admin

Plan and Design (Petrus Agung)

  • Ada 2 kekuatan berbeda yang membuat perencanaan dan desain tentang dunia: Tuhan yang merupakan versi yang mulia, dan setan yang merupakan versi buruknya.

  • Tuhan perintahkan tim Bahtera berangkat ke Inggris dengan beberapa alasan:

    1. Mengambil warisan rohani sebelum perubahan fundamental di Inggris terjadi.

    2. Ekonomi dunia menunjukkan bahwa Poundsterling akan bertahan dalam resesi dunia.

    3. Yer 33: 3, 17-26 “ Dari daftar silsilah, raja-raja dan ratu-ratu kerajaan Inggris merupakan keturunan langsung dari suku Yehuda (Daud), dan juga merupakan keturunan suku Lewi.

 

  • Jangan menolak jika Tuhan ajari berbagai hal besar yang tidak kita ketahui. Kita seharusnya berseru dan bertanya kepada Tuhan, karena pengetahuan dan pemikiran manusia terbatas.

  • Peperangan rohani harus dilakukan untuk mengambil berkat dan warisan rohani yang ada, karena selama ini semuanya itu disandera dan diikat kuasa gelap.

  • Setan selalu ingin mencuri apapun yang Tuhan berikan pada anak-anakNya.

  • Saat merenungkan kaitan semua peristiwa dan fakta yang ditemukan saat misi ke Inggris, Roh Kudus berkata bahwa kuncinya di angka 33.

  • Angka 3 adalah angka sakral bagi Tuhan

    • Yesus mati dan bangkit di usia 33 tahun.

    • Daud memerintah di Yerusalem selama 33 tahun.

    • Beberapa ahli menghitung bahwa ada 33 mujizat Yesus yang disebutkan dalam Alkitab.

    • Kata Elohim tercatat 33 kali dalam kitab Kejadian.

    • Angka trinitas adalah 3: Bapa, Putera, Roh Kudus

    • Manusia terdiri atas roh, jiwa, tubuh

    • Yesus bangkit pada hari ke-3

    • Ada 3 persembahan orang Majus: emas, kemenyan, mur.

    • 3 murid terdekat Yesus: Petrus, Yakobus, Yohanes

    • 3 sosok yang muncul saat Yesus dimuliakan di bukit: Yesus, Musa, Elia

    • 3 ruangan dalam kemah suci yang dibuat Musa: halaman, ruang kudus, ruang maha kudus

    • 3 pemimpin besar saat bangsa Israel keluar dari Mesir: Musa, Harun, Miriam

    • 3 orang yang tidak mau menyembah patung Nebukadnezar: Sadrakh, Mesakh, Abednego.

    • 3 hal yang ada di ujung segalanya: iman, pengharapan, kasih.

 

  • Saat di cek pada peta dunia, di sekitar 33° lintang utara terdapat lokasi-lokasi berikut:

    • Bagdad, Irak “ saat ini masih dalam peperangan dengan ISIS

    • Damaskus, Syria “ perang saudara

    • Beirut, Lebanon “ perang saudara

    • Kabul, Afganistan

    • Nagasaki, Jepang “ dijatuhi bom atom pada perang dunia ke-2

    • Benghazi, Libya

    • Segitiga Bermuda

    • Lembah Megido “ lokasi kelak terjadinya Armagedon.

    • Tempat perkiraan keberadaan taman Eden: pertemuan antara sungai Tigris dan Efrat

 

  • Setan selalu meniru Tuhan, dan membuat segala sesuatunya berseberangan dengan rencana Tuhan.

  • Ibr 3:4 “ Kelompok rahasia menyebut dirinya freemason, pembangun yang bebas. Artinya mareka ingin bebas mendesain sendiri di luar desain Tuhan.

  • Setiap orang yang menolak desain Tuhan dalam hidupnya, ujungnya adalah kehancuran. Karena hanya Yesus-lah yang bisa membangun hidup kita jadi luar biasa.

  • Yer 29: 11 “ Jangan hidup menurut desain kita sendiri, tapi berdasar desain Tuhan.

 

Repentance (Larry Keffauver)

  • Tuhan tidak ingin kita sekedar berubah, tapi harusnya hingga ber-transformasi menjadi semakin serupa dengan Yesus.

  • Saat orang-orang melihat kehidupan kita, mereka ingin melihat Yesus hidup di dalam kita.

  • Yesus mengawali pelayanan dengan seruan untuk bertobat (Mat 4: 17)

  • Petrus juga mengawali pelayanannya dengan seruan untuk bertobat (Kis 2: 38)

  • Pertobatan = metanoeoÌ„ = μετανοέω(G3340). Metanoia artinya merubah arah.

  • Jika hidup kita mengarah kepeda kesalahan dan dosa, untuk bertobat artinya berbalik ke arah yang berlawanan, yaitu menuju kebenaran dan kepada Kristus.

  • Jika saya tidak bertobat, saya berpusat pada diri sendiri dan egois. Saat bertobat, kita berfokus kepada Yesus dan orang-orang lain.

  • Pertobatan tidak hanya diperlukan di awal kehidupan Kristen kita, tapi juga di sepanjang hidup kita.

 

7 langkah/ kualitas yang menandai dukacita Ilahi yang memimpin kepada pertobatan (2Kor 7: 10-11)

1. earnestness – kesungguhan

  • Saat bertobat, kita harus sungguh-sungguh ingin membereskan hubungan kita dengan Tuhan.

  • Ada kesungguhan untuk lari menuju hadirat Tuhan, lari dari ke-egoisan kita, lari dari dunia, lari dari dosa, dan lari kepada belas-kasihan Tuhan.

  • Sering ada dosa-dosa tersembunyi dan rahasia dalam hidup kita: kesombongan, ke-egoisan, amoralitas, pornografi, keserakahan, cinta uang, dll.

  • Di luar kita bisa tampak suci, tapi kita tidak bisa menyembunyikan dosa kita dari Tuhan.

  • Dosa-dosa sehari-hari: pencobaan-pencobaan, keputusan-keputusan yang salah, memperkatakan hal-hal yang menyakit orang lain.

  • Doa yang paling kuno yang diucapkan gereja: Tuhan Yesus Kristus, anak Allah, kasihanilah kami yang berdosa ini.

  • Sama seperti kebutuhan kita untuk mandi setiap hari, setiap hari kita juga perlu dibersihkan dari dosa kita oleh pengampunan dan cinta Tuhan.


