Sungguh Orang Ini Adalah Anak Allah (Tina Agung Purnomo)

Ada beberapa tokoh dalam kisah Mrk 15: 33-41

1. a. Perkataan pertama Yesus: Mrk 15: 34

  • Yesus adalah satu-satunya orang yang tidak berdosa (2Kor 5: 21).

  • Yesus harus menggantikan kita semua, menanggung dosa semua manusia. Saat itu Yesus sedang merasakan dan mengalami semua kesakitan, duka, dan penderitaan manusia.

  • Yes 59: 1-2 – Yang membuat Yesus terpisah dengan Allah adalah saat Dia menanggung dosa manusia. Karena konsekuensi dosa adalah terpisah dari Allah.

  • Saat kita melakukan dosa, hati akan terasa kosong, karena terpisah dari Allah. Allah tidak bisa bersatu dengan dosa.

  • Dosa kita sudah ditanggung oleh Yesus. Maka setiap kali berdosa, jangan ditanggung sendiri, segera kembali pada Tuhan, dan akui dosa-dosa kita.

1. b. Perkataan kedua Yesus: Mrk 15: 37

  • Yesus tidak pernah dibunuh, tapi Dia menyerahkan nyawaNya (Yoh 19: 30)

  • Yesus sudah sudah menebus dosa manusia, dan kembali pada Bapa sebagai pemenang.

  • Orang yang bunuh diri adalah orang yang kalah dalam kehidupan, tidak ada bagian dalam kerajaan surga.

  • Masalah bertujuan membentuk karakter kita jadi lebih baik. Jika kita sudah lulus, maka tidak mengulangi mengalami masalah yang sama.

  • Jika masalah yang sama muncul berkali-kali dalam hidup, artinya kita belum menang, maka harus mengulang kelas yang sama.


2. Kepala pasukan (Mrk 15: 37-39)

  • Ucapan kepala pasukan ini adalah penghormatan bagi Yesus (Luk 23: 47)

  • Yesus menderita secara tidak adil, dipersalahkan dalam banyak hal, dicari cara untuk dibunuh.

  • Kaki Yesus tidak diremukkan, karena hanya dalam 3 jam Yesus menyerahkan nyawaNya.

  • Kepala pasukan juga melihat bahwa tidak ada hujatan dan kata makian keluar dari mulut Yesus, tidak ada keluhan, tidak ada memohon ampun, tapi penuh pengampunan.

  • Alam juga memberikan tanda-tanda yang menunjukkan Yesus adalah kesayangan surga: langit gelap, gempa bumi, dll.

  • Biasanya orang lain yang disalib kehilangan kekuatan untuk bersuara, tapi Yesus bisa bersuara dengan keras.


3. Para penonton (Mrk 15: 35-36)

  • Penonton biasanya berkata-kata negatif, salib tidak menggerakkan hatinya, tidak ada rasa belas kasihan, tidak ada penghormatan.

  • Jangan sampai hidup kita jadi penonton, karena hati akan beku, tidak bisa merasakan apapun.

  • Perkataan-perkataan yang menghina dan melecehkan hanya keluar dari para penonton


4. Sejumlah perempuan (Mrk 15: 40-41)

  • Perempuan-perempuan ini kecewa, bingung, sedih, tapi tetap ada di situ, karena hatinya dipenuhi kasih pada Yesus.

  • Apapun bisa terjadi di hidup, tapi selama hati kita penuh kasih Allah, maka kita tidak akan hidup dalam kebingungan.

Upah Mengikut Yesus – Tina Agung Purnomo

Mrk 10: 17-22

  • Tuhan tidak berurusan dengan hal-hal baik yang sudah kita lakukan. Tuhan selalu melihat akar hidup yang harus dicungkil dari hidup kita: keterikatan kita, monster dalam hidup kita.

  • Saat akar buruk dicabut dari hidup kita, hubungan kita dengan Tuhan akan luar biasa, karena tidak ada lagi penghalang.

  • Saat terang Allah turun, baru akan terlihat kotoran-kotoran yang harusnya disingkirkan dari hidup kita. Sebelum ada terang Allah, kita tidak bisa melihat kotoran-kotoran itu.

  • Tubuh terdiri dari: tubuh-jiwa-roh. Tuhan mau semuanya kudus dan berkenan kepada Tuhan.

