admin

Perjumpaan Pribadi dengan Tuhan (Troy Marshall)

  • Banyak orang yang ke gereja, tapi tidak berjumpa dengan Tuhan sendiri.

  • Kita bekerja keras supaya gereja terbuka, mengundang jiwa-jiwa, mengasihi mereka, membuat mereka merasa diterima. Tapi itu tidak berarti kita sudah bertemu Yesus.

  • 1Kor 2: 4 “ Tidak ada orang yang biasa meyakinkan kita untuk beriman dengan khotbahnya. Tapi saat kuasa Tuhan datang, itulah saat kita berjumpa Tuhan di dalam kuasaNya.

  • Yes 6: 1-6 “ Bagaimana kita tahu bahwa kita telah sungguh-sungguh berjumpa dengan Tuhan.

  • Yes 6: 4a “ Ambang pintu adalah struktur ter-aman dan terkuat dalam sebuah bangunan.

  • Saat Yesaya berjumpa dengan Tuhan, bagian yang paling aman-pun goncang.

  • Kita percaya Tuhan, karena tidak lagi percaya dengan pekerjaan daging kita, perbuatan baik, uang, dll

  • Yes 6: 4c “ Saat kita berjumpa Tuhan, akan muncul keterdesakan di dalam diri kita untuk mentaati dan melaksanakan kehendak Tuhan

  • Yes 6: 5 “ Tanda bahwa kita telah berjumpa Tuhan: jika bergerak menjauh dari dosa menuju kekudusan Tuhan.

  • Tuhan melihat ke dalam hati. Saat masih ada kebohongan, menipu, bergosip, berkata buruk tentang orang lain, maka artinya hati dan bibir kita belum bersih.

  • Yes 64: 6 “ Kita memandang diri sendiri dan menyadari tidak ada yang baik di dalam diri kita.

  • Tanda kita sungguh-sungguh berjumpa Tuhan: ada kerendah-hatian muncul dalam hati. Sadar bahwa kita bisa seperti saat ini hanya karena anugerah Tuhan.

  • Yes 6: 6 “ Ada 3 level penyucian yang Tuhan kerjakan di dalam kita.

    1. Tuhan sucikan perilaku kita (what you do): berhenti judi, merokok, mabuk, bergabung dengan orang yang salah

    2. Tuhan sucikan karakter kita (how you do it): cara kita melakukan sesuatu, cara kita memperlakukan orang lain.

    3. Tuhan sucikan intisari/ jati diri kita, motifasi kita (why you do it)

 

  • Cara mengetahui kemurnian motivasi pelayanan kita: dari cara kita ber-reaksi saat diperlakukan seperti pembantu/ pelayan.

  • Yes 6: 8 – Bukti adanya penyucian Tuhan: siap diutus Tuhan.

  • Jika kita benar-benar berjumpa Tuhan, maka kita akan pergi kemanapun Tuhan utus, melakukan apapun yang Tuhan suruh lakukan, apapun kondisinya.

  • Tidak semua orang dipanggil untuk misi ke luar negri. Tapi kita bisa menjangkau keluarga kita, orang-orang di kantor kita, orang-orang di lingkungan kita: kenalkan mereka pada Tuhan.

 

Mengapa Tuhan Memilih Yosua (Tina Astari)

  • Yos 1: 2 “ Kata “bersiap” dalam bahasa Inggris “arise“, artinya: bangun, berdiri. Musa sudah mati, Yosua harus bangkit, bangun, berdiri dan memimpin untuk merebut tanah Kanaan.


1. Yosua dipilih karena mengalahkan orang Amalek (Kel 17: 8-13)

  • Kata “amalek” artinya: orang yang bekerja keras hingga menderita, orang yang bersusah payah.

  • Jangan hidup karena susah payah, tapi seharusnya karena anugerah Tuhan.

  • Kunci mengalahkan orang Amalek: mengangkat tangan ke atas.

  • Anugerah artinya sesuatu yang seharusnya kita tidak sanggup atau tidak mungkin, tapi ternyata bisa.

  • Hidup kita melompat dari satu anugerah ke anugerah yang berikutnya. Anugerah disediakan Tuhan tiap-tiap pagi dalam hidup kita, dan itu hak kita.


2. Yosua tidak meninggalkan kemah Tuhan (Kel 33: 7-14)

  • Walau Tuhan tidak berbicara pada Yosua seperti kepada Musa, Yosua memilih untuk tinggal di kemah Tuhan, bahkan saat Musa kembali ke kemahnya.

  • Dalam hidup Yosua, mata dan hatinya tertuju pada Tuhan.

  • Setiap kali ada hadirat Tuhan di tengah-tengah kita, jangan dilewatkan, segera ambil semua kekayaan rohani yang Tuhan sediakan.


