Catatan Kotbah KPK

Asal Kujamah Jumbai JubahNya (Yosea Christiono)

  • Setiap orang ingin hidupnya lancar-baik- dan enak saja. Tapi saat kita hanya terima yang baik, kita tidak bisa menghargai anugrah yang kita terima.

  • Ada masa-masa hidup yang tidak nyaman, sebagai bagian pelatihan, sehingga kelak hidupnya kuat saat menghadapi sesuatu yang besar

  • Ujian kehidupan tidak bisa diprediksi. Hanya orang yang terlatih dan mau berubah, siap menghadapi ujian apapun dalam hidup.


Mrk 5: 24-33, Mat 9: 20

  • Tindakan iman wanita yang sakit pendarahan ini dilakukan dengan segenap hati.

  • Tindakan iman wanita ini akhirnya dicontoh orang lain Mrk 6: 53-56

  • Kesaksian seseorang bisa dicontoh. Saat kita punya iman yang sama, maka kita akan alami hal yang sama.

  • Jika kita tidak mengalami Tuhan di hidup kita, harus introspeksi: mana yang tidak tepat di hidup kita. Jangan hanya mencontoh penampakan luar, tapi contohlah yang di dalam.


1. Jumbai jubah itu akan mengingatkan kamu kepada segala perintah Tuhan (Bil 15: 37-41)

  • Jumbai jubah mengingatkan orang Israel pada perintah Tuhan dan pengalaman-pengalaman dengan Tuhan. Bagi orang Israel, melihat jumbai jubah artinya melihat pengharapan.

  • Kita harus punya mezbah, yang menandai saat-saat mengalami Tuhan dengan luar biasa.

  • Ibr 12: 1-3 – Kita harus punya pengalaman yang mengingatkan kita pada Tuhan.

  • Kehidupan manusia mungkin terlihat selalu naik. Tapi setelah diamati dari dekat, selalu ada sedikit penurunan, lalu naik lagi.

2. The power of kepepet

  • Seseorang yang mendengar tentang Tuhan belum tentu berubah. Dia baru berubah saat ada respon dari dalam.

  • Wanita ini punya masalah: sakit pendarahan, artinya dia najis (Im 15: 25), dan apapun yang disentuh juga najis.

  • Saat melihat Yesus, ada tarik-menarik di hati: antara merasa najis dan butuh disembuhkan.

  • Banyak orang yang merasa berdosa tidak mau ke gereja. Ini konsep yang salah. Seharusnya tetap cari Tuhan karena itu pribadi, tidak bisa dengan perantaraan orang lain.

  • Desperately looking for help

    • Saat seorang sudah sakit bertahun-tahun, tidak lagi perduli yang menyembuhkan dari agama apapun – yang penting sembuh.

    • Orang yang belum pernah mentok/ tersudut, tidak akan mengalami sesuatu yang besar.

  • Ada adrenalin iman yang muncul di saat terdesak. Tekat wanita ini muncul dari dalam: jika tidak bertemu Yesus maka akan mati.

  • The power of kepepet – Saat tersudut ada kekuatan yang keluar. Padahal kepepet (tersudut) itu tidak enak.

  • Sikap yang salah: saat ada masalah tidak biasa cari Tuhan, tapi mencari teman atau peluang lain. Artinya teman kita menggantikan posisi Tuhan.

  • Dalam masalah seharusnya yang pertama dicari adalah Tuhan.

  • Hubungan kita dengan Tuhan itu pribadi, tanpa ada orang lain sebagai perantara.

  • Siapa diri kita sebenarnya: Respon pertama yang muncul di hati sebelum dipikir.

  • Tuhan dekat dengan orang yang hatinya hancur/ patah (Mzm 51: 19-21). Maka walau wanita ini najis, tapi saat menyentuh Yesus justru dia sembuh.

  • Bahkan tindakan iman yang desperately wanita pendarahan ini mampu mengintervensi jadwal pelayanan Tuhan Yesus. (Mrk 5: 21-25)


3. Kasih Karunia dan kebenaran ada dalam Tuhan Yesus

  • Saat Yesus berjalan, Dia penuh kasih karunia demi kasih karunia. Maka saat wanita itu menjamahNya, kasih karunia keluar dari Yesus dan menyembuhkan wanita ini (Yoh 1: 15-17)

  • Alami persekutuan kehidupan yang lebih nyata dalam perjamuan kudus.

  • Ada kuasa dalam perjamuan kudu: pemulihan, kesembuhan, kekuatan baru (Yoh 6: 47-51)

  • Dalam perjamuan kudus kita bisa menjamah tubuh Tuhan. Saat kita butuh pertolongan Tuhan, ambil tubuh dan darah Tuhan. Tapi jangan di-mistik-kan.

  • Saat kita satukan hati berdoa untuk roti dan anggur, maka selama perjamuan kudus, roti dan anggur jadi tubuh dan darah Kristus.

