admin

Relationship (Hengky Kusworo)

Firman Tuhan adalah Anggur yang Manis “ Tina Astari

  • Bil 13: 23 – Eskol artinya segugus buah anggur.

  • 2Taw 11: 11 “ ada persediaan anggur bagi tentara. Anggur juga punya kadar gula yang tinggi, sehingga digunakan sebagai makanan cadangan tentara.

  • Kita adalah pasukan Allah, maka harus ada persediaan anggur dalam hidup kita.

  • Yoh 15: 1 “ pokok anggur adalah Yesus sendiri.

  • Saat anggur diperas, rasanya kadang manis sehingga kita ingin mengecap lagi; atau masam sehingga kita tidak mau mengecapnya lagi.

  • Firman Tuhan yang manis membuat kita ketagihan dan ingin lagi dan lagi. Tapi jika kita tidak mendapatkan sesuatu, maka Firman yang kita dengar tidak berarti.

  • Siapapun yang menyampaikan Firman, seringkali Tuhan berbicara melaluinya, dan setiap orang bisa dapatnya berbeda-beda.

  • Setiap ada Firman, minta Tuhan bukakan satu kata yang khusus untuk kita, maka kita akan dapat sesuatu yang berarti dan mengubah hidup kita.

  • Firman di gereja hanya 1x seminggu, 6 hari yang lain kita harus sendiri dengan Tuhan. Jika mendapat rhema Tuhan, itu akan memberi kekuatan dan membangun kita selama seminggu.


Relationship “ Hengky Kusworo

  • KeKristenan bukan bicara tentang aturan demi aturan, tapi bicara tentang hubungan (relationship) dan cinta kita kepada Tuhan (Mat 22: 37-40)

  • Yoab adalah jendral yang pandai berperang, sangat pandai strategis, sangat protokoler, tapi ujungnya buruk, kehilangan semuanya.

  • Yang penting bukan awalnya, tapi bagaimana kita bisa mengakhiri dengan kuat (finish strong) dengan Tuhan.

  • 2Sam 3: 23-29 “ Panglima yang setia, tapi dikutuk oleh raja Daud.

 

1. Yoab tidak pernah sembuh dari lukanya.

  • Daud sedang ber-rekonsiliasi dengan Daud, karena Abner adalah bekas panglima Saul. Tapi Yoab tidak bisa ampuni Abner, karena Abner membunuh Asael, adik Yoab.

  • Saat orang tidak terima kita atau pendapat kita, jangan terluka dan menyimpan luka.

  • Ada orang-orang yang berusaha membuktikan sesuatu, tapi akarnya karena luka di hati, merasa tidak diterima. Ini adalah perang pribadi.

  • Saul adalah raja yang luka. Saat ingin mendapat kepercayaan rakyat, tapi justru kehilangan kepercayaan Tuhan.

  • Luka membuat kita tidak bisa maksimal, bahkan tidak bisa normal, dan akan jadi letih.


2. Yoab cinta perbuatan Daud, tapi tidak tahu beban hatinya

  • 2Sam 3: 39 – Keluhan Daud tentang Yoab yang lebih berkuasa.

  • Hidup Yoab penuh kekerasan dan protokuler, akibatnya tidak kenal hati Daud dan tidak cinta.

  • 2Sam 11 : 23-25 – Yoab melakukan perintah Daud mengorbankan Uria dengan kemarahan, karena melihat ketidakbenaran.

  • 2Sam 12: 27-29 – Yoab orang yang protokuler. Kota Raba sudah dikalahkan Yoab, tapi mempersilahkan Daud yang merebut kota, supaya yang terkenal adalah nama Daud.

  • Satu-satunya panglima yang menerobos gorong-gorong Yerusalem adalah Yoab, sehingga Yerusalem ditaklukkan.

  • 2Sam 24: 1-4 – Yoab terpaksa mengikuti perintah Daud untuk melakukan sensus. Yoab peka dan mengerti. Yoab mengabdi pada Daud, tapi luka dalam dirinya tak pernah sembuh.

  • KeKristenan bukan hanya protokuler, peraturan, tapi ujungnya kasih antara Tuhan dan manusia.

  • Jika Tuhan mementingkan protokuler, maka tidak mungkin saat si bungsu pulang lalu bapa membuatkan pesta.

  • 2Sam 19: 5-7 – Daud minta supaya Absalom tidak dibunuh. Tapi saat Absalom tersangkut di pohon, dan tidak ada yang berani menangkapnya, Yoab justru menikam Absalom.

  • Daud berduka, dan Yoab marah pada respon Daud. Ini karena Yoab tidak kenal hati Daud.

  • Setelah Daud tua, protokulernya berkata bahwa anak tertua yang jadi pengganti. Maka Yoab berpihak pada Adonia. Ternyata Daud memilih Salomo sebagai penerusnya.

  • 1Raj 2: 5-6 – Di masa tua Daud minta Salomo tidak melupakan untuk menyingkirkan Yoab.

  • Yoab hanya cinta perbuatan Tuhan dalam hidup Daud: kemenangan-kemenangan, destiny, dan visi-visi Daud. Tapi tidak mengerti kerinduan, beban hati, dan kedalaman hati Daud.

  • Berbeda dengan Yoab, triwira tahu kerinduan hati Daud, kemudian mereka menembus barikade lawan hanya demi segelas air di sumur Betlehem.

  • Saat pemakaman p Agung, banyak orang membantu mengantar pengunjung dengan gratis, semua karena mereka mengasihi, dan bukan meng-kultuskan.

  • Yoh 14: 23 – Orang yang menuruti Firman belum tentu mengasihi Yesus. Mengedepankan aturan adalah agama. Yesus membuat sebuah revolusi: keKristenan adalah tentang cinta.

  • Jika kita cinta Tuhan, kita akan bisa menuruti Firman Tuhan. Tapi tanpa cinta, tidak mungkin seseorang berhasil menjalankan perintah-perintah Tuhan.