3. Yosua tidak ikut memberontak (Bil 14: 1-10)

  • Ada roh kebijaksanaan di dalam Yosua, sebab Musa telah meletakkan tangannya ke atasnya. (Ul 34: 9)

  • Pemberontakan munculnya di dalam hati, dan itu tidak ada keindahannya.

  • Jangan ikuti bangsa Israel: sudah Tuhan bebaskan dari Mesir, tapi memberontak pada Tuhan dan ingin kembali ke Mesir.

  • KeKristenan tidak bisa berhenti, karena berhenti artinya mati rohani.

  • Ketika Adam jatuh ke dalam dosa, kunci alam maut diambil iblis. Setelah mati di salib, Yesus ambil kunci alam maut itu. Maka iblis saat ini ada di bawah telapak kaki kita.

  • Iblis hanya seperti singa yang mengaum, tapi bukan singa, maka kita tidak perlu takut kepada iblis. (1Ptr 5: 8)

  • Iblis tidak punya tubuh, maka dia perlu tubuh manusia untuk berbuat jahat dan merencanakan yang jahat.

  • Tuhan berikan KUASA KEPADA SEMUA KITA untuk menginjak iblis. Iblis tidak bisa menghalangi pekerjaan Tuhan, tapi bisa dorong orang-orang untuk melakukan agenda iblis.

  • Semakin besar halangan dan problem yang dihadapi, maka semakin besar pekerjaan Tuhan di depan kita, dan semakin besar kuasa Tuhan akan dilimpahkan.

  • Tuhan tidak berikan Holy Stadium dengan kapasitas 12 ribu orang hanya karena iseng, tapi Tuhan punya rencana besar, walau kita belum bisa melihat itu saat ini.

  • Tuhan juga punya rencana besar pada hidup masing-masing kita.

  • Pekerjaan Tuhan tidak bisa dikerjakan oleh sedikit orang, tapi membutuhkan banyak pelayan. Jemaat yang terlibat melayani rohaninya akan bertumbuh dan tidak mandul.

  • Tuhan tidak pernah menjawab kebutuhan kita, tapi Tuhan menjawab iman kita.


4. Yosua mempunyai cara pandang (
mindset) Allah, bukan cara pandang manusia (Bil 14: 9)

  • Frase “yang melindungi mereka” dalam bahasa aslinya Tsel artinya bayangan (shadow)

  • Yang diucapkan lawan sepertinya besar, tapi itu hanya bayangan. Maka kita tidak perlu takut.

  • Setiap kali ada suatu peristiwa, berdirilah di atas Firman Tuhan, jangan membangun kubu. Musuh kita bukan manusia lain, tapi penguasa udara, yaitu iblis.

  • Saat gereja mengalami krisis, di situ pintu-pintu kesempatan dibukakan (quote ps. John Avanzini)

  • Cara pandang Yosua seperti cara pandang Allah: Yosua melihat musuh sebagai roti, bukan sebagai masalah yang besar. Saat cara pandang berubah, sikap kita juga berubah.

  • Setiap kali ke gereja, minta Tuhan memperbaharui pikiran kita. Jika kita tidak memperbarui pikiran kita, maka akan dipengaruhi iblis.

  • 2Raj 6: 16 “ Yang disebut “mereka” bukan manusia, tapi setan. Malaikat Tuhan yang menyertai kita lebih banyak daripada setan yang menyerang kita.

  • Jika ada yang menanyakan tentang masalah JKI, jawab: doakan saja (doa-ke wae)

 

Kuasa Warga Kerajaan (Gilbert Lumoindong)

2Tes 1: 3-5

  • 2Tes 1: 3a “ Hidup Kristen bukan mudah-mudahan, tapi wajib selalu mengucap syukur.

  • Saat mengucap syukur kita akan kuat, menang, melihat kuasa Allah, melihat berkat-berkat surgawi dicurahkan.

  • Kita mengucap syukur bukan karena masalah, tapi karena Tuhan pasti beri kekuatan untuk melewati semua masalah.

  • Di mana Yesus diberitakan, kuasa Allah bekerja, dan iman akan bertumbuh.

  • Yang membuat iman tidak bertumbuh adalah mulut yang suka bergosip, membicarakan orang lain, ingin melihat kejatuhan orang lain, ingin melihat perpecahan, ingin melihat kehancuran

  • Orang yang imannya bertumbuh kesukaannya menggali Firman Tuhan, hidup dalam kuasa Allah, melihat kegerakan Roh Kudus, mengerjakan hal-hal dahsyat untuk kemuliaan Tuhan.

  • Perkataan profetik: Karena imanku makin bertambah, dan kasihku seorang akan yang lain makin kuat, di antara kita di gereja ini.