  • Kita membutuhkan uang dalam hidup maupun pelayanan, tapi tidak boleh terikat dengan uang. (Mat 6: 24)

  • Kekayaan hanya tambahan dalam hidup kita. Kita boleh kaya, dan itu adalah jatah kita. Tapi kita tidak boleh mencintai uang lebih dari mencintai Yesus.

  • 2Tim 3: 1-2 – Saat seseorang jadi hamba uang, dia akan jadi jahat.

  • Jika kita tidak mengendalikan uang, kita akan dikendalikan uang, akhirnya jadi budak uang.

  • Ada waktu untuk bekerja mencari nafkah, tapi ada waktu untuk beribadah, memuji dan menyembah Tuhan.

  • Perpuluhan adalah salah satu cara supaya tidak terikat pada uang. Perpuluhan menguduskan 90% yang bagian kita.

  • Mrk 10: 23-30 – Orang ber-uang sulit masuk kerajaan Allah. Maka harus dilatih sejak belum punya uang banyak, sehingga saat berkat melimpah, tidak terikat pada uang.

  • Mrk 10: 25 – Lubang jarum: lubang kecil di pintu gerbang kota. Unta tetap bisa masuk lubang jarum, tapi harus berlutut, dan bebannya disingkirkan lebih dulu.

  • Mrk 10: 28-31 – Yang dikatakan Yesus: meninggalkan semua karena Injil, bukan meninggalkan karena konflik atau masalah. Tidak disebutkan di Alkitab: meninggalkan suami/ istrinya.

  • Seandainya pemuda yang kaya tadi tetap mengikuti Yesus, dia akan mendengar pernyataan Yesus ini dan tidak kecewa. Jangan takut kehilangan apapun juga.


Upah mengikut Yesus

1. Hidup yang kekal (Mrk 10: 30c)

  • Jika tidak memiliki Yesus, maka kita tidak bisa menikmati kekekalan.

  • Tit 2: 11-12 – Kita harus belajar mengelola hidup dengan bijaksana. Kita harus makin mengenal Yesus, hidup makin disempurnakan, karakter yang buruk disingkirkan.

  • Saat kita dipanggil Tuhan, hanya bisa membawa hati kita yang mengasihi Tuhan. Fokuskan diri pada kekekalan, bukan hanya pada masa kini.


2. Ada harga yang harus dibayar

Harga yang dibayar untuk mengikut Yesus:

  • Meninggalkan rumah, keluarga, dll. Di kitab-kitab lain dikatakan bahwa Petrus akhirnya mempunyai banyak anak rohani.

  • Kadang orang yang ikut Yesus dijauhi teman, keluarga, bahkan atasan kita. Ini tidak masalah, karena hidup kita memang berbeda.


3. Terima upah pribadi

  • Berkat Tuhan tidak hanya untuk orang lain, tapi juga untuk pribadi kita. Hidup kita tidak akan sama dengan hidup orang yang tanpa Yesus. (Kol 3: 22-24)

  • Hidup penuh perjuangan, mari berjuang bersama Yesus. Maka perjuangan itu akan hasilkan iman yang bertumbuh di dalam Yesus, kemenangan di dalam Yesus, menjadi saksi, dst.

  • Mrk 10: 31 – Ayat ini adalah peringatan bagi kita supaya tetap bersemangat dalam melayani Tuhan. Ini bukan nubuatan yang akan digenapi.

  • Tuhan mau semua anakNya mengikuti Yesus dengan setia sampai garis akhir, tidak kendor, dan tidak terhilang.

 

Increase (John Avanzini)

  • Yesus mau meningkatkan setiap anak-anakNya. Ini diucapkan Tuhan di sepanjang Alkitab: Mzm 84: 11, Rm 8: 31-32, dst.

  • Allah sudah memberikan milikNya yang paling berharga: PutraNya. Tidak ada di antara keinginan-keinginan kita yang lebih berharga daripada Anak Allah.

  • Tidak ada yang terlalu bagus bagi kita, karena Tuhan telah memberikan yang terbaik bagi kita.

  • Begitu manusia tercipta, dia berada di taman ter-indah, yang memiliki semua hal yang terbaik.

  • Hal yang pertama Tuhan katakan pada manusia adalah bahwa mereka bisa memiliki lebih dari semua yang ada (Kej 1: 27-28). Tuhan adalah Allah dari increase/ peningkatan.

  • Jika Tuhan meningkatkan kita, tapi Tuhan mau kita berbagi peningkatan itu dengan Nya. Jika Tuhan tidak meningkatkan kita, kita tidak perlu memberi porsi Tuhan.

