sebelah kanan takhta Allah dan memerintah bersama dengan Dia (Ibr 12: 1-2, BIS)

Inilah saatnya bangkit, dan fokus pada Yesus.

Apakah fokus kita “melakukan pekerjaan Tuhan” atau “menjadi anak Tuhan” ?

Tanpa melakukan apapun, anak tetap menjadi anak. Saat fokus kita pada masa lalu, pada masa depan, atau pada apa yang tidak ada di tangan kita?

Tuhan tidak pernah tertarik dengan apa yang tidak kita punya di tangan kita. Tuhan tertarik melakukan mujizat dengan apapun yang di tangan kita. Fokus pada apa yang kita bisa, berikan pada Tuhan.

Semuanya ini kukatakan untuk kepentingan kamu sendiri, bukan untuk menghalang- halangi kamu dalam kebebasan kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu melakukan apa yang benar dan baik, dan melayani Tuhan tanpa gangguan. (1Kor 7: 35)

Apakah kita mau mengejar panggilan Kristus, atau mengejar keinginan Keinginan kita.

Iblis sibuk mengisi hidup anak2 Tuhan dengan yang sekedar baik, sehingga tidak ada ruang bagi yang terbaik: Yesus.

Saat ketinggalan pesawat, Ps. Sidney masih bisa ke Amerika, tapi harus menunggu berjam-jam sampai penerbangan yang berikutnya.

Saat kita tidak mendengar panggilan Tuhan, Tuhan tidak membuang kita, tapi akan berupaya membelokkan kita kembali balik kepada panggilan kita. Tapi akan ada banyak waktu & tenaga yang terbuang

Kita dipanggil untuk menjadi garam dan terang dunia Artinya kita harus membawa pengaruh pada dunia

Sungguh Orang Ini Adalah Anak Allah (Tina Agung Purnomo)

Ada beberapa tokoh dalam kisah Mrk 15: 33-41

1. a. Perkataan pertama Yesus: Mrk 15: 34

  • Yesus adalah satu-satunya orang yang tidak berdosa (2Kor 5: 21).

  • Yesus harus menggantikan kita semua, menanggung dosa semua manusia. Saat itu Yesus sedang merasakan dan mengalami semua kesakitan, duka, dan penderitaan manusia.

  • Yes 59: 1-2 – Yang membuat Yesus terpisah dengan Allah adalah saat Dia menanggung dosa manusia. Karena konsekuensi dosa adalah terpisah dari Allah.

  • Saat kita melakukan dosa, hati akan terasa kosong, karena terpisah dari Allah. Allah tidak bisa bersatu dengan dosa.

  • Dosa kita sudah ditanggung oleh Yesus. Maka setiap kali berdosa, jangan ditanggung sendiri, segera kembali pada Tuhan, dan akui dosa-dosa kita.

1. b. Perkataan kedua Yesus: Mrk 15: 37

  • Yesus tidak pernah dibunuh, tapi Dia menyerahkan nyawaNya (Yoh 19: 30)

  • Yesus sudah sudah menebus dosa manusia, dan kembali pada Bapa sebagai pemenang.

  • Orang yang bunuh diri adalah orang yang kalah dalam kehidupan, tidak ada bagian dalam kerajaan surga.

  • Masalah bertujuan membentuk karakter kita jadi lebih baik. Jika kita sudah lulus, maka tidak mengulangi mengalami masalah yang sama.

  • Jika masalah yang sama muncul berkali-kali dalam hidup, artinya kita belum menang, maka harus mengulang kelas yang sama.


2. Kepala pasukan (Mrk 15: 37-39)

  • Ucapan kepala pasukan ini adalah penghormatan bagi Yesus (Luk 23: 47)

  • Yesus menderita secara tidak adil, dipersalahkan dalam banyak hal, dicari cara untuk dibunuh.

  • Kaki Yesus tidak diremukkan, karena hanya dalam 3 jam Yesus menyerahkan nyawaNya.

