Catatan Kotbah

Kingdom Wedding – 24 Juni 2018

Kingdom Wedding

Matius 22

Masalah kesenjangan sosial, politik, jangan mengalahkan hal rohani. Dunia membenci hal rohani. Jangan terseret pada hal-hal duniawi.
Dalam hal Royal Wedding, Tuhan mengangkat semua orang yang tak berdaya ke pesta perkawinan yang mulia. Orang yang tak berguna diangkat tanpa dusta. Orang yang diundang justru menjawab dengan banyak alasan macam-macam. Maka Tuhan mengundang orang yang merasa tak layak namun dilayakkan Tuhan. Tuhan sedang menbersihkan umatNya. Tuhan membersihkan yang rusak. Tuhan memulihkan yang sakit.
Jika kita diundang sang Raja maka kita mesti singkirkan hal lain. Tuhan mengundang orang di perempatan jalan yang nyaris mati. Justru merekalah yang akan dipulihkan. Ini adalah gerakan untuk semua orang. Bukan gerakan milik beberapa orang saja. Sebab segala sesuatu sudah disiapkan oleh Sang Raja. Tetapi kita selalu mempertanyakan. Semua tersedia tanpa syarat. Hanya percaya saja.
Zakaria 3

Tuhan bukan saja mengundang dan menarik kita untuk masuk dalam pesta perkawinan Sang Raja. Melainkan juga memberikan pakaian pesta. Bukan pakaian pesta biasa namun juga jubah terhormat.
Wahyu 19
Bahkan lebih dari itu kain lenan disediakan bagi kita. Bagi kita yang rindu untuk mendapatkan undangan dari Sang Raja. Sebab segala sesuatu sudah tersedia. Semua sudah tersedia karena anugerahNya. Jubah kebenaran diberikan.
Ibadah Minggu sore bersama Pdt Timotius Arifin.

Jc

#holystadium
#jkiinjilkerajaan
#jkionthemove

Credit 📷by: @henrydonuts

Pemulihan – 3 Juni 2018

Pemulihan

Memulihkan pintu gerbang yang sebelumnya hancur. Pintu-pintu gerbang yang semuanya punya makna. Nehemia juga memulihkan semua gerbang di Jerusalem.
Kisah Para Rasul 3:21
Pemulihan mengembalikan segala sesuatu seperti semula. Pembentukan kembali seperti awal.
1. Pintu Gerbang Domba. Yesus adalah anak Domba yang dikorbankan. Tak ada cara lain selain lewat Gerbang Domba atau Yesus.
Yang dipulihkan adalah kita sebagai domba Allah.
Yohanes 10:27
Agar kita tak diombang-ambingkan ajaran aneh dari luar.
2. Gerbang Ikan. Ikan lambang jiwa-jiwa. Lambang penginjilan.
Markus 1:16-18
Ikan-ikan yang harus diinjili.
3. Gerbang lama. Ada korban agar jiwa-jiwa dimenangkan. Apa yang sudah ditanam jangan dihilangkan. Visi yang sudah ada dipulihkan. Win the Lost at any Cost jangan dihilangkan.
4. Menara Perapian. Untuk bakar perapian. Ada bejana yang dibuat dan dibakar menjadi tembikar. Hidup kita mesti dibentuk oleh api Tuhan.
5. Gerbang Lebak. Jurang yang dalam. Kita mesti diremukkan agar jumpa Tuhan. Daging harus dihancurkan agar jumpa Tuhan.
Mazmur 51:19
6. Gerbang Sampah. Gerbang untuk membuang sampah. Sampah harus dibuang agar hidup kita tumbuh. Buang kepahitan agar kita tumbuh.
7. Gerbang Sumber Air. Air yang ada di tiap gerbang untuk padamkan api dari musuh. Agar musuh tak masuk.
8. Rumah Besar Imam Elyasim.
Ibrani 10:19
9. Gerbang Air/Benih.
1 Yoh 3:9
Yesus mau agar benih ilahi di dalam kita dipulihkan dan ditaburkan agar berkembang dan berbuah.
10. Gerbang Kuda. Kuda harus digerakkan dengan ketaatan. Kuda adalah binatang yang taat.
11. Gerbang Timur.
Yeh 43:4. Yesus masuk melalui gerbang Timur untuk mempermuliakan kita.
Yesaya 30:15
12. Gerbang Pendaftaran atau Mandat.
Matius 28:19
Semua harus mendaftar atau menyerahkan hidupnya pada Tuhan agar kita diselamatkan dan diberi mandat.
Matius 28:19.
Pemulihan mesti dilakukan agar kita kembali dimurnikan dan menjadi berkat bagi jiwa-jiwa.
Ibadah Minggu pagi bersama Ps Tina Agung Purnomo
#holystadium
#jkiinjilkerajaan
#jkionthemove
Jc