  • Kej 8: 20-22 – Nuh meningkat, maka dia berbagi peningkatan itu dengan Tuhan, mengambil sebagian dari hasilnya untuk diserahkan kepada Tuhan.

  • Hal berbagi hasil peningkatan dengan Tuhan itu setua sejarah manusia.

  • Kita menerima banyak berkat Tuhan. Tapi saat Tuhan memintanya berbagi berkatnya, mereka menolak. Ada yang salah dengan otak orang-orang yang bersikap seperti ini.

  • Kej 14: 18-30 – Abraham membawa persepuluhan kepada Melkisedek. Melkisedek adalah Yesus Kristus dalam bentuk sebelum Dia dilahirkan sebagai manusia.

  • Yesus tidak sekedar menyebutkan sekedar “berbagi dengan Tuhan”, tapi juga menyatakan jumlahnya secara tepat.

  • Yang terbaik bagi kita tidak akan datang tanpa adanya surga yang terbuka. Tanpa surga terbuka, tidak akan ada terobosan-terobosan keuangan, ekspansi bisnis, dll. (Mal 3: 1)

  • Pemulihan akan datang, tapi harus ada surga yang terbuka, artinya jemaat harus mengembalikan perpuluhan.

  • Jika kita tidak membayar perpuluhan, kita akan berpindah dari orang yang hidup dalam mujizat, menjadi orang yang hidup di bawah sihir.

  • Gereja adalah satu tubuh. Jika hanya sebagian jemaat mengembalikan persepuluhan, maka hanya sebagian yang hidup dalam langit terbuka, sisanya hidup dalam langit tertutup.

Kata Orang, Siapakah Aku Ini ? (Bambang Budiyanto)

Mrk 8: 27-29

  • Dalam PL kata “urapan” artinya: dimampukan (empowered) dengan kuasa Allah. Dalam konteks bacaan di atas “yang diurapi” artinya putra mahkota keturunan Daud.

  • Mrk 9: 1 – Kerajaan Allah akan hadir bagi mereka yang mengakui Yesus sebagai Mesias/ Kristus, bukan yang sekedar mengakui Yesus sebagai guru atau nabi.

  • Mrk 8: 31 – Sejak pewahyuan tentang kerajaan Allah ini, Yesus mulai menceritakan tentang penderitaan yang akan dialaminya.

  • Mrk 8: 34 – Mengakui Yesus sebagai Kristus artinya tidak bisa diam sebagai penonton, tapi harus ikut berpartisipasi sebagai tentara pilihan Yesus, untuk menghadirkan Kerajaan Allah.


Cara menghadirkan kerajaan Allah dimanapun kita berada:

1. Menyangkal diri

  • “Menyangkal” artinya memisahkan diri kita dengan yang disangkal. Artinya kita menyatakan tidak ada hubungan lagi dengan hidup kita yang lama.

  • Kej 32: 26 – Yakub mencari berkat Tuhan. Kata “berkat” di ayat ini mengandung arti favor, artinya mendapat kemurahan yang mestinya kita tidak layak menerimanya.

  • Favor lebih penting daripada berkat materi

  • Kej 32: 28 – “Yakub” artinya penipu, menghalalkan segala cara. Untuk mendapat favor, Tuhan ganti identitas “Yakub” menjadi “Israel” (pangeran Allah)

  • Sangkal diri artinya memotong cara-cara lama: jalan pintas, asal dapat.


2. Pikul salib: mengalami penolakan (
rejection), mengorbankan reputasi.

  • Semua orang ingin diterima. Tapi ikut Yesus artinya harus siap ditolak. Maukah kita mengorbankan reputasi yang dibangun oleh manusia lama kita ?

  • Orang kaya atau miskin tergantung dari kebesaran jiwanya, bukan tebal dompetnya.

  • Tawaran Yesus bagi kita setiap hari: Siapakah Yesus bagi kita, di setiap kegiatan kita: bekerja, jual beli, menggaji, interaksi dengan pasangan, interaksi dengan anak.

  • Jika kita ikut Yesus sebagai Kristus yang adalah Pangeran kerajaan Surga, maka kita akan terlibat dalam pelayanan Yesus.

  • Setelah meninggal, yang penting bagi kita: menikmati kekekalan bersama Allah.

  • Dalam waktu hidup kita yang pendek- kita menentukan bagaimana cara kita kelak menghabiskan waktu dalam kekekalan.

  • Untuk urusan surga, jangan cari jalan termurah dan termudah, tapi cari yang termahal, kerjakan bersama Tuhan. Tidak ada jalan pintas/ shortcut.