  • Jatuh cinta memungkinkan semuanya. Saat kita cinta pada Tuhan, kita bisa katakan bahwa semua milik kita untuk Tuhan.

  • Cinta artinya: tahu bahwa kita adalah milik Tuhan seutuhnya. KeKristenan bukan aturan.

  • Walau kita jago berperang, strategis, protokuler, skillfull, tapi jika tanpa kasih maka semuanya percuma.

  • Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih (1Kor 13: 13)

  • Apakah jemaat bersama JKI hanya di saat pencapaian tertinggi? Tapi saat di titik terendah, apakah jemaat tetap bersama dengan JKI?

 

Kebangkitan Besar “ Pastoral JKI

Kezia Samantha

  • Mat 21: 9-15 “ Lawatan adalah kegerakan yang membuat kegemparan, dan menghasilkan keajaiban yang bisa dilihat dan dirasakan secara langsung.

  • Kelahiran, hidup, kematian, dan kebangkitan Yesus selalu diwarnai kegemparan.

  • Tuhan adalah pembawa lawatan, maka kita juga harus membawa lawatan.

  • Petrus Agung penuh keterbatasan, maka jangan ikuti Petrus Agung. Tapi Tuhan Yesus sempurna, maka ikuti contoh Tuhan Yesus.

  • Minggu ini ada 2 perayaan, yaitu Purim dan Paskah, dan Purim adalah pembalikan keadaan:

    • Yesus membalikkan keadaan dari kematian menjadi kebangkitan yang besar. Ester dibalikkan keadaannya dari orang biasa jadi ratu.

    • Yesus mengalahkan iblis. Ester mengalahkan orang-orang yang memusuhi bangsa Israel.

  • Mari tumbuh, bangkit, bergerak memberitakan Injil ke seluruh dunia, sesuai nama gereja Injil Kerajaan.

  • Tuhan Yesus tidak selalu mengadakan KKR, tapi juga sering bersentuhan dengan orang kecil. Jika kita mau diangkat Tuhan, kita harus selalu bersentuhan dengan yang dari bawah.

  • Semua jemaat harus mewarisi: bergerak cepat dan membawa lawatan di Indonesia, lebih cepat dari sebelumnya.

  • Tongkat estafet tidak diberikan pada orang yang berlari dengan lambat, tapi yang berlari dengan lebih cepat.

  • Waktu kedatangan Tuhan tidak lama lagi, kita harus punya hati dan passion untuk lawatan.

  • Tuhan pegang kendali jika kita mengikuti Yesus, dan tidak mundur, menyelesaikan yang belum selesai.


Hadasha Gloria

Rm 6: 9

  • Lawatan Wales dibawa oleh Evan Roberts. Evan tidak bisa bangkit karena tidak kenal Tuhan Yesus secara pribadi, tidak bisa membedakan yang mana suara Tuhan, dan yang bukan.

  • Saat Tuhan Yesus bangkit, maut tidak bisa berkuasa atasNya! Kita mengikuti teladan Yesus, dan bangkit bersama Yesus.

  • Setan sudah dikalahkan Tuhan Yesus 2000 tahun yang lalu, maka setan juga berada di bawah kaki kita, hingga kita selesaikan tugas sampai garis akhir.

  • Azusa street terhenti karena uang. Tapi kita sudah belajar bahwa uang mengikuti lawatan.

  • Kita tidak diciptakan untuk diam, pasif, atau terhenti. Tuhan sudah bayar semua dosa kita, dan ciptakan kita untuk jadi pembawa lawatan.

  • Setan merasa menang, bahwa Yesus sudah habis dan mati. Tapi saat Tuhan Yesus disalib, Dia juga dicemooh. Tapi di hari ke-3 Tuhan Yesus bangkit dan membalikkan semua keadaan.

  • Tidak ada lagi kesedihan, mari merapatkan barisan, sepakat dan unity, bertumbuh jadi ajaib, dan tak terhentikan, membawa lawatan ke seluruh dunia.


Victor Purnomo

  • Yesus lahir dan membawa lawatan ke seluruh Israel. Yesus juga siapkan murid-muridNya untuk membawa yang lebih besar.

  • P Agung sudah menanamkan benih, dan dia mengharapkan yang lebih besar segera terjadi.

  • Setelah kebangkitan, banyak hal yang harus dibereskan di dalam murid-murid Yesus. Demikian juga harus ada sesuatu yang dikerjakan dan dibereskan dalam hidup kita.

  • Luk 24: 1 “ Murid-murid memberi rempah-rempah yang terbaik untuk mayat Yesus, artinya tidak percaya bahwa Dia bangkit. Padahal selama hidup Yesus berkali-kali mengatakannya.

 

  • Dalam 40 hari Yesus tunjukkan diri pada murid-muridNya, untuk mempersiapkan mereka membawa lawatan yang besar.

  • Murid-murid dekat dengan Yesus, tapi tidak tahu hati Yesus yang paling dalam. Seringkali kita tidak kenal hati Tuhan, dan membuat Tuhan sedih.

  • Luk 24: 11 “ Murid-murid tidak percaya berita kebangkitan Yesus. Pengajaran Yesus selama ini belum menembus hingga ke hati para murid, dan hanya berhenti di pikiran.

 

  • P Agung pernah berkata: saat berkhotbah, hanya 10% dari pendengar mengerjakan apa yang diajarkan. Sisanya hanya berkata khotbahnya bagus, tapi tidak melakukan.

  • Menyukai sebuah khotbah tidak pernah mengubah hidup kita sebelum kita melakukannya.

  • Saat dengar khotbah bagus: ambil rhema, dan mulai kerjakan. Kita bukan hanya pendengar, tapi pelaku-pelaku Firman.

  • Murid-murid tidak kenal dan tahu Tuhan karena ada selaput yang menutupi matanya. Setelah pikiran terbuka dan mengerti, murid-murid tersebar dan membuat lawatan ke seluruh dunia.


