Catatan Kotbah

Become a Real Family (Afshin Javid)

Luk 15: 11-32 “ Kisah anak yang hilang.

  • Luk 15: 13 – Si ayah tetap memperlakukan anaknya dengan baik seperti sebelum si bungsu meminta warisannya. Hati sang ayah tidak berubah.

  • Sang ayah harus pergi keluar rumah untuk menyongsong si bungsu dan membawanya masuk. Sang ayah juga harus keluar rumah untuk menemui si sulung dan mengajaknya masuk.

  • Luk 15: 31-32 “ Sang ayah ingin kedua anaknya tahu bahwa warisan yang ingin dia tinggalkan bukanlah tanah, ternak, tetapi adiknya, yaitu keluarga. Warisan terbesar kita adalah keluarga.

  • Sang ayah tidak mencari saat si bungsu meninggalkan rumah, karena itu bukan tugasnya, tapi tugas seorang saudara.

  • Setiap keluarga yang percaya Tuhan otomatis adalah gereja. Tetapi tidak semua gereja merasa, berperilaku, mengasihi, menerima seperti keluarga.

  • Yesus adalah putra sulung, dan si bungsu adalah Adam. Dengan makan buah pengetahuan, maka Adam mengambil warisannya: mendapatkan dunia, tapi kehilangan kehadiran Ayahnya.

  • Yesus terpisah dari Bapa, korbankan segalanya, supaya kita dipertemukan kembali pada Bapa.

  • Yesus rela kehilangan segala-galanya supaya saudaraNya bisa pulang. Apakah kita punya hati yang sama terhadap saudara-saudara kita?

  • Untuk memanggil Bapa, kita harus memperlakukan anak Tuhan lain sebagai saudara:

    • Saudara tidak saling menyimpan dendam.

    • Saudara saling mengetahui kelemahan masing-masing.

    • Saudara saling membela.

    • Saudara bertumbuh bersama-sama.

    • Saudara tidak terpisah.

    • Saudara saling menghibur dan menguatkan yang lemah.

    • Saudara mengorbankan reputasi supaya saudara lain yang sakit bisa disembuhkan.

 

  • Dalam gereja, gembala kita adalah ayah yang Bapa surgawi berikan bagi kita.

  • Gembala kita tidak sempurna, tapi jika kita menghakimi dia, kita jadi tanpa bapa (fatherless).

  • Saat kita menghakimi seseorang, kita akan kehilangan memutuskan hubungan/ relasi

  • Saat kita menghakimi ayah kita, maka akan lebih mudah bagi kita untuk menghakimi saudara, pasangan, anak, tetangga, kota, negara, dunia.

  • Yesus tidak datang untuk menghakimi dunia, tapi untuk melayani dan membawa kasih.

  • Saat kita menghakimi, kita tidak lagi membawa Injil. Tapi justru menjadi seperti si penuduh yang mendakwa dan menghakimi setiap orang lain.

  • Kita harus rela untuk menjadi satu keluarga. Karena untuk menjadi keluarga yang sejati kita harus punya kemurahan, kasih, dan penerimaan yang besar.

  • Keluarga sejati bisa berkembang secara jumlah. Jika kita bukan keluarga yang sejati, maka gereja hanyalah sebuah klub yang tidak bisa bertahan lama, karena akan menjadi bisnis.

  • Gereja tidak menjadi bisnis karena gembalanya.

    • Gembala adalah menciptakan suatu atmosfir yang memungkinkan kita lahir.

    • Gembala menyediakan kesempatan-kesempatan supaya kita bisa menjadi sebuah keluarga.

    • Tapi untuk menjadi sebuah keluarga adalah pilihan jemaat.

 

  • Gereja-gereja menjadi bisnis karena orang-orang yang hadir di gereja tidak rela menjadi sebuah keluarga.

  • Jika jemaat yang hadir di gereja rela menjadi satu keluarga, maka segalanya akan berubah seketika:

    • Kuasa kerajaan datang

    • Kemuliaan Tuhan tampak

    • Kehendak Bapa terjadi

  • Jika di awal kita tidak menjadi sebuah keluarga, maka kita tidak bisa berharap nama Tuhan dipermuliakan.

  • Kita tidak bisa memuliakan Bapa jika kita bertarung satu-sama lain.

  • Di saat kita berkata “Bapa kami”, artinya kita membuang semua kutuk, kemarahan, dan penghakiman terhadap saudara kita.

 

Batas Wilayah (Victor Purnomo)

Ams 4: 23-27

  • Hati adalah pusat segalanya, dan merupakan ukuran seberapa besar dan lebar wilayah kita.

  • Daerah, wilayah, kepercayaan Tuhan dalam hidup kita tidak tetap, bisa berkurang, bahkan hilang, jika kita tidak bisa jaga hati kita dengan segala kewaspadaan (Ams 4: 23)

  • Kata menjaga seperti penjaga penjara mengawal supaya tahanan tidak lolos.

  • Jika kita bisa jagai hati kita, maka wilayah dan daerah kita akan diperbesar oleh Tuhan.

  • Jika hati mulai lemah dan terganggu, mungkin tanpa sadar wilayah kita sedang dicuri setan.

  • Kita tidak pernah bisa mengubah hati orang lain, tapi kita bisa mengatur hati kita sendiri.