2. eagerness to clear yourselves “ keinginan membersihkan diri

  • Saat bertobat, kita ingin bersih, lepas dari beban berlebihan, siap untuk tidak memberi tempat pijakan pada iblis dan dosa dalam hidup kita.

  • Banyak orang yang sibuk membela diri dan memberi alasan untuk dosa-dosa kita, sehingga tidak pernah bertobat.

  • Saat bertobat kita akan menjadi pemberani bagi Kristus dan tidak lagi merasa malu.

  • Alasan untuk tidak berani bersaksi bagi Kristus karena banyak orang menyadari dari dasar hatinya bahwa mereka telah menjadi munafik karena ada dosa yang disembunyikan.

  • Kita tidak bisa memiliki kehidupan yang penuh kuasa tanpa pertobatan.


3. indignation “ kemarahan kudus

  • Saat bertobat, akan ada rasa marah dan jijik untuk diri sendiri karena dosa, ada keinginan untuk menyalibkan daging, ada rasa muak akan dosa-dosa kita.

  • Akar dari penyakit di fisik, emosional dan spiritual, adalah dosa (Yak 5: 16)

  • Dosa-dosa yang tidak kita akui adalah racun bagi relasi-relasi kita, pekerjaan kita, di sekolah.

 

4. Alarm “ tanda bahaya

  • Kadang dalam hidup, kita terlalu dekat dengan api neraka, lalu hidup kita terbakar dengan dosa. Maka alarm dari Roh Kudus mulai berbunyi, supaya kita menghentikan dosa itu.

  • Jangan lari saat alarm Tuhan berbunyi, tapi kita harus lari kepada Tuhan.

  • Tidak ada alasan apapun untuk berbuat dosa dalam hidup kita.


5. Longing “ kerinduan kepeda Tuhan

  • Pertobatan menghasilkan kerinduan kepada Yesus, dan untuk ada dalam hadirat Tuhan, mengalami kekudusan dan kemurnian Tuhan.

  • Bait suci kekudusan Tuhan adalah diri kita. Tuhan ingin kita murni dan bersih.

  • Tuhan mau berikan kepada kita sebuah kerinduan pada hadiratNya, bukan sekedar di gereja, tapi juga di rumah, dalam pernikahan, dalam keluarga, di tempat kerja. Sehingga saat orang-orang melihat hidup kita, mereka akan melihat kerinduan akan Tuhan dalam diri kita.

  • Tidak ada satu hal pun yang kita lakukan bisa membuat kita jadi baik bagi Tuhan. Tapi Tuhan mengasihi kita, setiap kali jika mengaku dosa, Tuhan mengampuni kita.


6. Concern (zeal) – perduli (semangat yang berkobar)

  • Ada orang yang menjadi bosan dengan kekristenan dan menjadi apatis. Akibatnya tidak ada keinginan untuk bercerita tentang Yesus kepada orang-orang yang belum diselamatkan, tidak tergerak untuk membantu sekitar kita karena hati yang dingin.

  • Dukacita Ilahi membangkitkan keprihatinan dan keperdulian atas orang lain, dan semangat yang berkobar-kobar.

  • Pertobatan menghasilkan hasrat dan ke-fanatikan untuk mengasihi Tuhan, orang lain, musuh kita, dan diri kita sendiri.

  • Tidak ada orang yang baik. Kita semua adalah pendosa-pendosa yang diselamatkan oleh kasih karunia Allah.


7. readiness to see justice done “ kesediaan untuk melihat terlaksananya keadilan

  • Saat bertobat, kita tidak hanya ingin memulihkan relasi kita dengan Tuhan, tapi juga dengan sesama.

  • Pertobatan bukan sekedar menyesal, tapi ingin membuat segalanya jadi benar dan pulih kembali.

  • Pertobatan perlu memberikan ganti-rugi.

  • Pertobatan bukan sekedar meminta maaf, tapi juga ingin memperbaikinya.

  • Kita perlu bertobat karena perbuatan dan perkataan kita pada : pasangan, anak-anak, orang tua: sehingga semua hubungan di pulihkan.

  • Pertobatan juga menggerakkan kita untuk melunasi hutang-hutang dan nazar-nazar kita.

  • Pertobatan membuka pintu pengudusan dan transformasi. Tanpa pertobatan kita tidak bisa jadi bersih.

  • Tanpa pertobatan kita tidak akan pernah mengalami belas-kasihan dan kekudusan Tuhan.

  • Tuhan ingin menguduskan kita seutuhnya (1Tes 5: 23-24): tubuh-jiwa-roh, sehingga kita tidak bercela dan hidup menghasilkan buah Roh bagi Tuhan.

  • 1Kor 11: 27-30 “ Kita harus menguji diri kita sendiri sebelum menerima tubuh dan darah Kristus.

  • Saat kita terlalu nyaman dengan dosa-dosa yang tersembunyi, maka ber-akibat Injil tidak bisa dikabarkan, karena revival dimulai dari diri kita.

 

Dari Bertahan hidup sampai berkelimpahan (Yosea Christiono)

  • Tuhan akan bawa kita kepada kelimpahan, sesuai janji Tuhan kepada Abraham. (Kej 12: 1-3)

  • Mengerti posisi kita saat ini menentukan kita akan bergerak ke mana, membuat kita mampu menanti janji Tuhan dengan tenang.

  • Kita tidak bisa meloncat dari posisi bertahan hidup langsung menuju kelimpahan, karena ada tahapan-tahapannya

  • Jika tidak ada peningkatan kehidupan, maka ada yang salah dalam hidup atau pola pikir kita.

  • Kelimpahan bukan hanya soal materi, tapi soal hati, mental dan jiwa yang harus memiliki pondasi untuk menerima kelimpahan.

  • Ul 28: 2 “ Perkataan jika menandakan adanya syarat untuk mendapatkan janji Tuhan: jika hati kita menempel dan memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan.

  • Hati yang menempel pada Tuhan akan mengalami suka-cita, mempengaruhi konsep berfikir, emosi, dan mental kita.

 

Kelimpahan secara materi

  • Fil 4: 10-13 – Paulus mengerti arti kekurangan maupun kelimpahan (ay 5).

  • Ada 5 tahapan kelimpahan, dan ini tidak ditentukan oleh berapa materi yang dimiliki

    1. Bertahan hidup “ dilambangkan jari kelingking

    2. Kekurangan “ dilambangkan jari manis

    3. Cukup “ dilambangkan jari tengah

    4. Lebih dari Cukup “ dilambangkan jari telunjuk

    5. Kelimpahan “ dilambangkan jempol

  • Titik bertahan hidup berada di antara kenyang dan lapar.