Tina Astari

  • Di jaman Yesus penyaliban adalah hukuman yang umum.

  • Beda antara Yesus dengan 2 orang yang lain: di dalam Yesus ada kasih kepada BapaNya dan kepada manusia. Tanpa kasih, tidak ada beda antara Yesus dan penjahat yang lain.

  • Mat 27: 33-38

  • Mat 22: 37-40 “ Kasih adalah hukum yang terutama dan utama.

  • Inti dari kebangkitan besar adalah kasih. Yesus tidak akan bangkit jika di dalam diriNya tidak ada kasih, yaitu kasih kepada Allah Bapa, dan kasih kepada manusia.

  • Kebangkitan yang besar dimulai dengan hati yang penuh kasih kepada Tuhan dan kepada sesama.

  • Kelahiran baru tidak bisa disembunyikan, karena ada perbedaan yang sangat mencolok: membawa kasih turun dalam hidup kita: kasih pada Tuhan dan pada sesama.

  • Jangan simpan kepahitan, kejengkelan, dll, semua harus dibereskan. Biarkan kasih Yesus memenuhi hidup kita kembali.

  • Pesan bagi JKI Injil Kerajaan:

    • JKI harus bertumbuh kuat dalam pengenalan akan Yesus, mengenal Firman dengan solid, berdiri di atas Firman Tuhan.

    • Penjangkauan jiwa dilakukan bukan karena perintah, tapi karena mengasihi jiwa-jiwa yang belum kenal Yesus.

    • Tidak ada yang paling penting atau menonjol, semua bersama-sama bangkit dengan didasari kasih Kristus.

 

 

 

New Chapter (Victor Purnomo)

Kel 12: 1-13

  • Paskah adalah hari sukacita, hari kemenangan, karena hidup lama kita diubah Tuhan menjadi hidup yang baru.

  • Paskah dimulai karena ada Firman yang datang pada Musa dan Harun. Sebelum berbuat sesuatu, kita perlu Firman yang dari Tuhan.

  • Bulan maret 2016 menjadi babak baru dan new chapter bagi JKI, pdt Petrus Agung yang memimpin JKI IK meninggal dunia.

  • Orang Israel punya kalendernya sendiri. Tapi saat Tuhan memerintahkan Paskah, Tuhan mengubah kalender Israel.

  • Kata “permulaan segala bulan” artinya digoncang. Saat goncangan datang, ada pilihan: jadi lebih baik, atau justru hancur.

  • Musuh mencoba menghancurkan kita dengan goncangan, tapi bersama Tuhan kita tidak terkalahkan. Apakah kita siap atau tidak, jika Roh Tuhan bergerak, kita harus bergerak.

  • Tuhan larang menggunakan ragi, karena walau ragi mengembangkan roti, tapi juga mempercepat pembusukan.

  • Semua yang bisa membusukkan hidup kita, membuat kita gampang dicemari, harus dibuang.

  • Tuhan perintahkan bangsa Israel makan sayur pahit untuk mengingatkan perbudakan bangsa Israel selama 430 tahun.

  • Dalam perjamuan terakhir tidak ada sayur pahit, karena setelah Tuhan bangkit, semua yang memahitkan hidup kita disingkirkan, dan Tuhan buat covenant yang baru dengan kita.

  • Dalam bacaan Tuhan perintahkan supaya makan dengan cepat, sambil pegang tongkat, ikat pinggang dan sepatu sudah dipakai, supaya bangsa Israel siap berangkat sewaktu-waktu.

  • New chapter sedang terjadi, Tuhan minta kita harus siap sedia: pakai sepatu, pakai ikat pinggang, pegang tongkat. Kita harus siap bergerak dengan cepat dan kuat.

  • Saat Tuhan akan melewati tanah Mesir dan membunuh semua anak sulung, hanya orang yang tinggal dalam rumah dengan tanda darah yang selamat. Jika dia keluar, juga akan disambar.

  • Tuhan perintahkan orang Israel keluar dari Mesir secara tiba-tiba, karena Tuhan suka membuat hal yang tiba-tiba.

  • Secara tiba-tiba Tuhan ubah budak jadi pasukan Tuhan. Budak biasa di atur dan diarahkan. Tapi tentara di medan perang harus tahu siapa lawan dan apa yang harus dilakukan.

  • Yoel 3: 10 – Ini adalah new chapter: secara tiba-tiba petani jadi tentara, mata bajak jadi senjata. Bagian kita: taat, nanti Tuhan arahkan untuk bergerak dengan cara yang baru.

  • Yang terlemah jadi pahlawan, hatinya jadi berani. Apalagi yang kuat, akan jadi lebih dahsyat.

  • Saat exodus orang Israel meminta emas, perak, kain-kain halus dari orang Mesir. Selain itu banyak orang dari berbagai bangsa ikut bergerak keluar bersama orang Israel.

  • Orang asing ikut exodus bersama orang Israel, karena mereka lihat Tuhan ada di tengah orang Israel.

  • Kita bisa bergerak karena kita melihat Tuhan di depan. Banyak orang melihat ke JKI karena ada Tuhan di tengah-tengah kita. Jika tidak ada Tuhan di tengah kita, ini tak akan terjadi.

  • Tuhan yang membuat semuanya, maka selalu minta supaya Tuhan menyertai dan tidak tinggalkan. Tanpa Tuhan semua akan hancur.

  • Di Paskah pertama Tuhan menciptakan sebuah kisah yang hebat. Tuhan juga mau buat kisah yang luar biasa bagi hidup kita. Minta supaya Tuhan buat new chapter bagi hidup kita.

  • Paskah yang baru: Yesus sebagai ganti domba, darahNya tertumpah. Jika kita letakkan Yesus di ambang hati kita, maka semua kutuk-kehancuran-bencana akan dilalukan dari hidup kita.