 

  • Perumpamaan tentang penabur (Mat 13: 3-8, 18-23). Tanah melambangkan hati. Benih sukar untuk bisa hidup dan tumbuh. Di tanah yang subur benih itu tumbuh 30x, 60x dan 100x lipat.

  • Jika ada banyak Firman Tuhan diberikan dalam hidup kita, tapi tidak berbuah dan buntu, masalah belum tentu di benih, tapi karena hati kita yang perlu dibersihkan dan dibereskan.

  • Saat hati kita diperbaiki dan dibongkar Tuhan, maka benih Firman Tuhan akan mudah tumbuh dan berbuah dalam hati kita.

 

Salomo ajari kita cara memiliki hati yang bijaksana dengan mengamati semut (Ams 6: 6-9):

1. Semut suka memberi

  • Di tubuh semuta ada kantong berisi cairan gula cadangan. Semut akan mendeteksi teman yang lapar dengan sungutnya, lalu memberikan gula itu. Bahkan juga pada musuhnya.

  • Saat memberikan cadangan gulanya, wajah semut terlihat bagus. Sementara si penerima wajahnya biasa saja (Kis 20: 35b)

  • Memberi tidak selalu berupa uang. Tapi bisa berupa waktu, perhatian, pertolongan, dll.

  • Semut tidak pernah berhutang, karena mereka yang memiliki berinisiatif mendekati dan memberi, bukan meminta.

 

2. Semut binatang terkuat di dunia

  • Semut ammpu mengangkat beban 50x berat tubuhnya. Manusia dan gajah maksimal mengangkat 2,5 x berat badannya.

  • Jika hati kita lemah dan gampang patah, maka tidak akan mampu melakukan hal-hal besar.

  • Jika hati kita kuat, kita bisa hadapi banyak hal dalam kehidupan, dan bisa mengerjakan banyak hal.

  • Tubuh kita mengikuti hati kita. Saat hati kita lemah, tubuh kita ikut lemah. Saat hati kita kuat, tubuh kita ikut kuat.

 

3. Semut memiliki kecerdasan

  • Semut mengumpulkan biji-bijian di dalam tanah, dan biji-bijian itu tidak tumbuh karena benih itu sudah dipotong dan dibelah. Ketika diperlukan, semut punya banyak makanan.

  • Anak Tuhan harus cerdas dalam menghadapi berbagai situasi, sehingga selalu ada persediaan

 

4. Semut tidak pernah putus asa dan selalu punya cara mengatasi masalah

  • Saat banjir, koloni semut membuat kapal dari daun. Mereka bersama-sama saling mengait, menghanyutkan diri, hingga sampai di tempat yang baru, lalu menyusun ulang koloninya.

  • Untuk menyeberangi kubangan, semut saling berkait sambung-menyambung menjadi jembatan, lalu semut lain berjalan di atasnya.

  • Jangan inginkan apa yang orang lain miliki. Apapun yang sudah kita miliki bisa dikembangkan!

  • Anak Tuhan tidak boleh putus asa. Bersama Tuhan kita bisa melewati semua masalah.


5. Semut adalah binatang yang berkorban

  • Kasta dalam dunia semut: ratu, pekerja, tentara, pejantan.

  • Setelah semut pejantan membuahi telur-telur, sekian jam kemudian dia mati. Karena pengorbanan pejantan-pejantan inilah semut tidak punah dan terus berkembang.

  • Korban: hal yang bagi kita tidak enak, tapi bisa menolong dan menyenangkan orang lain.

 


Saat kita bisa belajar dari semut, maka kita akan berhikmat dan punya pengertian, punya hati yang bijaksana. Saat hati kita bijaksana, wilayah kita akan diperbesar dan diperlebar.

 

 

 

Out of The Box (Hengky Kusworo)

 

  • Ams 3:5 “ Seringkali kita punya warna/ pola/ konsep dalam mengikuti Tuhan, dan itu jadi sekat/ pembatas dalam hidupnya.

 

  • Jangan mendasari percaya kita kepada Tuhan dengan konsep, gambaran, pola, cara dan kebenaran diri kita sendiri.

  • Tuhan kita dinamis dan keluar dari batasan-batasan diri kita.

  • Iman tidak terbatas. Seringkali yang membatasi kita adalah bingkai pemikiran kita

  • Jika kita sudah terkonsep dan berkata tidak bisa, artinya kita sedang membatasi iman kita.

  • Jangan batasi Tuhan dengan membatasi diri kita sendiri !

  • Orang yang kenal Tuhan-nya akan jadi kuat dalam kesulitan, dan dia akan bertindak. Bertindak artinya melakukan suatu perbuatan besar. Mengenal artinya kenal karena mengalami.

  • Ke-Kristenan bukan teori, tapi harus mengalami dan merasakan bersama Tuhan, baru kemudian kita melakukan perbuatan-perbuatan besar.

  • Saat ada titik terobosan dalam hidup kita, maka pintu-pintu akan terbuka dengan mudah

  • Ketika kita merasa bahwa Tuhan tidak menjawab doa kita, itu menimbulkan batasan.

  • Benturan dalam hidup kita tidak boleh membuat kita jadi pasif. Kita harus meminta terobosan, karena Tuhan adalah master of breakthrough.

  • Hos 4: 6 “ Kata knowledge mengandung pengertian persepsi. Maka ayat di atas bisa diartikan umatku binasa karena salah persepsi dengan Tuhan.

  • Pkh 9:11 “ Waktu dan kesempatan dimiliki semua orang. Maka semua orang bisa jadi pemenang.