  • Dari posisi bertahan hidup kita bisa mencapai kelimpahan melalui tahapan-tahapan seiring pengalaman dengan Tuhan, perubahan pola pikir, perubahan mental, kebiasaan hidup.

  • Yoh 10: 9-10 “ Tuhan Yesus datang untuk menyelamatkan kita. Kemudian Ia menjamin bahwa kita bisa bertahan hidup, bahkan mencapai untuk berkelimpahan.

 

Level Cukup “ Mzm 23: 1-2, 5-6

  • Saat Tuhan gembala kita, maka kita berada di posisi cukup, artinya tidak kekurangan.

  • Ay 5 “ Tuhan membawa dari level tidak kekurangan hingga level limpah

  • Ay 6 “ Frase kebajikan dan kemurahan berbicara tentang hati dan jiwa kita.

  • Fil 4: 11 “ Saat menulis ini posisi Paulus sebenarnya dalam kondisi kekurangan, bahkan kelaparan. Tapi Paulus memilih bersikap: belajar mencukupkan diri.

  • Level cukup adalah saat pemasukan seimbang dengan pengeluaran

  • Tuhan akan beri kita berkat. Tapi jika kita tidak bisa me-manage dengan baik, maka kita tidak akan pernah mencapai kelimpahan.

  • 1Tim 6: 6-8 “ Paulus mengajarkan Timotius untuk mencukupkan diri dalam segala situasi, dan selalu bersyukur.

  • Saat kita berkata cukup, maka hati kita tenang (semeleh), tidak resah (kemrungsung).

  • Orang yang merasa kurang, seluruh pemikiran dipenuhi kekuatiran, sehingga saat ibadah Firman tidak bisa masuk.

  • Orang yang berkata cukup, beban pikiran hanya 40-60%, sehingga masih ada ruang untuk menerima Firman Tuhan.

  • Berkecukupan adalah ketika pemasukan saya seimbang dengan kebutuhan saya.

  • Ams 30: 7-9 “ Miskin artinya di level bertahan hidup. Kekayaan artinya di level lebih dari cukup atau limpah.

  • Rasa cukup itu membuat teduh, tidak resah (kemrungsung), dan memberikan kekuatan pada mental dan hati kita.


Level bertahan hidup

  • Mat 6: 25-26 “ Kita tidak perlu khawatir tentang hidup kita, karena Tuhan menjamin kita bisa bertahan hidup: pasti makan.

  • Jika bisa makan, ucapkan syukur, karena itu akan memberikan ketenangan pada jiwa kita.

  • Gengsi membuat pintu besar yang tertutup saat kita butuh pertolongan dari orang lain.
    Tuhan bisa gunakan siapapun untuk membuat kita bertahan hidup.


Level Kekurangan

  • Pkh 5: 9 “ Orang yang tidak punya rasa cukup dan rasa puas, adalah orang yang di level kekurangan.

  • Orang yang cinta uang, tidak bisa memberi dengan sukacita.

 

 

  • Setiap orang berhak menilai dirinya sendiri, tetapi kerelaan mentaati kehendak Tuhan akan membawa kepada kelimpahan yang sesungguhnya.

  • Perpuluhan adalah hak Tuhan. Sekedar memberi perpuluhan, artinya sekedar mengembalikan hak Tuhan, maka tidak akan bisa mencapai kelimpahan, karena masih cinta uang.

  • Memberi harus dengan SUKACITA dan BERTANGGUNG-JAWAB.

 

Kelimpahan secara Jiwa (3Yoh 1: 2)

  • Baik-baik dan sehat-sehat dalam segala sesuatu: mental, emosi, keuangan, materi, hubungan, pekerjaan. Saat jiwa kita baik-baik, maka segala sesuatu akan baik-baik.

  • Jiwa yang limpah mengatakan bahwa dirinya limpah dan lebih dari cukup, maka segala sesuatunya akan lebih dari cukup dan limpah.

  • Jiwa yang limpah memiliki kelonggaran dalam segala hal.

  • Jiwa yang berkelimpahan:

    1. Bersumber dari hati yang berharap dan mengandalkan Tuhan (Yer 17: 7-8)

    2. Memiliki emosi yang sehat karena diterima, dicintai, dan memiliki gairah kehidupan (Mat 3: 17)

    3. Memiliki pikiran Kristus yang mengenal kehendak Bapa dan berhati hamba (Fil 2: 1-5)

    4. Memiliki kehendak yang sejalan dengan kehendak Tuhan (Rm 12: 2)

  • Setiap kita punya destiny spesial. Membandingkan hidup kita dengan orang lain membuat level hidup kita tidak bisa naik, jadi iri hati, tidak tenang, susah menerima masukan.

  • Kelimpahan adalah memiliki SANGAT BANYAK KELONGGARAN dalam segala sesuatu: Untuk memberi, untuk perduli, untuk mengasihi, untuk mendengarkan, untuk menolong, untuk menasehati, untuk memperhatikan, untuk berkorban, untuk taat, untuk memberkati.

  • Kita atur keuangan, sehingga punya simpanan/ tabungan. Sehingga saat tergerak untuk memberi, kita bisa memberi dengan bebas.

  • Salah satu kesedihan: ingin memberi, tapi tidak punya.

  • Orang yang perduli: tidak hanya melihat kepentingan sendiri. Saat orang lain membutuhkan bantuan, kita bisa melihat kebutuhannya dan mengulurkan tangan untuk membantu.

  • Ams 19: 17 “ Perpuluhan membuka tingkap langit di atas kita. Tetapi berapa berkat yang kita terima tergantung dari kemurahan dan kelimpahan hati kita dalam memberi.

  • 2Kor 8: 2-3 “ Makedonia adalah jemaat yang miskin secara materi, tapi memiliki mental memberi. Mereka memberi melampaui kemampuan mereka.

  • 2Kor 8: 7 “ Ada sukacita besar dalam melayani Tuhan.

  • Why 3: 15-19 “ Kondisi kita di hadapan Tuhan. Kita bisa saja kaya secara materi, tapi Tuhan bisa melihat kita sebaliknya.

 

The Power of GOD Presence (Harold Gingerich)

  • Hadirat Tuhan lebih dari sekedar emosi. Merasakan hadirat Tuhan adalah baik, tapi walau kita tidak bisa merasakannya, Tuhan tetap beserta kita.

  • Hadirat Tuhan adalah Kuasa Tuhan, dan kuasa inilah yang membuat perbedaan nyata dalam hidup kita.

  • Apapun situasinya, kemanapun kita pergi, kita merasa atau tidak, Tuhan menyertai kita.