 


Tokoh-tokoh dalam kisah Paskah

1. Yudas

  • Yudas dulunya murid Yesus, tapi hatinya berubah, bahkan tukar Yesus dengan uang. Yesus bukan lagi yang nomor satu, tapi uang.

  • Jika kita tergantung pada uang untuk buat KKR, penginjilan, atau pelayanan apapun, itu artinya kita menukar Yesus dengan uang dan ada spirit Yudas.


2. Simon Petrus

  • Tuhan berkata: Ada orang-orang yang sedang ditampi, dan iblis ingin orang itu terhilang.

  • Bagi orang-orang yang sedang ditampi: berdoa minta supaya yang di dalam kita diisi Tuhan, sehingga saat ditampi, tidak pernah hilang, dan tinggal tetap.

  • Goncangan pasti dan selalu akan ada, tapi jika kita gandum, kita tidak akan pernah hilang.


3. Herodes dan Pilatus (Luk 23: 12)

  • Sebelumnya mereka bermusuhan, setelah penyaliban Yesus mereka bersahabat. Nama Herodes artinya heroik, bersifat pahlawan. Nama Pilatus artinya tangannya bersenjata tombak.

  • Ada orang-orang yang menunjukkan bahwa dirinya pahlawan, bergabung dengan pembawa tombak, yang ingin menyingkirkan. Orang-orang seperti ini tidak boleh ada di sekitar kita.

 
4. Simon dari Kirene

  • Simon bukan orang yang dekat dengan Yesus. Hanya karena kebetulan lewat, ditangkap tentara, lalu disuruh membawa salib Yesus.

  • Karena saat itu begitu dekat dengan Yesus, Simon mengalami hadirat dan kasih Yesus, membuat salib tidak terasa berat. Di sepanjang jalan Yesus juga banyak bercerita.

  • Tuhan mau buat kita berjalan dengan Dia. Seberapa beratpun salib yang harus kita pikul, hadirat dan kasihNya lebih kuat, sehingga memampukan kita meraih destiny.

 

 

 

Reaksi dan Respon (Kezia-Yoseph-Hadasha)

Reaksi “ Kezia Samantha

  • Yak 1: 19-21 “ Reaksi adalah sesuatu yang spontan keluar dari hati kita. Tapi Firman berkata supaya kita tidak terburu-buru berkata-kata karena semuanya kedaulatan Tuhan.

  • P Agung berada di mimbar untuk menyampaikan Firman dan pesan dari hati Tuhan. Bagi p Agung mimbar bukan tempat curhat atau berkeluh-kesah.

  • Saat manusia menghadapi masalah, ada 2 hal keluar dari hidup kita: reaksi dan respon.

  • Seringkali reaksi yang keluar adalah reaksi yang salah. Saat kemarahan menguasai, kita akan keluarkan perkataan yang salah, kemudian melakukan tindakan yang salah.

  • Reaksi kita menentukan masa depan kita.

  • Reaksi terbaik: diam. Jangan langsung bertindak, jangan langsung mengatakan sesuatu.

  • 1Sam 18: 6-10 “ Saul adalah raja, tapi bereaksi salah karena dengar perkataan para wanita. Begitu ber-reaksi salah, roh jahat masuk di hidup Saul.

  • Jangan takut kehilangan Petrus Agung, tapi takutlah kehilangan Tuhan. Takutlah jika saat ibadah tidak ada hadirat Tuhan.

  • Apapun yang terjadi, jangan kata-katain orang di PP (status, profil picture), jangan ada yang jahat keluar dari hidup kita, belajar diam.

  • Begitu marah, akibatnya tidak bisa berfikir jernih, hati tidak bisa menangkap yang dari Tuhan.


Kesaksian “ Yosep Samuel

  • Yosep pernah bereaksi salah: bertengkar dengan tukang parkir di hadapan p Agung dan tamu yang diantar. P Agung hanya diam, dan terlihat kecewa.

  • P Agung berkata kepada Yosef: kamu harus punya cool spirit, harus tahu levelmu, dengan siapa kamu berbicara dan bertengkar.

  • Yosef bertobat, dan belajar mengontrol diri. Tuhan mau kita semua punya penguasaan diri, cool spirit.


Hadasha Gloria

  • Yes 30: 15a

  • Saat ada sesuatu yang berat, ada pilihan: reaksi atau respon. Reaksi langsung keluar begitu saja, respon keluar setelah lebih dulu diolah dan dipertimbangkan.

  • Reaksi keluar tanpa berfikir. Respon keluar setelah ada proses: diam, renungkan, tanya Tuhan, baru kemudian melakukan sesuatu.

  • Reaksi yang salah bisa membuat masalah lebih parah, dan tidak menyelesaikan masalah.

  • Saat kita me-respon dengan benar, akan menyelesaikan masalah dengan efektif dan cepat, membuat semua yang salah bisa diselesaikan.

  • Saat P Agung ajak Shasha khotbah duet, reaksi Shasha panik dan merasa tidak mampu. P Agung berkata bahwa ini jalan tercepat Shasha untuk mencapai destiny-nya.

  • Jika difitnah dan dimaki-maki orang: diam, jangan balas, jangan ber-reaksi salah, serahkan semua ke Tuhan, ber-respon seperti yang Tuhan mau, maka akan melihat pembelaan Tuhan.

  • Manusia sering tidak sabar, terlalu cerewet kepada Tuhan. Padahal Tuhan sudah menata hidup kita. Jika itu bisa kita tangkap dan pelajari, akan ada yang luar biasa.

  • Menurut psikologi: Orang yang gampang emosi tidak bisa menggunakan akal sehat, ujungnya jadi parah dan malah mengacaukan semuanya.

  • Emosi membuat kita tidak bisa mendengar suara Tuhan. Saat tenang, kita bisa dengar suara Tuhan, dan masalah bisa selesai dengan baik.