  • Ef 3: 20 “ Tuhan dapat melakukan jauh lebih dari apapun yang kita pikirkan.

  • Potensi yang Tuhan letakkan di dalam kita sangat besar, jangan batasi apapun dalam hidup kita.

 

Sauh dan Patok (Petrus Agung)

  • Keinginan-keinginan manusia seringkali tidak bisa diungkapkan dengan mudah dan tepat, dan mudah berubah-ubah.

  • Di dalam permintaan kita, tercermin kedewasaan kita. Ada permintaan-permintaan yang berkualitas, dan ada yang kelihatan tidak berkualitas.

 

1. Sauh/ jangkar (Ibr 6: 19-20)

  • Jiwa kita perlu sesuatu yang kuat dan aman karena jiwa manusia labil, keinginan kita bisa berubah setiap saat, banyak orang tidak mengenali siapa dirinya dan apa yang dia inginkan.

  • Jangkar: simbol orang Kristen di abad-abad awal, untuk menghindari aniaya. Jangkar = anchor (inggris) = agkura (gerika), dipelesetkan jadi “in Curio” (di dalam Tuhan).

  • Fungsi jangkar:

    • Keputusan untuk berhenti di suatu titik.

    • Menjaga supaya kapal terpegang dengan kuat, tidak terseret, terhempas, atau tenggelam oleh badai “ peristiwa kapal yang membawa Paulus ke Roma dan dihantam badai.

  • Orang yang kehilangan pengharapan, atau membiarkan pengharapan dikikis: tidak akan bertahan lama.

  • Orang yang membiarkan pengharapannya kuat akan bertahan dengan luar biasa.

  • Yesus adalah jangkar yang paling ajaib. Dia bisa meneduhkan angin ribut.

  • Sekalipun tidak ada seorangpun yang mengerti dan perduli kepada kita, kita punya Tuhan yang ajaib, mengerti dan perduli pada kita.

 

2. Patok (Yes 54: 2)

  • Patok gunanya untuk mengikat tali-tali tenda, karena:

    • Bebannya banyak.

    • Menahan supaya kemah jangan terbawa angin.

  • Jangkar diturunkan saat kapal diserang badai, supaya kapal tidak karam. Patok harus ditanam kuat, supaya mampu menahan kemah dari serangan angin topan/ taifun/ badai.

  • 1Yoh 2:16 – Keangkuhan berasal dari kata Yunani yang akar katanya sama dengan taifun

  • Banyak taifun/ badai dalam hidup kita karena kita datangkan sendiri: kesombongan kita.

  • Hidup kita perlu patok sejati: Tuhan Yesus sendiri.

 

Wadah yang besar membutuhkan jangkar dan patok yang kuat.

  • Wadah yang besar itu bisa mendatangkan taifun karena kesombongan kita.

  • Kerendahan hati adalah sikap dan kesadaran bahwa kita tidak bisa apapun tanpa Tuhan.

  • Kesombongan terlihat dari perilaku kita: merasa hebat, merasa penting, berhak menghakimi.

  • Orang yang sadar bahwa hidupnya tidak bisa tanpa Tuhan, tidak akan mengucapkan kata-kata yang seharusnya tidak diucapkan.

  • Kesombongan mendatangkan taifun bagi diri kita sendiri. Orang yang sombong cenderung pemarah dan mudah tersulut.

  • Patok dan jangkar baru bekerja baik jika dibenamkan ke bawah. Artinya untuk mengatasi badai dan menangani wadah yang besar: diperlukan kerendahan hati.

 

Yang Tidak Mampu Jadi Besar (Petrus Agung)

  • Banyak orang yang ingin Tuhan menyiapkan dirinya menjadi wadah yang siap dan besar, tapi saat diperbesar Tuhan, malah jadi seperti tempayan yang pecah dan rusak.

  • Salah satu faktor tidak bisa jadi wadah yang besar karena ada kelemahan, cacat, sakit atau error di jiwa; dan ini sering tidak disadari (Mzm 19: 12-14)

  • Contoh orang yang tidak bisa jadi besar: Yerobeam (1Raj 11: 26-32; 1Raj 12: 25-33). Padahal Tuhan berkata hendak menjadikan dia seperti Daud.

    • Yerobeam adalah pegawai Salomo yang gagah, rajin dan cakap. Karena berprestasi, Salomo mengangkatnya menjadi kepala kelompok rodi/ kerja paksa bani Yusuf.

    • Nabi Abia menubuatkan Yerobeam menjadi raja atas 10 suku Israel.

    • Saat Salomo mengetahui hal ini, dia hendak membunuh Yerobeam, maka dia lari ke Mesir.

    • Setelah Salomo mati, Yerobeam meminta keringanan pajak pada Rehabeam, dan ditolak. Maka Israel pecah, dan 10 suku mengangkat Yerobeam menjadi rajanya.

    • Saat memikirkan bahwa orang Israel setiap tahun harus beberapa kali ke Yeruslem untuk beribadah, Yerobeam jadi khawatir bahwa hati orang Israel kembali ke Yehuda.

    • Yerobeam membuat 2 patung lembu emas, dan ini membuat Tuhan sangat marah, dan seluruh keturunannya di musnahkan.

    • Di masa-masa kemudian, Tuhan selalu kaitkan orang yang berkenan dengan Daud, dan orang yang berdosa dengan dosa Yerobeam.

