admin

Crossing Over (Evelyn Nadeak)

Mrk 4: 35-41

  • Transisi adalah perubahan dari musim ke musim di hidup kita.

  • Jangan mencari solusi permanen untuk masalah yang temporer. Contoh: bunuh diri, cerai, dst.

  • Problem dalam hidup kita ada masa berlakunya: sehari, sebulan, setahun, dst, tapi tidak selamanya. Tujuannya untuk mengeluarkan yang terbaik dari dalam diri kita.

  • Yesus membawa kita secara progresif, tidak pernah membiarkan kita di satu tempat terus-menerus. Tuhan bawa kita dari glory to glory, menuju takdir Ilahi kita: Yes 29: 11

  • Mzm 139: 13-16 Kita melayani Tuhan yang ter-rencana. Tuhan merancang hidup kita sebelum kita dilahirkan, jauh sebelum orang tua kita bertemu.

 

Langkah-langkah supaya berhasil menghadapi transisi

1. Mengikuti pemimpin yang benar

  • Pemimpin yang benar adalah penebus kita: Yesus Kristus. Dia sudah membeli kita dengan darahNya sendiri (Yoh 10: 3)

  • Cara mendengar suara Tuhan: Bersekutu dengan Alkitab setiap hari. Jangan hanya mengandalkan khotbah dari mimbar. Pengenalan pribadi karena pergaulan setiap hari.


2. Meninggalkan orang banyak

  • Untuk ikut Yesus, kita tidak bisa ikut suara terbanyak seperti yang diajarkan dunia (Rm 12: 2)

  • Kita dipanggil untuk hidup melawan arus jika mau melakukan transisi. Akan ada waktunya keputusan-keputusan kita dipertanyakan oleh kalangan mayoritas di luar.

  • Menuruti suara Tuhan membuat kita punya kemajuan/ progress, sekalipun dalam lembah kelam. Maka jangan perdulikan suara lain.


3. Masuk ke dalam perahu

  • Perahu adalah gereja lokal yang dibangun Tuhan untuk menolong jemaat mencapai takdir Ilahi masing-masing.

  • Gereja memiliki sistem pemerintahan, ada pemimpin-pemimpin yang ditetapkan: Ef 4: 11-15

  • Dinamika di ayat 12-15 hanya bisa terjadi di dalam gereja lokal, saat seseorang tertanam dan berakar di Bait Allah.

  • Kita ditakdirkan jadi Kristus yang dewasa, tidak mudah diombang-ambing berbagai angin pengajaran.

  • Jika kita mau bergerak di musim transisi, kita harus punya ketetapan hati, bahwa komitmen untuk tertanam di gereja lokal adalah supaya bertumbuh.

  • Di dalam gereja lokal, jemaat akan di-proteksi, mendapat arahan, mendapat nasehat dan dorongan, bertumbuh dalam akuntabilitas, karunia masing-masing jemaat ditemukan-dikembangkan-digunakan untuk mengembangkan kerajaan Tuhan.


4. Jaga mulut

  • Goncangan badai akan meluapkan isi hati kita sesungguhnya.

  • Yang menajiskan kita adalah yang keluar dari mulut kita (Mat 15: 18)

  • Setiap perkataan kita harus dipertanggung-jawabkan di depan Tuhan (Rm 14: 12)


5. Belajar menghadapi badai

  • Yesus bisa tenang di tengah badai, dan Yesus ingin kualitas seperti itu ada dalam diri kita: di tengah badai jiwa kita tetap bisa tenang dan beristirahat.

  • Ilustrasi: Saat badai burung yang lain berteduh dan bersembunyi. Tapi rajawali justru terbang menunggangi badai.

  • Jangan lari dari badai, karena kita adalah rajawali Tuhan yang di desain untuk menunggangi badai, dan naik ke tempat yang lebih tinggi.

 

Alamilah Kuasa Kristus (Rubin Adi Abraham)

Mrk 2: 1-5, 12 Hidup di dalam Kristus adalah hidup yang penuh mujizat, karena selama hidupNya Yesus banyak membuat mujizat.

 

Kuasa Kristus yang luar biasa bisa kita alami melalui beberapa hal.

1. Ada kuasa dalam pemberitaan Firman (Mrk 2: 2)

  • Kemanapun Yesus memberitakan Firman. Firman Tuhan sanggup mengubah orang menjadi baru. Contoh: Zakeus dari pemeras menjadi murah hati, wanita Samaria bertobat.

  • Rm 10: 17, Mat 4:4  Kita harus bertumbuh dalam kebenaran Firman, sehingga tidak mudah terombang-ambing oleh arus jaman, bahkan pengajaran-pengajaran yang menyimpang.