Menabur di Tanah yang Baik dan Berbuah (Tina Agung Purnomo)

Mrk 4: 2-8, 14-20

  • Penabur adalah Tuhan, kita adalah tanahnya. Tuhan bisa menikmati panen raya dan buah yang lebat melalui hidup kita jika kita menjadi tanah yang baik.


Tanah yang baik adalah:

1. Tanah yang gembur, sudah dibajak, tidak keras

  • Tanah yang keras tidak bisa ditanami apapun, maka harus digemburkan sehingga biji bisa ditanam dengan baik. Selanjutnya tanah diaduk, sehingga gizi yang di bawah naik.

  • Yang tidak baik adalah jiwa dan daging kita. Syukuri apapun yang kita alami, karena itu proses Tuhan untuk mempersiapkan diri kita.

  • Tanah yang keras adalah sikap skeptik, tidak gampang percaya, sekalipun mujizat terjadi.

  • Tuhan menjawab iman kita, bukan kebutuhan kita.


2. Tidak berbatu-batu

  • Tanah yang berbatu-batu: Orang yang terlalu sibuk, tidak ada waktu bagi Tuhan.

  • Defisit rohani: banyak hamba Tuhan memberikan kepada orang lain, tapi sedikit menerima dari Tuhan, karena hubungan pribadi dengan Tuhan kurang.

  • Kita boleh melayani dengan segenap hati dan tenaga, tapi jangan lupa bahwa hubungan dengan Tuhan itu yang pertama dan utama.

  • Saat Roh Kudus dicurahkan itulah yang membuat hidup kita menjadi tanah yang baik, yang siap ditaburi benih Firman.

  • Pengurapan bertujuan membuat kita lebih dekat dengan Tuhan, lebih kuat menangani segala sesuatu. Berkat materi karena pengurapan hanyalah bonus

  • Kita seringkali jatuh bukan karena batu besar, tapi kerikil kecil: kepahitan, kejengkelan, tidak bisa mengampuni, dll.


3. Tidak ada tanaman liar/ semak belukar

  • Saat hidup kita penuh dengan tanaman liar, maka kekuatiran dan tipu daya dunia bisa masuk ke hidup kita.

  • Jangan ingin kaya! Jika kita mengasihi Tuhan dengan segenap hati, maka berkat materi adalah bonus. Jangan kejar bonusnya, tapi kejar Tuhan.

  • Tuhan ingin hati dan hidup kita jadi tanah yang baik, bisa berkomunikasi dengan Tuhan dimanapun.

  • Cara menghilangkan semak belukar adalah dengan hidup dalam kasih. Dalam kasih tidak ada ketakutan, kekuatiran, manipulasi oleh harta-kekuasaan-keinginan daging (1Yoh 4: 18)

  • Penabur awal adalah Tuhan. Saat tanah kita sudah baik dan subur, lalu berbuah, selanjutnya yang jadi penaburnya adalah kita. Yang ditabur adalah biji di dalam buah.

  • Saat kita terima anugerah Tuhan, jangan dimakan semua. Cari tanah yang subur, tanamkan benih kita di tanah yang subur. Taburan kita menentukan tuaian kita.

  • Tanamkan benih kita pada sesuatu yang kekal: roh manusia. Cari orang yang bisa diselamatkan, taburkan benih pada orang itu.

  • Jangan hidup untuk diri sendiri, iman kita bisa bertumbuh jika ikut melayani.

Tetapi Ia Dgn Keras Melarang mereka memberitahukan siapa Dia (Tina Agung Purnomo)

Mrk 3: 1-12

  • Mrk 3: 12, Mat 12: 16- 18 – Ayat ini disebut Mesianic secret, artinya Yesus menyembunyikan identitasnya sebagai Mesias.

  • Melarang = ἐπιτιμάω = epitimaō (G2008) = menghardik, menegur, melarang dengan keras, dan ada konsekuensi/ hukuman jika larangan itu dilanggar.

Alasan Larangan untuk membertahukan identitas Yesus sebagai Mesias

1. Tuhan punya jangka waktu/ agenda/ Timeframe.

  • Ada waktu untuk bertumbuh dan mempersiapkan diri. Tapi setelah itu ada waktu Tuhan mulai menyatakan diriNya lewat mujizat-mujizat yang dikerjakanNya.

  • Yesus lahir untuk mengembalikan kerajaan Allah yang sudah hilang di dunia. Tuhan Yesus menyatakan bahwa kerajaan Allah sudah datang di dunia, dan kerajaan itu ada di dalam kita.

  • Yoh 10: 10 – Kita harus bersikap keras pada iblis, sehingga agenda Tuhan bisa berlangsung di hidup kita dan tidak ada penundaan.

  • Kita harus setia dalam pekerjaan, dalam pelayanan, dalam apapun yang Tuhan percayakan. Waktu peninggian/ promosi adalah dari Tuhan.