  • Kepala pasukan juga melihat bahwa tidak ada hujatan dan kata makian keluar dari mulut Yesus, tidak ada keluhan, tidak ada memohon ampun, tapi penuh pengampunan.

  • Alam juga memberikan tanda-tanda yang menunjukkan Yesus adalah kesayangan surga: langit gelap, gempa bumi, dll.

  • Biasanya orang lain yang disalib kehilangan kekuatan untuk bersuara, tapi Yesus bisa bersuara dengan keras.


3. Para penonton (Mrk 15: 35-36)

  • Penonton biasanya berkata-kata negatif, salib tidak menggerakkan hatinya, tidak ada rasa belas kasihan, tidak ada penghormatan.

  • Jangan sampai hidup kita jadi penonton, karena hati akan beku, tidak bisa merasakan apapun.

  • Perkataan-perkataan yang menghina dan melecehkan hanya keluar dari para penonton


4. Sejumlah perempuan (Mrk 15: 40-41)

  • Perempuan-perempuan ini kecewa, bingung, sedih, tapi tetap ada di situ, karena hatinya dipenuhi kasih pada Yesus.

  • Apapun bisa terjadi di hidup, tapi selama hati kita penuh kasih Allah, maka kita tidak akan hidup dalam kebingungan.

Upah Mengikut Yesus – Tina Agung Purnomo

Mrk 10: 17-22

  • Tuhan tidak berurusan dengan hal-hal baik yang sudah kita lakukan. Tuhan selalu melihat akar hidup yang harus dicungkil dari hidup kita: keterikatan kita, monster dalam hidup kita.

  • Saat akar buruk dicabut dari hidup kita, hubungan kita dengan Tuhan akan luar biasa, karena tidak ada lagi penghalang.

  • Saat terang Allah turun, baru akan terlihat kotoran-kotoran yang harusnya disingkirkan dari hidup kita. Sebelum ada terang Allah, kita tidak bisa melihat kotoran-kotoran itu.

  • Tubuh terdiri dari: tubuh-jiwa-roh. Tuhan mau semuanya kudus dan berkenan kepada Tuhan.

  • Kita membutuhkan uang dalam hidup maupun pelayanan, tapi tidak boleh terikat dengan uang. (Mat 6: 24)

  • Kekayaan hanya tambahan dalam hidup kita. Kita boleh kaya, dan itu adalah jatah kita. Tapi kita tidak boleh mencintai uang lebih dari mencintai Yesus.

  • 2Tim 3: 1-2 – Saat seseorang jadi hamba uang, dia akan jadi jahat.

  • Jika kita tidak mengendalikan uang, kita akan dikendalikan uang, akhirnya jadi budak uang.

  • Ada waktu untuk bekerja mencari nafkah, tapi ada waktu untuk beribadah, memuji dan menyembah Tuhan.

  • Perpuluhan adalah salah satu cara supaya tidak terikat pada uang. Perpuluhan menguduskan 90% yang bagian kita.

  • Mrk 10: 23-30 – Orang ber-uang sulit masuk kerajaan Allah. Maka harus dilatih sejak belum punya uang banyak, sehingga saat berkat melimpah, tidak terikat pada uang.

  • Mrk 10: 25 – Lubang jarum: lubang kecil di pintu gerbang kota. Unta tetap bisa masuk lubang jarum, tapi harus berlutut, dan bebannya disingkirkan lebih dulu.

  • Mrk 10: 28-31 – Yang dikatakan Yesus: meninggalkan semua karena Injil, bukan meninggalkan karena konflik atau masalah. Tidak disebutkan di Alkitab: meninggalkan suami/ istrinya.

  • Seandainya pemuda yang kaya tadi tetap mengikuti Yesus, dia akan mendengar pernyataan Yesus ini dan tidak kecewa. Jangan takut kehilangan apapun juga.


Upah mengikut Yesus

1. Hidup yang kekal (Mrk 10: 30c)

  • Jika tidak memiliki Yesus, maka kita tidak bisa menikmati kekekalan.