Apa yang Keluar, itu yang Menajiskan (Tina Agung Purnomo)

Mrk 7: 14-20

  • Tradisi Yahudi tentang mencuci tangan sangat rumit, dan sudah jadi peraturan/ hukum, jika tidak dilakukan maka najis.

  • Yesus mengajarkan kebenaran: yang penting adalah yang di dalam, bukan yang di luar (Mrk 7: 20-23)

  • Percabulan: Kita harus memilih antara yang kudus atau najis. Jangan meniru dunia, tapi kita harus bersinar terang.

  • Pencurian: Semua sumbernya di hati, masuk pikiran, baru ujungnya bertindak

  • Pembunuhan: Orang yang hatinya bersih tidak akan berkeinginan membunuh

  • Perzinahan: Saat melihat orang lain lebih baik dari pasangan, iblis mulai masuk. Hati kita tidak bisa dimasuki roh jahat jika tidak kita ijinkan masuk.

  • Keserakahan: Ingin mengambil sesuatu yang bukan haknya untuk dihamburkan.

  • Kejahatan: Keinginan untuk menyakiti orang lain, lalu membuat orang lain sejahat dia.

  • Kelicikan: Memasang jebakan untuk orang lain, dalam upaya pengkhianatan.

  • Hawa nafsu: kecenderungan jiwa yang membenci semua disiplin. Ciri-ciri: kehilangan rasa sopan dan rasa malu.

  • Iri hati (evil eye = mata yang jahat): Tidak suka dengan keberhasilan orang lain, bahkan mengutuki keberhasilan orang lain

  • Hujat: Jangan menghujat. Gunakan mulut kita hanya untuk memuji Tuhan.

  • Kesombongan: Merasa dirinya lebih baik dari orang lain, derajat dirinya lebih tinggi. Menempatkan dirinya melawan Allah. Puncak kejahatan adalah kesombongan (Yak 4: 6)

  • Kebebalan: Bebal moral, melakukan hal-hal yang bodoh.

  • Kita adalah saluran berkat Tuhan. Jika banyak kotorannya, maka berkat tidak akan lancar.

  • Kita semua adalah anak Allah, sama-sama ditebus oleh Tuhan Yesus. Tidak ada yang lebih tinggi dari yang lain.

  • Hal-hal kecil di dalam hati harus dibereskan, termasuk kemarahan dan kejengkelan. Jika dibiarkan, maka tidak bisa lagi mendengar arahan Roh Kudus, ujungnya melakukan tindakan-tindakan bodoh.


Bagaimana memiliki hati yang bersih dan kudus

  1. Hanya Tuhan Yesus yang bisa merubah dan mengkuduskan

    • Saat kita mengandalkan Yesus, kita bisa melihat kotoran-kotoran dalam hati kita.

    • Terang Yesus bisa di dapat di Firman, karena Yesus adalah Firman.

    • Jika Firman Tuhan ada di hidup kita, maka Firman itu menerangi hidup kita dan membongkar hati kita, mengkuduskan manusia batiniah kita (Mzm 119: 9)

  1. Hanya dengan pertolongan Roh Kudus kita bisa memelihara hati kita.

    • Tuhan berikan Roh Kudus bagi kita sebagai penolong. Tanpa pertolongan Roh Kudus, kita tidak bisa mengkoreksi hati kita.

    • Minta kepada Roh Kudus untuk menunjukkan kekotoran di hati, lalu minta Dia mengisi hati kita. Saat Roh Kudus di dalam kita, semua kekotoran di dalam hati akan menyingkir keluar.

    • Jangan hanya merasakan Roh Kudus pada hari minggu, tapi setiap saat dan setiap keputusan harus tanya Roh Kudus.

    • Biarkan Roh Kudus menuntun dan memberikan petunjuk.

  • Reaksi terhadap orang lain adalah diri kita sesungguhnya: iri hati, kejengkelan, kemarahan, dll. Jika tidak berbenturan dengan orang lain, kita tidak tahu kondisi hati kita (Ams 27: 17)

  • Tanpa kekudusan kita tidak bisa melihat Tuhan (Ibr 12: 14)

  • Iblis selalu berusaha masuk di hidup kita, karena dia adalah musuh Tuhan. Iblis tidak suka kita mencari Tuhan.