  • Cara praktis mengenal Tuhan dengan membaca dan mendengar Firman, dan selalu mencocokan apa yang diajarkan (rhema) dengan Firman Tuhan yang tertulis (logos).

  • Kita bisa tahu apakah khotbah/ pengajaran seseorang itu sesuai Alkitab atau tidak, jika setiap hari baca Alkitab. Ini seperti jemaat Berea (Kis 17: 11).

  • Jika ada pertentangan antara kesaksian atau pengajaran seseorang dengan Alkitab, maka kita harus berpegang pada Firman Tuhan

  • Yos 1: 8  Jika kita mau berhasil dan beruntung, jadikan firman sebagai pegangan hidup kita, maka kuasa Allah akan dinyatakan dan bekerja melalui kebenaran Firman


2. Ada kuasa dalam persatuan (Mrk 2: 3)

  • Kerukunan mendatangkan berkat dan mujizat (Mzm 133: 1, 3b)

  • Kerukunan harus dimulai dari yang terkecil: Suami-istri harus rukun walau ada banyak perbedaan

  • 1Ptr 3: 7  Jika relasi suami-istri tidak baik, maka Tuhan berkata bahwa doa akan terhalang.

  • Ef 5: 32  Hubungan pernikahan adalah simbol hubungan Kristus dan jemaat. Maka relasi seseorang dengan Kristus diragukan, jika dia tidak menjaga relasi suami-istri yang baik.

  • Ef 6: 1-4  Relasi orang tua-anak harus baik

  • Salah satu sukacita yang terbesar adalah jika kita memiliki keluarga dan anak-anak yang takut akan Tuhan, dan berjalan dalam kebenaran.

  • Berikan lebih banyak waktu bagi keluarga, sehingga keluarga dipulihkan.

  • Untuk anak-anak: Hormatilah dan taatilah orang tua. Ini ajaran dan perintah Alkitab sejak ribuan tahun yang lalu.


3. Ada kuasa di dalam Iman (Mrk 2: 5)

  • Tuhan Tuhan selalu menghargai orang-orang yang memiliki iman kepadaNya (Mat 21: 21, Mat 8: 5-13)

  • Saat menghadapi tantangan dan kesulitan: miliki iman. Tanpa iman kita tidak mengalami kuasa dan mujizat Tuhan.

  • Semua pemberian yang baik berasal dari Allah, itulah kasih karunia. Saat kasih karunia diterima dengan iman, hasilnya adalah keselamatan dan berkat.

  • Ibr 11: 1  Definisi sederhana dari “iman”: meng-amin-kan Firman, sekalipun seringkali tidak masuk akal.


4. Ada kuasa dalam pengampunan (Mrk 2: 5)

  • Ada banyak penyakit yang terjadi karena dosa. Pengampunan membebaskan kita dari berbagai hal buruk yang menghambat berkat Tuhan.

  • Mat 6: 12  Tuhan memerintahkan supaya kita mengampuni.

  • Rm 5: 8  Tidak mau mengampuni adalah bukti bahwa seseorang belum lahir baru, belum pernah menerima kasih Allah, sehingga tidak bisa menyalurkan kasih Allah kepada orang lain.

  • Mat 18: 23-35 Ilustrasi pengampunan Tuhan : dosa kita sangat besar, tak tertebus selama sumur hidup kita.

The Potter and The Clay (Tina Astari)

  • Mzm 40: 2 – Horrible pit : lubang yang mengerikan. Yang mengangkat kita dari lubang ini adalah Tuhan.

  • Selama hidup selalu akan ada masalah. Permasalahan adalah kendaraan menuju kemenangan.

  • Yak 1: 21 – Yang suka hal kotor dan penuh kejahatan letaknya di jiwa. Maka jiwa harus mengalami proses.

  • Iblis adalah roh, dan tidak punya tubuh. Maka yang bisa dipengaruhi: pikiran-perasaan-kehendak manusia.

  • Problem terbesar bukan mengalahkan iblis, karena dia sudah kalah dan di bawah kaki kita. Problem tersulit adalah mengatasi jiwa kita yang cenderung kotor dan jahat.

  • Ams 27: 17 – Salah satu cara Tuhan memproses jiwa: saat kita bersinggungan dengan sesama, barulah kita tahu siapa diri kita sebenarnya.

  • Manusia roh punya banyak kekayaan, yaitu buah-buah Roh. Buah-buah Roh tidak bisa muncul jika tidak melalui jiwa yang yang sudah diproses Tuhan.