  • Ams 16: 32 “ Ketika kita bisa menguasai diri, membiarkan Roh Kudus masuk dan menguasai kita, kita akan bisa kuasai kota, bahkan dunia, karena karakter Kristus masuk dalam hidup kita.

  • P Agung sudah tidak ada, saat berada di puncak destiny-nya. Jangan bersedih, mari lanjutkan visi-visi Tuhan: memuliakan Tuhan, memenangkan milyaran jiwa bagi Tuhan.

  • Mari bangkit, menyelesaikan visi Tuhan di hidup kita, jalan dengan Tuhan, dan tidak berhenti.

  • Jika hati percaya pada Tuhan, akan ada ketenangan, damai sejahtera ada dalam hidup kita.

  • Untuk ber-respon dengan benar, ketenangan harus ada di hati kita. Dalam hati yang percaya tidak ada kegelisahan dan keraguan, karena kita tahu Tuhan pasti menolong kita.


Hengky Kusworo

  • Reaksi salah dari Saul membuat dia kehilangan kerajaan.

  • Respon benar dari Yusuf membuat dia jadi penguasa Mesir.

  • Jika ada reaksi yang salah, hadapkan ke Tuhan, minta ampun, supaya kita dipulihkan.

  • Yes 30: 15b “ Dengan tinggal tenang dan percaya terletak kekuatan kita.

  • Terima warisan p Agung: hati yang tenang dan teduh, menguasai diri, roh pengertian , mampu me-respon dengan benar, ada penguasaan diri, menghadapkan semuanya pada Tuhan.

Cinta yang Agresif (Petrus Agung)

 

  • Perumpamaan anak yg hilang – ada cinta yang agresif dari Bapa pada kita.

  • Bapa tahu gestur, cara berjalan, dan cara hidup kita.

  • Bapa tidak menunggu anaknya datang, tidak sekedar berjalan, tapi berlari, kemudian memeluk dan menciumi anaknya dengan penuh passion.

  • Bapa mengirim Yesus, anakNya yang tunggal untuk mati dan bangkit bagi manusia, bukan karena doa dan permohonan manusia, tapi inisiatif Tuhan, karena kasihNya begitu besar.

  • Dalam kehidupan kita, jangan pernah pergi dan lepas dari cinta Bapa

  • Tuhan bisa memberi keinginan terdalam hati kita.

  • Kasih Bapa agresif, tidak sekedar menunggu dengan pasif. Bapa tahu semua kondisi kita.

  • Tuhan ingin duduk, dan tatap mata kita dan berkata: “tidakkah kamu tahu bahwa kamu anakKu? Dan semua yang Aku miliki, juga milikmu”.

  • Kita jadi anak Bapa karena Tuhan yang pilih kita.

  • Kasih Bapa yang agresif itu ingin menarik hidup kita menuju level yang Tuhan inginkan: menikmati berkat dan karunia Tuhan.

  • Biarkan kasih yang agresif dari Bapa itu berlari pada kita, memeluk erat dan mencium kita dengan cintaNya, karena Dia Tuhan yang mau pelihara hidup kita.

  • 2000 tahun lalu Bapa beri Yesus pada kita, supaya kita juga jadi anakNya.

  • Tuhan dengan berbagai cara berkali-kali mengunjungi kita, mengetuk pintu hidup kita. Saat kita membuka hati kita, Tuhan akan menyatakan diriNya sebagai Bapa yang mencintai kita.

  • Yesus mati dan bangkit bagi kita, supaya kita diselamatkan.

 

Burning with the Spirit (Hengky Kusworo)

1Tes 5: 19 “ Roh kita bisa padam.

 

Ada 3 hal yang menyebabkan roh padam.

1. “dipadamkan” berarti tertindas (2 Ptr 2: 7-10)

  • Jika kita terus menerus melihat yang najis, maka roh kita tertindas, ujungnya kita ikut mengijinkan. Jika roh kita tertindas, maka lama-lama akan padam.

  • Bahaya tentang sesuatu yang diulang: akan masuk ke bawah sadar.

  • Ada saatnya kita harus keluar dari situasi yang menekan supaya roh kita tidak padam.


2. “dipadamkan” juga berarti: ditundukkan (Hk 16: 4-5, 16, 19-20)

  • Simson jatuh cinta dan terus bermain-main dengan kelemahan: Delilah (artinya lemah / febel)

  • Saat seseorang kuat dan diurapi, dai dan orang lain mengetahuinya. Tapi saat Roh Allah meninggalkan, orang itu maupun orang lain tidak tahu.

  • Dosa perjinahan, jika kita minta ampun, Tuhan akan langsung ampuni. Tapi konsekuensinya terus berjalan (ps. Edwin Lewis Cole)

  • Manusia punya kelemahan, tapi jadi murid Tuhan harus sangkal diri dan pikul salib.

  • Berita pertobatan dan pikul salib di masa sekarang tidak disukai. Orang lebih suka berita anugerah, setelah berbuat dosa lalu bertobat.

  • Kekuatan yang besar, pengurapan yang tak terkalahkan, bisa ditundukkan dengan kelemahan

  • Saat roh kita disentuh oleh Tuhan, semua akan berbeda. Tapi jika roh kita dicemari oleh yang najis dan kotor, maka kita akan seperti Lot yang tersiksa jiwanya.

  • Tidak ada kemuliaan tanpa bayar harga, tak ada mahkota tanpa duri (Jeremy Lin)


3. “dipadamkan” juga berarti: mendiamkan

  • Jika Roh Kudus didiamkan, tidak pernah diajak bicara, walau tidak pernah lakukan dosa besar, ujungnya roh akan padam.

  • Rm 12: 11 “ Roh yang menyala-nyala: dikobarkan dengan api, seperti air yang mendidih.

  • Orang yang diam dan tenang terhadap Roh Kudus, mengijinkan kepahitan masuk, maka hatinya akan jadi hitam (Kis 8: 21-23)

    • Kain membunuh adiknya karena marah: iri karena adiknya lebih baik, akhirnya membunuh.