 

  • Ada 3 jenis orang di sekitar kita:

    • Orang di atas: Jangan jatuhkan orang di atas kita. Dia pasti punya kekurangan, tapi pasti juga ada kelebihan. Maka kita harus belajar dari orang itu.

    • Orang yang bersama kita: Jangan sikut orang di sisi kita, tapi berjalan bersama dan saling mendukung.

    • Orang di bawah: Jangan injak orang di bawah kita, tapi tolong dan angkat dia, supaya hidup kita jadi berkat.

 

  • Saat iman kita bertumbuh, kasih kita akan luar biasa.

  • Gereja kuat: jika di tengah tantangan tetap bersatu, karena kekuatan mereka dari Yesus.

  • Nubuat: Gereja JKI Injil Kerajaan akan menjadi jemaat yang dahsyat, fenomenal, dan penuh berkat, jika setiap jemaat imannya semakin bertumbuh, dan kasihnya semakin kuat.

  • Kita layak menjadi warga kerajaan Allah, karena Yesus sudah menebus kita.

  • Untuk menjadi warga kerajaan surga kita harus melepaskan segala kesenangan dunia, harus sabar, harus mengampuni, harus hidup kudus.

  • Saat kita berada di jalan Tuhan maka kita akan terus naik dan tidak turun, jadi kepala dan bukan ekor. Menjadi warga kerajaan adalah hidup dalam kuasa.

  • Tidak semua pengikut Yesus adalah warga kerajaan. Tapi setiap murid Yesus pasti warga kerajaan

  • Tuhan kita adalah Tuhan yang penuh kepastian. Setelah menjadi pengikut Yesus, kita harus terus naik dan jadi murid Yesus.


Beda pengikut dan murid

1. Pengikut hanya mencari yang enak. Murid dilatih untuk sebuah target

  • Saat Yesus menggandakan roti banyak orang yang mengikuti. Tapi saat Yesus mulai memberi pengajaran yang berat, maka banyak murid yang meninggalkan diriNya (Yoh 6: 66)

  • Hidup Kristen bukan hanya cari yang enak dan menyenangkan, tapi kita diproses. Orang yang siap menjadi murid: siap untuk dilatih, karena ada target di setiap hidup kita.


2. Pengikut lari dalam tekanan dan kemudian trauma serta kecewa; murid dibentuk semakin dahsyat di tengah tantangan.

  • Setiap murid Yesus yang mengalami kecewa dan trauma harus bangkit, karena dia akan melihat Tuhan bekerja dengan dahsyat melalui tantangan dan masalah

  • Orang Kristen seharusnya tidak mudah tersinggung, kecewa, trauma, cengeng; karena Roh Allah di dalam kita, dan memegang tangan kita.

  • Walau kita dilatih keras dan jalannya sukar, tapi Tuhan berjanji menyertai kita, dan tidak satu rambutpun gugur tanpa sepengetahuan Tuhan.


3. Pengikut tidak akan mengalami banyak kemajuan; murid akan selalu mengalami kemajuan yang signifikan.

  • Pengikut diserang virus GGD: gitu-gitu doang, tidak ada perubahan: tetap dalam dosa, kebiasaan yang sama, tidak ada kemajuan.

  • KeKristenan tanpa kemajuan adalah kemunafikan.


4. Target utama pengikut adalah menyenangkan diri sendiri, target seorang murid menjadi serupa dengan Kristus

  • Profetis: minta Tuhan cabut apapun di dalam kita yang tidak Tuhan sukai.

  • Kita ke gereja supaya menjadi serupa dengan Kristus. Kita tidak datang ke gereja untuk mencari berkat, tapi untuk menjadi berkat.

  • Saat Roh Kudus turun atas kita, maka kita menerima kuasa

 

Seorang warga kerajaan diberi kuasa:

1. Kuasa untuk menaklukkan kuasa setan dan kuasa kejahatan

  • Saat kita menjadi murid Tuhan, kita otomatis menjadi warga kerajaan. Sebagai warga kerajaan kita diberi kuasa untuk menaklukkan kuasa setan dan kejahatan.

  • Kita diberi Tuhan kuasa untuk hidup berkemenangan, mengalami rumah tangga yang bahagia, usaha diberkati, dan menjadi pemenang

  • Setan terus mengganggu hidup kita karena memang itu pekerjaannya: mengacaukan rumah tangga, mengacaukan pelayanan, membuat suka bergosip, dll.


2. Kuasa untuk berjalan dalam kesucian

  • Kesucian bukan pilihan, tapi keharusan. Kekudusan bukan permohonan Tuhan, tapi perintah Tuhan.