Credit 📷 by: @henrydonuts

GEREJA MASA DEPAN – 27 Mei 2018

GEREJA MASA DEPAN

Kita beribadah bukan untuk mencari berkat, tetapi karena Tuhan layak untuk dipuji dan disembah.
Kisah Para Rasul 11:19 gereja masa depan adalah gereja yang dilawan dan dianiaya. Gereja masa depan berkembang lewat aniaya.
Gereja masa depan adalah gereja yang bersaksi (Kisah Para Rasul 11:21) gaya hidup gereja masa depan adalah bersaksi.
Gereja masa depan hanya mempromosikan Yesus dan memberitakan Yesus (kisah rasul 11:22)
Kisah Para Rasul 11:25 gereja masa depan akan memiliki firman yang berdampak. menjadi gambaran Yesus sendiri.

Kisah Para Rasul 11:27 gereja masa depan akan dipimpin oleh Roh Kudus.
Ibadah Minggu bersama Ps. Jim Yost dari Papua.

#jkiinjilkerajaan
#jkionthemove
Credit 📷 by: @henrydonuts

Patriot Sejati – 20 Mei 2018

Nehemia 1:1-4
Seorang patriot sejati prihatin atas situasi. Waktu itu Nehemia prihatin atas keadaan Yerusalem yang hancur. Yang temboknya hancur.
Dalam hal keseharian, kita mesti prihatin mengapa gereja tak lebih baik dibanding perusahaan dunia. Padahal gereja harus lebih baik dengan anugerah Tuhan.
Gereja ada bukan karena saya. Tetapi saya prihatin dengan gereja. Gereja bukan milik sinode. Gereja bukan milik pribadi. Gereja adalah milik Tuhan yang harus kita urus bersama.
Seorang patriot akan bertindak dengan benar dan tidak terburu-buru.
Nehemia 1:4
Nehemia 2: 4
Nehemia 4: 8-9
Seorang patriot berdoa dan selalu berbicara kepada Tuhan .
Filipus 4:6
Biasakan berdoa dalam hal apa pun, kapan pun.
Nehemia 2:12
Seorang patriot berdedikasi tinggi dan bekerja keras.
Nehemia 4:6
Jadilah orang kristen yang bekerja keras dan jangan menjadi orang kristen rata-rata.
Nehemia 4: 23
Seorang patriot fokus pada apa yang sedang dikerjakan.
Seorang patriot adalah seorang pembangun. Bukan memperkatakan hal buruk melainkan mengatakan hal baik dan membangun suasana baik.
Nehemia 2:19-20
Tidak ada yang bisa menghentikan apa yang Tuhan rencanakan untuk membangun gerejaNya.
Ibadah Minggu pagi bersama Ps Tina Agung Purnomo
#holystadium
#jkiinjilkerajaan
#jkionthemove

Dimensi yang Baru – 13 Mei 2018

Matius 18:20

Ayat ini membawa kita ke dalam dimensi yang baru dan berbeda. Setiap kita mau mendengar dan mengikuti apa yang Tuhan maui maka hal baru kita dapatkan.
Markus 4:26
II Timotius 4:1-4
1 Raja 18:32-35
Alkitab bukanlah kisah moral semata mata. Melainkan tindakan iman agar kita memasuki dimensi baru.
Jika orang ingin menuai pasti sebelumnya menabur benih terlebiu dahulu. Orang hidup tak hanya berharap dan berharap. Namun juga bertindak melangkah dengan iman.
Kejadian 21:1-2
Kejadian 20:17-18
Mazmur 118:24-27

Ibadah Minggu pagi bersama Ps John Avanzini

Dengarkanlah TUHAN – 6 Mei 2018

Mazmur 81:1
Mazmur 81:9-15

Mendengarkanlah dengan cerdas, penuh perhatian dan menyetujui. Sekiranya kita mau mendengarkan Tuhan maka kita akan lepas dari masalah.