 

  • Seringkali ada hal dalam jiwa manusia yang sakit/ cacat. Selama hal itu tidak disembuhkan, maka akan jadi masalah di kemudian hari.

  • Kisah di luar negeri: Ada pengecoran pilar gedung, tanpa sadar ada biji tanaman yang ikut masuk. Sekian tahun kemudian pilar itu retak karena biji itu tumbuh dan memecahkan beton.

  • Nama di Alkitab mempunyai arti yang melekat pada kepribadian si pemilik nama. Karena itulah berkali-kali Tuhan mengganti nama seseorang, supaya sesuai destiny-nya.

  • Nama yang berperan di hidup Yerobeam:

    • Yerobeam = people will contend (H3379): orang-orang akan bersaing.

    • Zerua = leprous (H6871): orang yang kena kusta.

  • Orang tua dari Zerua mungkin kena kusta, artinya kena kutuk dan disingkirkan. Sehingga dia harus bersaing dengan orang lain untuk bertahan. Maka anaknya diberi nama Yerobeam

  • Karena naluri bersaing yang kuat, Yerobeam jadi orang yang tangkas, rajin bekerja, mahir di pekerjaan, akhirnya diangkat menjadi kepala kelompok kerja paksa dari sukunya sendiri.

  • Dilema Yerobeam: di satu sisi harus menekan rakyatnya sendiri; di sisi lain harus mengerjakan tugas. Hal ini menciptakan kemarahan, kepahitan, rasa tidak aman, dan kebencian di hatinya.

  • Saat ini mulai diangkat Tuhan, kita harus waspadai pengalaman menyakitkan kita di masa lalu, karena bisa menimbulkan persaingan, dan ujungnya kita bisa tergoda untuk membuktikan diri.

  • Ingin mandiri tidaklah salah. Tapi jika didorong kebencian, kemarahan dan ingin membuktikan diri, maka akan jadi masalah karena kita tidak bisa melihat apa yang terjadi dengan utuh.

  • Semua keputuskan kita yang diambil secara emosional, ujungnya akan menjatuhkan kita.

  • Yerobeam seharusnya tidak perlu khawatir jika Israel beribadah ke Yerusalem, karena 12 suku Israel adalah milik Tuhan, dan Tabut Tuhan yang mempersatukan mereka semua.

  • Seseorang tidak bisa jadi besar jika tidak mau ber-urusan dengan error yang di hatinya sendiri.

  • Saat ada ganjalan atau sakit hati kepada orang lain, bawa itu semua kepada Tuhan. Maka Tuhan akan sembuhkan sakit hati kita, bahkan bisa melihat kekurangan kita sendiri.

  • Ketidakjujuran kita kepada Tuhan akan menghambat banyak hal dalam hidup kita

Wadah yang Besar 2b “ (Petrus Agung)

7 Hal yang harus dilakukan supaya kita jadi besar :

 

4. Bedakan antara roti dan benih (Pkh 11: 1)

  • Berkat yang Tuhan berikan kepada kita sebagian benih, dan sebagian roti (2Kor 9: 10)

  • Kita harus bisa bedakan antara benih dan roti.

    • Roti artinya berkat Tuhan yang digunakan untuk menghidupi keluarga kita.

    • Benih artinya berkat Tuhan yang untuk ditabur.

  • Melempar roti ke air artinya: dana yang seharusnya dipergunakan untuk makan/ menghidupi keluarga, tapi digunakan untuk menabur

  • Orang yang melemparkan roti tidak bertanggung-jawab kepada keluarganya.

  • Setiap kali kita menerima berkat dari Tuhan, sebagian untuk benih dan sebagian untuk roti.

  • Kita harus terus menabur supaya tanah hidup kita tidak tandus, tapi kita juga harus mengamankan biaya hidup (roti) bagi keluarga kita.

 


5. Waspada terhadap hawa nafsu kita (1 Yoh 2: 16-17)

  • Kita harus mewaspadai hal-hal yang bukan berasal dari Allah:

    • Hawa nafsu daging (the lust of the flesh) = hidup enak dan bermewah-mewah, kedagingan.

    • Hawa nafsu mata (the lust of the eyes) = tidak tahan terhadap barang-barang dunia.

    • Keangkuhan hidup = sombong.

  • Hidup kita harus seimbang. Saat berkat Tuhan turun kita harus waspadai apa yang kita lihat, yang kita ingini, dan kesombongan, karena semua itu bisa membuat kita jatuh dengan cepat.

  • Yak 4: 1-4 “ Manusia butuh keseimbangan:

    • Kita harus kuat saat ada kesulitan hidup (Rm 8:35)

    • Kita juga harus tetap kuat saat mengalami kemakmuran dan kelimpahan (Mzm 30: 6)

  • Tuhan tidak mau berkatNya menghancurkan kita. Kita tidak boleh cinta akan uang (1Tim 6:10)

  • Jika keseimbangan di dalam jiwa kita rusak dan merasa tertuduh, itu bisa menghancurkan kita (kisah Kevin Carter, pemenang pulitzer yang bunuh diri)

  • Saat Tuhan memberkati kita, kita harus selalu ingat tanggung-jawab, mandat dan visi kita untuk memberkati mereka yang membutuhkan.

 


6. Kita harus punya prioritas (Ams 17: 19)

  • Memewahkan pintu: gaya hidup borju dan pamer, akibatnya mengundang orang berbuat jahat terhadap kita. Lebih baik kita tampil wajar, karena kemewahan bukan untuk dipamerkan.