  • Berkat-mujizat-kemenangan akan Tuhan berikan pada orang yang hidup dalam kekudusan. Orang yang berhati busuk: ngomongin orang di belakang, memfitnah, dll (Ams 4: 23)

  • Dosa membuat orang stress, tertekan, emosional, Kesucian mendatangkan sukacita.

  • Orang yang hidup dalam kesucian bisa difitnah-dijahati-dicurangi, tapi tidak bisa dikalahkan karena pembelaan Tuhan sempurna


3. Kuasa untuk meraih mujizat

  • Mujizat tersedia bagi kita jika kita jadi murid. Perjumpaan Yesus dengan murid-muridNya selalu menghasilkan mujizat dan kuasa Allah (Yoh 15: 7)

  • Yang termasuk dalam “apa saja” : rumah tangga bahagia, hidup diberkati, anak-anak luar biasa, bebas dari hutang, sembuh dari sakit, dll.

  • Profetis: saya terima dengan iman kuasa untuk hidup dalam mujizat.

  • Mujizat adalah hak kita, karena Yesus sudah tebus semua di kayu salib, dan berkata “sudah selesai”.


4. Kuasa untuk hidup dalam kemajuan-kemajuan yang tak terduga-duga

  • Di akhir jaman Tuhan akan buat banyak percepatan. apa yang orang lain kerjakan selama 10-15 tahun, bisa diperoleh warga kerajaan Tuhan selama 6-7 bulan saja (1Kor 2: 9)

 

  • Jika kita tetap setia menjadi murid Yesus, mau dilatih di masa-masa yang sukar, maka apapun yang di hidup kita harus lebih maju: keluarga, pelayanan, pekerjaan, iman, kekudusan, dll.

 

Menang dari Mental Hidup Sebagai Korban (Rony Tirtobisono)

 

  • Setiap orang pasti pernah menjadi korban: keadaan, keluarga, sahabat, rekan bisnis, dll.

  • Ada perbedaan antara “menjadi korban” dan “hidup sebagai korban”.

  • Jangan menghidupi dan tinggal sebagai korban

  • Kita ditetapkan menerima kehidupan lebih dari pemenang

  • Yoh 5: 7 “ Orang yang hidup sebagai korban selalu berharap kehidupannya menjadi tanggung jawab orang lain

  • Sekalipun pernah jadi korban, kita harus sadar bahwa kita harus mengerjakan hidup kita

 

Kesaksian p Rony

  • Ams 23: 7a “ Ayat ini membuat p Rony berani melamar pekerjaan di perusahaan multinasional walau hanya lulusan SD. P Rony diterima, bahkan akhirnya jadi salah satu direktur.

  • Selama bekerja, p Rony juga melayani di gereja hingga akhirnya Tuhan panggil p Rony pada tahun 2007 untuk melayani Tuhan sepenuh waktu.

  • Tahun 2013 tiba-tiba kondisi fisik p Rony menurun drastis, ternyata ada tumor di otak.

  • P Rony merasa hampir waktunya dipanggil Tuhan untuk pulang. Maka ia berpesan beberapa hal pada istrinya, lalu mengucap syukur dan menyerahkan hidupnya pada Tuhan

  • Setelah dilawat Tuhan, p Rony mantab untuk di operasi.

  • Saat cek-up tahun-tahun berikutnya ternyata otak p Rony pulih total.

 

 

  • Dalam setiap kelemahan kita, saat kita berserah pada Tuhan, maka kasih-karuniaNya melingkupi dan memenuhi kita, sehingga kita menjadi kuat di dalam Dia.

 

 

 

Pengurapan Akselerasi (Darrell Stott)

Kej 13: 14-15

  • Jika seseorang nabi bernubuat, dengarkan baik-baik apa yang dikatakannya, dan jika percaya harap merespon.

  • Seorang nabi tidak perlu memperkenalkan dirinya sebagai nabi. Saat nabi sejati bicara, Tuhan juga berbicara di hati jemaat.

  • Nubuatan ps Darrell 3 tahun yang lalu: Tuhan akan mengurapi bu Tina dengan urapan macan tutul. Bu Tina harus berubah dan bergerak cepat dalam mengikuti Tuhan.

  • Nubuatan ps Darrell untuk p Agung, Samuel, dan Shasha, sekitar 2 tahun yang lalu:

    • Tuhan akan mengurapi Shasha dengan urapan kesembuhan, bukan hanya untuk di Indonesia, tapi di seluruh dunia. Shasha akan jadi evangelis dengan urapan kesembuhan.

    • Tugas Samuel: melindungi Shasha, karena dia sangat penting bagi Tuhan. Ada urapan dan rencana besar yang Tuhan sediakan bagi Samuel.