Masalah bisa muncul karena kita melakukan hal yang menurut pemikiran kita sendiri, bukan menurut maunya Tuhan.
Itu karena kita tak menyimak lintasan pemikiran Tuhan.
Untuk mengecek apakah kita salah jalan atau tidak itu mudah, adakah damai sejahtera dalam diri kita.
Dan selaraskan dengan kata firman. Apakah semua BAIK dan BENAR. Hal baik bukan belum tentu benar. Makanya harus teliti.

Coba cek dengan pemimpin rohani atau mentor.
Maka dari itu saya juga punya mentor. Kita banyak kumpul dengan para pemimpin. Kumpul dengan pendeta lain. Saling bersekutu. Saling mengingatkan. Tujuannya agar tidak melenceng. Saling cek apakah khotbah kita benar. Karenanya tak salah ikuti retreat para hamba Tuhan. Seperti yang akan saya lakukan bersama para Hamba Tuhan di Semarang. Biarlah kita berjalan bersama dengan benar. Bukan merasa paling benar sendiri.
Musa dan Yoshua adalah orang berbeda. Cara memimpinnya berbeda. Masalah yang dihadapi berbeda. Jangan samakan saya dengan alm Petrus Agung. Cara masing-masing berbeda. Bebannya berbeda.
Karenanya visi dan misi gereja bisa berubah namun unsur DNA gereja tetap sama.
Itulah mengapa kita perlu kumpul dengan gereja sekitar. Supaya bisa saling mendoakan. Saling mendengarkan. Saling koreksi dan bukan asal berbicara.
Karena sekarang ini masa penyesat banyak muncul karena tak ada yang mengingatkan. Maunya berjalan sendiri. Benar sendiri tetapi mencelakakan banyak orang.
Tetapi bila kita mendengar Tuhan maka hal buruk terhindarkan.
Jangan keluar dari garis ril Tuhan, karena ini hal paling penting. Agar hidup kita tak alami masalah yang banyak. Dengarkanlah Tuhan.
Mazmur 81: 17
1 Raja-Raja 19 :11-12
1 Samuel 3: 9-10

Ibadah Minggu Ps. Tina Agung Purnomo

#jkiinjilkerajaan
#holystadium
#jkionthemove

MENJADI SERUPA DENGAN KRISTUS & ESTAFET NILAI KEHIDUPAN – 29 April 2018

MENJADI SERUPA DENGAN KRISTUS & ESTAFET NILAI KEHIDUPAN
Dalam mengikut kristus ada dua hal yang akan kita alami, yang pertama adalah serupa dengan Kristus berarti kita mengikuti instruksinya dan perintahnya. (Matius 28:19)

1. Serupa dengan Kristus: Pengetahuan kita harus bertambah setiap hari dalam mengikut Dia, lewat pengetahuan dan pengalaman yang bertambah tersebut kita akan mendapat hikmah dari setiap pertambahan pengetahuan tersebut. Nilai atau Value adalah kesimpulan dari pengetahuan dan hikmat.
2. Estafet Kehidupan.
Kejadian 1:26-28 Manusia dikembalikan kepada rencana dan tujuan ALLAH. Didalam keluarga, seorang anak yang menerima pelajaran dan pengalaman lewat keluarganya. Roma 8:29 pemuridan sejati adalah lewat keluarga. Ulangan 6 : 6–9 bagikan hikmat dan nilai nilai yang kita miliki kepada anak kita secara berulang ulang. (Ulangan 4:10).
Kapan anda mengajarkan nilai dan hikmat yang anda miliki kepada anak anda? Itulah estafet nilai kehidupan buat generasi yang ada dibawah kita.