  • Ams 30: 33 – Susu ditekan jadi mentega, mentega diproses jadi keju. Saat hidup ditekan, baru muncul buah-buah Roh. Buah-buah Roh tidak bisa diusahakan, tapi muncul dari dalam hidup.

  • Yak 1: 21 – Dalam jiwa kita tertanam Firman yang berkuasa menyelamatkan jiwa kita.

  • Segala kekotoran dan kejahatan harus dibuang dari hidup, supaya Firman yang berkuasa bisa tertanam di jiwa kita.

  • Yer 18: 1-6 – Proses membuat periuk.

  • Yer 18: 4 – Proses Tuhan adalah baik menurut pandangan Tuhan, bukan menurut pandangan kita sendiri, atau pandangan manusia lain.

  • Mzm 40: 2b – Kita diangkat Tuhan dari lobang kebinasaan, supaya kaki kita berdiri di atas bukit batu. Batu karang kita adalah Yesus Kristus, dan Yesus adalah Firman.

  • Artinya Tuhan mau pijakan hidup kita adalah Firman Tuhan, bukan kepandaian dan kemampuan kita. Saat menapak di landasan yang kuat, kita bisa melangkah dengan mantap.

  • Tubuh kotor dibersihkan dengan mandi. Roh kita tidak bisa kotor. Jiwa yang kotor dibersihkan dengan cara di proses Tuhan.

  • Saat perjalanan di dunia, selalu akan ada badai. Maka harus kembali ke titik awal: mengapa dulu harus mulai melangkah mengerjakan hal itu.

  • Berlatihlah untuk menenangkan jiwa. Saat jiwa tenang, barulah bisa mendengar suara Tuhan.

  • Jangan melihat ke bawah, karena banyak masalah. Tapi lihat ke atas: kepada Tuhan Yesus.

  • Jika tidak menyediakan waktu masuk hadirat Tuhan setiap hari, maka yang muncul adalah sampah.

  • Saat menyembah dan memuji, kita tidak bisa stress. Dalam pujian kita mengucapkan Firman dan kata-kata iman.

  • Mzm 94: 12  Tuhan tidak hanya menghajar, tapi sekaligus mengajari Firman Tuhan, sehingga Firman itu masuk dalam hidup, lalu tertulis di loh hati kita.

  • Orang yang dalam masalah dan sendirian, akan merasa problemnya paling berat, akibatnya mengasihi diri sendiri.

  • Mzm 94: 14  Tapi jika di saat itu kita berdoa, masuk dalam hadirat Tuhan, maka akan sadar bahwa Tuhan selalu menyertai dengan kasihNya, dan mengajari kita dari FirmanNya.

3 Hukum yang Paling Berpengaruh (Yosea D Christiono)

  • Saat kita mencari Tuhan, kita akan bertemu hukum-hukumNya (Yer 31: 35-36). Saat hukum Ilahi berjalan, buahnya kehidupan.

  • Ada berbagai hukum Tuhan: hukum benih, hukum iman, hukum persiapan, hukum proses, hukum pertumbuhan, hukum pemeliharaan, hukum kepemimpinan, hukum otoritas, dst.

  • Saat ada kabut di hidup kita, jangan percayai perasaan kita, karena jika salah ambil keputusan, bisa fatal. Yang teraman: kembali pada hukum Tuhan.

  • Kenali hukum-hukum Tuhan, karena itu membawa pada kehidupan, bukan kebinasan

 

1Sam 30: 1-6

  • Ketika mengalami kesulitan, akan muncul manusia batiniah kita yang sebenarnya

  • Kekuatan manusia ada di manusia batiniah/ roh-nya, lebih kuat dari kekuatan jiwa dan fisik manusia

 

1. Tubuh

  • Salah satu hukum tubuh: “you are what you eat” (kamu adalah apa yang kamu makan)

  • Hukum tubuh ini berlaku juga di roh dan jiwa:

    • Apa yang dimakan jiwa kita – akan jadi seperti itulah jiwa kita.

    • Apa yang dimakan roh kita – akan jadi seperti itulah roh kita.

  • Tubuh kita harus seimbang. Jika akan melakukan hal yang berat, maka istirahat harus cukup dan asupan gizi baik. Karena fisik ada batasnya.

  • Fisik kita bisa menghentikan pekerjaan Tuhan, saat kita tidak memperhatikannya.

 

2. Jiwa

  • Mzm 107: 8-9

  • Jiwa: terdiri atas pikiran-perasaan-kehendak. Jiwa butuh makanan. Jiwa yang lapar dikenyangkan dengan kebaikan.