  • Kita harus tahu prioritas pertama. Lalu prioritas kedua. Manusia punya kebutuhan dasar: makan. Baru setelah itu rumah, dll. (Ams 24: 27)

 


7. Tuhan menjanjikan wadah berupa lumbung bagi kita

  • Kategori wadah dari terkecil hingga besar:

    1. Pundi-pundi / dompet.

    2. Tempayan

    3. Keranjang

    4. Lumbung

 

7.1. Level pundi-pundi (Mrk 14: 3-9).

  • Orang di level pundi-pundi punya banyak ide, tapi semua hanya untuk dirinya sendiri. Mereka selalu merasa kurang, sehingga harus mengambil bagian orang lain untuk dirinya.

  • Yesus memerintahkan kita memberitakan injil bukan bertahap dari area terdekat hingga terjauh, tapi semua dilakukan di saat yang bersamaan (Kis 1:8, KJV)

 

7.2 Level tempayan (2Raj 4: 1-7)

  • Pelipat-gandaan terhenti saat wadah-nya habis.

  • Di level ini hidup kita cukup (just enough), hutang-hutang kita terbayar dan kita bisa hidup.

 

7.3 Level keranjang

  • Mengacu pada kisah 5 roti – 2 ikan, Ada anak memberikan bekalnya, lalu Tuhan membuat pelipat-gandaan, semua orang makan sampai puas, dan ada sisa 12 bakul.

  • Di level ini kita belajar memberi, lalu Tuhan lipat-gandakan, sehingga kita mendapat lebih dari cukup (more than enough)


7.4. Level lumbung

  • Level ini menyebabkan terjadinya ledakan (Ams 3: 9-10, Msg)

  • Hormati Tuhan dengan semua yang kita miliki. Berikan pada Tuhan yang terutama dan terbaik. (Ams 3: 9-10). Maka lumbung-lumbung kita akan penuh dengan cepat, dan pemerahan anggur kita akan melimpah.

 

Wadah yang Besar 2a “ (Petrus Agung)

7 Hal yang harus dilakukan supaya kita jadi besar :

 

1. Kita harus punya visi/ target yang jelas dan besar

  • Manusia di desain dengan sebuah tujuan yang melekat dengan kehidupan kita (Kej 1: 26)

  • Manusia harus diberi target, jika tidak, maka akan melebar kemana-mana dan tidak fokus.

  • “Ngglinding wae” adalah sikap hati menyerah kepada Tuhan. Tapi ada rambu-rambu yang Tuhan katakan kepada kita, diantaranya adalah visi yang Tuhan berikan. (Ams 29: 18a)

  • Penetapan sebuah target membuat kita kreatif dan menemukan hal-hal baru.

  • Saat berhasil meraih suatu target, maka ukuran iman (measure of faith) kita akan bertambah.

  • Orang-orang yang hidupnya berhasil, hidupnya punya tujuan dan target yang jelas.

  • Saat kita tetapkan target sesuai ukuran iman kita, Tuhan akan beri kita jauh lebih dari yang kita pikirkan dan doakan. Tuhan memberikan jauh lebih, bukannya berbeda (Ef 3: 20)

  • Hab 2: 2-3 “ Visi yang tertulis dengan jelas membuat kita bisa bergerak dengan cepat.

  • Kita harus mampu mengelola secara roh apapun yang kita dengar. Jika kita tidak mampu melakukannya, maka hidup kita akan sangat terpengaruh orang lain.

  • Langkah praktis:

    • Buat target yang jelas

    • Buat pembukuan yang baik, sehingga kita tahu pasti berapa berkat Tuhan yang kita terima.


2. Kita harus punya diversifikasi kerja : lebih dari satu pekerjaan

  • Kita harus punya sumber pemasukan, bisnis, pekerjaan lebih dari satu.

  • Cukup 2 pekerjaan yang kita handle/ tangani sendiri hari demi hari. Untuk sumber penghasilan yang lain, cari usaha yang stabil dan bisa berkembang tanpa kita urusi hari demi hari.

  • Jika kita hanya punya 1 pekerjaan, maka pertahanan kita hanya 1 lapis. Begitu rusak, dampaknya akan parah.

 

  • Taburkanlah benihmu pagi- pagi hari, dan janganlah memberi istirahat kepada tanganmu pada petang hari, karena engkau tidak mengetahui apakah ini atau itu yang akan berhasil, atau kedua- duanya sama baik. (Pkh 11: 6)

  • Berikanlah bahagian kepada tujuh, bahkan kepada delapan orang, karena engkau tidak tahu malapetaka apa yang akan terjadi di atas bumi. (Pkh 11: 2)

 

  • Jangan menyimpan dana milik kita di satu tempat/ bank yang sama. Don-t put all your eggs into one basket (@Warren Buffet)

  • Ul 32: 30a “ Ini adalah multiplikasi. Minta Tuhan berikan roh kreativitas, sehingga kita bisa mendapatkan 2 pekerjaan atau lebih.

  • Kej 41: 34-36 “ Berdasar mimpi Firaun, Yusuf menyusun rencana untuk mengelola hasil pertanian di masa subur. Rakyat Mesir tidak tahu cara menghadapi bencana kelaparan.