  • Jangan sampai iblis mengacaukan agenda Tuhan dalam hidup kita. Kerjakan yang di tangan kita dengan penuh kehati-hatian dan kesetiaan.


2. Deklarasi tentang Anak Allah Harus Dinyatakan oleh anak-anak Allah, bukan oleh Iblis

  • Mrk 3: 11 – Iblis tahu siapa Yesus, dan tersungkur di depan Yesus.

  • Kita harus kenal Yesus lebih dari iblis, sehingga kita yang mendeklarasikan kebaikan dan kebesaran Tuhan dalam hidup kita.

  • Mat 16: 15-17 – Pengertian Petrus berasal dari pewahyuan.

  • Sebelum mendapat pewahyuan tentang Yesus, mata kita seperti dalam selubung, mata kita tidak bisa melihat Yesus dengan jernih.

  • Deklarasi publik tentang kedatangan Yesus

    • Deklarasi malaikat pada natal yang pertama mendatangkan pengharapan dan sukacita.

    • Deklarasi Yohanes pembabtis menghasilkan pertobatan dan pengharapan.

  • Deklarasi dari iblis tidak mendatangkan hal-hal positif, hanya mendatangkan ketakutan.

  • Saat kita mendeklarasikan kata-kata dari Allah, maka yang muncul adalah pengharapan, pertobatan, sukacita, damai-sejahtera.

  • Jangan dipercaya perkataan iblis, sebaik apapun itu! Karena ujung-ujungnya jelek.

  • Kita harus belajar mendeklarasikan yang dari Allah, bukan yang dari iblis.


3. Punyailah Pengalaman Hidup Bersama Tuhan.

  • Ayb 42: 5 – Sebelumnya Ayub mendengar tentang Allah dari orang lain.

  • Kita tidak bisa mengenal Allah hanya dari mimbar, kaset khotbah, radio, dll; tapi harus punya pengalaman hidup pribadi dengan Allah.

  • Saat kita punya kesaksian hidup, itu bisa menyentuh dan mengubahkan orang lain. Jangan malu bersaksi!

  • Tuhan beri kita kehendak bebas, tapi jangan sampai kehendak-bebas itu mengacaukan time-frame Tuhan dalam hidup kita.

Seandainya Tuhan Yesus Tidak Lahir (Tina Agung Purnomo)

  • Seandainya Tuhan Yesus Tidak Lahir:
  1. Tidak ada penyembuhan gangguan fisik dan mental

    • Orang kusta, buta, bisu-tuli, bongkok, busung air, pendarahan – tidak disembuhkan.
    • Orang kerasukan setan tidak dibebaskan
  1. Tidak ada bukti KUASA atas kekuatan alam
    • Angin ribut tidak diredakan
    • Tidak ada manusia yang berjalan di atas air
    • Tidak ada penggandaan roti
    • Tidak perubahan air menjadi anggur
  1. Tidak ada kebangkitan orang mati
    • Tidak ada kebangkitan orang mati: anak Yairus, anak laki-laki dari janda di Nain, Lazarus
  • Sejarah mencatat bahwa Yesus lahir, dan melakukan tindakan-tindakan yang penuh kuasa.

  • Yesus lahir sebagai Adam kedua, tujuanNya mengembalikan kerajaan Allah yang diambil iblis di taman Eden, lalu kerajaan Allah akan kembali ditegakkan di dunia.

  • Rm 14: 17 – Patokan dalam kehidupan sehari-hari: adakah kebenaran ? adakah damai sejahtera ? adakah sukacita ? Jika tidak ada, jangan dikerjakan!

  • Jika 3 hal di atas ada, kerjakan yang ingin kita kerjakan, pasti kerajaan Allah akan ada dalam hidup kita.

  • Yesus lahir di dunia seperti manusia biasa, tapi Dia membuktikan kuasa Allah di dalam kehidupanNya

Yang Begini Belum Pernah Kita Lihat (Yosea Christiono)

  • Semakin kenal Tuhan hidup harusnya semakin sederhana, bukan semakin rumit. Jika jadi lebih rumit, kemungkinan kita tambah menjauh dari Tuhan (Mat 11: 28-30)

  • Yesus mengajar di rumah, orang-orang begitu antusias mendengarkan Yesus mengajar, rumah itu penuh (Mrk 2: 1-2)

  • Saat kita suka terhadap pengajaran seseorang, kita menantikan dia berbicara. Karena setiap kali orang ini berbicara, ada sesuatu yang disingkapkan.

  • Mrk 4: 1-2a  Tanpa sound system, orang datang dan ingin dengar Yesus. Orang yang ingin mendapat sesuatu, mereka diam dan mendengarkan.

  • Ul 6: 6-9, 20-21  Orang tua diperintahkan untuk mengajar Firman pada anak-anaknya di manapun. Artinya orang-orang Israel sudah biasa diajari tentang Tuhan sejak dari kecil.