    • Kezia serupa dengan ps Tina. Kezia bisa lakukan segala sesuatu dengan cepat.

  • Seseorang jadi besar jika dia rendah hati, menghormati Tuhan dan para pemimpin gereja.

  • Gereja JKI dari denominasi Menonite. Pemimpin-pemimpin Menonite berdoa untuk memilih pengganti p Agung. Mereka tidak bertanya pada manusia atau jemaat, tapi pada Tuhan.

  • Sehari setelah penguburan p Agung, Tuhan perintahkan ps Darrell bicara kepada bu Tina:

    • Tuhan punya rencana besar untuk Esau, tapi Yakub berusaha mencurinya.

    • Berkat dan urapan dari Holy Stadium akan turun kepada bu Tina dan anak-anaknya.

    • Ada orang yang lain (Yakub), yang ingin membawa pemimpin, visi, arah dan tujuan baru. Jika ini terjadi, maka rencana Tuhan tidak akan terjadi pada Shasha, Samuel dan Kezia.

    • Bu Tina harus jadi gembala, sehingga urapan itu akan tinggal di keluarga p Agung. Jika bu Tina menolak jadi gembala, maka Yakub akan datang ke Holy Stadium.

    • Shasha, Samuel, dan Kesia akan diberkati, hanya jika bu Tina berkata ya untuk menjadi gembala. Karena bu Tina adalah ibu yang menjadi tudung (cover) anak-anaknya.

 

  • Apapun yang saat ini dilakukan bu Tina bukanlah demi posisinya, tapi demi anak-anaknya.

  • Masalah-masalah di Holy Stadium disebabkan iblis ingin menghentikan rencana Allah.

  • Setiap pendeta yang kenal Alkitab akan berkata: di dalam sebuah gereja Tuhan akan berikan mata dan visi hanya pada 1 orang yaitu gembalanya.

  • Hari ini visi p Agung untuk Semarang dan Indonesia harus mati. Sehingga Tuhan bisa memberikan visi yang baru: Tuhan memberikan seluruh dunia jadi milik kita.

  • Tujuan gereja: win the lost at any cost. Visi gereja: berkhotbah tidak hanya di Semarang dan seluruh Indonesia, tapi juga kepada segala bangsa di seluruh dunia.

  • Visi dari Tuhan akan mati, jika tidak ada persatuan. Jika kita ingin melihat sesuatu yang besar terjadi, harus ada unity dalam gereja

  • Saat ps Tina ditumpangi tangan dan diurapi oleh pemimpin dari denominasi Menonite, maka dia menjadi hamba Tuhan yang diurapi Roh Kudus.

 

  • Orang yang diurapi tetap bisa membuat kesalahan. Tapi jangan jamah orang yang diurapi.

  • Kita tidak dapat menghormati Tuhan tanpa menghormati gembala anda !

  • Urapan Tuhan akan meningkat saat unity meningkat: kuasa Tuhan, kesembuhan, keuangan, kesempatan, dll, semua dipercepat. Jemaat harus mempersiapkan diri untuk semua itu.

  • Relakan pendapat-pemikiran-visi kita sendiri mati, lalu ganti dengan visi Tuhan: menyampaikan Injil kepada seluruh dunia.

 

Roma 8: 28 (Sony Mandagi)

Roma 8: 28-29

  • Ayat ini ditulis dalam konteks: bagaimana hidup berjalan di dalam Roh saat sedang mengalami tantangan dan penderitaan.

  • Manusia percaya Tuhan bekerja dalam beberapa hal, tapi sulit percaya bahwa Tuhan juga bekerja dalam hal-hal yang tidak baik: sakit, pembunuhan, perceraian, kematian, dll.

  • Allah turut bekerja dalam segala sesuatu yang kita alami: yang baik dan yang tidak baik, yang enak dan yang tidak enak.

  • Allah bukan bekerja nanti setelah suatu kejadian terjadi, tapi Tuhan secara aktif turut bekerja: sebelum, sedang, dan sesudahnya.

  • Jangan mencari Tuhan hanya saat permasalahan tiba. Lihat Firman Tuhan, mengerti hikmat, kuasa, kebaikan, dan kemuliaanNya, sehingga kita mampu menghadapi persoalan apapun.

  • Tuhan tidak punya kewajiban untuk menjelaskan semua kepada kita, tapi kita bisa yakin bahwa Tuhan bisa dipercaya.

  • Ada hal-hal yang hanya bisa diberikan secera utuh oleh Tuhan: kebahagiaan, sukacita, sejahtera, rasa aman, dll. Kita tidak bisa cari hal-hal ini dari manusia lain.