  • Orang baik meninggalkan warisan bagi anak cucunya, tetapi kekayaan orang berdosa disimpan bagi orang benar. (Ams 13: 22)

 

  • Rencana Yusuf untuk masa depan: menyimpan 20% dari apa yang di dapat (Kej 41:34, 47: 24)

  • Tindakan menyimpan 20% dari pendapatan kita dengan disiplin, akan memungkinkan kita menyambar peluang/ kesempatan yang tiba-tiba muncul.

  • Saat semua hal di atas kita lakukan, maka hidup kita akan stabil walau ada goncangan


3. Waspadai jumlah investasi

  • Hindari investasi dalam jumlah yang jika mengalami kegagalan/ kerugian kita tidak akan sanggup menanggungnya.

  • Jangan terlalu/ over optimis, karena semua hal ada resikonya

  • Jika kita cinta akan uang atau kekayaan, maka kita tidak pernah akan puas (1Tim 6: 10)

  • Pkh 5: 9-15 “ Seseorang menimbun banyak kekayaan, tetapi kehilangan semuanya dalam sebuah kesepakatan bisnis yang buruk. Akibatnya tidak ada simpanan untuk anak cucunya.

     

Wadah yang Besar 1b (Petrus Agung)

Hal-hal dari Boas yang harus kita miliki jika kita mau jadi wadah yang siap dan besar:

1. Boas memiliki kemampuan human relationship yang luar biasa

  • Boas menyapa sambil memberkati pegawai-pegawainya yang sedang bekerja. Dan semua pegawai membalas salamnya dengan berkat.

  • Urusan bisa jadi baik atau jelek, hanya dari cara kita menyapa orang lain.

  • Kemampuan human relationship sangat menentukan kesuksesan kita.

  • Ada orang yang karakter dasarnya ceria dan gampang bergaul. Bagi mereka yang tidak memiliki karakter seperti itu, harus belajar dan memaksa diri bersikap akrab.

  • Ada orang-orang yang otaknya pintar, tapi human relationship jelek, maka semua jadi rusak.

 

  • Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah. (Ams 15: 1)

  • Lidah orang bijak mengeluarkan pengetahuan, tetapi mulut orang bebal mencurahkan kebodohan. (Ams 15 : 2)

  • Seseorang bersukacita karena jawaban yang diberikannya, dan alangkah baiknya perkataan yang tepat pada waktunya! (Ams 15: 23)

  • Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang- tulang. (Ams 16: 24)

 

  • Jika ingin jadi besar, mari belajar berbicara dengan baik, santun, mengobati hati orang lain.

 

2. Boas mampu memonitor/ meng-inspeksi bisnisnya dengan baik

  • Inspect what you expect (@Edwin Lois Cole)

  • Kita harus mengerti yang terjadi hingga sampai level bawah, hingga sesuatu jadi seperti yang kita harapkan.

  • Lakukan pembukuan usaha dengan baik dan detil, sehingga semua kondisi termonitor

  • Jika kita bekerja pada orang lain, lalu mengerti sebuah penyimpangan, kita harus memberikan informasi kepada atasan. Hal ini membantu untuk mengetahui kondisi sebenarnya.

  • Ams 27: 23-27 – Kita harus mengenali baik-baik: usaha, bisnis, pekerjaan, kantor kita; maka hasilnya akan luar biasa.


3. Boas mempunyai sikap yang benar /
correct (Rut 3: 10-15)

  • Boas tidak langsung menebus Rut, tapi menawarkan lebih dulu pada orang yang lebih berhak.

  • Kebanyakan orang bekerja secara main sikat, walau itu jatah orang lain. Sikap ini tidak correct

  • Watak yang suka main sikat dan mengambil hak orang lain, akan menciptakan reputasi negatif, dan itu akan menghalangi kita menerima berkat besar.

  • Kadang penjualan sebuah produk gagal bukan karena kualitas produknya, tapi karena reputasi buruk penjual/ salesnya: pemarah, suka berhutang, dll.

  • Sikap benar/ correct dan perduli terhadap orang lain perlu dilatih. Jangan ambil hak orang lain.


4. Boas bekerja cepat dan tidak suka menunda (Rut 3: 18)

  • Orang yang bekerja dengan cepat karena ritmenya cepat.

  • Orang yang tergesa-gesa biasanya karena waktunya mepet/ sempit.

  • Orang yang suka menunda menumpuk pekerjaan yang akhirnya tetap harus diselesaikan, akibatnya semua justru jadi berantakan.


5. Boas murah hati (Rut 2:2)

  • Pekerja-pekerja Boas murah hati karena tuannya murah hati.

  • Kesamaan orang-orang terkaya dunia: murah hati, memberi uang dan perhatian yang besar untuk menolong orang yang sedang berkesusahan dan tidak beruntung nasibnya.

  • Kita harus membiasakan diri untuk memiliki hati yang pemurah (a generous heart)

  • Mari belajar memberkati orang lain, walaupun kita belum punya lebih.


Kesimpulan:

  • Semua sifat terbaik di atas harus masuk ke hidup kita, hingga akhirnya mengembang luar biasa dan jadi besar.

  • Semua sifat di atas merupakan penyangga, seperti anggur yang memerlukan tiang untuk merambat dan bertumbuh.

  • Semua yang dibagikan hari ini merupakan pagar bagi kita.