  • Tit 2: 11-12 – Kita harus belajar mengelola hidup dengan bijaksana. Kita harus makin mengenal Yesus, hidup makin disempurnakan, karakter yang buruk disingkirkan.

  • Saat kita dipanggil Tuhan, hanya bisa membawa hati kita yang mengasihi Tuhan. Fokuskan diri pada kekekalan, bukan hanya pada masa kini.


2. Ada harga yang harus dibayar

Harga yang dibayar untuk mengikut Yesus:

  • Meninggalkan rumah, keluarga, dll. Di kitab-kitab lain dikatakan bahwa Petrus akhirnya mempunyai banyak anak rohani.

  • Kadang orang yang ikut Yesus dijauhi teman, keluarga, bahkan atasan kita. Ini tidak masalah, karena hidup kita memang berbeda.


3. Terima upah pribadi

  • Berkat Tuhan tidak hanya untuk orang lain, tapi juga untuk pribadi kita. Hidup kita tidak akan sama dengan hidup orang yang tanpa Yesus. (Kol 3: 22-24)

  • Hidup penuh perjuangan, mari berjuang bersama Yesus. Maka perjuangan itu akan hasilkan iman yang bertumbuh di dalam Yesus, kemenangan di dalam Yesus, menjadi saksi, dst.

  • Mrk 10: 31 – Ayat ini adalah peringatan bagi kita supaya tetap bersemangat dalam melayani Tuhan. Ini bukan nubuatan yang akan digenapi.

  • Tuhan mau semua anakNya mengikuti Yesus dengan setia sampai garis akhir, tidak kendor, dan tidak terhilang.

 

Increase (John Avanzini)

  • Yesus mau meningkatkan setiap anak-anakNya. Ini diucapkan Tuhan di sepanjang Alkitab: Mzm 84: 11, Rm 8: 31-32, dst.

  • Allah sudah memberikan milikNya yang paling berharga: PutraNya. Tidak ada di antara keinginan-keinginan kita yang lebih berharga daripada Anak Allah.

  • Tidak ada yang terlalu bagus bagi kita, karena Tuhan telah memberikan yang terbaik bagi kita.

  • Begitu manusia tercipta, dia berada di taman ter-indah, yang memiliki semua hal yang terbaik.

  • Hal yang pertama Tuhan katakan pada manusia adalah bahwa mereka bisa memiliki lebih dari semua yang ada (Kej 1: 27-28). Tuhan adalah Allah dari increase/ peningkatan.

  • Jika Tuhan meningkatkan kita, tapi Tuhan mau kita berbagi peningkatan itu dengan Nya. Jika Tuhan tidak meningkatkan kita, kita tidak perlu memberi porsi Tuhan.

  • Kej 8: 20-22 – Nuh meningkat, maka dia berbagi peningkatan itu dengan Tuhan, mengambil sebagian dari hasilnya untuk diserahkan kepada Tuhan.

  • Hal berbagi hasil peningkatan dengan Tuhan itu setua sejarah manusia.

  • Kita menerima banyak berkat Tuhan. Tapi saat Tuhan memintanya berbagi berkatnya, mereka menolak. Ada yang salah dengan otak orang-orang yang bersikap seperti ini.

  • Kej 14: 18-30 – Abraham membawa persepuluhan kepada Melkisedek. Melkisedek adalah Yesus Kristus dalam bentuk sebelum Dia dilahirkan sebagai manusia.

  • Yesus tidak sekedar menyebutkan sekedar “berbagi dengan Tuhan”, tapi juga menyatakan jumlahnya secara tepat.

  • Yang terbaik bagi kita tidak akan datang tanpa adanya surga yang terbuka. Tanpa surga terbuka, tidak akan ada terobosan-terobosan keuangan, ekspansi bisnis, dll. (Mal 3: 1)

  • Pemulihan akan datang, tapi harus ada surga yang terbuka, artinya jemaat harus mengembalikan perpuluhan.