  • Kehidupan kita di dalam Kristus akan terpancar keluar jika hati kita bersih. Dari hati yang bersih tidak akan muncul makian atau perkataan yang jahat (Ams 4: 23)

  • Core value JKI Injil Kerajaan: IKUTI -> Integritas, Kekeluargaan, Unggul, Tanggung-jawab, Inovasi. Nilai-nilai ini harus ada dalam hidup setiap jemaat JKI Injil Kerajaan.

  • Saat hidup kita bersih-kudus-benar, berkat Tuhan akan turun di hidup kita tanpa terhalang.

Suruhlah Mereka Pergi (Fonny Hoetomo)

Mrk 6: 30-44

  • Ay 30 – Yesus punya manajemen yang rapi. Setelah mengutus murid-muridNya, murid-muridNya melaporkan kepada Yesus apa-apa yang sudah mereka lakukan.

  • Ay 31 – Orang banyak datang pada Yesus. Walau pelayananNya banyak, Yesus tahu bahwa waktuNya di dunia singkat. Maka Yesus harus menjaga kondisi supaya fit.

  • Yesus mengajar dengan penuh kuasa dan belas kasihan, sehingga semua mendengarkan dan diberkati, bahkan lupa waktu hingga hari hampir malam.

  • “Suruhlah mereka pergi” adalah perkataan murid-murid kepada Yesus, supaya memerintahkan orang banyak itu pergi

  • Ada berbagai motifasi orang datang ke Yesus, dan Yesus menerima mereka semua, karena hatiNya penuh belas-kasihan

  • Yoh 6: 7 – Bagi semua murid roti yang dibawa anak kecil itu tidak berarti, tapi Yesus bisa melipat-gandakannya. Sumber mujizat tidak jauh, ada di sekitar kita

  • Murid-murid belum pernah melihat mujizat pelipat-gandaan roti. Ini seperti membatasi Yesus, mereka belum kenal Yesus seutuhnya.

  • Jalan pikiran kita seringkali membatasi kuasa Tuhan: apakah Tuhan bisa menolong dalam pergumulan kita.

  • Saat kita datang pada Yesus dengan sepenuh hati, ada jawaban bagi masalah kita

  • MK (Mezbah Keluarga) adalah keluarga kecil. Saat jemaat mengalami sesuatu, yang bisa menolong paling cepat adalah dari keluarga terdekat, yaitu MK.

  • Semua yang hadir makan sampai kenyang, artinya Yesus memberkati dengan tidak tanggung-tanggung. Dikatakan bahwa roti awalnya roti jelai, tapi orang-orang bisa makan dengan enak.

  • Tuhan akan menolong kita hingga tuntas, karena Tuhan adalah alfa dan omega. Saat Tuhan mengakhiri sesuatu, Dia sudah memulai sesuatu yang baru.

  • Dalam kebaktian, Firman Tuhan memberi makan pada jemaat. Saat pujian dan penyembahan adalah saat kita memberkati Tuhan dengan pujian dan penyembahan kita.

  • Mrk 6: 41a – Yesus menengadah ke langit, artinya menghadap pada Bapa di surga.

  • Saat menghadapi sesuatu masalah, kekuatan dan pertolongan manusia terbatas, maka kita harus mengandalkan Tuhan, menghadapkan semua kepada Tuhan.

  • Ucapkan berkat yang sesuai Firman dan janji Tuhan: untuk pekerjaan, keluarga, usaha, pelayanan, dan semua yang Tuhan percayakan.

  • Setiap bangun pagi, jangan mengomel dan memikirkan persoalan. Mulai hari dengan mendeklarasikan berkat yang dari Firman Tuhan.

  • Tuhan mengerti hidup kita, mengerti apa yang ada di dalam hati dan pikiran kita. Tuhan tidak pernah meninggalkan kita sendirian dalam masalah.

  • Yoh 6: 6 – Yesus tahu apa yang Dia rencanakan untuk hidup kita, dan rencanaNya itu detil (Yer 29: 11)

  • Yoh 6: 27-29 – Pekerjaan yang dikehendaki Allah : percaya pada Yesus.

  • Mari kerjakan bagian kita, sekecil apapun kontribusi kita. Tuhan tidak melihat jumlahnya, tapi ketaatan hati kita.

  • Hidup di dunia waktunya singkat, tapi waktu yang singkat itu menentukan hidup kita di kekekalan.

Asal Kujamah Jumbai JubahNya (Yosea Christiono)

  • Setiap orang ingin hidupnya lancar-baik- dan enak saja. Tapi saat kita hanya terima yang baik, kita tidak bisa menghargai anugrah yang kita terima.