  • Bapa di surga memilih orang tua yang tepat untuk membesarkan Yesus: Yusuf dan Maria. Tuhan tidak sembarangan memilih, anak adalah kepercayaan Tuhan kepada kita.

  • Orang-orang mencari Yesus karena perkataanNya berkuasa (Mrk 1: 21-22)

  • Pengajaran Yesus penuh kuasa, artinya:

    • Yesus mengajar dengan pengurapan Roh Kudus. Orang yang diurapi bisa berbicara dengan tenang, tapi perkataannya bisa masuk hingga mendalam.

    • Yesus menguasai materi dengan sempurna.

    • Yesus tidak hanya bercerita, tapi di dalamnya ada dorongan dan motivasi. Pengajaran Yesus tidak hanya sampai di pikiran, tapi masuk hingga mengobarkan hati.

    • Yesus mengajar dengan penuh semangat dan penuh iman. Pengajaran yang berkuasa memadamkan kemarahan yang di dalam, menyembuhkan sakit hati yang di dalam.

 

  • Mrk 2: 3-5  Yesus melihat iman yang di dalam mereka, dari perkataan dan perbuatan mereka.

  • Iman selalu bicara yang di depan yang Tuhan kerjakan, tidak bicara yang di belakang.

  • Yak 2: 14-18, Ef 1: 15-16  Iman bisa terdengar dari tindakan iman yang dilakukan, kasih bisa terdengar dari dan tindakan kasih yang dilakukan.

  • Iman kita bisa membawa orang lain ke Tuhan (Mrk 2: 6-12)

  • Mrk 2: 11-12 – Di dalam pengampunan ada kesembuhan, mujizat, dan pemulihan.

  • Yang begini belum pernah kita lihat: Yesus mengajar dengan penuh kuasa, membawa sesuatu yang baru, yang berbeda dari sebelumnya, yang membuat hidup lebih bersemangat.

  • Di dalam Tuhan berikan anugerah yang baru setiap pagi. Jatah kita adalah mau diubah. Jika kita tidak mau diubah, maka tidak akan ada yang baru (Rat 3: 22-25)

  • Saat kita berkata kasih setia Tuhan tak berkesudahan, artinya kita akan menerima sesuatu yang baru dari Tuhan.

  • Jika setiap hari kita makan firman, pujian dan penyembahan, maka kita akan bisa mendengar Tuhan dengan lebih baik.

  • Jika kita lebih suka memberi makan emosi-pikiran-perasaan, mengembangkan impian dan keinginan pribadi, tanpa memberi makan roh tentang Tuhan, maka jiwa yang lebih kuat bicara

 

Berkenalan dengan Markus Sang Forerunner (Bambang Budiyanto)

  • Markus tidak termasuk rasul, tapi dia menceritakan bahwa dia menyertai Yesus saat ditangkap (Mrk 14: 51-52)

  • Kis 15: 37-39  Markus membuat Paulus dan Barnabas berpisah. Markus merasa bersalah, lalu pergi ke Roma, dan menjadi murid Petrus (1Ptr 5: 13)

  • Banyak cerita di Injil Yohanes melaporkan peran penting dan menonjol pada Petrus.

  • Tapi Injil Markus (yang di-diktekan Petrus) justru menunjukkan 7 kesalahan Petrus saat mengikut Yesus:

    1. Petrus bodoh, tidak mengerti pengajaran Yesus (Mrk 7: 18)

    2. Petrus dipanggil iblis oleh Yesus (Mrk 8: 33)

    3. Petrus bicara tanpa Berfikir (Mrk 9: 5-6)

    4. Petrus sok pahlawan (Mrk 14: 29)

    5. Petrus diminta untuk doa, tapi ketiduran (Mrk 14: 7)

    6. Petrus lari meninggalkan Yesus seorang diri (Mrk 14: 50)

    7. Petrus menyangkal Yesus 3x karena seorang budak kecil wanita, bukan tentara Roma (Mrk 14: 68-71)

 

  • Tuhan bisa pulihkan Petrus, Tuhan juga bisa pulihkan Markus. Petrus mengorbankan reputasinya untuk membangun Markus dan generasinya.

  • Mrk 1: 2-3  Markus memulai injilnya dengan bercerita tentang Yohanes Pembabtis. Ayat 2 dikutip dari Maleakhi 3: 1 dan Maleakhi 4: 5-6. Ayat 3 dikutip dari Yesaya 40: 3-5

  • Sebelum Yesus datang pertama dan kedua kalinya, Tuhan akan mencurahkan lagi roh Elia, yang akan memulihkan keluarga. Yesus menunjuk Yohanes Pembabtis sebagai “Elia” tersebut.