  • Saat kita memasukkan banyak pemikiran yang baik, maka kita bisa merespon orang lain dengan baik.

  • Sebaliknya:

    • Saat di salah mengerti, maka akan sedih.

    • Saat tidak dipedulikan atau direndahkan, maka akan tersinggung.

    • Saat dihina, maka perasaan akan terluka.

  • Makanan jiwa: kasih, perhatian, keperdulian, penghargaan, penerimaan, dukungan, kekuatan, pujian, kelegaan (Mat 11: 28), ketersediaan dan kecukupan (Mzm 23: 1-3), sukacita (Mzm 34: 11-12, Fil 4: 4), Firman Tuhan (Mzm 19: 7-8), dst.

  • Jangan lukai dan jelek-jelekkan diri kita sendiri, karena itu melukai jiwa kita. Padahal Tuhan ingin kita naik-pulih-kuat dan jadi lebih baik.

  • Jika jiwa tidak diberi makan, maka akan melemah. Jiwa yang lemah tidak mencari Tuhan.

  • Orang yang kurang Firman dalam hidupnya, akan lemah jiwanya.


3. Manusia batiniah

  • Manusia batiniah selalu mencari Tuhan (Yoh 15), menempel pada pokok anggur supaya mendapat suply kehidupan.

  • Makanan bagi manusia batiniah: saat roh kita perlu bertemu Tuhan, berdoa dan menyembah.

 

  • Setiap hari ada kebutuhan yang harus dipenuhi:

    • Tubuh butuh 3x makan dalam sehari.

    • Jiwa butuh dihargai, diterima, perhatian, perlakuan baik, kasih, Firman Tuhan.

    • Manusia batiniah kita perlu berdoa, menyembah, bertemu Tuhan.

  • Orang yang tidak bisa mengasihi diri sendiri, dia tidak bisa mengasihi orang lain

  • Saat roh kita lemah, kita tidak bisa berperang, karena iblis akan dengan mudah memasukkan banyak konsep yang salah.

  • Kebenaran Firman Tuhan yang kita ketahui dan alami akan menjadi fondasi kita.

  • Saat manusia batiniah diberi makan, maka apapun yang terjadi kita akan kuat.

  • Mzm 84: 4-7 Yang membuat lembah baka jadi lembah bermata air adalah orang-orang yang melakukan perjalanan manusia batiniah.

  • Saat manusia batiniah kita memerintah, jiwa dan tubuh akan tunduk. Tapi hukum-hukum jiwa harus tetap diperhatikan.

  • Manusia batiniah yang diberi makan semakin kuat: mengandalkan kekuatan di dalam Tuhan, tahu tatanan dan hukum Tuhan, membangun cara pandang Ilahi, memahami logika rohani, semakin dewasa di dalam Tuhan.

  • Sementara manusia lahiriah makin hari makin lemah. (2Kor 4: 16-18)

  • Ef 6 Peperangan rohani pedangnya Firman Tuhan, maka hidup kita harus penuhi dengan Firman.

 

Healthy Soul (Nala Widya)

  • Banyak orang Kristen susah maju, gagal move on, karena jiwanya tidak sehat.

  • Orang yang jiwanya sehat, emosionalnya sehat: sembuh dari masa lalu, sudah diampuni Tuhan, dan mampu mengampuni orang lain.

  • Mat 28: 21-22 Pengampunan adalah gaya hidup keKristenan.

  • Mat 18: 24-26  Hamba itu berhutang sekitar Rp. 650M dan dibebaskan tuannya, tapi dia tidak mau membebaskan temannya yang hanya berhutang 26 juta.

  • Pengampunan itu harus. Karena hutang kita pada Tuhan sangat banyak.

  • Bahasa Inggris yang digunakan untuk kata dosa adalah debt, yaitu hutang yang sudah tidak bisa dibayar. Dosa kita yang seharusnya tidak sanggup kita bayar itu diampuni Tuhan.

Jika kita tidak mau mengampuni, menyebabkan hal-hal berikut terjadi dalam hidup kita:

  1. Di mata Tuhan kita jahat (wickedness). Karena kita seolah-olah berkata bahwa pengampunan Tuhan atas dosa-dosa kita lebih kecil dari kesalahan orang lain kepada kita.

  2. Mem-provokasi/ menyebabkan kemarahan Tuhan. Jika Tuhan marah pada kita, maka kita tidak bisa meminta berkat pada Tuhan.

  3. Kita disiksa dan diserahkan pada algojo (tortured). Disiksa artinya: disakiti, tapi tidak boleh mati

  • Penelitian Karl Menninger : 75% pasien RSJ akan sembuh jika mereka mau mengampuni.