  • Ada masa-masa hidup yang tidak nyaman, sebagai bagian pelatihan, sehingga kelak hidupnya kuat saat menghadapi sesuatu yang besar

  • Ujian kehidupan tidak bisa diprediksi. Hanya orang yang terlatih dan mau berubah, siap menghadapi ujian apapun dalam hidup.


Mrk 5: 24-33, Mat 9: 20

  • Tindakan iman wanita yang sakit pendarahan ini dilakukan dengan segenap hati.

  • Tindakan iman wanita ini akhirnya dicontoh orang lain Mrk 6: 53-56

  • Kesaksian seseorang bisa dicontoh. Saat kita punya iman yang sama, maka kita akan alami hal yang sama.

  • Jika kita tidak mengalami Tuhan di hidup kita, harus introspeksi: mana yang tidak tepat di hidup kita. Jangan hanya mencontoh penampakan luar, tapi contohlah yang di dalam.


1. Jumbai jubah itu akan mengingatkan kamu kepada segala perintah Tuhan (Bil 15: 37-41)

  • Jumbai jubah mengingatkan orang Israel pada perintah Tuhan dan pengalaman-pengalaman dengan Tuhan. Bagi orang Israel, melihat jumbai jubah artinya melihat pengharapan.

  • Kita harus punya mezbah, yang menandai saat-saat mengalami Tuhan dengan luar biasa.

  • Ibr 12: 1-3 – Kita harus punya pengalaman yang mengingatkan kita pada Tuhan.

  • Kehidupan manusia mungkin terlihat selalu naik. Tapi setelah diamati dari dekat, selalu ada sedikit penurunan, lalu naik lagi.

2. The power of kepepet

  • Seseorang yang mendengar tentang Tuhan belum tentu berubah. Dia baru berubah saat ada respon dari dalam.

  • Wanita ini punya masalah: sakit pendarahan, artinya dia najis (Im 15: 25), dan apapun yang disentuh juga najis.

  • Saat melihat Yesus, ada tarik-menarik di hati: antara merasa najis dan butuh disembuhkan.

  • Banyak orang yang merasa berdosa tidak mau ke gereja. Ini konsep yang salah. Seharusnya tetap cari Tuhan karena itu pribadi, tidak bisa dengan perantaraan orang lain.

  • Desperately looking for help

    • Saat seorang sudah sakit bertahun-tahun, tidak lagi perduli yang menyembuhkan dari agama apapun – yang penting sembuh.

    • Orang yang belum pernah mentok/ tersudut, tidak akan mengalami sesuatu yang besar.

  • Ada adrenalin iman yang muncul di saat terdesak. Tekat wanita ini muncul dari dalam: jika tidak bertemu Yesus maka akan mati.

  • The power of kepepet – Saat tersudut ada kekuatan yang keluar. Padahal kepepet (tersudut) itu tidak enak.

  • Sikap yang salah: saat ada masalah tidak biasa cari Tuhan, tapi mencari teman atau peluang lain. Artinya teman kita menggantikan posisi Tuhan.

  • Dalam masalah seharusnya yang pertama dicari adalah Tuhan.

  • Hubungan kita dengan Tuhan itu pribadi, tanpa ada orang lain sebagai perantara.

  • Siapa diri kita sebenarnya: Respon pertama yang muncul di hati sebelum dipikir.

  • Tuhan dekat dengan orang yang hatinya hancur/ patah (Mzm 51: 19-21). Maka walau wanita ini najis, tapi saat menyentuh Yesus justru dia sembuh.

  • Bahkan tindakan iman yang desperately wanita pendarahan ini mampu mengintervensi jadwal pelayanan Tuhan Yesus. (Mrk 5: 21-25)


3. Kasih Karunia dan kebenaran ada dalam Tuhan Yesus

  • Saat Yesus berjalan, Dia penuh kasih karunia demi kasih karunia. Maka saat wanita itu menjamahNya, kasih karunia keluar dari Yesus dan menyembuhkan wanita ini (Yoh 1: 15-17)

  • Alami persekutuan kehidupan yang lebih nyata dalam perjamuan kudus.

  • Ada kuasa dalam perjamuan kudu: pemulihan, kesembuhan, kekuatan baru (Yoh 6: 47-51)

  • Dalam perjamuan kudus kita bisa menjamah tubuh Tuhan. Saat kita butuh pertolongan Tuhan, ambil tubuh dan darah Tuhan. Tapi jangan di-mistik-kan.