  • Saat kita menyadari hadirat Tuhan, maka hidup kita akan berubah.

  • Saat kita tidak menyadari hadirat Tuhan yang menyertai kita, kita bisa stress seperti orang-orang lain.

  • Saat kita tahu bahwa hadirat Tuhan menyertai kita, kita bisa memasuki berbagai situasi dengan tenang, karena kita membawa Raja Damai ke dalam situasi tersebut. Kemudian damai sejahtera Tuhan di dalam kita akan mulai membawa kedamaian pada situasi tersebut.

  • Kita membawa hadirat Tuhan kemanapun kita pergi. Bukan kita yang menyentuh hati orang-orang, tapi hadirat Tuhan di dalam kita.

  • Kel 33: 12-17 “ Tuhan berkata bahwa Musa memperoleh kasih karuniaNya (favor). Untuk bisa berjalan dalam kasih-karunia Tuhan, kuncinya adalah tahu jalan-jalan Tuhan.

  • Ilustrasi: Seseorang mempunyai kartu debit, punya uang di bank, tapi lupa nomor pin ATM. Maka kartu itu tidak berguna.

  • Semakin kita mengenal jalan-jalan Tuhan, semakin kita mengenal pribadi Tuhan. Semakin kita mengenal Tuhan, maka semakin banyak kasih karunia Tuhan yang bisa kita alami.

  • Kata mengenal artinya mengenal secara intim seperti suami-istri mengenal satu sama lain, melalui suatu relasi dan kontak. Bukan pengenalan intelektual atau karena membaca buku.

  • Semakin intim kita mengenal jalan-jalan Tuhan, maka semakin kita intim dengan pribadiNya, maka semakin banyak kasih-karunia Tuhan yang bisa kita alami dalam hidup kita.

  • Mzm 103: 7 “ Orang Israel tahu berkat dan mujizat Tuhan, tapi tidak tahu jalan-jalan Tuhan. Maka orang Israel tidak bisa hidup dalam kasih karunia Tuhan (favor of God) seperti Musa.

  • Kel 34: 29 “ Kuasa Tuhan terjadi pada Musa: wajahnya bersinar karena berada dalam hadirat Tuhan selama 40 hari. Orang-orang Israel melihatnya, tapi Musa tidak mengetahuinya.

  • Saat kita ambil waktu dalam hadirat Tuhan, maka kuasa hadirat Tuhan melingkupi kita. Kuasa Tuhan itu membuat orang-orang agamawi di sekitar kita merasa tidak nyaman karena mereka tidak mengenal hadirat Tuhan, dan mereka tidak memiliki hadirat Tuhan.

  • Saat kuasa kehadiranNya ada di atas kita, akan ada perbedaan jelas dalam hidup kita.

  • Mzm 23: 4a “ Kuasa kehadiran Tuhan dalam hidup kita juga berarti kita tidak perlu ketakutan!

  • Mat 28: 20b, Yoh 14: 15-16 “ Tuhan menyertai kita selama-lamanya.

  • Yesus adalah Roh Kebenaran. Dunia tidak kenal dan melihat Dia. Tapi kita tahu dan mengenal Dia, karena Dia tinggal di dalam kita.

  • Bagi para murid-murid Tuhan saat itu, pengajaran ini adalah hal baru, karena dalam Perjanjian Lama Roh Kudus turun atas orang-orang tertentu, untuk waktu terbatas, dan tujuan spesifik.

 

  • Doa: Bapa, buat saya menyadari hadiratMu hari ini, tunjukkan hal-hal kecil yang Kau buat di hidupku, jadikan saya peka terhadap kebutuhan orang-orang yang saya jumpai, dan berikan saya satu kata untuk menyemangati mereka, dan membawa mereka kepada Kristus.

 

  • Saat kita bisa melihat berkat-berkat kecil Tuhan, kita akan melihat sebuah berkat yang besar.

  • Kemanapun kita pergi, kuasa hadirat Tuhan menyertai kita, baik kita bisa merasakan atau tidak. Kita hanya perlu menyadari kehadiranNya.

 

Far Beyond the Call of Duty (Petrus Agung)

2 Raj 4: 8-13

  • Kisah ini berbicara tentang seseorang yang tidak punya permintaan apapun. Dia merasa baik-baik: bahagia, kaya, terpandang. Yang mengetahui kebutuhan perempuan Sunem ini adalah Gehazi, dan itu diusulkan ke nabi. Maka perempuan ini mendapat seorang anak laki-laki.

  • Ada hal-hal yang membuat Tuhan memberikan anugerah dan berkatNya kepada kita secara limpah, tanpa kita ber-inisiatif memintanya, bahkan tak terfikir sebelumnya


1. Melihat sesuatu yang luar biasa di balik hal-hal yang biasa

  • Wanita ini bisa melihat suatu hal istimewa dibalik hal-hal yang normal/ biasa-biasa: nabi Tuhan yang dari waktu ke waktu melewati daerah tinggalnya.

  • Ada banyak hal yang tersembunyi dari yang Tuhan lakukan, dan banyak orang anggap itu biasa. Tapi jika diperhatikan ternyata di baliknya tersimpan hal yang luar biasa.

  • Contoh:

    • Angin. Ada yang bisa menggunakannya menjadi sumber tenaga/ energi yang luar biasa. Misal: kincir angin.

    • Air. Ada yang bisa mengubah air yang biasa, jadi sumber tenaga yang luar biasa.

  • Semua jenis mujizat di Alkitab selalu dari hal yang biasa-biasa saja: air jadi anggur, 5 roti 2 ikan, garam ditabur Elisa pada mata air di Yeriko, minyak dalam buli-buli.

  • Minta supaya mata kita dibukakan Tuhan, sehingga apapun yang kelihatannya biasa-biasa saja di sekitar kita, bisa jadi luar biasa.

  • Tumpangi mata kita setiap pagi, minta supaya Tuhan buka sehingga kita bisa melihat semua yang biasa-biasa saja menjadi luar biasa.


2. Menawarkan dengan
passion hingga nabi berubah pikiran (2Raj 4: 8a, NKJV)

  • Dibujuk (pursuaded) artinya ditawari beberapa kali hingga tergerak hatinya. Wanita ini bukan sekedar menawari 1x, tapi membujuk hingga Elisa mau singgah untuk makan.

  • Untuk bisa membujuk dibutuhkan passion. Tanpa passion yang cukup, tidak bisa membujuk seseorang untuk berubah pikiran.

  • Seberapa kita mengingini sesuatu dari Tuhan, bisa terlihat dari cara pendekatan kita.