  • Jika kita tidak membayar perpuluhan, kita akan berpindah dari orang yang hidup dalam mujizat, menjadi orang yang hidup di bawah sihir.

  • Gereja adalah satu tubuh. Jika hanya sebagian jemaat mengembalikan persepuluhan, maka hanya sebagian yang hidup dalam langit terbuka, sisanya hidup dalam langit tertutup.

Kata Orang, Siapakah Aku Ini ? (Bambang Budiyanto)

Mrk 8: 27-29

  • Dalam PL kata “urapan” artinya: dimampukan (empowered) dengan kuasa Allah. Dalam konteks bacaan di atas “yang diurapi” artinya putra mahkota keturunan Daud.

  • Mrk 9: 1 – Kerajaan Allah akan hadir bagi mereka yang mengakui Yesus sebagai Mesias/ Kristus, bukan yang sekedar mengakui Yesus sebagai guru atau nabi.

  • Mrk 8: 31 – Sejak pewahyuan tentang kerajaan Allah ini, Yesus mulai menceritakan tentang penderitaan yang akan dialaminya.

  • Mrk 8: 34 – Mengakui Yesus sebagai Kristus artinya tidak bisa diam sebagai penonton, tapi harus ikut berpartisipasi sebagai tentara pilihan Yesus, untuk menghadirkan Kerajaan Allah.


Cara menghadirkan kerajaan Allah dimanapun kita berada:

1. Menyangkal diri

  • “Menyangkal” artinya memisahkan diri kita dengan yang disangkal. Artinya kita menyatakan tidak ada hubungan lagi dengan hidup kita yang lama.

  • Kej 32: 26 – Yakub mencari berkat Tuhan. Kata “berkat” di ayat ini mengandung arti favor, artinya mendapat kemurahan yang mestinya kita tidak layak menerimanya.

  • Favor lebih penting daripada berkat materi

  • Kej 32: 28 – “Yakub” artinya penipu, menghalalkan segala cara. Untuk mendapat favor, Tuhan ganti identitas “Yakub” menjadi “Israel” (pangeran Allah)

  • Sangkal diri artinya memotong cara-cara lama: jalan pintas, asal dapat.


2. Pikul salib: mengalami penolakan (
rejection), mengorbankan reputasi.

  • Semua orang ingin diterima. Tapi ikut Yesus artinya harus siap ditolak. Maukah kita mengorbankan reputasi yang dibangun oleh manusia lama kita ?

  • Orang kaya atau miskin tergantung dari kebesaran jiwanya, bukan tebal dompetnya.

  • Tawaran Yesus bagi kita setiap hari: Siapakah Yesus bagi kita, di setiap kegiatan kita: bekerja, jual beli, menggaji, interaksi dengan pasangan, interaksi dengan anak.

  • Jika kita ikut Yesus sebagai Kristus yang adalah Pangeran kerajaan Surga, maka kita akan terlibat dalam pelayanan Yesus.

  • Setelah meninggal, yang penting bagi kita: menikmati kekekalan bersama Allah.

  • Dalam waktu hidup kita yang pendek- kita menentukan bagaimana cara kita kelak menghabiskan waktu dalam kekekalan.

  • Untuk urusan surga, jangan cari jalan termurah dan termudah, tapi cari yang termahal, kerjakan bersama Tuhan. Tidak ada jalan pintas/ shortcut.

Apa yang Keluar, itu yang Menajiskan (Tina Agung Purnomo)

Mrk 7: 14-20

  • Tradisi Yahudi tentang mencuci tangan sangat rumit, dan sudah jadi peraturan/ hukum, jika tidak dilakukan maka najis.

  • Yesus mengajarkan kebenaran: yang penting adalah yang di dalam, bukan yang di luar (Mrk 7: 20-23)

  • Percabulan: Kita harus memilih antara yang kudus atau najis. Jangan meniru dunia, tapi kita harus bersinar terang.

