The Blessing of a Covenant Marriage Family (Larry Keffauver)

Mal 2: 13-16

  • Perjanjian (covenant) menggambarkan hubungan antara Tuhan dengan umatNya.

  • Tuhan mengharapkan kita juga memiliki hubungan perjanjian (covenant relationship) satu sama lain di dalam pernikahan, keluarga, mengasuh anak, di dalam gereja.

  • Yer 31: 33 “ Tuhan akan menuliskan perjanjianNya di pikiran dan hati kita.

  • Tuhan adalah pusat perjanjian (covenant) : Dia menciptakan, mempertahankan, menyembuhkan, memulihkan, dan menjagai perjanjian itu

  • Gambaran covenant seperti sebuah segitiga, Tuhan berada di puncaknya, kita di salah satu sudut, dan di sudut lain adalah orang yang memiliki covenant dengan kita: Tuhan-suami-istri; Tuhan-orang tua-anak; Tuhan-gembala-jemaat; Tuhan-saya-anda

  • Tuhan tidak pernah memutuskan perjanjian, dan Tuhan adalah penjaga perjanjian, dan Tuhan berharap kita juga menjadi penjaga perjanjian itu.

  • Pernikahan bukanlah kontrak, tapi perjanjian. Karena kontrak bersifat sementara, tapi perjanjian bersifat seumur hidup. Kita tidak bisa menyingkirkan pasangan kita begitu saja.

  • Tuhan ingin kita mempunyai pernikahan yang berhasil, keluarga yang berhasil, hubungan antar sesama yang berhasil

 

7 kualitas hubungan yang Tuhan harapkan, dan ini berlaku untuk semua covenant :

  1. Saling komunikasi (comunnicate)

    • Kita harus berkomunikasi, tapi juga harus memilih kata-kata yang diucapkan.

    • Gunakan lidah kita untuk memberkati dan bukan mengutuk (Ams 18: 21)

    • Saling mengucapkan kata-kata yang membangun, cepat mendengar tapi lambat untuk marah. (Yak 1: 19)

 

  1. Saling meneguhkan (affirm) dan menerima (accept)

    • Kita tidak bisa mengubah pasangan kita! Kita harus menerima satu-sama lain seperti Kristus sudah menerima kita. (Rm 15: 7)

    • Jangan berdoa minta Tuhan mengubah pasangan kita, tapi minta Tuhan mengubah kita.

    • Jika ada masalah dalam hubungan suami istri, kita harus berani berkata akulah masalahnya.

    • Saling membangun (1Tes 5: 11)

    • Singkirkan roh penghakiman dan kritik, baik dalam pasangan suami-istri, dalam hubungan orang tua-anak, dalam persahabatan, juga di dalam Tubuh Kristus.

    • Tubuh Kristus harus bebas dari roh kritik dan menghakimi (Mat 7: 1)

 

  1. Persetujuan/ kesepakatan (agreement)

    • Persetujuan ini artinya dua pihak yang terlibat dalam covenant setuju dengan Tuhan dan melakukan dengan cara Tuhan. (Mat 18: 19)

    • Mencoba membuat salah satu pihak menyetujui pendapat pihak yang lain bukanlah persetujuan/ kesepakatan. (Am 3:3)

    • Saat semua yang terhubung dalam covenant setuju dengan Tuhan, maka Tuhan akan membuat yang tidak mungkin jadi mungkin.

 

  1. Berdoa bersama-sama (pray together) (1Tes 5: 17, Ef 6: 18b)

    • Mintalah belas-kasihan (Luk 18: 13b)

    • Kata belas-kasihan = mercy (Inggris)= חסד= cheÌ‚seÌ‚d (H2617) = Tuhan mencurahkan semua kepada kita: anugerah, pengampunan, kebaikan hati.

    • Saat kita memohon belas-kasihan (mercy)maka sorga mencurahkan semuanya

 

  1. Pengampunan (forgiveness) (Mat 6: 12)

    • Kita punya potensi untuk saling menyakiti, terutama pada orang yang saling mengasihi, dan seringkali tanpa sengaja. Saat kita di-tempelak Roh Kudus tentang kesalahan kita dalam suatu relasi, kita harus meminta ampun kepada pasangan/ rekan tersebut.

    • Salah satu cara menjaga covenant adalah mengampuni pasangan/ partner kita, bahkan sebelum yang lain bertobat

 

  1. Kasih tanpa syarat (unconditional love) (1Kor 13: 1-13)

    • Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita. (1Yoh 4:19)

    • Mengasihi bukan sesuatu yang emosional, tapi adalah keputusan dan kehendak kita

 

  1. Kepercayaan (trust) (Ams 31: 10-11)

    • Kasih adalah pemberian, tapi kepercayaan didapat melalui usaha

    • Cara membangun kepercayaan dalam hubungan perjanjian (covenant relationship) dengan merendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus. (Ef 5: 21)

    • Dasar supaya hubungan perjanjian (covenant relationship) berhasil, dan semua kualitas di atas bekerja adalah: saling melayani

 

 

  • Tanyakan pada yang memiliki hubungan perjanjian dengan kita: bagaimana saya bisa melayani anda?

    • Kepada Tuhan

    • Suami kepada istri, dan istri kepada suami

    • Orang tua kepada anak-anak, dan anak-anak kepada orang tuanya

    • Antar anggota gereja

    • Gembala dan jemaat

  • Saat kita siap mau menjadi pelayan dalam hubungan perjanjian kita, Tuhan akan memelihara perjanjian itu, dan akan mengangkat kita

 

  • Dalam kisah perjamuan Kana, persoalan terbesar ada di pundak pengantin baru. Tapi mereka tidak mengerti persoalannya, dan persoalan itu Tuhan selesaikan. Banyak hal yang tanpa kita tahu nyaris menggilas hidup kita.

  • Yesus mengendalikan yang kita tahu dan yang kita tidak tahu dan sadari, termasuk masa depan kita

You may also like

Leave a comment