  • Setan memenjarakan kita dalam penjara kepahitan dan kebencian.

  • Salah satu kunci hidup berkenan pada Tuhan: mengampuni.

  • Sifat Tuhan: mengampuni dan melupakan. When he forgive, HE forget. Saat bertobat, dosa kita di masa lalu sudah Tuhan lupakan (Ibr 8: 12)

Belajar mengampuni dari kisah Yusuf

  • Setelah Yusuf selesaikan semua proses dan mendapat janji Tuhan, anak sulungnya dinamai Manasye, artinya lupa pada kesukaran dan sakitnya, tapi ingat kejadiannya (Kej 41: 51)

  • Kita harus cepat mengampuni. Pengampunan diberikan seketika, tapi kepercayaan dibangun.

  • Orang yang mengasihi dan membenci kita akan tumbuh bersama.

  • Ampuni semua pembenci (haters) kita, lalu doakan supaya mereka berumur panjang dan melihat kesuksesan kita (Mzm 23:5a)

  • Anak kedua Yusuf diberi nama Efraim, artinya berbuah lebat.

  • Ada berkat yang lebih besar daripada kerugian kita di masa lalu, saat kita mau mengampuni.

  • Saat kita bisa Manasye, akan hadir Efraim dalam hidup kita.

  • Jadikan gereja kita sebagai rumah kasih karunia (house of mercy) yang penuh pengampunan, bukan penuh penghakiman

Emotionally Heal (Nala Widya)

  • Seseorang bisa bertumbuh jika sehat. Secara jiwa dan emosi, kita harus sembuh.

  • Orang yang sembuh secara emosi: Sembuh dari masa lalu, diampuni Tuhan, mampu dan mau mengampuni orang lain.

 

Yoh 5: 2-9

  • Betesda = rumah dari belas kasihan (house of mercy) atau rumah dari kasih karunia (house of grace). Gereja harusnya menjadi house of mercy dan house of grace.

  • If you cannot fly, then run. If you cannot run, then walk. If you cannot walk than crawl. But whatever you do, you have to keep moving forward (Martin Luther King Jr)

  • Banyak orang tidak mau berubah dari kondisinya karena terbiasa:

    • Dosa yang dibuat terus-menerus akan menjadi kebiasaan, tidak lagi merasa bersalah.

    • Kepahitan yang terus disimpan akan menjadi dendam.

    • Penyakit yang sama dinikmati, akhirnya bertambah parah.

    • Ekonomi yang sulit, membuat tidak pernah bisa menikmati berkat.

    • Komunitas yang suka bicara negatif, membuat tidak ada kemajuan.

  • Tuhan adalah Bapa yang baik, Tuhan mau kita diberkati, sembuh, dan Tuhan bisa memulihkan seburuk apapun kondisi kita.

  • Jangan terbiasa dengan suatu kondisi yang buruk, harus terus maju (move-on) ke titik yang lebih baik. Jika tidak maju, maka jiwa kita akan sakit.

 

Jawaban si sakit di kolam Betesda:

1. Menyalahkan orang lain (Yoh 5: 7a)

  • Manusia cenderung menyalahkan orang lain: saya jadi begini karena orang tua cerai, ditinggal istri, ditipu orang, dst.

  • Hidup kita hari ini adalah akibat pilihan kita di masa lalu. Maka jika kita tidak menyukai hidup kita hari ini, itu salah kita sendiri. Mari berhenti menyalahkan orang lain

 

2. Pesimis (Yoh 5: 7b)

  • Mari lakukan yang terbaik yang bisa kita lakukan, kemudian serahkan hasilnya pada Tuhan.

  • Apapun kondisi kita, Tuhan bisa memakai kita.

 

3 ucapan Yesus pada si sakit di tepi kolam Betesda

1. Bangun : Artinya kita harus sadar kondisi diri kita.

  • Ciri orang yang sudah bangun seperti si bungsu dalam Luk 15: 17

  • Orang yang bangun akan mempunyai mimpi lagi, mempunyai pengharapan di masa depan.

 

2. Angkat tilammu

  • Fil 3: 8 Bersihkan semua yang lama, ampuni yang sudah lewat, perbaharui pikiran untuk menghadapi masa depan.

 

3. Berjalanlah

  • Fil 3: 13-14 Seringkali kita tidak move-on dan tetap di posisi kita. Mari berhenti menangisi diri sendiri, usahakan supaya hidup stabil lagi, lalu move-on karena masih ada hari esok.