  • Pencurian: Semua sumbernya di hati, masuk pikiran, baru ujungnya bertindak

  • Pembunuhan: Orang yang hatinya bersih tidak akan berkeinginan membunuh

  • Perzinahan: Saat melihat orang lain lebih baik dari pasangan, iblis mulai masuk. Hati kita tidak bisa dimasuki roh jahat jika tidak kita ijinkan masuk.

  • Keserakahan: Ingin mengambil sesuatu yang bukan haknya untuk dihamburkan.

  • Kejahatan: Keinginan untuk menyakiti orang lain, lalu membuat orang lain sejahat dia.

  • Kelicikan: Memasang jebakan untuk orang lain, dalam upaya pengkhianatan.

  • Hawa nafsu: kecenderungan jiwa yang membenci semua disiplin. Ciri-ciri: kehilangan rasa sopan dan rasa malu.

  • Iri hati (evil eye = mata yang jahat): Tidak suka dengan keberhasilan orang lain, bahkan mengutuki keberhasilan orang lain

  • Hujat: Jangan menghujat. Gunakan mulut kita hanya untuk memuji Tuhan.

  • Kesombongan: Merasa dirinya lebih baik dari orang lain, derajat dirinya lebih tinggi. Menempatkan dirinya melawan Allah. Puncak kejahatan adalah kesombongan (Yak 4: 6)

  • Kebebalan: Bebal moral, melakukan hal-hal yang bodoh.

  • Kita adalah saluran berkat Tuhan. Jika banyak kotorannya, maka berkat tidak akan lancar.

  • Kita semua adalah anak Allah, sama-sama ditebus oleh Tuhan Yesus. Tidak ada yang lebih tinggi dari yang lain.

  • Hal-hal kecil di dalam hati harus dibereskan, termasuk kemarahan dan kejengkelan. Jika dibiarkan, maka tidak bisa lagi mendengar arahan Roh Kudus, ujungnya melakukan tindakan-tindakan bodoh.


Bagaimana memiliki hati yang bersih dan kudus

  1. Hanya Tuhan Yesus yang bisa merubah dan mengkuduskan

    • Saat kita mengandalkan Yesus, kita bisa melihat kotoran-kotoran dalam hati kita.

    • Terang Yesus bisa di dapat di Firman, karena Yesus adalah Firman.

    • Jika Firman Tuhan ada di hidup kita, maka Firman itu menerangi hidup kita dan membongkar hati kita, mengkuduskan manusia batiniah kita (Mzm 119: 9)

  1. Hanya dengan pertolongan Roh Kudus kita bisa memelihara hati kita.

    • Tuhan berikan Roh Kudus bagi kita sebagai penolong. Tanpa pertolongan Roh Kudus, kita tidak bisa mengkoreksi hati kita.

    • Minta kepada Roh Kudus untuk menunjukkan kekotoran di hati, lalu minta Dia mengisi hati kita. Saat Roh Kudus di dalam kita, semua kekotoran di dalam hati akan menyingkir keluar.

    • Jangan hanya merasakan Roh Kudus pada hari minggu, tapi setiap saat dan setiap keputusan harus tanya Roh Kudus.

    • Biarkan Roh Kudus menuntun dan memberikan petunjuk.

  • Reaksi terhadap orang lain adalah diri kita sesungguhnya: iri hati, kejengkelan, kemarahan, dll. Jika tidak berbenturan dengan orang lain, kita tidak tahu kondisi hati kita (Ams 27: 17)

  • Tanpa kekudusan kita tidak bisa melihat Tuhan (Ibr 12: 14)

  • Iblis selalu berusaha masuk di hidup kita, karena dia adalah musuh Tuhan. Iblis tidak suka kita mencari Tuhan.

  • Kehidupan kita di dalam Kristus akan terpancar keluar jika hati kita bersih. Dari hati yang bersih tidak akan muncul makian atau perkataan yang jahat (Ams 4: 23)

  • Core value JKI Injil Kerajaan: IKUTI -> Integritas, Kekeluargaan, Unggul, Tanggung-jawab, Inovasi. Nilai-nilai ini harus ada dalam hidup setiap jemaat JKI Injil Kerajaan.

