Karmel: Mezbah-Cangkul-Pedang (Petrus Agung)

 

  • 2Raj 2: 23-25 “ Elisa dihina, setelah peristiwa itu Elisa pergi ke Karmel.

  • Untuk membawa seluruh bangsa menyembah hanya kepada Allah, jubah Elia saja tidak cukup. Elisa membutuhkan pengurapan dan kelengkapan seperti yang Elia dapat di Karmel.

  • 1Raj 18: 31-40 “ Elia menghadapi nabi-nabi Baal. Ada 3 hal yang dibuat Elia dalam peristiwa gunung Karmel, dan itu juga harus kita miliki.

 

 

 

1. Membangun mezbah yang sudah runtuh

 

  • Jika ingin hidup dalam anugrah, perkenan, dan berkat Tuhan, kita harus bangun mezbah kita masing-masing. Itu fondasi utama hidup kita untuk tetap berdiri di hadapan Tuhan.

  • Setiap pagi saat kita duduk diam dan merenungkan Firman, menyembah Tuhan, hadapkan hidup pada Tuhan, menaikkan doa, ini membuat hubungan kita dengan Tuhan tetap berjalan.

  • P Alex-gembala Bethany berkata pada P Agung bahwa rahasia suksesnya adalah menyembah Tuhan. Begitu menyembah Tuhan artinya langsung masuk ruang Maha Kudus dan bertemu Tuhan, dan Tuhanlah sumber semua berkat (Ams 10: 22)

  • Jika kita sadar ada yang kurang, hilang, rusak, maka kita harus perbaiki mezbah kita!

  • Begitu hadirat Tuhan turun, maka favor Tuhan turun dalam hidup kita, dan kita akan mendapat perkenan Tuhan dan manusia.

 


2. Cangkul

 

  • Setelah membangun mezbah, Elia membuat parit di sekitar mezbah. Untuk itu perlu cangkul.

  • Ukuran parit adalah 2 sukat benih, sehingga apapun yang diletakkan di situ adalah benih.

  • Pengertian parit:

    • Saluran semacam selokan.

    • Perban untuk membalut luka, atau kulit tipis proses kesembuhan kulit dari luka.

    • Parit dari akar kita: naik, tumbuh, memancar dengan kuat, makin luas dan jadi yang paling superior/ hebat.

  • Elia taruh benih berupa 12 buyung air dalam parit, tuaiannya adalah hujan yang lebat. Sebelumnya Israel tidak alami hujan dan gersang selama 3,5 tahun.

  • Benih apapun yang kita tabur harus dari hati yang sudah tidak ada luka lagi ! (Rm 12: 18)

  • Tuhan beri kita benih untuk kita tabur (2Kor 9: 10), tapi sering benih itu mati karena parit kita penuh dengan luka: luka, kecewa, sakit hati, jengkel, marah, dendam, benci, pahit, menyimpan kesalahan orang lain, menghakimi. Jika kita mau bereskan itu semua maka hati kita merupakan parit yang bisa Tuhan beri benih terbaik!

  • Bereskan semua yang buat hati kita luka dan kecewa, sehingga pengertian ke-3 dari parit akan terjadi: bertumbuh, naik, memancar kuat, makin luas, jadi superior di atas yang lain.

  • Ampuni semua yang bersalah pada kita, maka kemanisan Tuhan akan mengalir masuk ke hidup kita!

  • Miliki iman yang simple, singkirkan semua yang rumit, kembali pada kesederhanaan Alkitab !

  • Bangsa-bangsa naik ke gunung Karmel untuk membangun mezbah, membangun parit, meletakkan korban yang benar, yang berasal dari hati yang benar. Saat kita bangun sesuatu yang tepat di Karmel, hidup kita akan menghisap kekayaan yang luar biasa. (Ul 33:19, Amp)

 


3. Pedang

 

  • Apapun yang Tuhan perintahkan dalam hidup kita harus dituntaskan! Seperti Elia yang menyembelih nabi-nabi Baal.

 

You may also like

Leave a comment