  • Luk 7: 38  Yesus berkata bahwa Yohanes Pembabtis adalah yang terbesar. Padahal Yohanes Pembabtis tidak pernah melakukan mujizat besar.

  • Yohanes Pembabtis berkhotbah, orang-orang datang padanya, hati mereka berbalik, bertobat, lalu dibabtis. Mujizat terbesar adalah membuat orang berdosa bertobat.

  • Hanya ada 1 kejadian di PL dimana 1 bangsa bertobat, yaitu saat Elia menang terhadap nabi-nabi Baal di atas gn Karmel.

 

Jika roh Elia turun atas kita seperti pada Yohanes, apakah tugas kita?

  1. Menemukan dan Membangun Pemimpin – Pemimpin Masa Depan, Pilar-pilar Kerajaan (Yoh 1: 35). Diperkirakan 6 murid pertama pernah di mentor oleh Yohanes Pembabtis.

  2. Merubah, melunakkan, mentransformasi hati orang banyak (masyarakat)

  3. Menyuarakan kebenaran di tengah masyarakat, apapun resikonya “ courage


Setelah kisah Yohanes Pembabtis, ada 3 perikop

  1. Di Sinagoga – gambaran gereja Mrk 1: 21 – Yesus masuk ke Bait Allah, melepaskan banyak orang dari penyakit.

  1. Di rumah Petrus – gambaran MK – Mrk 1: 29 – Yesus sembuhkan ibu mertua Petrus, lalu orang-orang membawa orang-orang sakit untuk Yesus sembuhkan.

  1. Di jalan  di market place Mrk 1: 38-40. Kita dipakai Tuhan dimanapun, tidak hanya di gereja atau di MK.

 

  • Masing-masing kita bisa mempercepat Tuhan datang, yaitu saat kita menyuarakan kebenaran, menyiapkan hati masyarakat, mempersiapkan pemimpin-pemimpin masa depan.

  • Saat Yesus datang, hanya ada 1 Elia. Tapi di akhir jaman akan ada ratusan bahkan ribuan Elia yang memulihkan banyak keluarga.

Aku Datang untuk Melayani (Tina Agung Purnomo)

  • Mrk 1: 1  Markus ingin memberitakan kabar baik yang berbeda, sesuatu pengumuman yang besar. Memproklamirkan bahwa kabar baik itu hanya 1, yaitu Injil Yesus Kristus.

  • Markus banyak menceritakan tindakan Yesus, dan tempat-tempat yang dikunjungiNya.

  • Gaya bahasanya mudah, injil Markus ditujukan pada orang non-Yahudi, karena berkali-kali Markus menjelaskan adat-istiadat orang Yahudi.

  • Inti Injil Markus : Yesus hadir untuk melayani, bukan dilayani (Mrk 10: 43-45)

  • Melayani: melakukan sesuatu, bukan pasif.

Mengenal Yohanes Markus (John Mark)

  • Yohanes adalah nama Yahudi, Markus adalah nama Latin. Ini berarti Markus seorang Yahudi yang ada kaitan/ koneksi dengan pemerintah Romawi.

  • Kis 12: 12-17  Petrus dipenjara. Dengan ajaib Tuhan bebaskan, dan Petrus langsung menuju rumah Yohanes Markus.

  • Para ahli memperkirakan bahwa rumah Markus adalah:

    • Tempat berkumpul jemaat perjanjian baru (Kis 12: 12-17)

    • Tempat bersekutu setelah Yesus terangkat ke Surga, menunggu datangnya Roh Kudus

    • Tempat perjamuan terakhir yang lengkap dan tersedia

  • Kol 4: 10  Markus adalah keponakan Barnabas, teman sepelayanan Paulus.

  • Kis 12: 25  Barnabas membawa Markus masuk ke pelayanan

  • Kis 13: 5  Markus ikut Paulus dan Barnabas sebagai pembantu.

  • Kis 13: 13  Markus meninggalkan pelayanan. Kemungkinan karena tidak siap menghadapi beratnya pelayanan, karena latar belakangnya dari keluarga kaya.

  • Kis 15: 37-39  Saat Barnabas mau membawa Markus lagi, Paulus menolak. Akibatnya Barnabas berpisah dari Paulus. Barnabas tetap membawa Markus.

  • Flm 1: 23-24  Beberapa tahun kemudian Markus jadi teman sekerja Paulus.

  • 2Tim 4: 11  Di surat terakhirnya Paulus bahkan minta Markus supaya datang, karena pelayanan Markus sangat berharga bagi Paulus.

  • 1Ptr 5: 13  Pelayanan Markus juga penting bagi Petrus, bahkan dianggap sebagai anaknya sendiri.

  • Markus menulis karena diperintahkan oleh Petrus. Maka api Petrus terasa di Injil Markus.

  • Anak muda di taman Getsemani yang lari dengan telanjang diperkirakan adalah Markus (Mrk 14: 51-52)

  • Jangan menilai pribadi seseorang, karena kita tidak tahu bagaimana Tuhan bisa merubahnya kelak.

