admin

A Living Sacrifice – 23 Sept 2018

A Living Sacrifice

Kita harus merestorasi hidup kita. Mezbah adalah tempat di mana kita mempersembahkan korban bakaran kepada Tuhan.

Kejadian 8:20
Kejadian 12:7
Kejadian 13:18
Kejadian 22:9
Kejadian 26:25
Kejadian 33:20
Kejadian 35:1
Keluaran 17:15
Hakim-Hakim 6:24
Yosua 8: 30-31
2 Samuel 24:18-19
1 Raja – Raja 18: 31-32
1 Petrus 2 :4-5
Yohanes 1:1

Didirikan karena pendirinya berhubungan dengan Allah. Persembahkan yang hidup. Hidup kita dikhususkan kepada Tuhan sebagai korban. Agar Tuhan berkenan pada hidup kita.

Ulangan 17:1

Tugan menyediakan api dan kita menyediakan korbannya.

Roma 12:1

Siapapun kita. Pelayan atau siapa pun jangan sampai tidak mendirikan mezbah. Jangan sampai tak ada mezbah dan Tuhan tanpa disadari meninggalkan kita.
Kita datang ke gereja juga harus mendirikan mezbah. Membawa korban. Agar kita tak ke gereja sia-sia.

Imamat 6: 12

Harus dijaga agar api tetap menyala di atas mezbah. Tuhan ingin agar mezbah kita menyala terus. Jika tak ada korban di atasnya, maka api tak akan menyambarnya.
Gedung gereja ini juga dibangun atas pengorbanan banyak orang. Inilah House of Sacrifice.
Pagi-pagi kita bangun mezbah dan mendapatkan firman. Jadikan itu sebagai kekuatan menjalani hidup. Mulailah memuji Tuhan. Jadikan pujian sebagai korban. Jangan selalu mengeluh kepada Tuhan. Tetapi persembahkanlah korban pujian. Sekalipun sulit, coba paksakan tetap memuji Tuhan.
Tuhan maunya kita bukan persoalan kita.
Allah bertahta di atas pujian umatNya.
Korban itu ada rasa sakitnya. Tetap tinggikan Tuhan.

Ibrani 13:15

Ada ucapan bibir. Suarakan dengan keras ucapan syukur keluar dari bibir kita. Belajarlah mempersembahkan korban.
Dan jika Allah berkenan maka Tuhan akan mewahyukan firman. Pewahyuan turun dalam hidup kita. Kita dibuat bertumbuh.

Ibadah Minggu pagi bersama Ps Tina Agung Purnomo

#jkiinjilkerajaan
#holy stadium
#jkionthemove

Credit 📷 by: @relanov_
Jc

KEMBALI KE BETHEL – 9 Sept 2018

KEMBALI KE BETHEL

Kejadian 35:1-14
Untuk merestorasi sebuah altar yang telah hancur, diperlukan untuk kembali kepada panggilan mula mula atau yang original yang pernah kita dapatkan dari Allah. Kita tidak bisa membangun reruntuhan mezbah yang hancur ditempat yang salah.

Saat ini adalah saatnya bagi Yakub untuk kembali ke Bethel, tempat kita bermimpi,tempat kita mengikat perjanjian dengan Tuhan, tempat kita mendengar suara Tuhan. Ini waktunya bagi anda untuk kembali kepada Bethel.
Satu-satunya cara kita bisa menyingkirkan dosa dan kembali kepada panggilan kita adalah dengan bertobat. Satu-satunya cara kita bisa bertobat adalah dengan darah Yesus.

Berkat adalah cara kita menjalani panggilan yang Tuhan berikan kepada kita. Itulah sebabnya Yesus mati buat hidup kita, supaya kita bisa hidup dalam kelimpahan dengan menjalani hidup kita dan menggenapi tujuan profetik yang Tuhan telah berikan dalam hidup kita.

Tuhan masih memberi kesempatan kepada anda, marilah kita kembali kepada-Nya, kembali ke Bethel, tempat dimana kita merasakan kasih-Nya. Apakah anda peduli kepada generasi anda? Apakah anda benar peduli dengan panggilan dan hati Allah?
APAKAH ANDA SUDAH ADA DAN KEMBALI KE BETHEL??? Ibadah Minggu bersama Dr. Alemu Beeftu

#jkiinjilkerajaan
#jkionthemove
#holystadium

Credit 📷 by: @henrydonuts

Berbicara pada Arwah Orang Mati – 5 Agust 2018

Berbicara pada Arwah Orang Mati

Ulangan 18:13

Janganlah minta petunjuk pada orang mati karena itu kekejian dan dosa di hadapan Allah. Misal saja ada orang mimpi dan kemudian dalam mimpi itu mendapatkan pesan-pesan. Janganlah langsung percaya. Bisa saja itu tipuan dan jebakan iblis.
Pesan dari orang yang sudah mati atau orang dalam kondisi koma atau orang tak sadar, harus dipertanyakan dahulu.
Sekalipun bisa saja pesan itu cocok namun harus di cek. Yang paling benar adalah percaya pada firman. Yang paling utama dalam hidup manusia adalah percaya pada firman Tuhan.
Misal saja ada yang dalam tidur kita mimpi didatangi alm Pdt Petrus Agung dan kemudian mendapatkan pesan- pesan. Cek dahulu kebenarannya. Jangan langsung percaya. Itu perlu dipertanyakan. Mungkin saja kita merasa rindu. Namun bila sampai mimpi dan mendapatkan pesan…hati-hati. Apalagi kita kemudian meminta petunjuk pada orang mati. Itu kekejian.
1 Samuel 28: 3-20

Jangan sampai kita berakhir tragis seperti Saul yang tanpa sadar ditinggalkan Roh Allah. Karena ia memanggil roh orang mati.
Berbicara pada orang mati tak boleh dan hal itu merupakan dosa dan kekejian di hadapan Allah.
1 Tawarikh 10; 13

Jangan sampai kita terjebak.
Kita hidup harus berdasarkan firman bukan atas dasar petunjuk atau pesan dari orang mati.
2 Korintus 11-14

Yesaya 8:20-21
1 Tim 2:5
Yer 2:9-13

Tuhan ingin angkat hidup kita sebagai HambaNya yang baik dan benar.
Ibadah Minggu pagi bersama Ps Tina Agung Purnomo

#jkiinjilkerajaan
#jkionthemove
#hholystadium

JC.

Credit 📷 by: @henrydonuts