  • Tuhan adalah Tuhan yang menyembunyikan diri, maka kita harus mencarinya. Contoh: kisah 2 murid yang ke Emaus.

  • Kita sering kehilangan berkat Tuhan karena kita kurang membujuk dan kurang passion.

  • Segala sesuatu yang tidak keluar dari passion kita, hingga kita sangat mau hal itu dan terus hadapkan ke Tuhan, maka hal itu tidak pernah datang ke hidup kita.

  • Yang dibutuhkan adalah passion yang kuat. Jika itu keluar dari hati kita, maka Elisa (the Lord of my salvation) akan singgah di hidup kita


3. Mampu membuat nabi merasa nyaman
(2Raj 4: 8b, MSG)

  • Elisa dari orang yang berkata tidak, jadi orang yang biasa mampir, karena merasa nyaman.

  • Dalam dunia bisnis, jika pelayanan kita memuaskan pelanggan, maka pelanggan itu akan menjadi pelanggan tetap kita.

  • Banyak orang ingin dipakai dan diurapi Tuhan, lalu Tuhan urapi. Tapi masalahnya bagaimana supaya hidup kita bisa membuat Roh Kudus betah, bergaul, dan kerja bersama kita.

  • Roh Kudus adalah pribadi: punya perasaan, selera, dan kehendak. Roh Kudus tidak bisa bekerja bersama orang-orang yang tidak sesuai dengan kepribadian Roh Kudus.

  • Wanita Sunem membangun kamar di atas rumahnya, dan tangganya terletak di luar. Maka nabi bisa singgah kapanpun.

  • Bagi banyak orang Tuhan seperti pribadi yang diperas untuk memenuhi kebutuhan mereka.

  • Kuncinya: sukakan hati Tuhan hingga Roh Kudus betah bersama kita, lalu Dia bawa kita dalam perjalanan yang luar biasa,


4. Memberi jauh melebihi dari sekedar tugas
(2Raj 4: 13a, MSG)

  • Semua yang dilakukan wanita sunem dikatakan: melakukan jauh lebih dari yang seharusnya menjadi tugasnya.

  • Banyak anak muda yang awalnya berapi-api, tapi saat mulai kuliah atau kerja, maka pelayanannya mengendor.

  • Jika kita bersikap sembarangan dengan hidup kita, maka saat meninggal masih ada 90% potensi yang belum disentuh dan dikerjakan.

  • Perempuan Sunem ini sudah kaya dan tidak punya kebutuhan lain. Tapi passion-nya kepada Tuhan luar biasa, sehingga bisa membuat nabi terbiasa singgah, bahkan merasa nyaman.

  • Jika hati kita penuh passion dengan Tuhan, melakukan far beyond the call of duty, maka hal-hal yang ajaib akan terjadi: Tuhan menurunkan anugerah, berkat dan kemurahan di hidup kita.

153 (Petrus Agung)

Yoh 21: 1-11

  • Menurut Jerome (ahli Alkitab di abad 4): Di jaman Yesus, para ahli mengatakan bahwa ikan terbagi atas 153 jenis.

  • Kisah ini berarti tidak ada satu jenis manusia-pun yang tidak bisa kita tangkap dan menangkan. Kisah ini juga berarti tidak ada satu berkat pun yang meleset dari tangan kita.

  • Kuasa kebangkitan Tuhan Yesus berkat secara maksimal kepada gerejanya: jiwa-jiwa maupun materi.


Yeh 47: 10-14

  • Ay 10 “ sungai, tapi jenis ikannya lengkap seperti lautan. En-Gedi sampai ke En-Eglaim: jatah Kanaan yang Tuhan bagikan untuk kita.

  • En-Gedi = ›eÌ‚yn gediÌ‚y = עין גּדי(H5872) = mata air anak-anak (fountain of a kid)

  • Kid 1: 14 “ En-Gedi selalu menggambarkan semua yang terbaik dari Tuhan: kelimpahan, kekudusan, cinta, perlindungan, berkat.

    • Tempat Tuhan menemukan kekasihNya.

    • Penghasil balsam yang merupakan obat.

    • Tempat tumbuhan yang akar dan daunnya untuk bahan parfum.

    • Tempat Daud bersembunyi dari Saul.

    • Lokasi satu-satunya air terjun di Israel.

  • En-Eglaim = ›eÌ‚yn ›eglayim = עין עגלים(H5882) = mata air dari 2 anak lembu (fountainoftwocalves)

  • Frase dua anak lembu berkaitan dengan Yerobeam. Yerobeam menyakiti hati Tuhan dengan membuat 2 anak lembu jantan emas untuk disembah oleh orang-orang Israel (1Raj 12: 28-30)

  • En-Gedi menggambarkan semua yang baik dan kecintaan Tuhan, En-Eglaim adalah tempat yang Tuhan benci dan tempat semua kejahatan.

  • Tuhan mau kita tebarkan jala, karena semua bisa dituai: dari yang paling mulia hingga paling hina, dari yang paling suci hingga paling najis, dari yang paling baik hingga paling jahat.

  • Pernyataan dari buku karangan John Maxwell: Di abad-21 kesuksesan seseorang tergantung bagaimana kita membangun jala (nets).

  • Jaring yang harus dibuat adalah yang membuat kita:

    • Lepas dari zona nyaman.

    • Keluar dari lingkup keahlian kita: Ini untuk memperluas kemungkinan lingkup kerja kita.

    • Keluar dari zona kekuatan kita

  • Jika gereja menutup diri dari luar, maka perkembangan gereja hanya mengambil jemaat orang lain, tidak punya kemampuan menjangkau jiwa baru di luar.

  • Jaring Yesus: bergaul dengan orang dari berbagai lapisan: wanita Samaria, perwira romawi, Zakeus, Maria Magdalena, Nikodemus, Yudas, dll.

  • Di akhir jaman, bisa jadi orang-orang berdosa akan masuk surga mendahului orang-orang yang sok suci. (Luk 14: 21b)

  • Garam dunia (Mat 5: 13a): garam mempunyai 14 ribu fungsi. Saat Tuhan berkata bahwa kita garam, artinya potensi yang Tuhan beri kepada kita sangat banyak, tapi belum kita kerjakan.

  • Kita harus jadi garam yang luar biasa! Garam bagus hanya saat bersentuhan/ bercampur, maka kita harus menabur kebaikan, berbuat sesuatu yang berbeda.