  • Pelayanan adalah salah satu cara untuk tetap bertumbuh di dalam Tuhan. Selain itu, pelayanan akan jadi kenangan yang indah bagi kita di waktu yang akan datang.

  • Yoh 4: 34  Makanan kita adalah melakukan kehendak Bapa, artinya melayani. Saat berhenti makan, kita akan mati. Saat berhenti melayani, rohani kita akan berhenti bertumbuh.

  • Lakukan pelayanan, walau kecil dan tidak dilihat manusia, tapi Tuhan melihat. Kita bisa melakukan banyak hal.

Expiry Date (Tina Astari)

  • Roh Kudus adalah penghubung antara manusia dengan surga: membuat kita bisa mengerti isi hati Tuhan, mengerti kehendak Tuhan bagi anak-anakNya.

  • Selama hidup di dunia, selalu ada masalah, problem dan kesulitan. Tapi setiap masalah ada kadaluarsa-nya (expiry date). Jika tidak menang di masa itu, maka harus mengulang lagi.

  • Saat menunggu segala problem selesai, yang harus kita lakukan: mencari kerajaan Allah. (Mat 6: 33) Saat kita mencari kerajaan Allah, kita pasti menemukan Tuhan.

    • Cari: berusaha mendapatkan-menemukan-memperolah. Artinya tidak diam.

    • Kerajaan Allah: pemerintahan Allah, Allah sebagai raja, dilaksanakan di surga dan di bumi

    • Di dalam kerajaan ada tatanan, ada aturan, ada hukum-hukum.

  • Jika hukum-hukum di Alkitab dikerjakan oleh siapapun- maka hasilnya akan sama, tidak perduli apakah itu jemaat maupun hamba Tuhan.

  • Gaya mencari Tuhan berbeda-beda bagi setiap orang:

  • Tuhan tunggu hingga jiwa kita tenang. Karena saat tidak tenang, tidak bisa menangkap Firman yang disampaikan.

  • Kol 3: 1-2  Perkara di atas: Firman Tuhan.

  • Yes 55: 6  Kita adalah anak-anak Tuhan, cari Tuhan, karena Tuhan bisa dan mau ditemui.

  • Luk 11: 9-10  Tuhan mau kita mencari Dia, karena saat mencari Dia, kita akan fokus.

  • All truth is paralel – Morris Cerullo. Jasmani dan rohani itu paralel. Apa yang kita dapatkan secara rohani di kamar doa, akan kita dapat di alam jasmani.

  • Manusia sering terbalik: ingin diberkati secara jasmani, cari hanya jasmani. Seharusnya cari yang rohani lebih dulu.

  • 3Yoh 1: 2 Jika jiwa kita limpah, berkat materi juga limpah di hidup kita.

  • Firman harus limpah dan kuat dalam hidup kita. Jika ada terobosan di alam rohani, Tuhan dengan mudah mencurahkan berkat jasmani.

  • Jangan cari berkatnya, cari pemberi berkatnya.

  • Tuhan selalu mengerjakan sesuatu dalam hidup kita, jika kita lulus, Tuhan selalu sediakan bonusnya.

  • Kej 32: 7  Yakub ketakutan dan sesak hati.

  • Kej 32: 22-32  Pergumulan Yakub dengan Allah: seorang diri

  • Dalam MK boleh minta dukungan doa rekan-rekan MK, tapi pergumulan iman kita sendiri-sendiri dengan Tuhan. Pergumulan sendiri dengan Tuhan selalu membuat kita kuat.

  • Dari pergumulan dengan Tuhan, Yakub yang karakter aslinya buruk (penipu), namanya diubah jadi Israel, artinya tidak ada lagi kepalsuan di dalamnya (Yoh 1: 47).

  • Kej 32: 31  Kita harus berbeda dengan dunia, sehingga orang melihat bagaimana Tuhan mengubah karakter masa lalu kita menjadi karakter yang baru.

  • Tanda kita menang dari pergumulan: kita bisa menyaksikan pertolongan Tuhan kepada orang-orang lain.

 

Gaya Hidup Yesus (Yosea D Christiono)

  • Setiap orang membutuhkan figur yang baik untuk dicontoh.

  • Tuhan menyelamatkan kita dengan harapan supaya kita menjadi anak-anak Allah yang berkarakter seperti Dia

  • Pertumbuhan pribadi kita harus mengarah menjadi seperti Yesus. Yesus harus jadi pola hidup.

  • Tuhan Yesus mempunyai gaya hidup tertentu, dan kita wajib hidup seperti Kristus telah hidup. (1 Yoh 2: 3-6)

  • Kita adalah manusia batiniah, bertumbuh setiap hari dalam pembacaan dan perenungan FT, doa, pelayanan, dll. Maka harus ada perubahan: buah-buah Roh jadi bagian karakter kita.