    • Saul tidak pernah berjinah, tapi dia marah karena iri pada Daud.

  • Hati kita tidak lurus jika kita ijinkan iri hati dan marah. Jika hati kita pahit, kita akan terjerat kejahatan, jadi seperti empedu: pahit.

  • Kita bisa terlihat lurus di hadapan manusia, tapi belum tentu lurus di hadapan Allah.

  • Supaya hati tidak hitam: Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. (Rm 12: 11)

  • Kita akan menyala-nyala jika hati kita dijamah Tuhan. Jika di dalam kita panas, yang hitam tidak akan menguasai.

  • Ams 4: 23 “ Jagai hati kita dengan segala kewaspadaan, jangan biarkan kebencian-kemarahan-iri hati mencemari hati kita. Jangan biarkan hati kita suam atau dingin.

  • Percaya dan kuasa doa saja tidak cukup, kita harus jadi pelaku Firman (Many Pacquiao)

  • Jika hidup kita tidak pernah disentuh Tuhan, akan kering, hitam. Hati dan hidup kita harus disentuh dengan api Tuhan terus-menerus, maka roh kita tidak akan pernah padam.

  • Kita harus ke gereja, masuk dalam hadirat Tuhan, sehingga bersentuhan dengan api Roh Kudus, yang membuat hati kita tidak dingin

 

Pelita di Hadapan Tuhan (Petrus Agung)

  • 1 Raj 11: 36 “ Kata yang digunakan untuk kata “keturunan” adalah pelita. Di hadapan Tuhan, keturunan kita adalah seperti pelita.

  • 2 Sam 21: 17 “ Frase “keturunan Israel” juga diterjemahkan sebagai “pelita Israel”. Dalam perikop ini yang dikatakan sebagai pelita adalah Daud sendiri.

  • Jika orang tua adalah pelita di hadapan Tuhan, maka keturunan kita seharusnya juga jadi pelita di hadapan Tuhan.

  • Warisan rohani dari orang tua jasmani dan rohani itu nyata.

  • Kita perlu mewarisi semua yang terbaik yang Tuhan berikan sejak Abraham hingga Tuhan Yesus, karena kita masuk pohon keluarga Yesus.

  • Jika kita lakukan segala sesuatu dengan benar di hadapan Tuhan, maka berkat yang didapat bukan hanya untuk kita, tapi untuk keturunan kita.

  • Anak-anak yang sejak kecil mengenal Tuhan akan mengerti bagaimana melayani dan bekerja bagi Tuhan, dan Roh Tuhan akan menuntun mereka pada destiny mereka.

  • Pengenalan akan Tuhan bisa diwariskan pada generasi berikutnya

  • Arahkan anak-anak ikut kebaktian sekolah minggu, sehingga warisan rohani dari gereja juga masuk ke hidup anak-anak.

  • Warisan hanya bisa terjadi jika ada relasi/ hubungan antara yang mewarisi dengan yang mewariskan. Jika hubungan terputus atau terganggu, maka warisan itu terhenti.

 

  • Sejarah gereja mencatat tidak ada gereja yang jadi besar jika dimulai dengan hati yang berontak-pahit-marah-permusuhan, karena itu seperti mewariskan sesuatu yang beracun.

  • Apsintus adalah roh kepahitan, jika ada di hati akan menyebabkan semua yang dikatakan pahit. Kepahitan seperti sianida rohani: mematikan rohani dalam waktu singkat.

  • Jika kita melayani sebagai hamba Tuhan, tapi anak-anak kita tidak tertarik ikut pelayanan, maka ada sesuatu yang salah dengan keluarga itu, walaupun kelihatannya baik.

  • Anak-anak hamba Tuhan yang tidak mau terlibat pelayanan karena ada kepahitan. Mungkin ada tindakan atau perkataan orang tua di rumah yang menyakiti hati anak-anak.

  • Jika kita melayani Tuhan dengan antusias, semua anak akan ingin ikut melayani Tuhan.

  • Akar untuk menyelesaikan banyak hal: mendengar suara Tuhan, bukan emosi atau pikiran kita

  • Suara Tuhan harus jadi hal yang terpenting dalam hidup kita.

  • Kemampuan mendengar suara Tuhan bisa di-transferkan, bisa didoakan oleh yang memiliki kepada yang belum memiliki.

  • Jika kita punya anak-anak yang mendengar suara Tuhan, sebelum kita alami sesuatu, Tuhan bisa gerakkan anak-anak untuk mendoakan, sehingga ada intervensi Tuhan dalam hidup kita.

  • Semua suara Tuhan ujungnya adalah berkat.

  • Untuk mendengar suara Tuhan, dan berjumpa dengan Tuhan, diperlukan ketenangan di dalam hati, dan ada penundukan diri.

 

 

Tuhan atau Musa (Petrus Agung)

Bil 32: 1-5

  • Sebelum masuk tanah perjanjian, bangsa Israel harus menyeberangi sungai Yordan. S Yordan menyuburkan tanah di kedua sisi: tanah perjanjian (Kanaan) dan tanah di seberang Yordan.

  • Suku Ruben-Gad-Manasye memilih berdasar apa yang mereka lihat, untuk kepentingan, kebutuhan, kebesaran, berkatnya sendiri. Ini tidak salah, tapi bukan tanah perjanjian.

  • Yos 1: 15 “ Yosua membedakan:

    • Tanah seberang s. Yordan, yaitu Kanaan, adalah negeri yang diberikan oleh Tuhan.

    • Tanah sebelum s. Yordan adalah tanah yang diberikan oleh Musa kepada 2 1/2 suku.

  • Yordan memisahkan antara tanah yang Tuhan berikan, dengan tanah yang Musa berikan

  • Setelah menyeberang Yordan, kita mendapat tanah yang Tuhan beri. Sebelum menyeberang Yordan, walau subur, adalah tanah yang Musa beri.