  • Yes 54: 2-4 “ melapangkan tenda. Gereja tidak berpolitik. Tapi saat gereja punya pengaruh, maka mau-tidak mau akan bersentuhan dengan politik. Jika gereja bisa mewarnai politik dengan baik, maka akan jadi baik, tanpa gereja ikut-ikutan kampanye.

  • Tebarkan jala dari ekstrim ke ekstrim, dari yang paling baik hingga paling brengsek, dari yang paling penuh kasih, hingga yang paling penuh kebencian. Maka jiwa-jiwa akan diselamatkan dan hidup kita diberkati Tuhan.

 

Survey and Mapping (Petrus Agung)

  • Banyak jemaat yang rohaninya disegarkan dalam KKR, tapi setelah pulang semua berlalu biasa saja, tidak ada perubahan, tidak ada terobosan, hanya menunggu KKR berikutnya.


Yos 18: 1-10

  • Kemah pertemuan di Silo (place of rest) karena Israel sudah mengalami kemenangan besar atas Kanaan. Tapi ada 7 suku yang belum mendapat milik pusaka.

  • Yosua berkata bahwa Israel malas dan lamban, tapi lalu Yosua memberikan solusi (Yos 18: 4-10). Ini artinya sebagian tidak tahu apa yang harus dilakukan, bukan sekedar malas.

  • Orang tidak menikmati kemenangan di dunia nyata bukan sekedar karena malas, tapi kebanyakan tidak tahu harus memulai dari mana, dan harus berbuat apa.

  • Sehebat apapun keberadaan kita, jika tidak tahu langkah yang harus dilakukan, maka semua tidak berguna, tidak menikmati janji Tuhan, ujungnya marah pada Tuhan.

  • Contohnya:

    • Punya kendaraan yang canggih, tapi tidak diajari cara menyalakan mesinnya.

    • Punya gadget paling canggih, tapi tidak tahu cara menghidupkan.

    • Punya kulkas, tapi di daerahnya tidak ada listrik, akhirnya hanya berfungsi jadi lemari baju.


Suku-suku yang belum dapat jatah tanah pusaka:

  1. Benyamin (anak dari tangan kananku) : Kita bisa punya status yang hebat, tapi itu tidak menjamin kita memperoleh hasil yang hebat, jika kita tidak tahu apa yang harus diperbuat.

  2. Simeon (didengar) : Doa dan permohonan kita PASTI didengar Tuhan. Tapi jika kita kurang mendengar Tuhan, maka saat jawaban Tuhan datang kita tidak bisa mendengarnya.

  3. Zebulon (ditinggikan) : Status dan peninggian yang Tuhan berikan jangan di-sia-siakan atau buang, jangan sampai jadi tumpukan janji Tuhan yang tidak bisa kita nikmati.

  4. Isakhar (ada balas jasa/ hadiah) : Tuhan berikan janji hadiah dan bonus, tapi jika tidak kita ambil maka tidak kita dapatkan secara fisik.

  5. Asher (happy) : Kebahagiaan karena Tuhan akan menyembuhkan batin kita. Tapi banyak urusan dunia yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan sekedar tertawa.

  6. Naftali (bergulat/ wrestling) : Ada orang yang dengan perjuangan dan pergulatannya bisa berhasil, tapi ada juga yang tidak berhasil.

  7. Dan (hakim) : Ada kelompok orang yang punya banyak pengetahuan, tapi hanya digunakan untuk berkomentar atau menghakimi, tapi juga tidak mendapat apapun.

 

  • Yang membuat kita bisa mengalami terobosan adalah jika kita bisa mengkombinasikan antara hal yang seharusnya jadi bagian kita, dengan penetapan yang dari Tuhan.

  • Yos 18: 4-6 “ Langkah pertama untuk menentuk tindakan selanjutnya:

    1. Melakukan-survei (mengumpulkan data, melihat keadaan)

    2. Memetakan daerah (survey and map the land)

    3. Membagi tanah itu dibagi menjadi 7.

    4. Tuhan yang menentukan tanah pusaka masing-masing suku.

 

  • Pengintai dari 7 suku bertugas menjelajahi seluruh tanah, lalu membuat petanya. Kemudian Tuhanlah yang menentukan bagian bagi masing-masing suku.

  • Tanggung jawab kita adalah melakukan survei dan pemetaan.

  • Jika kita hanya diam dan tidak berbuat apa-apa, artinya tidak bertanggung-jawab atas jatah kita sendiri. Akibatnya Tuhan bisa memotong jatah kita.

  • Contoh aplikasi survei dan pemetaan dari KKN p Agung

  • Lakukan survey dan pemetaan dalam menghadapi apapun, hadapkan ke Tuhan, maka kita tahu ke mana harus pergi, dan kita bisa menikmati Kanaan kita, janji Tuhan jadi kenyataan.

  • Semua ilmu kehidupan ada dalam Firman Tuhan, Tuhan mau buka dan tunjukkan itu. Jika kita bisa tangkap, kita akan segera memasuki masa-masa yang luar biasa, yang di roh jadi daging.

 

Tanggung Jawab (Petrus Agung)

1. Mempersiapkan diri sebagai pelayan yang siap (Luk 12: 35)

  • Kita hadir dengan sikap siap melayani, jangan datang hanya sebagai pengunjung atau penonton.

  • Mat 6: 22-23 “ Yang membuat pelita kita tetap menyala: melihat dengan mata yang terang.

  • Kita harus punya hati hamba, tapi cara melihat kita harus terang, tidak mata gelap dan mudah emosi.

  • Orang yang mata gelap mudah emosi, tidak akan bisa menjadi pelayan yang baik.

  • Luk 12: 36 “ Dalam KKR kita harus selalu siap sedia, karena sewaktu-waktu Tuhan mengetuk.

  • Luk 12: 37 “ Saat kita membuka pintu, maka upah kita adalah: Tuhan yang melayani kita.

  • Pelayan yang siap akan datang sedini mungkin, sebelum semua tamu datang. Dan pelayan itu harus tetap siap hingga pesta selesai.

 

2. Menjadi manajer yang dapat diandalkan (the dependable manager) “ Luk 12: 41-44

  • Luk 12: 42 “ Memberi makan hamba yang lain artinya kita mengurus orang-orang. Jika ini bisa kita lakukan dengan baik, Tuhan akan percayai kita untuk mengurus harta Tuhan.

  • Tuhan mencari orang yang bisa mengatur, bisa dipercayai, dan dapat Tuhan andalkan.

  • Semakin sulit tugas yang Tuhan berikan, semakin besar kepercayaan Tuhan pada kita

 

3. Pelayan yang penuh akal sehat (common sense)

  • Pelayan yang baik harus penuh akal sehat, bukan yang emosional dan meledak-ledak.