  • Sebaliknya ada orang-orang yang menanti Tuhan bertindak sesuatu, padahal tanggung-jawab ada pada orang itu sendiri, karena Tuhan sudah berikan kuasa untuk bertindak.

  • Hanya Tuhan yang bisa selamatkan jiwa-jiwa. Tapi Tuhan panggil kita untuk proklamirkan Injil, bersaksi, mengajar, menghidupi Firman Tuhan. Yang menentukan hasilnya adalah Tuhan.

  • Kata “turut bekerja” = work together (KJV) = συνεργέω (G4903) sunergon. Artinya gabungan beberapa elemen untuk menghasilkan sebuah produk yang ada nilai dan tujuannya.

  • Hal-hal yang disebut “baik“menurut manusia: gaji naik, tambah kaya, sehat, dst, semua keadaan yang menguntungkan kita.

  • Segala sesuatu yang dialami di bumi, bertujuan menunjuk dan mempermuliakan pada sang Juru Selamat, yaitu Tuhan Yesus.

  • Hal-hal yang “baik” menurut Tuhan: menjadi serupa dengan gambaran anakNya (Rm 28: 9). Baik di mata Tuhan artinya: makin diubahkan, makin merendahkan hati, makin seperti Yesus.

  • Apapun yang membuat kita semakin dekat pada Tuhan, adalah hal yang baik di mata Tuhan.

  • Yang bisa mengalami kebaikan Allah hanya mereka yang terpanggil sesuai rencana Allah, yaitu orang yang percaya pada karya keselamatan yang dilakukan Tuhan Yesus.

  • Jangan pernah berfikir Tuhan jauh dari kita, persekutuan yang intim dengan Tuhan adalah segala-galanya. Sehingga saat kita lemah, kita bisa percaya bahwa Tuhan selalu menyertai.

  • Kita tidak selalu merasa kehadiran Tuhan, tapi kita harus yakin bahwa Dia tak pernah meninggalkan dan undur dari kehidupan kita.

  • Tuhan juga turut bekerja sama bagi JKI Injil Kerajaan: dulu, sekarang dan seterusnya.

 

Sikap Hati (Victor Purnomo)

2Sam 16: 5-14

1. Simei

  • Ketika Daud keluar dari istana karena Absalom memberontak, Simei mengutuki Daud. Daud hanya diam dan tidak berbuat apa-apa.

  • 2Sam 19:15 “ Daud kembali ke istananya, dan Simei diampuni.

  • Semua emosi, kemarahan, dan kutukan yang keluar dari mulut kita sangat berbahaya, karena suatu kali akan menikam balik hidup kita.

  • Hidup jangan tergantung perasaan dan mood. Hidup kita harusnya tergantung apa yang Tuhan mau kita lakukan. Ini membuat hidup kita aman.

  • Dalam kejadian apapun Tuhan sedang menguji kita. Peristiwa apapun yang kita alami, urusannya bukan antara kita dengan orang lain, tapi urusannya antara kita dengan Tuhan.


2. Abisai

  • Abisai disebut “anak Zeruya” , keterkaitannya dengan ketidak-mampuan mengekang emosi.

  • Kita harus punya 2 hal: hati kita benar, cara kita juga benar. Tuhan melihat 2 hal ini

  • Banyak orang tidak bisa berdamai dengan keadaan, akibatnya marah.


3. Daud

  • Daud orang yang berdamai dengan musuh dan orang yang menjahati dia. Karena itulah Tuhan begitu mengasihi dia.

  • Daud rela melepaskan apa yang dimiliki (2Sam 15: 30)

  • Daud keluar dari istana dengan sedih: kepala berselubung dan kaki tidak berkasut. Ini melambangkan Daud rela melepaskan hak sebagai raja, asal tetap mendapatkan Tuhan.

  • Yang dikejar Daud di hidupnya: ingin dekat dengan Tuhan dan tidak kehilangan. Saat ada orang yang hatinya seperti itu, Tuhan akan terpikat, dan membuat semua keadaan jadi baik.

  • Seberat apapun keadaan kita, Tuhan bisa merekayasa dan memulihkan keadaan kita.

 

 

  • Tuhan sedang memperbaiki dan membongkar hati kita, karena sikap hati kita sukar diubah.

  • Jika yang di dalam berubah, yang di luar akan mudah diubah Tuhan. Minta Tuhan urusi yang di dalam kita.

  • Penelitian Universitas Havard: Keberhasilan seseorang ditentukan 85% oleh sikap hati, dan 15% oleh kemampuan, kehebatan, dan kepandaian.

  • Sikap hati muncul dari dalam, dan kita tidak bisa berpura-pura

  • Dalam menghadapi situasi apapun, pilihlah: jadi Daud, Simei, atau Abisai. Semua kondisi kita kita pilih sendiri.