  • Semakin kuat hal-hal Ilahi dalam hidup kita, maka tanpa sadar kita sudah meninggalkan hal-hal daging.


1. Yesus tahu tujuan hidupNya, dan mengerjakannya dengan cinta (Yoh 4: 34)

  • Tujuan hidup Yesus: melakukan kehendak Bapa dengan kasih dan cinta. Ini membuat Yesus bisa menghadapi sesulit apapun yang terjadi.

  • Memiliki tujuan hidup yang konkrit itu penting. Karena membuat kita bisa melihat kemungkinan hambatan yang ada, merancang strategi untuk mencapainya, ada sesuatu yang dikejar.


2. Yesus tumbuh dan hidup dalam sebuah keluarga (Luk 2: 49-52)

  • Yesus menikmati semua proses hidupnya, tahu tujuan hidupNya kelak, tapi tetap bertumbuh-dibentuk-menundukkan diri kepada Yusuf dan Maria, dan tinggal dalam asuhan mereka.

  • Tidak ada tempat yang lebih baik selain di keluarga, karena di sana ada penerimaan dari orang-tua dan saudara.

  • Jika kita tidak punya keluarga yang ideal, masih ada Bapa di surga yang bisa menggantikan orang-tua kita.

  • Keluarga yang gagal tidak boleh jadi alasan untuk menyalahkan orang lain, menyalahkan hidup kita, mundur, lalu tidak berbuat apa-apa.


3. Yesus menjalani hidupNya dengan kuasa (Mat 9: 4-8)

  • Setelah lahir baru dan terima babtisan Roh Kudus, maka ada kuasa Tuhan di dalam kita.

  • Hidup dalam kuasa Tuhan: tidak ada ketakutan dan kekuatiran, percaya Tuhan sertai, tidak mudah terpuruk karena keadaan, tahu cara meng-aplikasikan Firman dalam berbagai situasi.

  • Kuasa Tuhan harus dipraktekkan: doa kesembuhan, doa pelepasan, mengusir setan, dll. Jika tidak dicoba praktek, tidak akan pernah bisa.

 

4. Yesus bergaul dengan semua level orang, termasuk orang berdosa (Mat 9: 9-12)

  • Jika iman kita tidak kuat, lalu kita bergaul dengan orang berdosa, kita akan ikut berdosa.

  • Jika kita taat pada kebenaran, kita akan tahu batas: kapan berbicara, kapan berhenti, tidak takut terpengaruh keburukan orang lain.

  • Kita perlu bergaul sebagai jembatan hubungan, sehingga saat kita harus masuk untuk melayani, ada pintu terbuka.

  • Apakah kita membangun jembatan, atau memutuskan jembatan dengan semua orang?


5. Yesus konfrontasi dengan roh agamawi (Mat 9: 14-17)

  • Taurat membuat kita mengerti arti dosa, karena larangan membuat kita mengerti pelanggaran. Yesus menggenapkan dan menyempurnakan pengajaran Taurat.

  • Saat seseorang menuntut orang lain menurut Taurat, Yesus muncul dengan bahasa anugerah.

  • Beranikah ber-konfrontasi dengan roh agamawi di sekitar kita?

  • Kita harus berdoa karena percaya pada penyertaan Tuhan, bukan karena takut.

  • Konfrontasi hanya dilakukan pada: orang yang bertanya pada kita, dan orang-orang di bawah kita: pasangan, anak-anak, jiwa-jiwa yang kita gembalakan.

  • Mari meniru manusia batiniah Yesus, jangan hanya penampilan luarnya


6. Yesus mengajar dengan sederhana (Luk 12: 1-2)

  • Yesus mengajar dengan sederhana: benih, pohon, buah, ragi, domba, kasut, jubah, ikan, semua yang dikenal dan dijumpai orang banyak sehari-hari.

  • Jika harus menjelaskan sesuatu, usahakan supaya menjelaskan secara sederhana, sesuai kebutuhan. Penjelasan kita harus membuat kita semakin cinta Tuhan, bukan semakin muak.


7. Tuhan meng-kloning-kan diriNya kepada murid-muridNya (Luk 10: 1-3, 17-20)

  • Tuhan meng-kloning diriNya, mengajari dan melatih murid-muridNya untuk melakukan seperti yang Yesus lakukan.

  • Bagikan hidup kita dalam Tuhan kepada orang-orang lain, sehingga mereka juga mengalami Tuhan.

 

Gaya Hidup Yesus (Yosea Christiono)

  • Setiap orang membutuhkan figur yang baik untuk dicontoh.

  • Tuhan menyelamatkan kita dengan harapan supaya kita menjadi anak-anak Allah yang berkarakter seperti Dia

  • Pertumbuhan pribadi kita harus mengarah menjadi seperti Yesus. Yesus harus jadi pola hidup.