 

 

  • Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum. (Ams 11: 25)

  • Orang yang murah hati berbuat baik kepada diri sendiri, tetapi orang yang kejam menyiksa badannya sendiri. (Ams 11: 17)

  • Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka (Luk 6: 31)

  • Orang yang baik hati akan diberkati, karena ia membagi rezekinya dengan si miskin. (Ams 22: 9)

 

 

 

 

 

Wadah yang Besar 1a (Petrus Agung)

Biarlah engkau menjadi makmur di Efrata dan biarlah namamu termasyhur di Betlehem (Rut 4:11c)

  • Penggenapan segala sesuatu akan terjadi dalam waktu lebih cepat dari yang kita duga.

  • Tuhan siap memberkati, tapi anak-anakNya perlu mempersiapkan bejana/ wadahnya. Karena Tuhan tidak pernah membuat mujizat pelipatgandaan sebelum wadahnya disiapkan.


Rut 1: 1-5

  • Kitab Rut sangat profetis, ditulis oleh nabi Samuel:

    • Rut = pertemanan

    • Boas = kecepatan yang ada dalam sebuah pergerakan

    • Betlehem = rumah roti

    • Elimelekh = Tuhanku itu Raja

    • Efrata = tempat yang sangat berbuah.

    • Menetap sebagai orang asing (sojourn) juga berarti menyusut (to shrink), ketakutan (fear), membangkitkan persoalan (to stir up trouble)

  • Saat kelaparan, “my God is King” justru lari dari rumah roti dan tempat yang berbuah, untuk tinggal sebagai orang asing yang ketakutan, tenggelam dan dalam persoalan.

  • Jika kita sedang mengalami kesulitan, maka jangan keluar dari Betlehem

  • Dibutuhkan kesetiaan seperti Rut untuk membalikkan keadaan.

  • Rut 1: 21a – Keluarga Elimelekh meninggalkan Betlehem tidak dalam kondisi miskin. Jika mereka setia dan tinggal, mereka punya potensi untuk membalikkan keadaan.

  • Di tempat di mana kita tinggal (Betlehem-Efrata), suatu kali akan turun berkat yang berkata: menjadi makmur dan termasyur. Jika kita tinggalkan, kita tidak akan mendapatkan apa-apa.

  • Banyak orang tidak mau bertahan dalam iman, karena yang dikejar bukan Tuhan, tetapi uang.

  • Kita harus mengejar Tuhan dan kehendakNya.

  • Apapun yang terjadi, jangan pernah lari dan tinggalkan Tuhan, jangan mudah kecewa

 

  • Berkat dari tua-tua kota Betlehem itu ditujukan untuk Boas dan Rut.

  • Ada sifat-sifat pada Boas dan Rut yang merupakan wadah yang siap dan besar, sehingga jika dikombinasikan akan menjadi alasan kuat bagi Tuhan untuk memberkati mereka.

 

Hal-hal dari Rut yang harus kita miliki jika kita mau jadi wadah yang siap dan besar:

1. Rut memulai dari yang kecil, memungut dari yang tercecer

  • Di ujung cerita Rut jadi istri orang terkaya di Betlehem. Tapi dari awal Rut mau bekerja, bahkan dimulai memungut jelai yang tercecer.

  • Anugerah tidak bertujuan membuat kita jadi pemalas dan tidak melakukan apapun, tapi memberi kita kekuatan untuk melakukan apa yang Tuhan perintahkan.

  • Banyak orang ingin langsung jadi besar, tidak mau dari kecil, merasa terlalu hina untuk ambil sesuatu yang kecil, akibatnya banyak kesempatan yang Tuhan berikan terlewat.

  • Jika kita mulai bekerja dengan kesombongan, kita tidak akan pernah jadi besar

  • Jika kita mulai dengan kerendahan hati, ketekunan dan kerja keras, itu akan menjadi landasan yang kuat untuk menerima berkat Tuhan

  • Orang yang gampang merasa terhina tidak siap jadi besar, karena kesombongan akan menjatuhkan kita dalam sekejap.

  • Mentalitas kerajaan adalah berani memulai dari bawah, dengan rendah hati, rajin dan tekun

 

  • Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya. (Ams 10:4)

  • Tangan orang rajin memegang kekuasaan, tetapi kemalasan mengakibatkan kerja paksa (Ams 12:24)

  • Orang malas tidak akan menangkap buruannya, tetapi orang rajin akan memperoleh harta yang berharga. (Ams 12: 27)

  • Hati si pemalas penuh keinginan, tetapi sia- sia, sedangkan hati orang rajin diberi kelimpahan. (Ams 13: 4)

  • Rancangan orang rajin semata- mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa- gesa hanya akan mengalami kekurangan. (Ams 21: 5)

 

  • Alkitab memuat banyak kisah sebagai rambu-rambu dan hukum, karena kepekaan setiap orang berbeda-beda dan terbatas, dan karunia kita tidak sempurna. Jika hukum-hukum itu kita langgar, maka akan menjadi masalah.

  • Jika kita tidak mau pungut apa yang tercecer, maka orang lain yang akan memungutnya.

 

2. Rut memiliki reputasi/ nama baik (Rut 2: 6-7)

  • Kemurahan hati diberikan kepada Rut karena reputasi kerja, bukan karena pen-citraan. Pencitraan kita bisa rusak, tapi reputasi kerja kita akan kokoh.

  • Orang bisa fitnah kita dengan apapun, tapi tidak bisa menyangkal reputasi kerja kita

  • Seluruh orang Betlehem kenal reputasi kesetiaan Rut kepada Naomi (Rut 2: 11-12).