 

  • Jika engkau tidak mendapatkan mujizat, jadilah mujizat bagi banyak orang (Nick Vujicic)

 

Engaging Faith (Jimmy Oentoro)

  • Normal faith artinya melakukan sesuatu yang normal. Normal faith terbatas, hanya berlaku dalam kasus tertentu, tidak membawa kita kepada pengalaman-pengalaman supranatural.

  • Engaging faith adalah iman yang fokus dan dikaitkan hanya kepada Yesus Kristus, tidak kepada manusia, hamba Tuhan atau lainnya.

  • Ilustrasi:

    • Normal faith: Mimbar terbuat dari aklirik, bisa dilihat oleh semua orang.

    • Engaging faith: Ada Roh Kudus di samping mimbar.

  • Mat 8: 1-3  Contoh iman yang fokus kepada Yesus. Si kusta “mencantolkan” imannya kepada Yesus dengan berkata “jika Tuan mau”, bukan langsung minta disembuhkan.

  • Orang yang doanya berpusat pada kebutuhan dan kemauannya sendiri, perjalanan iman tidak akan sampai.

  • Mat 8: 3  Saat iman si kusta mulai menyambung, Yesus mulai bergerak. Yesus menyentuh orang ini lebih dulu, baru berkata-kata.

  • Engaging faith menghasilkan kathrisso. Katharisso adalah kondisi yang lebih baik setelah Tuhan mengerjakan sesuatu hasil dari sebuah tindakan iman.

  • Saat hidup kita mentok, tanya Tuhan! Jangan hanya fokus kepada kemauan kita sendiri.

  • Manusia kerajaan Allah harus punya prinsip: kebenaran Tuhan ada dalam Firman Tuhan. Saat kita melihat masalah dari sudut pandang Allah, maka kita bisa memahami tujuan Tuhan.

  • Seeing from Gods point of view -> yes, final, done, no doubts-no questions

  • 2Kor 1: 18-20  Sebab Kristus adalah “ya” bagi semua janji Allah, bukan bagi janji kita.

  • Ahli Alkitab berkata bahwa ada sekitar 7000 janji Allah kepada manusia yang tertulis dalam Alkitab. Semua janji Tuhan sudah dijawab Yesus di kayu salib.

  • Saat kita ingin belajar melangkah dengan iman, Tuhan menyertai kita.

  • Mzm 139: 17-18  Jumlah pemikiran Tuhan atas kita dikatakan lebih dari jumlah pasir. Total jumlah pasir di dunia sekitar 7,5 x 10^13 (7,5 quadrion).

  • Orang yang punya engaging faith tidak akan diombang-ambingkan berbagai pengajaran: Yesus di sana, atau Yesus di sini, dst.

  • Periksa setiap perkataan pengajar yang kita dengar dengan Alkitab.

  • Ibr 4: 1-3  Iman yang nyambung membawa kita kepada sabat, bergantung 100% hanya pada Yesus Kristus.

  • Kita bisa menggunakan normal faith untuk mempengaruhi orang lain, tapi tidak akan mengalami katharisso.

  • God said it! I believe it! And I Amin building life on it: read Holy Bible

Destiny Calling (Mark Mc Clendon)

Hab 2: 1-3

  • Tuhan tahu persis tujuan kita diciptakan, tahu potensi Ilahi di dalam kita. Tapi Tuhan menunggu respon kita, sebelum hadirat-karya dan rancanganNya dinyatakan dalam hidup kita.

  • Tuhan sediakan sebuah petualangan bagi setiap orang: itulah destiny kita, yaitu apa yang ada di pikiran dan hati Tuhan tentang kita.

  • Yang membuat kita spesial adalah: kita adalah gagasan dan ide Allah sendiri

  • Habakuk hidup di jaman yang sulit dan terhimpit, tapi Habakuk naik ke menara doa, dan ngotot ingin tahu pikiran dan hati Tuhan. Tuhan suka sikap Habakuk karena Tuhan suka dicari.

 

Kunci untuk membuka pintu menuju petualangan bersama Allah.

1. Bangkit, mengambil keputusan untuk mencari Tuhan, hingga bertemu Tuhan

  • Pintu terobosan adalah saat kita dengan sengaja memburu Tuhan, menetapkan hati untuk berjumpa dengan Tuhan.

  • Allah tidak bisa menolak orang yang datang kepadaNya dengan hati yang remuk, yang tidak punya ambisi dan agenda, yang tidak ingin mendapatkan sesuatu selain Tuhan.

  • Keinginan untuk mengalami Tuhan, mengejar dan memburu Allah adalah hal yang paling Tuhan sukai, dan merupakan kunci untuk membuka pintu petualangan dengan Tuhan

  • 2 Taw 16: 9a Frase “mata Tuhan menjelajah” gambarannya seperti men-scanner /sweeping.