  • Tuhan Yesus mempunyai gaya hidup tertentu, dan kita wajib hidup seperti Kristus telah hidup. (1 Yoh 2: 3-6)

  • Kita adalah manusia batiniah, bertumbuh setiap hari dalam pembacaan dan perenungan FT, doa, pelayanan, dll. Maka harus ada perubahan: buah-buah Roh jadi bagian karakter kita.

  • Semakin kuat hal-hal Ilahi dalam hidup kita, maka tanpa sadar kita sudah meninggalkan hal-hal daging.

 


1. Yesus tahu tujuan hidupNya, dan mengerjakannya dengan cinta (Yoh 4: 34)

 

  • Tujuan hidup Yesus: melakukan kehendak Bapa dengan kasih dan cinta. Ini membuat Yesus bisa menghadapi sesulit apapun yang terjadi.

  • Memiliki tujuan hidup yang konkrit itu penting. Karena membuat kita bisa melihat kemungkinan hambatan yang ada, merancang strategi untuk mencapainya, ada sesuatu yang dikejar.

 


2. Yesus tumbuh dan hidup dalam sebuah keluarga (Luk 2: 49-52)

 

  • Yesus menikmati semua proses hidupnya, tahu tujuan hidupNya kelak, tapi tetap bertumbuh-dibentuk-menundukkan diri kepada Yusuf dan Maria, dan tinggal dalam asuhan mereka.

  • Tidak ada tempat yang lebih baik selain di keluarga, karena di sana ada penerimaan dari orang-tua dan saudara.

  • Jika kita tidak punya keluarga yang ideal, masih ada Bapa di surga yang bisa menggantikan orang-tua kita.

  • Keluarga yang gagal tidak boleh jadi alasan untuk menyalahkan orang lain, menyalahkan hidup kita, mundur, lalu tidak berbuat apa-apa.

 


3. Yesus menjalani hidupNya dengan kuasa (Mat 9: 4-8)

 

  • Setelah lahir baru dan terima babtisan Roh Kudus, maka ada kuasa Tuhan di dalam kita.

  • Hidup dalam kuasa Tuhan: tidak ada ketakutan dan kekuatiran, percaya Tuhan sertai, tidak mudah terpuruk karena keadaan, tahu cara meng-aplikasikan Firman dalam berbagai situasi.

  • Kuasa Tuhan harus dipraktekkan: doa kesembuhan, doa pelepasan, mengusir setan, dll. Jika tidak dicoba praktek, tidak akan pernah bisa.

 

4. Yesus bergaul dengan semua level orang, termasuk orang berdosa (Mat 9: 9-12)

 

  • Jika iman kita tidak kuat, lalu kita bergaul dengan orang berdosa, kita akan ikut berdosa.

  • Jika kita taat pada kebenaran, kita akan tahu batas: kapan berbicara, kapan berhenti, tidak takut terpengaruh keburukan orang lain.

  • Kita perlu bergaul sebagai jembatan hubungan, sehingga saat kita harus masuk untuk melayani, ada pintu terbuka.

  • Apakah kita membangun jembatan, atau memutuskan jembatan dengan semua orang?

 


5. Yesus konfrontasi dengan roh agamawi (Mat 9: 14-17)

 

  • Taurat membuat kita mengerti arti dosa, karena larangan membuat kita mengerti pelanggaran. Yesus menggenapkan dan menyempurnakan pengajaran Taurat.

  • Saat seseorang menuntut orang lain menurut Taurat, Yesus muncul dengan bahasa anugerah.

  • Beranikah ber-konfrontasi dengan roh agamawi di sekitar kita?

  • Kita harus berdoa karena percaya pada penyertaan Tuhan, bukan karena takut.

  • Konfrontasi hanya dilakukan pada: orang yang bertanya pada kita, dan orang-orang di bawah kita: pasangan, anak-anak, jiwa-jiwa yang kita gembalakan.

  • Mari meniru manusia batiniah Yesus, jangan hanya penampilan luarnya

 


6. Yesus mengajar dengan sederhana (Luk 12: 1-2)

 

  • Yesus mengajar dengan sederhana: benih, pohon, buah, ragi, domba, kasut, jubah, ikan, semua yang dikenal dan dijumpai orang banyak sehari-hari.

  • Jika harus menjelaskan sesuatu, usahakan supaya menjelaskan secara sederhana, sesuai kebutuhan. Penjelasan kita harus membuat kita semakin cinta Tuhan, bukan semakin muak.

 


7. Tuhan meng-kloning-kan diriNya kepada murid-muridNya (Luk 10: 1-3, 17-20)

 

  • Tuhan meng-kloning diriNya, mengajari dan melatih murid-muridNya untuk melakukan seperti yang Yesus lakukan.

  • Bagikan hidup kita dalam Tuhan kepada orang-orang lain, sehingga mereka juga mengalami Tuhan.