  • Pelayan yang baik harus bisa menekan perasaannya, karena tidak semua yang dilayani bersikap manis. Ada yang perkataannya menyakitkan hati, atau yang bertindak semaunya.

  • Untuk tetap bertahan dengan akal sehat, miliki pemikiran: “yang waras “ yang mengalah”

  • Kita diberi kepercayaan jadi tuan rumah karena Tuhan yakin kita mampu.


4. Tidak memiliki hati yang jahat “ Luk 12: 45-46

  • Memukul bisa dengan perkataan dan sikap.

  • Jika kita di posisi di atas dan punya otoritas, kita mesti waspadai respon kita kepada orang-orang di bawah kita, karena kita bisa salah di hadapan Tuhan.

  • Hati-hati dalam bersikap, terutama dengan orang yang tidak bisa berbuat apa-apa saat direndahkan/ dihina. Karena Tuhan mencatat, dan kemudian bisa balikkan keadaan.

  • Balas menghina/ merendahkan adalah sesuatu yang tidak ada gunanya.

  • Siapapun yang Tuhan percayakan datang dalam kehidupan kita, terutama mereka yang tidak bisa membalas kebaikan kita: beri terbaik yang kita bisa.

  • Semakin orang tidak bisa membalas kebaikan hati kita, semakin Tuhan memberkati hidup kita

  • Mari punya pengabdian dan melayani Tuhan dengan segenap hati.

 

5. Harus memiliki persiapan “ Luk 12: 47

  • Siapkan diri kita! Walau datang sebagai jemaat, hati harus tetap siap untuk melayani. Misalnya memberi makan atau minum pada seseorang yang kalihatannya butuh makan/ minum.

  • Orang yang tidak memiliki persiapan, bertindak kasar dan merendahkan orang lain, akan dibuang.

  • Setiap kebaikan kita akan membuka pintu berkat bagi hidup kita

  • Luk 12: 48 “ Karunia yang besar berasal dari tanggung-jawab yang besar

  • Seberapa Tuhan percayai kita, di dalamnya ada tanggung jawab !

 

5 Hal yang Membuat Orang Tidak Bisa Jadi Besar (Petrus Agung)

  • Mat 14: 12-21 “ peristiwa 5 roti 2 ikan bisa memberi makan ribuan orang, bahkan sisa 12 bakul. Dari sesuatu yang kecil diubah menjadi begitu besar.

  • Tuhan merencanakan yang terbaik buat kita semua, tapi ada hal-hal yang menghambat seseorang untuk bisa jadi besar.


1. Tidak mau repot

  • Jika kita tidak mau repot, tidak mau kerja keras, hanya ingin rileks, hanya urusi kepentingan sendiri, maka kita tidak akan bisa memberikan yang terbaik, dan tidak pernah bisa jadi besar.

  • Semakin banyak tanggung-jawab akan merepotkan, dan memerlukan kerja lebih keras, doa lebih banyak, dll.

  • Contoh:

    • event organizer yang tidak mau repot hanya akan mendapatkan job-job kecil.

    • Musa mengurus 2 juta bangsa Israel yang menuju Kanaan.

  • Ilustrasi: beda antara fine-dining dengan makan di warung.

    • Fine-dining “ disambut pelayan, ada ucapan terima kasih, dll. Warung “ langsung duduk.

    • Fine-dining “ menu-menu terbaik ditawarkan dan jelaskan, bahkan sejarah dan cara pembuatan dijelaskan. Warung “ kita pilih sendiri.

  • Ilustrasi: Perusahaan kontraktor yang memberikan bonus pensiun bagi 3 karyawan, bentuknya adalah karya terakhir mereka di perusahaan, yang dibangun dengan dana perusahaan. Karyawan yang mau repot dan memberikan karya terbaik mendapatkan hasil terbaik.

  • Kerjakan segala sesuatu hingga tuntas, dan dengan penuh tanggung jawab.

  • Kesaksian: Jika P Agung tidak serius saat dimintai bantuan mengawasi pembangunan rumah rekannya, maka ketika Tuhan berikan rumah itu kepada p Agung hari ini, yang didapat adalah rumah dengan kualitas asal-asalan.

  • Lot tidak mau dibawa malaikat ke puncak gunung, dan memilih tinggal di Zoar. Maka destiny-nya terpotong habis, dan kisah tentang Lot berakhir.


2. Tidak mau berfikir atau tidak mau menggumulkan.

  • Tuhan beri kita banyak potensi, tapi kita sering kurang menghargai potensi itu.

  • Sekecil apapun Tuhan berikan sesuatu pada kita, potensi multiplikasinya tetap luar biasa.

  • Ilustrasi: seorang menemukan koin di jalan. Karena dia menganggap ini sebagai berkat Tuhan, maka dia coba tawarkan pada kolektor, dan ujungnya dia jadi kaya.

  • Kesaksian: 2 orang teman p Agung hendak membuat suatu proyek dengan modal milyar-an. Tapi ketika mereka mau memulai sesuai saran p Agung, yaitu dengan dana yang ada, usaha mereka berhasil.

  • Lihat apa yang sudah Tuhan letakkan di tangan kita. Jika itu kita gumulkan, minta hikmat Tuhan, maka akan menjadi sesuatu yang besar.


3. Tidak mau mengatur/ manage

  • Tuhan awali mujizat dengan memerintahkan orang banyak untuk duduk berkelompok.

    • Mereka harus duduk hingga tidak berebut.

    • Mereka harus berkelompok sehingga tidak ada yang tidak kebagian.

  • Bagian Tuhan melakukan multiplikasi, bagian kita mengatur wadah bagi berkat itu.

  • Kita harus menata hidup dengan baik, sehingga berkat Tuhan yang akan datang tidak tercecer.

  • Contoh:

    • Sebelum mujizat penggandaan minyak seorang janda, Elia terlebih dulu memerintahkannya mengumpulkan banyak wadah.

    • Manusia diciptakan Tuhan di hari terakhir. Segala hal diciptakan dan diatur lebih dulu, baru kemudian manusia diciptakan, sehingga bisa hidup.

    • Survey membuktikan bahwa orang-orang yang menang lotre ujungnya lebih miskin dari sebelum menang, karena tidak siap me-manage uang itu.

  • Jika kita tidak mempersiapkan diri, maka yang terjadi adalah saling menunggu: manusia menunggu berkat Tuhan, Tuhan menunggu kita menyiapkan wadah.


4. Tidak mau menghitung

  • Perikop cerita menyebutkan banyak angka: 5000 pria, 5 roti, 2 ikan, 12 bakul, 200 dinar, dst.