  • Tanah pemberian Tuhan adalah tanah perjanjian (promise land) yang Tuhan janjikan kepada Abraham, Tuhan berikan sumpah pada Ishak, dan Tuhan tetapkan bagi Yakub.

 

  • Kita selalu dihadapkan pada 2 pilihan: yang Tuhan janjikan, atau yang kita inginkan/ butuhkan

  • Sebagian besar orang hidup untuk kebutuhan pribadi dan keluarga di dunia. Ini tidak salah dan bukan dosa, tapi pilihan.

  • Dalam 3Yoh Rasul Yohanes mendoakan kelimpahan, yang merupakan bekal dalam perjalanan hidup umat Tuhan. Kita bisa pilih tipe perjalanan hidup yang kita inginkan.

  • Orang yang memilih tujuan hidupnya untuk diri sendiri atau keluarga, maka dia memilih perjalanan pendek, bekal dari Tuhan hanya untuk perjalanan yang pendek itu.

  • Suku Ruben-Gad hanya hidup untuk tujuannya sendiri, berdasar apa yang ada pada mereka, tapi mereka tidak menyadari bahwa Tuhan sedang membangun sebuah bangsa yang besar.

  • Berkat Tuhan adalah bekal bagi perjalanan hidup kita, besarnya tergantung tujuan hidup kita: untuk diri sendiri atau untuk kepentingan kerajaan Surga.

  • Ul 8: 17-18 “ Untuk meneguhkan perjanjian Tuhan dangan Abraham, Tuhan memberikan kuasa untuk mendapatkan kekayaan.

 

  • Saat kita abdikan diri untuk kepentingan pribadi dan keluarga sendiri, maka semua keterbatasan kita akan menghentikan kita.

  • Jika kita ingin melihat sesuatu yang besar, pilih yang Tuhan janjikan. Karena untuk meneguhkan janjiNya, Tuhan akan berikan kemampuan untuk mendapat berkat.

  • Luk 16: 3-4 “ Dalam kehidupan natural kita punya 2 pilihan: mencangkul atau mengemis. Ini hukum dunia: kerja keras, lalu hidup diberkati; atau mengharap belas kasihan orang lain.

  • Tapi di tanah perjanjian ada pilihan ke-3: menikmati kasih karunia dari Tuhan (God grace and favor)

  • Yoh 1: 16-17 “ Kita harus memilih antara Taurat Musa yang penuh aturan dan larangan, atau kasih karunia di dalam Yesus.

  • Orang yang tinggal di tanah perjanjian mengalami perbedaan dan perkecualian di depan Tuhan, seperti hidup di Gosyen.

  • Tuhan bisa proteksi kita dari segala guncangan dunia, dan tinggal dalam hadirat Tuhan. Tapi itu tidak terjadi di tanah pemberian Musa, harus di tanah perjanjian.

  • Pilihlah tujuan hidup yang mulia, maka kita akan terhisap dalam rencana Tuhan yang ajaib dan luar biasa.

  • Mat 6: 28-30 “ Tuhan sanggup mendandani kita.

 

Kedudukan Tinggi – Keadaan Rendah (Timotius Tanutama)

Yak 1: 9

  • Keadaan adalah yang situasi kita hadapi sehari-hari saat ini.

  • Setelah terima Tuhan Yesus, kita punya kedudukan yang tinggi sebagai anak Allah.

  • Keadaan kita hanya sementara. Apapun keadaan dan kondisi kita, permasalahan apapun yang kita hadapi, itu tidak mengubah hakiki kita sebagai anak Allah.

  • Kita hidup di jaman antara saat Tuhan Yesus naik ke surga. Dan kelak turun dari surga untuk menjemput kita.

  • Luk 24: 50-51 “ Tuhan Yesus naik ke Surga dengan posisi tanganNya memberkati kita.

  • Kis 1: 11 “ Tuhan Yesus akan turun lagi dari Surga dengan cara yang sama: tanganNya memberkati kita.

  • Jika Tuhan naik dengan cara memberkati, maka kita juga akan hidup diberkati. Kita harus percaya bahwa Tuhan itu memberkati kita.

  • Rm 8: 32 “ Kedudukan kita: Jika Tuhan menyerahkan anakNya sendiri bagi kita, apalagi hal-hal yang lain.

  • Gal 3: 29 “ Karena kita milik Kristus, maka kita juga keturunan Abraham dan berhak menerima janji-janji Allah,

  • Walau keadaan rendah, kita harus bermegah. Kata “bermegah” (Yak 1: 9) artinya bersukacita (rejoice), glory, tetap percaya dengan suatu alasan atau tanpa alasan.

 

Cara mengubah keadaan yang rendah menjadi lebih baik dengan pertolongan Tuhan (2Raj 4: 1-7)

1. Hadapkan semua yang kita hadapi kepada Tuhan (2Raj 4:2a)

  • Setiap kali kita datang ke Tuhan, Tuhan selalu siap menolong kita

 

2. Tuhan menolong menggunakan apa yang ada pada kita (2Raj 4:2b)

  • Yoh 2: 1-11 “ Mujizat dalam perkawinan di Kana. Air dan tempayan ada di tempat itu. Yang bisa mengubah air jadi anggur adalah Tuhan.

  • Yoh 2: 6 “ Seringkali pertolongan dan mujizat Tuhan tidak jauh, tapi DI SITU.

  • Yoh 6: 1-14 “ Yesus memberi makan 5 ribu orang, sumber mujizatnya ada DI SINI

  • Mujizat tidak jauh: DI SINI dan DI SITU.

  • Kesalahan umum: merasa hanya bisa berhasil jika SEANDAINYA keadaan kita berbeda: anaknya seseorang, mendapat sesuatu, punya modal, sekolah ini, kenal seseorang, dll.

  • Kita harus memberi waktu dan cukup sabar untuk menggali apa-apa yang ada di sekitar kita.