  • Saat kita satukan hati berdoa untuk roti dan anggur, maka selama perjamuan kudus, roti dan anggur jadi tubuh dan darah Kristus.

Menabur di Tanah yang Baik dan Berbuah (Tina Agung Purnomo)

Mrk 4: 2-8, 14-20

  • Penabur adalah Tuhan, kita adalah tanahnya. Tuhan bisa menikmati panen raya dan buah yang lebat melalui hidup kita jika kita menjadi tanah yang baik.


Tanah yang baik adalah:

1. Tanah yang gembur, sudah dibajak, tidak keras

  • Tanah yang keras tidak bisa ditanami apapun, maka harus digemburkan sehingga biji bisa ditanam dengan baik. Selanjutnya tanah diaduk, sehingga gizi yang di bawah naik.

  • Yang tidak baik adalah jiwa dan daging kita. Syukuri apapun yang kita alami, karena itu proses Tuhan untuk mempersiapkan diri kita.

  • Tanah yang keras adalah sikap skeptik, tidak gampang percaya, sekalipun mujizat terjadi.

  • Tuhan menjawab iman kita, bukan kebutuhan kita.


2. Tidak berbatu-batu

  • Tanah yang berbatu-batu: Orang yang terlalu sibuk, tidak ada waktu bagi Tuhan.

  • Defisit rohani: banyak hamba Tuhan memberikan kepada orang lain, tapi sedikit menerima dari Tuhan, karena hubungan pribadi dengan Tuhan kurang.

  • Kita boleh melayani dengan segenap hati dan tenaga, tapi jangan lupa bahwa hubungan dengan Tuhan itu yang pertama dan utama.

  • Saat Roh Kudus dicurahkan itulah yang membuat hidup kita menjadi tanah yang baik, yang siap ditaburi benih Firman.

  • Pengurapan bertujuan membuat kita lebih dekat dengan Tuhan, lebih kuat menangani segala sesuatu. Berkat materi karena pengurapan hanyalah bonus

  • Kita seringkali jatuh bukan karena batu besar, tapi kerikil kecil: kepahitan, kejengkelan, tidak bisa mengampuni, dll.


3. Tidak ada tanaman liar/ semak belukar

  • Saat hidup kita penuh dengan tanaman liar, maka kekuatiran dan tipu daya dunia bisa masuk ke hidup kita.

  • Jangan ingin kaya! Jika kita mengasihi Tuhan dengan segenap hati, maka berkat materi adalah bonus. Jangan kejar bonusnya, tapi kejar Tuhan.

  • Tuhan ingin hati dan hidup kita jadi tanah yang baik, bisa berkomunikasi dengan Tuhan dimanapun.

  • Cara menghilangkan semak belukar adalah dengan hidup dalam kasih. Dalam kasih tidak ada ketakutan, kekuatiran, manipulasi oleh harta-kekuasaan-keinginan daging (1Yoh 4: 18)

  • Penabur awal adalah Tuhan. Saat tanah kita sudah baik dan subur, lalu berbuah, selanjutnya yang jadi penaburnya adalah kita. Yang ditabur adalah biji di dalam buah.

  • Saat kita terima anugerah Tuhan, jangan dimakan semua. Cari tanah yang subur, tanamkan benih kita di tanah yang subur. Taburan kita menentukan tuaian kita.

  • Tanamkan benih kita pada sesuatu yang kekal: roh manusia. Cari orang yang bisa diselamatkan, taburkan benih pada orang itu.

  • Jangan hidup untuk diri sendiri, iman kita bisa bertumbuh jika ikut melayani.

Tetapi Ia Dgn Keras Melarang mereka memberitahukan siapa Dia (Tina Agung Purnomo)

Mrk 3: 1-12

  • Mrk 3: 12, Mat 12: 16- 18 – Ayat ini disebut Mesianic secret, artinya Yesus menyembunyikan identitasnya sebagai Mesias.

  • Melarang = ἐπιτιμάω = epitimaō (G2008) = menghardik, menegur, melarang dengan keras, dan ada konsekuensi/ hukuman jika larangan itu dilanggar.

Alasan Larangan untuk membertahukan identitas Yesus sebagai Mesias

1. Tuhan punya jangka waktu/ agenda/ Timeframe.

  • Ada waktu untuk bertumbuh dan mempersiapkan diri. Tapi setelah itu ada waktu Tuhan mulai menyatakan diriNya lewat mujizat-mujizat yang dikerjakanNya.