  • Kehidupan kita semua ada hitungannya. Orang yang bisa menghitung dengan tepat akan menang dengan luar biasa.

  • Ilustrasi: pertandingan tinju M Ali lawan George Foreman, di Zaire.

    • Ronde 1-6 Ali nyaris tidak berkutik dan dihajar oleh lawannya.

    • Ali tidak bisa membalas memukul, tapi membalas dengan perkataan yang merendahkan.

    • Foreman kemudian emosi, lupa taktik, menyerang membabi-buta, dan akhirnya kekuatan pukulannya menurun. Di ronde 7 tenaga Foreman sudah habis.

    • Di ronde 8, dengan 2 pukulan Ali merobohkan Foreman.

  • Jika ingin menjadi besar, kita harus menghitung segala sesuatu dalam hidup kita.


5. Tidak mau keluar biaya, maunya gratis.

  • Banyak orang ingin jadi besar, tapi tidak mau korban, maka tidak akan pernah bisa.

  • Kesaksian:

    • Saat P Agung diundang ke kota kecil di luar pulau, p Agung tidak menentukan tarif, semua dana akomodasi ditanggung tim JKI, bahkan juga membantu kekurangan dana panitia.

    • Saat acara orang-orang hadir tepat waktu, dengan penuh kehausan akan Tuhan. Roh Tuhan bekerja dengan dahsyat.

Pentakosta (Petrus Agung)

  • Roh Kudus adalah pribadi yang membuat banyak pertentangan, karena banyak anak Tuhan tidak kenal Roh Kudus secara pribadi: karakter, watak, hati, sifat.

  • Karunia, kuasa dan manifestasi Roh Tuhan sudah banyak dibicarakan. Orang kurang suka membicarakan tentang buah Roh, padahal ini sama pentingnya dengan karunia Roh.

  • Banyak orang bisa mendengar suara Tuhan, tapi tidak mengerti hatiNya.

  • Kita harus bergaul dengan Roh Kudus dengan benar, membaca Alkitab, biarkan Roh Kudus menuntun kita, maka akan ada perubahan yang ditimbulkan karena pergaulan itu.

  • Luk 4: 18-19 “ Yesus di Nazaret membuka kitab Yesaya, membaca ayat ini, dan berkata bahwa hari itu ayat tersebut digenapi.


1. to preach the gospel to the poor

  • Kemiskinan digambarkan sebagai orang yang meringkuk, tidak punya kebutuhan dasar. Kemiskinan dalam urusan: harta, pengaruh, posisi, kehormatan.

  • Kata menyampaikan artinya seperti mengkhotbahkan sesuatu.

  • Kemiskinan dalam bentuk apapun bisa dikalahkan jika kita belajar Firman Tuhan. Kabar baik harus dikhotbahkan dan diajarkan

  • 1Yoh 2: 27 “ Urapan Roh Kudus mengajari tentang segala sesuatu, diantaranya untuk lepas dari kemiskinan apapun yang membuat kita tidak bisa mencapai destiny yang Tuhan tetapkan.

  • Ada banyak pelajaran yang kita terima dan dapatkan di sekolah, tapi hari ini sudah lupa, tidak kita gunakan dalam hidup sehari-hari, dan seolah tidak berarti.

  • Ada juga hal-hal yang dulu kita kuasai, hari ini walau sudah lama tidak kita latih, tapi kita masih menguasainya. Misalnya berenang dan bersepeda.

  • Jika kita sekedar mendengar khotbah, kita mudah lupa. Supaya tidak lupa, minta Roh Kudus untuk ajari kita, lalu Roh Kudus akan ajak kita berjalan bersamaNya.

  • Yoh 16: 13 “ Roh Kudus bukan hanya berbicara, tapi menggandeng dan membimbing kita kepada seluruh kebenaran.

  • Kita harus mau untuk setiap hari berjalan bersama Roh Kudus. Maka saat pengajaran itu masuk ke dalam diri kita, hingga tertanam/ ter-investasi, bahkan menjadi insting.

  • Orang yang konseling kepada p Agung terbagi 2:

    • Sebagian besar minta didoakan, karena menurut mereka doa p Agung manjur. Kelompok ini tidak belajar, dan selalu kembali minta didoakan untuk hal lain.

    • Sedikit orang datang minta diajari cara menghadapi problem-nya. Kelompok ini akan belajar sendiri dengan Roh Kudus, sehingga akan mampu menghadapi masalah lain.

  • Hasil perjalanan dan pelajaran hidup dengan Roh Kudus tidak pernah hilang, bahkan makin lama makin cakap dan ahli.

  • Kecakapan itu merupakan gabungan dari: keterampilan (skill) bekerja dengan Tuhan, kemampuan mendengar suara Tuhan, kemampuan membedakan suara Tuhan (discernmen), pengenalan akan Tuhan, tahu batasan permohonan, tahu perasaan Roh Kudus, dll.

  • Saat kabar baik diberitakan pada orang miskin, artinya kemiskinan akan dihapuskan Tuhan.


2.
to proclaim

  • Kata “memberitakan) (proclaim) disebutkan 2 kali. Kata to proclaim artinya sesuatu yang disampaikan oleh seseorang yang punya otoritas, dan harus didengar dan dituruti.

  • Fakta Ilmiah:

    • Partikel Tuhan: partikel terkecil yang dianggap menyusun semua semesta. Saat diteliti di komputer, ternyata partikel ini berbentuk lagu.

    • Pada pembedahan otak, jika salah satu syaraf disentuh, bagian tubuh tertentu bergerak. Jika yang disentuh adalah syaraf untuk berbicara, maka seluruh badan ber-reaksi.

 

  • Saat dua fakta ini digabungkan, kesimpulannya perkataan dan deklarasi kita sangat penting.

  • Perkatakan Firman Tuhan, perbanyak menyembah Tuhan, maka kita akan melihat bahwa partikel Tuhan bekerja dalam hidup kita.

  • Tuhan ingin cepat, tapi kita begitu lambat. Maka kita harus minta Tuhan ajari dan jalan bersama, hingga semua insting rohani kita keluar.

  • Jika kita memburu pengertian tentang rahasia kehidupan dari Tuhan, barulah kita diajari Roh Kudus kebenaran-kebenaran, hingga saat menghadapi sesuatu masalah, insting kita muncul.

  • Jangan berhenti hanya di bahasa Roh dan karunia, tapi biarkan hari-demi hari kita jalan bersama Roh Kudus, dan terjadi perubahan yang radikal.