  • Yer 29: 13-14a, Mat 22: 37  Tuhan kita adalah Tuhan yang SEGENAP. Maka kita harus mengejar Dia dengan segenap hati.

  • Ada kuasa yang dahsyat saat seseorang mengambil keputusan memburu Allah.

  • Tuhan tidak marah saat kita memburu dan mendesak untuk berjumpa denganNya (Hab 2:2)

  • Seringkali harus ada yang Tuhan bongkar di diri kita, sebelum kita bisa mengalami Tuhan.

 

2. Kesediaan seseorang untuk berkorban dan membayar harga

  • Saat ini kehidupan dunia serba mudah dan instan. Tetapi ada pengorbanan dalam setiap panggilan Allah dalam hidup kita.

  • Petualangan dengan Tuhan tidak selalu mudah, ada masa sengsara-menderita. Tapi kita harus bertekun, karena pada waktunya Tuhan akan membukakan kemuliaanNya di puncak gunung.

  • Hab 2:3  Tuhan mau kita bertekun menunggu janji Tuhan. Saat kita bertekun dan memandang ke depan, cepat atau lembat janji Tuhan akan digenapkanNya.

  • Kita sering tidak sabar, teralih perhatian, akhirnya tidak bertekun dan meninggalkan jalan setapak Tuhan dan mencari jalan yang lebih mudah, yang biasanya bukan jalan Tuhan.

  • Saat kita memburu Allah seperti Habakuk, Allah mulai menuntut apa yang sudah Tuhan simpan di dalam diri kita.

 

  • Hanya orang yang memburu Allah akan menangkap Allah, dan ditangkap oleh Allah

 

Moving on, Moving up (Tina Astari)

1. Bangsa Israel (Ul 8: 11-18)

  • Israel dibawa dan dipimpin Tuhan keluar dari Mesir menuju tanah perjanjian.

  • Jika kita masuk padang gurun, itu bukan hukuman Tuhan. Tuhan yang memimpin, tujuannya selalu supaya kita jadi lebih baik pada akhirnya.

  • Mzm 119: 13-16  Ucapkan mazmur ini dengan bersuara saat berada di padang gurun, hingga telinga mendengar, dan hati kita ditarik makin mengasihi Tuhan dan mengerti jalan-jalanNya

  • Jika Tuhan tidak memproses, kita tidak bisa duduk diam dan belajar Firman, merendahkan diri dan hati di hadapan Tuhan

  • Tujuan padang gurun supaya kita menjadi lebih baik: tidak melupakan Tuhan dan tidak tinggi hati.


2. Tuhan Yesus (Mat 4: 1-4)

  • Tuhan dibawa ke padang gurun oleh Roh Kudus. Tuhan mengalami prosesnya supaya bisa mengajari kita untuk mengandalkan Firman dalam setiap peristiwa.

  • Jika kita mengerti bahwa makanan di padang gurun adalah Firman Allah, maka padang gurun tidak akan membuat kita terpuruk.

  • Jangan berhenti dalam lembah kekelaman, karena kerohanian akan mati, hidup tanpa tujuan, tidak tahu siapa dirinya di dalam Kristus.

  • Sebelum jadi anak Allah, perkataan kita tanpa kuasa. Tapi setelah ditebus Yesus, ucapan kita ada kuasanya.

  • Saat kita tidak tahu cara menggunakan Firman Tuhan dengan tepat, maka tidak berguna.

 

Yes 43: 19-21

  • Kata “membuat” dalam bahasa asli artinya “berubah menjadi”. Yang mengubah sesuatu itu bukan kita, tapi Tuhan.

  • Jika bukan Tuhan, tidak ada yang bisa membuat: jalan raya di padang gurun dan sungai di padang belantara.

  • Saat di padang gurun kita harus melangkah maju (moving on) bersama Tuhan, sehingga akhirnya kita bisa moving up, naik ke level berikutnya.

  • Ul 32: 9-10  Tuhan mengelilingi, mengawasi dan menjagai kita saat melewati padang belantara. Maka tidak ada hal yang perlu kita takutkan.

  • Tuhan selalu punya tujuan saat Dia ciptakan sesuatu.

  • Yang berbahaya adalah saat kita terhenti di padang gurun.

  • Pkh 7: 8  Akhir suatu hal lebih baik dari pada awalnya. Panjang sabar lebih baik dari pada tinggi hati.

  • Saat tidak bisa memahami yang terjadi, ucapkan saja Firman sampai itu jadi dalam hidup kita.