  • Saat hidup kita bersih-kudus-benar, berkat Tuhan akan turun di hidup kita tanpa terhalang.

Suruhlah Mereka Pergi (Fonny Hoetomo)

Mrk 6: 30-44

  • Ay 30 – Yesus punya manajemen yang rapi. Setelah mengutus murid-muridNya, murid-muridNya melaporkan kepada Yesus apa-apa yang sudah mereka lakukan.

  • Ay 31 – Orang banyak datang pada Yesus. Walau pelayananNya banyak, Yesus tahu bahwa waktuNya di dunia singkat. Maka Yesus harus menjaga kondisi supaya fit.

  • Yesus mengajar dengan penuh kuasa dan belas kasihan, sehingga semua mendengarkan dan diberkati, bahkan lupa waktu hingga hari hampir malam.

  • “Suruhlah mereka pergi” adalah perkataan murid-murid kepada Yesus, supaya memerintahkan orang banyak itu pergi

  • Ada berbagai motifasi orang datang ke Yesus, dan Yesus menerima mereka semua, karena hatiNya penuh belas-kasihan

  • Yoh 6: 7 – Bagi semua murid roti yang dibawa anak kecil itu tidak berarti, tapi Yesus bisa melipat-gandakannya. Sumber mujizat tidak jauh, ada di sekitar kita

  • Murid-murid belum pernah melihat mujizat pelipat-gandaan roti. Ini seperti membatasi Yesus, mereka belum kenal Yesus seutuhnya.

  • Jalan pikiran kita seringkali membatasi kuasa Tuhan: apakah Tuhan bisa menolong dalam pergumulan kita.

  • Saat kita datang pada Yesus dengan sepenuh hati, ada jawaban bagi masalah kita

  • MK (Mezbah Keluarga) adalah keluarga kecil. Saat jemaat mengalami sesuatu, yang bisa menolong paling cepat adalah dari keluarga terdekat, yaitu MK.

  • Semua yang hadir makan sampai kenyang, artinya Yesus memberkati dengan tidak tanggung-tanggung. Dikatakan bahwa roti awalnya roti jelai, tapi orang-orang bisa makan dengan enak.

  • Tuhan akan menolong kita hingga tuntas, karena Tuhan adalah alfa dan omega. Saat Tuhan mengakhiri sesuatu, Dia sudah memulai sesuatu yang baru.

  • Dalam kebaktian, Firman Tuhan memberi makan pada jemaat. Saat pujian dan penyembahan adalah saat kita memberkati Tuhan dengan pujian dan penyembahan kita.

  • Mrk 6: 41a – Yesus menengadah ke langit, artinya menghadap pada Bapa di surga.

  • Saat menghadapi sesuatu masalah, kekuatan dan pertolongan manusia terbatas, maka kita harus mengandalkan Tuhan, menghadapkan semua kepada Tuhan.

  • Ucapkan berkat yang sesuai Firman dan janji Tuhan: untuk pekerjaan, keluarga, usaha, pelayanan, dan semua yang Tuhan percayakan.

  • Setiap bangun pagi, jangan mengomel dan memikirkan persoalan. Mulai hari dengan mendeklarasikan berkat yang dari Firman Tuhan.

  • Tuhan mengerti hidup kita, mengerti apa yang ada di dalam hati dan pikiran kita. Tuhan tidak pernah meninggalkan kita sendirian dalam masalah.

  • Yoh 6: 6 – Yesus tahu apa yang Dia rencanakan untuk hidup kita, dan rencanaNya itu detil (Yer 29: 11)

  • Yoh 6: 27-29 – Pekerjaan yang dikehendaki Allah : percaya pada Yesus.

  • Mari kerjakan bagian kita, sekecil apapun kontribusi kita. Tuhan tidak melihat jumlahnya, tapi ketaatan hati kita.

  • Hidup di dunia waktunya singkat, tapi waktu yang singkat itu menentukan hidup kita di kekekalan.