A Living Sacrifice

Kita harus merestorasi hidup kita. Mezbah adalah tempat di mana kita mempersembahkan korban bakaran kepada Tuhan.

Kejadian 8:20
Kejadian 12:7
Kejadian 13:18
Kejadian 22:9
Kejadian 26:25
Kejadian 33:20
Kejadian 35:1
Keluaran 17:15
Hakim-Hakim 6:24
Yosua 8: 30-31
2 Samuel 24:18-19
1 Raja – Raja 18: 31-32
1 Petrus 2 :4-5
Yohanes 1:1

Didirikan karena pendirinya berhubungan dengan Allah. Persembahkan yang hidup. Hidup kita dikhususkan kepada Tuhan sebagai korban. Agar Tuhan berkenan pada hidup kita.

Ulangan 17:1

Tugan menyediakan api dan kita menyediakan korbannya.

Roma 12:1

Siapapun kita. Pelayan atau siapa pun jangan sampai tidak mendirikan mezbah. Jangan sampai tak ada mezbah dan Tuhan tanpa disadari meninggalkan kita.
Kita datang ke gereja juga harus mendirikan mezbah. Membawa korban. Agar kita tak ke gereja sia-sia.

Imamat 6: 12

Harus dijaga agar api tetap menyala di atas mezbah. Tuhan ingin agar mezbah kita menyala terus. Jika tak ada korban di atasnya, maka api tak akan menyambarnya.
Gedung gereja ini juga dibangun atas pengorbanan banyak orang. Inilah House of Sacrifice.
Pagi-pagi kita bangun mezbah dan mendapatkan firman. Jadikan itu sebagai kekuatan menjalani hidup. Mulailah memuji Tuhan. Jadikan pujian sebagai korban. Jangan selalu mengeluh kepada Tuhan. Tetapi persembahkanlah korban pujian. Sekalipun sulit, coba paksakan tetap memuji Tuhan.
Tuhan maunya kita bukan persoalan kita.
Allah bertahta di atas pujian umatNya.
Korban itu ada rasa sakitnya. Tetap tinggikan Tuhan.

Ibrani 13:15

Ada ucapan bibir. Suarakan dengan keras ucapan syukur keluar dari bibir kita. Belajarlah mempersembahkan korban.
Dan jika Allah berkenan maka Tuhan akan mewahyukan firman. Pewahyuan turun dalam hidup kita. Kita dibuat bertumbuh.

Ibadah Minggu pagi bersama Ps Tina Agung Purnomo

#jkiinjilkerajaan
#holy stadium
#jkionthemove

Credit 📷 by: @relanov_
Jc

You may also like

Leave a comment