Ps. Yosea Dwi Christiono

Bergerak Bersama Tuhan – 22 April 2018

Bergerak Bersama Tuhan

Yohanes 5:1-18

Kapan terakhir Anda dengar suara Tuhan? Kapan Anda rasakan hadirat Tuhan? Anda harus menyadari bahwa aktivitas apa pun yang Anda lakukan tak akan menggantikan hadirat Tuhan.
Apakah semua sudah menjadi monumen. Apakah semua sudah menjadi masa lalu? Apakah semua sudah menjadi masa lalu dan sejarah? Seperti kolam Bethesda di Jerusalem itu. Dulunya menjadi tempat mujizat. Tetapi sekarang hanya menjadi monumen sejarah yang dikunjungi turis.
Carilah Tuhan dengan sungguh-sungguh. Kejar Tuhan dengan sungguh-sungguh jangan cari pertolongan manusia.
Tuhan itu sederhana. Perhatikan apa yang dikatakan: ” Maukah engkau sembuh?”
Tetapi yang ditanya tidak fokus dan malah menjadikan orang lain sebagai sasaran kesalahan atas lamanya ia tak sembuh. Itu terjadi karena faktor lingkungan. Padahal Tuhan sudah di depannya. Kita yang selalu belok kiri dan kanan. Tetapi Tuhan tetap fokus kepada kebutuhan kita.
Jangan sampai diri kita seperti Bethesda. Kita harus tetap menjadi tempat mujizat. Kita harus selalu agresif memburu Tuhan.
Dan jangan berbuat dosa lagi. Agar tak terjadi hal yang lebih buruk pada diri kita.

Ibadah Minggu pagi 22 April 2018 bersama Pdm Fony Hoetomo di Holy Stadium.

Clean Up Your Past – 15 April 2018

Clean Up Your Past
Luka di masa lalu menciptakan trauma psikis dlm hidup kita. Lepaskanlah PENGAMPUNAN …. Dibutuhkan keberanian untuk mengampuni.
Hidup menjadi bebas, merdeka dan melangkah ke masa depan dengan kesembuhan pada sayapmu… Ps. Tina Agung Purnomo

Core Value JKI Injil Kerajaan – bagian 2 – Bambang Budiyanto – Minggu, 30 Juli 2017

  • Semua tantangan dalam kehidupan (keuangan, kesehatan, keluarga, kerja, dll) diijinkan Tuhan untuk membentuk karakter kita, supaya kita semakin menyerupai Kristus.

  • Semua berkat Tuhan dalam hidup kita (kesehatan, keuangan, jabatan, kuasa, terkenal, promosi, jodoh, dll) adalah batu ujian bagi karakter kita.

  • Penghalang terbesar bagi orang dunia untuk menikmati dan melihat Yesus bukan aniaya, tapi orang-orang Kristen yang karakternya buruk, tidak menunjukkan karakter Kristus.

  • Kita harus belajar lebih dulu melalui tantangan-tantangan. Saat sudah siap ujian, Tuhan akan mengirimkan ujian karakter.

  • Lulus ujian itu penting, tapi proses belajar dan pembentukan karakter lebih penting.

 

Core Value 3: Unggul/ Excellent (Kol 3:23)

  • Menyesal: seharusnya berbuat sesuatu, tapi tidak dilakukan.

  • Penyesalan adalah salah satu penyebab stress, kanker, bunuh diri, karena tidak bisa kembali ke masa lalu untuk mengubahnya.

  • Yang bisa kita lakukan untuk masa lalu: mengampuni diri sendiri.

  • Orientasi kita seharusnya bukan piala, tapi karakter dalam hidup: dioperasikan dengan sepenuhnya atau tidak.

  • Excellent bukan kesempurnaan, tapi kita harus mengejar kesempurnaan. Saat mengejar kesempurnaan, kita akan menerima unggul.

  • Tuhan hanya pantas menerima yang terbaik. Terbaik kedua (second best) tidak mempunyai tempat di surga

  • Semua orang ingin berhasil : belajar di sekolah, dalam keluarga, pelayanan, perusahaan, dll. Hizkia berhasil karena karakternya excellent (2Taw 31: 21)

  • Sema orang mempunyai nilai harga (price tag). Kualitas hidup seseorang berbanding lurus dengan komitmentnya untuk excellent – Vince Lombardi

  • Seseorang bisa sukses walau karakter tidak excellent. Tapi semua itu tidak akan bertahan lama, atau sukses dengan menyakiti orang banyak.

  • Masing-masing kita seharusnya jadi standart kualitas – Steve Jobs

  • 4 hal yg menggerogoti sikap hidup yang excellent:

    1. Orang yang mendewakan kuantitas. Kuantitas harus dibangun di atas kualitas. Fokus kita adalah membangun kualitas setiap jemaat. Musuh excellent bukan jelek, tapi baik. Orang yang puas dengan “baik” tidak akan bisa mencapai excellent.

