What I do Have I Give You (Petrus Agung)

Kis 3: 1-10 “ Hal-hal yang bisa dipelajari dari perikop di atas

1. Datang ke tempat ibadah dengan hati yang hanya tertuju pada Tuhan.

  • Di antara semua orang yang datang ke bait Allah, ada orang yang setiap hari datang ke Bait Allah bukan untuk menyembah Tuhan, tapi untuk meminta-minta kepada manusia yang lain.

  • Di gerbang Nikanor ada 15 tangga yang melambangkan Mzm 120-134, yaitu nyanyian ziarah. Di setiap 1 tangga dinyanyikan 1 mazmur, melambangkan naik dari satu level ke next level.

  • Saat kita datang ke rumah Tuhan, jangan pikirkan hal lain selain Tuhan, karena Dialah segalanya. Tuhan jauh lebih besar dari kebutuhan kita sehari-hari.

  • Kesembuhan pengemis itu nilainya jauh labih besar dari semua penghasilan yang pernah diperolehnya.

  • Orang yang mengerjakan sesuatu tanpa pengertian akan jadi masalah

  • Mari ikut Tuhan segenap hati, datang bukan hanya untuk kebutuhan materi di dunia.

  • Semua di dunia hanya sementara, tidak bisa dibandingkan dengan kekekalan bersama Tuhan


2. Datang ke Tuhan dengan membawa sesuatu untuk kemuliaan namaNya.

  • Orang datang ke bait Allah membawa persembahan, tapi pengemis ini datang untuk minta uang.

  • Mari datang ke Tuhan dengan membawa sesuatu untuk kemuliaan namaNya

  • Mentalitas yang harus diubah: beribadah dengan tujuan hanya untuk mencari keuntungan dan berkat uang. Tidak ada orang tua yang bangga jika anaknya datang hanya jika butuh uang.

  • Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.” (Kis 20: 35c)

  • Walaupun dalam keterbatasan materi, kita tetap bisa memilih dan memutuskan untuk memberi

  • Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, (Luk 16: 9a)

  • Semua yang Tuhan beri kepada kita bisa digunakan untuk membebat, membalut, dan memberkati saudara-saudara kita.

  • Hati manusia banyak menyimpan sesuatu, dan ini yang menjadi dasar bagi seseorang untuk membuat pernyataan tertentu.


3. Kenali orang-orang di sekitar kita! Perhatikan dengan siapa kita berteman.

  • Alkitab menceritakan beberapa kisah tentang orang yang sakit dan teman-temannya:

    • Si sakit yang mempunyai teman-teman terbaik: orang lumpuh yang teman-temannya menggotongnya untuk bertemu Yesus, sehingga dia disembuhkan.

    • Orang lumpuh di kisah ini nasibnya peringkat no 2: teman-temannya mendukungnya untuk mengemis. Mereka seperti mendukung kelumpuhan si sakit.

    • Yang paling tidak beruntung: orang yang 38 tahun menunggu air bergolak di kolam Betesda, dan selama itu tidak ada yang menolongnya untuk masuk ke air.

  • Ada teman-teman yang bisa menjadi masalah: saat kita sakit hati, mereka mendukung dan menimpali, bahkan memanas-manasi, tapi tidak dibawa pada Yesus.

  • Kenali orang-orang di sekitar kita! Perhatikan dengan siapa kita berteman.

  • Orang-orang yang mudah jadi favorit adalah mereka yang mendukung pendapat kita, sepakat dengan masalah dan sakit hati kita.

  • Walau tidak punya siapapun, kita tetap punya Tuhan Yesus yang selalu ada bagi hidup kita


4. Jadilah pengelola (
steward) atas semua kepercayaan Tuhan

  • Kis 3: 6a “ Arti perkataan Petrus: Petrus tidak mempunya nikel/ uang yang di dalam/ bawah otoritasnya. Sikap Petrus ini disebut stewardship (pengelola).

  • Petrus sebenarnya punya uang, karena jemaat memberi persembahan secara luar-biasa: menjual rumah, tanah, dll. Tapi semua uang itu di luar otoritas Petrus.

  • Hidup kita adalah steward/ pengelola dari semua yang Tuhan percayakan kepada kita.

  • Banyak orang dengan kebutuhan, tapi kita harus selalu menunggu arahan Roh Kudus tentang hal apa yang harus dilakukan.


5. Tuhan punya takaran yang besar untuk membuat murid-muridNya hidup secara berbeda.

  • Jawaban Petrus sebenarnya berlebihan (emas dan perak tidak ada padaku), dan bisa menyinggung perasaan, padahal si pengemis hanya butuh 1 keping uang.

  • Tuhan tidak bisa berbicara recehan kepada para murid-muridNya.

  • Orang yang berjalan dalam kehendak Tuhan, dan melakukan apa yang Tuhan perintahkan, bekal-nya adalah emas dan perak.

  • Saat kita melakukan tugas Tuhan, standart-nya bukan recehan, tapi emas dan perak.

  • Tuhan tidak pernah berlebihan. Tuhan punya takaran untuk membuat murid-muridNya hidup secara berbeda.

 

 

You may also like

Leave a comment