  • Jika kita bisa menetapkan hati kita benar di hadapan Tuhan, maka apa yang sukar bagi kita, dan kita pikir hilang, akan Tuhan kembalikan.

  • Kita sukar memiliki sikap hati yang benar, karena kita suka membela diri.

  • Tetapkan pilihan untuk menjaga sikap hati yang benar.

Menghadapi Perubahan yang Kita Tidak Dambakan (Virgo Handoyo)

  • Dalam hidup kadang kita menghadapi perubahan-perubahan yang tidak kita dambakan.

  • Penderitaan adalah harga dari kasih yang harus kita bayar.

  • Jika kita tidak meninggalkan orang yang kita kasihi, orang yang kita kasihi itu akan meninggalkan kita.

  • Penelitian menyebutkan bahwa penyebab stress tertinggi disebabkan kehilangan pasangan karena kematian (100 poin).

  • Jemaat mula-mula juga mengalami stress berat. Yohanes memberi penghiburan pada jemaat: (Why 14: 13)

  • Orang yang mati di dalam Tuhan disebut berbahagia karena:

    1. Orang yang mati di dalam Tuhan bertemu dengan Tuhan muka-dengan-muka

    2. Orang yang mati dalam Tuhan beristirahat dari jerih lelahnya

    3. Perbuatan orang yang mati di dalam Tuhan menyertai mereka.

 

  • Perbuatan kita akan selalu menyertai kita, baik itu hal yang baik atau jahat.

  • Selama masih hidup di dunia, Tuhan beri kita kesempatan mengubah tapak-tapak hidup kita.

  • Tindakan yang harus dilakukan oleh mereka yang kehilangan seseorang karena kematian: kenali rasa kehilangan kita.

  • 5 tahapan psikologis manusia saat meresponi perubahan yang mendadak:

    1. penyangkalan (denial)

    2. kemarahan/ konflik.

    3. tawar-menawar (bargaining)

    4. depresi.

    5. penerimaan (acceptance)

 

  • Setelah mencapai titik penerimaan, bisa menerima realitas yang ada dan move on, maka fokus berubah menjadi restorasi/ pemulihan.

  • Pemulihan yang dilakukan: sistem keluarga, identitas, penyesuaian dengan status yang baru, menata ulang organisasi dan pelayanan.

  • Proses pemulihan ini perlu waktu, kesabaran, toleransi satu-sama lain, kesehatian, unity, tema work yang saling men-support.

  • Jemaat yang sehat mampu menghadapi perubahan mendadak dengan dinamis dan bijaksana.

  • Kita memang mengalami stress, terguncang (shock), menderita (suffering), tapi melalui semua itu kita akan naik dan melayang terbang seperti rajawali bersama Tuhan.

  • Teruskam misi dan visi p Agung: jangkau dan menangkan semua jiwa-jiwayang terhilang berapapun harganya (win the lost at any cost)

 

Tongkat Musa (Victor Purnomo)

  • Tuhan tahu yang kita butuhkan, dan sedang atur apapun untuk menolong hidup kita

  • Kel 4: 2-4 “ Saat Tuhan memanggil Musa, tongkat Musa hanyalah tongkat biasa. Hari itu Tuhan ubah tongkat itu jadi luar biasa.

  • Tuhan beri kepercayaan-otoritas-kuasa di tongkat Musa. Tapi itu sewaktu-waktu tongkat itu bisa berubah jadi ular yang berbahaya, yang bisa mematuk pemiliknya.

  • Masing-masing kita dipanggil sebagai pemimpin, dan Tuhan beri tongkat otoritas. Jika tidak mampu handle dengan baik, suatu ketika tongkat itu akan jadi ular yang bisa menghancurkan.

  • Tuhan juga membuat proses di hidup kita, sehingga semua yang duniawi dicabut keluar, dan Tuhan gantikan dengan budaya surgawi.

  • Sebuah otoritas bisa berubah menjadi otoriter, lalu semua dilakukan dengan kemampuan, kesanggupan, dan kekuatan sendiri. Akibatnya banyak hidup orang yang hancur.

  • Tidak ada pemimpin yang kebal dari bahaya ini: orang yang punya otoritas berubah jadi orang yang otoriter, yaitu mengerjakan dengan kekuatan dan kesanggupan manusia.

  • Saat proses pembentukannya selesai, tongkat Musa berubah jadi tongkat Allah.

  • Ams 29: 18a “ Otoritas tanpa visi itu mematikan. Setiap pemimpin harus punya visi, tahu apa yang dilakukan di depan. Jika tidak, maka akan ada keliaran dan kematian.

  • Tongkat otoritas dari Tuhan akan membawa kemenangan demi kemenangan dalam hidup kita.