  • Minta Tuhan buka mata kita, sehingga bisa melihat mujizat-mujizat dan pertolongan-pertolongan Tuhan di sekitar kita.

  • Jika kita bisa melihat penyediaan Tuhan di sekitar kita, maka keadaan kita akan meningkat.

  • Setan selalu berusaha meyakinkan bahwa keadaan kita saat ini adalah status dan kondisi kita. Sehingga manusia mengharapkan surga, tapi kehilangan pengharapan di dunia.

  • Contoh pertolongan Tuhan di sekitar kita:

    • Saat menghadapi Goliat, Daud mengambil batu dari sungai, bukan import dari manapun.

    • Daud memenggal leher Goliat dengan pedang Goliat yang ada di situ.

  • Tipuan setan yang lain: ada pemisahan antara hidup jasmani dan rohani. Menang di rohani, tapi kalah di jasmani, di pekerjaan, dll.

  • Keadaan kita hanya sementara, dan harus mengikuti kedudukan kita yang tinggi


3. Tuhan itu Tuhan yang tidak terbatas, maka jangan membatasi Tuhan (2Raj 4: 3)

  • 2Raj 4: 3 “ Jangan hanya minta sedikit pada Tuhan, tapi kita harus jadi berkat bagi bangsa-bangsa.

  • Kebenaran yang disampaikan tidak akan dialami sebelum masuk lebih dulu ke dalam hati kita.

  • Apapun keadaan kita dan yang kita alami, tidak bisa merubah kedudukan kita sebagai anak Tuhan

  • 2Raj 4: 6 “ Jika kita sediakan wadah yang terlalu sedikit, maka berkat berhenti mengalir.

  • Aplikasi: Jangan hanya bersyukur untuk makan 3 kali, tapi minta pada Tuhan supaya bisa makan 30 kali. Sehingga yang 27 kali bisa memberkati orang yang lain.


4. Bangun pertemanan dan persahabatan (2Raj 4: 3)

  • Bejana kita sendiri terbatas. Dengan punya banyak teman, maka jadi tak terbatas.

  • Dalam setiap kegerakan Tuhan, yang terpenting adalah berapa jiwa yang dimenangkan bagi Tuhan

  • Dalam dunia bisnis, yang terpenting adalah jumlah keuntungannya.

  • Hubungan yang baik dengan orang-orang lain membuat kita meningkat dan tidak terbatas


5. Kita harus bisa dipercaya (2Raj 4: 7)

  • Salah satu bukti bisa dipercaya: membayar hutang dan kewajiban kita.

  • Saat berkat Tuhan mulai mengalir, kita harus bisa Tuhan percayai.

 

 

Iman

  • Semua prinsip 1 hingga 5 harus selalu diulang hingga keadaan kita meningkat.

  • Semua tahapan di atas harus dikerjakan dengan iman (Rm 10: 5-10)

  • Kita hidup karena percaya pada janji Tuhan (2Kor 5: 7)

  • Mulai perkatakan semua kebenaran firman Tuhan (2Kor 4: 13)

  • Saat kita mulai melakukan sesuatu dengan memperkatakan firman Tuhan, maka gangguan akan berkurang, lebih fokus, dan sesuatu terjadi.

 

But God (Petrus Agung)

Kej 31: 1-9 “ Ada 4 hal sebagai bekal masuk 2016

1. Kemampuan mendeteksi situasi dan mendengar suara Tuhan

  • Jika kita ingin berhasil, harus ada kombinasi antara “mengamati sekeliling” dan “mendengar suara Tuhan”.

  • Kita harus bisa meng-analisa apa yang terjadi di sekitar kita. Tapi setelah kita bisa hitung reaksi sekeliling, kita tetap tidak bisa langsung mengambil keputusan.

  • Yang membuat kita bergerak dan bertindak haruslah perkataan Tuhan.

  • Kombinasi kecerdasan Ilahi: membaca sekitar kita, dan mendengar instruksi dari Tuhan, akan menjadi kombinasi yang luar biasa.

  • Ketidak-mampuan kita berfikir dengan tenang akan menghasilkan kesimpulan yang mengerikan.

  • Frase “Aku akan menyertai engkau” artinya jaminan Tuhan.


2. Tetapi Tuhan (
but God)

  • Frase “tetapi Allah… ” (“but God …”) seperti meng-counter kenyataan yang buruk, dengan tindakan Tuhan.

  • Contoh di Alkitab:

    • Saat Adam dan Hawa berdosa dan diusir dari taman Eden, tapi Tuhan menjanjikan penyelamat

    • Saat manusia semua berdosa, tapi Tuhan menyuruh Nuh membangun bahtera

    • Saat Abraham hidup di kota pembuat berhala, tapi Tuhan menyuruh dia keluar dari Ur Kasdim

    • Saat Abraham tidak punya anak, tapi Tuhan datang dan memberikan janji keturunan.

    • Goliat menentang Israel dan semua ketakutan, tapi Tuhan mengirim Daud

    • Yusuf dijual sebagai budak, tapi Tuhan menyertai dia.

  • Apapun perkataan negatif seseorang bisa kita counter/ balikkan keadaan dengan “but God” / “tetapi Tuhan”. Jika hidup kita bisa seperti ini, maka akan berbeda (Mal 3: 18)


3. Perpindahan kekayaan (
Transfer of wealth)

  • Jika kita percaya Tuhan membalikkan keadaan dan membuat perbedaan, maka “transfer of wealth” akan terjadi.


4. Ada bagian yang ditampilkan (etalase) dan bagian produksi (dapur)

  • Kej 30: 43 adalah etalase “ hasil yang tampak dari hidup Yakub. Sementara pasal 31 adalah “dapur”nya: perjuangan Yakuba mendapatkan kekayaan Laban.

  • Kita harus memilih: diberkati, atau larut dalam kekacauan. Butuh sebuah kedewasaan untuk hidup di dua sisi. Cara melihat, berfikir, ber-reaksi kita harus lebih dewasa di 2016