  • Yesus lahir untuk mengembalikan kerajaan Allah yang sudah hilang di dunia. Tuhan Yesus menyatakan bahwa kerajaan Allah sudah datang di dunia, dan kerajaan itu ada di dalam kita.

  • Yoh 10: 10 – Kita harus bersikap keras pada iblis, sehingga agenda Tuhan bisa berlangsung di hidup kita dan tidak ada penundaan.

  • Kita harus setia dalam pekerjaan, dalam pelayanan, dalam apapun yang Tuhan percayakan. Waktu peninggian/ promosi adalah dari Tuhan.

  • Jangan sampai iblis mengacaukan agenda Tuhan dalam hidup kita. Kerjakan yang di tangan kita dengan penuh kehati-hatian dan kesetiaan.


2. Deklarasi tentang Anak Allah Harus Dinyatakan oleh anak-anak Allah, bukan oleh Iblis

  • Mrk 3: 11 – Iblis tahu siapa Yesus, dan tersungkur di depan Yesus.

  • Kita harus kenal Yesus lebih dari iblis, sehingga kita yang mendeklarasikan kebaikan dan kebesaran Tuhan dalam hidup kita.

  • Mat 16: 15-17 – Pengertian Petrus berasal dari pewahyuan.

  • Sebelum mendapat pewahyuan tentang Yesus, mata kita seperti dalam selubung, mata kita tidak bisa melihat Yesus dengan jernih.

  • Deklarasi publik tentang kedatangan Yesus

    • Deklarasi malaikat pada natal yang pertama mendatangkan pengharapan dan sukacita.

    • Deklarasi Yohanes pembabtis menghasilkan pertobatan dan pengharapan.

  • Deklarasi dari iblis tidak mendatangkan hal-hal positif, hanya mendatangkan ketakutan.

  • Saat kita mendeklarasikan kata-kata dari Allah, maka yang muncul adalah pengharapan, pertobatan, sukacita, damai-sejahtera.

  • Jangan dipercaya perkataan iblis, sebaik apapun itu! Karena ujung-ujungnya jelek.

  • Kita harus belajar mendeklarasikan yang dari Allah, bukan yang dari iblis.


3. Punyailah Pengalaman Hidup Bersama Tuhan.

  • Ayb 42: 5 – Sebelumnya Ayub mendengar tentang Allah dari orang lain.

  • Kita tidak bisa mengenal Allah hanya dari mimbar, kaset khotbah, radio, dll; tapi harus punya pengalaman hidup pribadi dengan Allah.

  • Saat kita punya kesaksian hidup, itu bisa menyentuh dan mengubahkan orang lain. Jangan malu bersaksi!

  • Tuhan beri kita kehendak bebas, tapi jangan sampai kehendak-bebas itu mengacaukan time-frame Tuhan dalam hidup kita.

Seandainya Tuhan Yesus Tidak Lahir (Tina Agung Purnomo)

  • Seandainya Tuhan Yesus Tidak Lahir:
  1. Tidak ada penyembuhan gangguan fisik dan mental

    • Orang kusta, buta, bisu-tuli, bongkok, busung air, pendarahan – tidak disembuhkan.
    • Orang kerasukan setan tidak dibebaskan
  1. Tidak ada bukti KUASA atas kekuatan alam
    • Angin ribut tidak diredakan
    • Tidak ada manusia yang berjalan di atas air
    • Tidak ada penggandaan roti
    • Tidak perubahan air menjadi anggur
  1. Tidak ada kebangkitan orang mati
    • Tidak ada kebangkitan orang mati: anak Yairus, anak laki-laki dari janda di Nain, Lazarus
  • Sejarah mencatat bahwa Yesus lahir, dan melakukan tindakan-tindakan yang penuh kuasa.

  • Yesus lahir sebagai Adam kedua, tujuanNya mengembalikan kerajaan Allah yang diambil iblis di taman Eden, lalu kerajaan Allah akan kembali ditegakkan di dunia.

  • Rm 14: 17 – Patokan dalam kehidupan sehari-hari: adakah kebenaran ? adakah damai sejahtera ? adakah sukacita ? Jika tidak ada, jangan dikerjakan!

  • Jika 3 hal di atas ada, kerjakan yang ingin kita kerjakan, pasti kerajaan Allah akan ada dalam hidup kita.

  • Yesus lahir di dunia seperti manusia biasa, tapi Dia membuktikan kuasa Allah di dalam kehidupanNya