  • Bil 20: 8-12 “ Tongkat Musa punya kuasa karena diletakkan di hadapan Tuhan

  • Tuhan tidak suka dengan yang dilakukan Musa karena:

    1. Musa tidak percaya. Dalam bahasa aslinya berarti “tidak mendukung”, artinya Musa bergeser jadi sepihak dengan orang Israel yang protes dan menentang Tuhan.

    2. Musa tidak menghormati kekudusan Tuhan. Musa memukul gunung, seolah-olah yang melakukan adalah Musa dan bukan Tuhan.

  • Otoritas kita adalah milik Tuhan, kita hanya mendapat pinjaman.

  • Mzm 106: 33 “ Kepahitan yang dialami Musa masuk hingga ke rohnya, bukan hanya di tubuh dan perasaan. Akibatnya Musa mengucapkan sesuatu yang salah.

  • Otoritas tanpa visi membinasakan, Otoritas ditambah kepahitan dan kemarahan mendatangkan kerusakan yang besar.

  • Pegang tongkat otoritas kita dengan kuat, minta bantuan Tuhan supaya bisa setia, dan tongkat itu tidak pernah jadi ular.

 

7 Kebaikan Anak Bungsu (Adi Sutanto)

Luk 15: 11-24

  • Sulung dan bungsu sama-sama punya dosa dan kelamahan. Tapi hati mereka berbeda.

    • Si bungsu dalam hati terdalam percaya bapaknya baik. Maka ia berani pulang, rela jadi pekerja, konsekuen dengan perbuatannya.

    • Sulung bekerja tiap hari dengan setia, tapi dasar hati dan mentalitasnya lain. Hati sulung berkata: bapaknya tidak adil dan pelit.

  • Cara pandang hati kita terhadap Tuhan menentukan segala-galanya.

  • Yakub dan Esau sama-sama berdosa, sama-sama lemah. Tapi hati Yakub sangat percaya janji Tuhan dan hak kesulungan.

  • Orang yang percaya janji Tuhan adalah orang yang berbahagia, karena Tuhan kita adalah Tuhan yang berjanji.

  • Dari waktu ke waktu Tuhan mau berjanji secara pribadi kepada masing-masing anak-anakNya.

  • Puji Dia, sembah Dia, dekati Dia, senangkan hatiNya, belajar berkenan pada Tuhan, maka Tuhan akan datang dengan membawa janjiNya bagi kita.

  • Jika dapat janji dari Tuhan: pegang janji itu, karena akan jadi kenyataan yang memberkati kita.

  • Dari jauh bapak sudah berlari menjemput bungsu. Ini mengindikasikan setiap hari bapa menunggu anaknya pulang.

  • Bapa tidak bertanya tentang dosa si bungsu, tentang bertanya berapa kerugian yang dialami. Si bungsu pulang saja bapa sudah senang. Sukacita Bapa itu menutupi semua dosa.

  • Saat datang pada Tuhan, jangan hitung-hitung lagi kelemahan dan kekurangan kita.

  • Hanya setan dan manusia yang menuduh, menghitung, dan mengingat kelemahan dan dosa.

  • Kita anak-anak Tuhan yang kudus: bukan karena tidak pernah berdosa, tapi dikuduskan oleh Tuhan.

  • Miliki hati yang mengasihi Tuhan! Di hadapan Tuhan itu melihat sekalipun pemberiannya kecil

  • Tuhan menghargai persembahan yang kecil, sekalipun di dalam kekurangan.


7 kelebihan anak bungsu

  1. Ingin mandiri- berdikari: Kita harus belajar mandiri, termasuk dalam mencari firman Tuhan. Tidak ada orang yang rohaninya kuat hanya dengan mendapat firman pada hari minggu.

  2. Rendah hati: Saat kehabisan uang, si bungsu mau kerja apa saja, mau makan apa saja, tidak gengsi, dan tidak malas.

  3. Sadar keadaannya. Saat Roh Kudus menyadarkan, tapi kita keraskan hati, maka akan habis.

  4. Bungsu mengambil langkah pertama: bangkit dan pergi kepada bapaknya.

  5. Konsekuen: Rela bila dijadikan orang upahan bapanya. Sadar keadaannya.

  6. Terus berjalan pulang hingga ketemu Bapa, dan tidak berhenti (PUSH: pray until something happen.)

  7. Hati si bungsu percaya bahwa bapanya baik. Karena itu bungsu berkata “harta kita”. Tapi si sulung berkata “harta bapak”. Bungsu merasa ikut memiliki, sulung tidak merasa memiliki.

 

 

  • Cara berdoa seseorang menunjukkan seberapa besar kepercayaannya pada Tuhan.