  • Artinya Rut punya 2 reputasi, dan reputasi itu melekat pada namanya:

    • Pekerja keras “ diakui oleh para pekerja Boas

    • Setia “ diakui oleh Boas dan seluruh penduduk Betlehem

  • Jika kita terkenal karena kerja dengan solid, jujur, benar (correct); maka kemanapun kita pergi, etos kerja kita akan menggema.

  • Jika kerja kita tidak beres, yang melekat adalah reputasi jelek, dan itu akan sangat menghambat kita.

  • Berkat hampir kita peroleh, bisa lenyap karena reputasi kita jelek.

  • Sangat sulit untuk mencari orang yang komitmen, setia, dan dapat dipercaya.

  • Jika saat ini reputasi kita buruk, mari mulai dari awal. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali!

  • Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas. (Ams 22: 1)

  • Orang-orang yang kerja tidak benar/ correct biasanya menyalahkan orang lain.

  • Nama yang harum lebih baik dari pada minyak yang mahal (Pkh 7: 1a)

 

Wadah yang Siap (Petrus Agung)

  • Pola kehidupan tokoh-tokoh Alkitab adalah sesuatu yang profetik, dan di dalamnya ada petunjuk dan penjelasan tentang rahasia-rahasia kehidupan dan pola kerja Tuhan.

  • Tuhan menggunakan cerita Yusuf di Alkitab untuk menggambarkan apa yang akan p Agung alami pada tahun 1992: dari sebuah impian hingga menjadi kenyataan.

  • Kisah-kisah di Alkitab bisa Tuhan aplikasikan dalam hidup kita.

  • Awalnya trip ke Yerusalem dijadikan trip profetis: menggelar karpet merah dari seluruh dunia, kembali hingga ke Israel, hingga ke golden gate.

  • Tuhan berkata trip ini profetis, mengubah kita yang semula adalah ranting cangkokan diubah menjadi batang yang asli, karena trip ini seperti perjalanan Rut dari Moab menuju Israel.

  • Di Alkitab ada banyak orang yang bukan keturunan Israel, tapi masuk jadi bagian orang Israel. Di antaranya Rahab (orang Kanaan dan pelacur) dan Rut.

  • Saat menjadi bagian dari batang yang asli, hidup kita sejak tahun depan akan mengalami penggenapan janji Tuhan secara luar biasa.

  • Nubuatan Ps Morris Cerullo di KKR Tel-Aviv: Generasi yang tua akan die off, lalu muncul generasi yang baru. Di akhir acara, p Agung ulangi dan deklarasikan ulang nubuatan itu.

  • Janji Tuhan buat Rut dan kita: menjadi makmur dan termasyur (Rut 4: 11b). Tapi apakah wadah kita sudah siap?

  • Tuhan tidak akan berikan hal besar apapun kepada kita jika wadahnya tidak ada atau tidak siap, karena Tuhan tidak mau ada berkatNya yang terbuang. Contoh:

    • Kisah janda nabi yang berhutang. Elisa perintahkan janda itu untuk meminjam banyak wadah dari tetangganya. Mujizat pelipat-gandaan itu terhenti saat semua wadah penuh.

    • Kisah 5 roti 2 ikan. Wadahnya adalah perut orang banyak. Setelah makan, Tuhan minta sisa roti dikumpulkan. Jumlah roti yang sisa sesuai jumlah bakul yang ada.

    • Luk 5: 1-11. Di pantai Galilea, setelah mengajar, Yesus perintahkan para nelayan menebarkan jala-jala mereka. Tapi nelayan-nelayan itu hanya menebarkan 1 jala. Akibatnya jala koyak, dan sebagian ikan kembali ke danau.

    • Raja Israel-Yehuda-Edom berperang bersama, tapi suatu saat mengalami kehausan. Elisa memerintahkan untuk menggali parit-parit. Saat wadah itu siap, air masuk ke parit-parit itu.

  • Berkat Tuhan seperti air terjun yang deras. Kita bisa ambil itu dengan sendok, tapi jika terlalu dekat ait terjun maka sendok justru terlempar dan hilang.

  • Turis ke Israel dari berbagai negara rata-rata berusia tua. Sebaliknya rombongan Bahtera kebanyakan orang-orang muda, bahkan anak-anak. Ini artinya:

    • Roh Tuhan sedang kerja di Indonesia. Karena tanpa Tuhan, anak-anak muda tidak akan pergi ke Israel, tapi memilih tempat-tempat lain seperti Monako, Swiss, dll.

    • Uang ada di tangan orang Indonesia.

  • Tuhan bisa melipat-gandakan 5 roti-2 ikan dengan mudah, jika ada perut yang menampung itu dan keranjang untuk menampung sisanya.

  • Tuhan perintahkan p Agung mempersiapkan wadah bagi jemaat melalui seminar pada hari kamis dan jumat di Holy Stadium untuk menyiapkan wadah di roh, di jiwa dan di fisik/ skill.

  • Di akhir acara dibagikan biji sesawi. Biji ini merupakan biji terkecil, tetapi menjadi tanaman terbesar.

  • Anggur yang baru membutuhkan kirbat yang baru. Untuk sesuatu yang baru, perlu wadah yang baru.

  • Hati Tuhan dan berkat Tuhan itu satu paket: seperti tangan kanan dan kiri, atau mata kanan dan kiri. Maka dua hal ini tidak bisa dipertentangkan.