  • Jadilah peniru-peniru Allah dengan mengucapkan Firman Tuhan:

    • Allah menciptakan bumi seisinya dari sesuatu yang kosong dengan ber-Firman

    • Saat bertemu iblis di padang gurun – Yesus mengucapkan Firman

  • Jangan ucapkan perkataan kita sendiri, karena itu tidak ada kuasanya.

  • Yes 32: 15-18 Kerajaan Allah terdiri atas 3 hal: kebenaran, damai sejahtera, sukacita.

  • Tanda kita ada di jalur Tuhan: ada kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita di hidup kita.

  • Setiap kali datang ke Tuhan, cari dan terus cari, ketuk dan terus ketuk, karena Tuhan suka dicari. Caranya: baca Firman, pujian, penyembahan, dll.

The Purpose of the Process (Bill Wilson)

  • Saat ini lebih dari 160 ribu anak-anak mendengar cerita tentang Tuhan Yesus karena ada satu pria biasa yang memungut ps Bill dan membawanya ke gereja.

  • Siapapun bisa diubahkan hidupnya secara total dalam sekejap mata

  • Ps Bill bisa berada di posisinya sekarang melalui berbagai proses.

  • Jika kita ingin melakukan sesuatu dalam hidup kita, maka kita harus melalui proses

 

Ada 5 jalan dari proses untuk mencapai tujuan/ destiny kita.

1. Jalan Pengenalan (recognition) = jalan Emaus (Luk 24: 13-35)

  • Yesus yang bangkit dari mati dan berjalan dengan 2 murid, tapi kekecewaan membuat mereka tidak bisa mengenali Yesus. Saat makan, barulah mereka bisa mengenali Yesus.

  • Jalan Emaus adalah jalan pengenalan akan Tuhan

  • Hidup kita harus dimulai di jalan pengenalan akan siapa Yesus sebenarnya, bukan Yesus yang kita pikir atau kira, bukan Yesus yang kita baca, dan bukan Yesus yang kita dengar.

  • Saat kita mengenali siapa Yesus sesungguhnya, saat itulah jalan hidup kita menuju destiny dimulai

 

2. Jalan Konfrontasi (confrontation) = jalan Damaskus (Kis 9: 3-9)

  • Saat jatuh dari keledainya di jalan ke Damaskus, Saulus sudah mengenali dengan siapa dia berhubungan: Yesus. Kemudian Tuhan meng-konfrontasi Paulus.

  • Jalan Damaskus adalah jalan konfrontasi

  • Saat kita mengenali siapa Yesus, maka Dia akan meng-konfrontasi hal-hal di hidup kita yang harus diubah, dan keputusan-keputusan salah yang pernah kita buat.

  • Saat Tuhan meng-konfrontasi kita, dan kita membuat keputusan untuk merubah apa yang Tuhan mau kita ubah, menjadi seperti yang Tuhan mau, membuat penyesuaian dalam hidup seperti yang Tuhan mau; maka kita akan masuk ke jalan yang ke-3.

 

3. Jalan Belas Kasihan (compassion) = jalan Yerikho (Luk 10: 30-35)

  • Jalan Yerikho adalah jalan belas kasihan (compassion)

  • Saat kita mengenali Tuhan, dan ijinkan Dia menegur dan mengubah hidup kita seperti yang Dia mau, maka kita akan melihat kebutuhan dari orang-orang di sekitar kita.

  • Selanjutnya kita akan sanggup memutuskan melakukan sesuatu di negara, gereja, dan kota kita, dan membuat perbedaan.

 

4. Jalan Ketaatan (obidience) = Jalan Kalvari (Yoh 19: 17)

  • Jalan Kalvari adalah jalan yang dilalui Yesus menuju Salib. Ini adalah jalan ketaatan, Yesus mentaati BapaNya, meskipun Dia tahu bahwa jalan itu membawanya ke kayu salib.


5. Jalan Tak Terhentikan (Ps Bill minta masing-masing memberi sendiri nama jalan ke-5 ini)

  • Kesaksian: Ps. Bill menolong seorang anak Afrika yang sekarat, memaksa menerobos perbatasan dan melewati ancaman ditembak. Akhirnya anak ini selamat.

 

  • Siapkah kita menjalani 5 jalan hingga mencapai destiny kita: jalan pengenalan, jalan konfrontasi, jalan belas-kasihan, jalan ketaatan, jalan ke-5 ?

  • Ada bangsa yang membutuhkan kita, dunia yang membutuhkan kita, anak-anak kecil yang membutuhkan kita.