Confidence (Keith Johnson)

Cast not away therefore your CONFIDENCE, which hath great recompence of reward (Ibr 10:35,KJV)

  • Kesanggupan mempertahankan confidence kita setiap harinya akan membentuk upah kita di masa depan. Di saat kita mengambil keputusan, itulah saat destiny kita dibentuk.

  • Reward hanya diberikan kepada sedikit orang, yaitu mereka yang rela melakukan hal-hal yang orang lain tidak mau lakukan.


3 kunci yang secara radikal akan mengubah kejiwaan kita, yang akhirnya mengubah destiny

1. Self-image

  • Self-image adalah bagaimana kita melihat diri kita sendiri.

  • Tuhan menciptakan manusia menurut gambar dan citra Tuhan, tujuannya supaya manusia sukses dan menang dalam kehidupannya.

  • Iblis membenci citra diri Allah di dalam manusia, dan berusaha menghancurkannya dengan membuat manusia meragukan bahwa dirinya benar-benar merupakan citra Tuhan.

  • Orang yang mendua-hati tidak stabil jalannya, dan tidak terima apapun dari Tuhan. (Yak 1:6)

  • Iblis ingin curi identitas kita. Karena:

    • Jika kita tidak kenali siapa diri kita, kita tidak akan pernah tahu apa yang bisa kita lakukan.

    • Jika kita tidak melakukan yang Tuhan perintahkan, maka kita juga tidak akan mendapatkan hal-hal yang Tuhan ingin kita memilikinya.

    • Jika kita tidak memiliki hal-hal yang Tuhan ingin kita memilikinya, maka kita tidak bisa menolong orang-orang lain yang harusnya kita tolong.

  • Kisah Gideon di Hak 6:12.

    • Potensi Gideon pemimpin kelas dunia, tapi hidupnya jauh dari potensi maksimalnya.

    • Perkataan Tuhan melalui malaikat yang mengubah hidup Gideon: mighty man of valor (Ibrani = prajurit pemenang yang penuh percaya diri / confidence warrior champion)

    • Yang Tuhan coba lakukan dalam hidup Gideon adalah mengubah cara Gideon memandang dirinya sendiri: mesin perang, berotot, kuat, pahlawan, dan selalu menang.

  • Saat Tuhan berkata kepada kita, Tuhan akan bicarakan potensi kita, apa kemungkinan yang bisa kita capai di masa depan.

  • Apa yang kita ucapkan menunjukkan bagaimana cara kita memandang diri kita sendiri.

  • Saat kita fokus kepada Tuhan, maka kita akan menyadari bahwa sebagaimana adanya Tuhan, demikian pula kita, karena kita ada di dalam Dia:

    • Tuhan itu kasih, maka saya juga kasih

    • Tuhan powerful, maka saya juga powerful

    • Tuhan confidence, maka saya juga confidence

    • Tuhan berfikir besar, maka saya juga berfikir besar

    • Tuhan itu indah, maka saya juga indah

    • Tuhan itu cerdas, maka saya juga cerdas.

  • Rubah gambar batin kita: Kita juaranya Tuhan, prajuritnya Tuhan, dan pemenang kehidupan!


2. Self – esteem

  • Self “ esteem adalah seberapa besar kita menghargai diri kita sendiri.

  • Nilai kita tidak berdasar pada citra tubuh kita, tapi ditentukan oleh Yesus. Kita dibeli dengan darah Yesus yang mahal, itu artinya kita bernilai dan mahal. (1 kor 6: 20)

  • Tuhan membentuk manusia sesuai citra diri Tuhan. Maka kita juga harus belajar jatuh cinta pada diri kita sendiri, dan berhenti mencoba meniru orang lain. Karena kita original dan indah.

  • Saat kita menghargai dan memberi nilai pada diri kita, itu sebuah investasi. Kita akan mengharapkan sesuatu yang lebih, punya standar yang tinggi bagi hidup kita.

  • Nilai uang kertas dibedakan karena citra/ gambar yang ada di permukaannya, walaupun nilai bahannya sama. Yesus meletakkan fotonya pada kita. Kita sangat istimewa bagi Tuhan.


3. Self – talk

  • Ubah cara kita berkata-kata terhadap diri sendiri (self-talk).

  • Jika gambar diri kita negatif, bahasa kita tentang diri sendiri juga negatif. Psikologi berkata bahwa 85% inner-dialog kita negatif.

  • Perkataan negatif menyakiti diri kita sendiri. Itu juga berarti berkata negatif tentang Tuhan yang menciptakan kita, karena kita adalah karya seni Tuhan sendiri.

  • Maz 19: 14 – semua perkataan eksternal dan internal Daud kiranya memuliakan Tuhan.

  • Dalam diri kita ada sosok pengkritik dan seorang pelatih/ coach. Yang kita beri makan lebih banyak akan berkata-kata lebih banyak.

  • Kesanggupan kita merubah diri sendiri membentuk kesanggupan untuk mengubah orang lain.

  • Kita harus serius untuk mengubah diri kita sendiri, karena kita tidak bisa mengubah orang lain: istri, presiden, pemimpin kita. Yang bisa kita ubah adalah diri kita sendiri.

  • 2Kor 3:18 – Saat kita memandang Tuhan, kita sedang diubahkan from glory to glory

 

You may also like

Leave a comment