    2. Hidup asal-asalan. Semua rutinitas, tanpa persiapan, asal selesai, asal beres, tapi tidak memikirkan yang terbaik.

    3. Suam-suam kuku. Tidak panas atau dingin, biasa saja.

    4. Mengabaikan keterlibatan Tuhan. Saat gagal mencapai sesuatu tidak memeriksa apakah sudah berikan yang terbaik, tapi berdalih bahwa semua itu “maunya Tuhan”

 

Core Value 4: Tanggung Jawab / Responsibility (Mat 12:36)

  • Kecenderungan akibat dosa mencari kambing hitam (Kej 3: 6b, 4: 9)

  • Saat kita lahir baru, seharusnya tabiat “cari kambing-hitam” dibalikkan dangan berkarakter berani bertanggung-jawab.

  • Hanya diperlukan orang baik yang tidak berbuat apa-apa supaya kejahatan merajalela – Edmun Burke, USA

  • Bangsa Indonesia akan hebat jika setiap warganya mengambil tanggung-jawab, dan tidak saling menyalahkan. Gereja bisa hebat jika setiap jemaat mengambil tanggung- jawab. Keluarga bisa hebat jika setiap anggota keluarga mengambil tanggung-jawab

  • 5 Ciri orang tidak bertanggung jawab :

    1. Saat ada masalah, mencari siapa yang salah. Jika ada yang salah, jangan cari siapa yang salah, tapi apa yang salah.

    2. Sulit meminta maaf

    3. Suka memuji diri sendiri

    4. Kurang peduli orang lain

    5. Teologi fatalisme: melimpahkan semua tanggung-jawab kepada Tuhan, menganggap semua ketetapan Tuhan, padahal belum memberikan yang terbaik, belum introspeksi.

  • Untuk meraih hasil excellent diperlukan orang yang punya roh “mau menjadi tumbal” untuk keberhasilan saudara-saudaranya yang lain


Core Value 5: Inovasi / Innovation

  • Dalam segala hal selalu ada cara untuk mengerjakan dengan lebih baik. Carilah itu! – Thomas Alva Edison

  • Pernyataan bahwa “pengalaman adalah guru yang baik” adalah pernyataan yang salah. Tapi pengalaman yang sudah di-evaluasi adalah guru yang baik.

  • Sebelum Tuhan ciptakan kita, Tuhan sudah ciptakan apa yang seharusnya kita capai dalam hidup. Kita di-desain untuk mencapai tujuan itu (Ef 2:10)

  • Tuhan mendesain setiap kita berbeda-beda, untuk tujulan yang berbeda-beda.

  • Bagaimana membangun budaya yang inovatif

    1. Tingkatkan naluri menyelesaikan masalah “problem solving instinct”. Pola pikir: Seandainya kita diberi kepercayaan, bagaimana kita mengubah jadi lebih baik.

    2. Ciptakan budaya ingin tahu (curiosity). Jangan semua di-dikte-kan. Tidak ada orang yang tahu semuanya. Dunia berkembang karena orang ingin tahu.

    3. Bangun organisasi yang pembelajar. Setiap anggota gereja harus bertumbuh dan suka belajar seperti jemaat di Berea, tidak asal kebaktian.

    4. Kembangkan jiwa kewira-usahaan (enterpreneurship). Wira usaha: melihat semua potensi dan memaksimalkan, berdampak sebesar mungkin tanpa merugikan orang lain.

    5. Melatih diri untuk bertanya “mengapa (why)” dan menemukan alternatif lain. Jika kita bisa jawab “”mengapa”, maka kita punya alasan untuk bisa meresponi dengan baik.

  • Hidupmu pendek! Jangan sia-siakan hidupmu hari ini dengan berusaha menjadi orang lain – Steve Jobs

  • Inovasi adalah pembeda antara pemimpin dan pengikut.

  • Kita didesain Tuhan untuk menjadi pemimpin. Apapun yang kita pegang jadi lebih baik, bukan untuk diri sendiri, tapi untuk semua orang.

  • Core value tidak akan tercipta dan ada manfaatnya, hanya dengan diajarkan atau memasang poster. Tapi harus dihidupi.

  • INGAT !!! Semua yang disampaikan ini untuk introspeksi, bukan untuk menghakimi orang lain