Catatan Kotbah

Dimensi yang Baru – 13 Mei 2018

Matius 18:20

Ayat ini membawa kita ke dalam dimensi yang baru dan berbeda. Setiap kita mau mendengar dan mengikuti apa yang Tuhan maui maka hal baru kita dapatkan.
Markus 4:26
II Timotius 4:1-4
1 Raja 18:32-35
Alkitab bukanlah kisah moral semata mata. Melainkan tindakan iman agar kita memasuki dimensi baru.
Jika orang ingin menuai pasti sebelumnya menabur benih terlebiu dahulu. Orang hidup tak hanya berharap dan berharap. Namun juga bertindak melangkah dengan iman.
Kejadian 21:1-2
Kejadian 20:17-18
Mazmur 118:24-27

Ibadah Minggu pagi bersama Ps John Avanzini

Dengarkanlah TUHAN – 6 Mei 2018

Mazmur 81:1
Mazmur 81:9-15

Mendengarkanlah dengan cerdas, penuh perhatian dan menyetujui. Sekiranya kita mau mendengarkan Tuhan maka kita akan lepas dari masalah.

Masalah bisa muncul karena kita melakukan hal yang menurut pemikiran kita sendiri, bukan menurut maunya Tuhan.
Itu karena kita tak menyimak lintasan pemikiran Tuhan.
Untuk mengecek apakah kita salah jalan atau tidak itu mudah, adakah damai sejahtera dalam diri kita.
Dan selaraskan dengan kata firman. Apakah semua BAIK dan BENAR. Hal baik bukan belum tentu benar. Makanya harus teliti.

Coba cek dengan pemimpin rohani atau mentor.
Maka dari itu saya juga punya mentor. Kita banyak kumpul dengan para pemimpin. Kumpul dengan pendeta lain. Saling bersekutu. Saling mengingatkan. Tujuannya agar tidak melenceng. Saling cek apakah khotbah kita benar. Karenanya tak salah ikuti retreat para hamba Tuhan. Seperti yang akan saya lakukan bersama para Hamba Tuhan di Semarang. Biarlah kita berjalan bersama dengan benar. Bukan merasa paling benar sendiri.
Musa dan Yoshua adalah orang berbeda. Cara memimpinnya berbeda. Masalah yang dihadapi berbeda. Jangan samakan saya dengan alm Petrus Agung. Cara masing-masing berbeda. Bebannya berbeda.
Karenanya visi dan misi gereja bisa berubah namun unsur DNA gereja tetap sama.
Itulah mengapa kita perlu kumpul dengan gereja sekitar. Supaya bisa saling mendoakan. Saling mendengarkan. Saling koreksi dan bukan asal berbicara.
Karena sekarang ini masa penyesat banyak muncul karena tak ada yang mengingatkan. Maunya berjalan sendiri. Benar sendiri tetapi mencelakakan banyak orang.
Tetapi bila kita mendengar Tuhan maka hal buruk terhindarkan.
Jangan keluar dari garis ril Tuhan, karena ini hal paling penting. Agar hidup kita tak alami masalah yang banyak. Dengarkanlah Tuhan.
Mazmur 81: 17
1 Raja-Raja 19 :11-12
1 Samuel 3: 9-10

Ibadah Minggu Ps. Tina Agung Purnomo

#jkiinjilkerajaan
#holystadium
#jkionthemove

MENJADI SERUPA DENGAN KRISTUS & ESTAFET NILAI KEHIDUPAN – 29 April 2018

MENJADI SERUPA DENGAN KRISTUS & ESTAFET NILAI KEHIDUPAN
Dalam mengikut kristus ada dua hal yang akan kita alami, yang pertama adalah serupa dengan Kristus berarti kita mengikuti instruksinya dan perintahnya. (Matius 28:19)

1. Serupa dengan Kristus: Pengetahuan kita harus bertambah setiap hari dalam mengikut Dia, lewat pengetahuan dan pengalaman yang bertambah tersebut kita akan mendapat hikmah dari setiap pertambahan pengetahuan tersebut. Nilai atau Value adalah kesimpulan dari pengetahuan dan hikmat.
2. Estafet Kehidupan.
Kejadian 1:26-28 Manusia dikembalikan kepada rencana dan tujuan ALLAH. Didalam keluarga, seorang anak yang menerima pelajaran dan pengalaman lewat keluarganya. Roma 8:29 pemuridan sejati adalah lewat keluarga. Ulangan 6 : 6–9 bagikan hikmat dan nilai nilai yang kita miliki kepada anak kita secara berulang ulang. (Ulangan 4:10).
Kapan anda mengajarkan nilai dan hikmat yang anda miliki kepada anak anda? Itulah estafet nilai kehidupan buat generasi yang ada dibawah kita.

Ps. Yosea Dwi Christiono

Bergerak Bersama Tuhan – 22 April 2018

Bergerak Bersama Tuhan

Yohanes 5:1-18

Kapan terakhir Anda dengar suara Tuhan? Kapan Anda rasakan hadirat Tuhan? Anda harus menyadari bahwa aktivitas apa pun yang Anda lakukan tak akan menggantikan hadirat Tuhan.
Apakah semua sudah menjadi monumen. Apakah semua sudah menjadi masa lalu? Apakah semua sudah menjadi masa lalu dan sejarah? Seperti kolam Bethesda di Jerusalem itu. Dulunya menjadi tempat mujizat. Tetapi sekarang hanya menjadi monumen sejarah yang dikunjungi turis.
Carilah Tuhan dengan sungguh-sungguh. Kejar Tuhan dengan sungguh-sungguh jangan cari pertolongan manusia.
Tuhan itu sederhana. Perhatikan apa yang dikatakan: ” Maukah engkau sembuh?”
Tetapi yang ditanya tidak fokus dan malah menjadikan orang lain sebagai sasaran kesalahan atas lamanya ia tak sembuh. Itu terjadi karena faktor lingkungan. Padahal Tuhan sudah di depannya. Kita yang selalu belok kiri dan kanan. Tetapi Tuhan tetap fokus kepada kebutuhan kita.
Jangan sampai diri kita seperti Bethesda. Kita harus tetap menjadi tempat mujizat. Kita harus selalu agresif memburu Tuhan.
Dan jangan berbuat dosa lagi. Agar tak terjadi hal yang lebih buruk pada diri kita.

Ibadah Minggu pagi 22 April 2018 bersama Pdm Fony Hoetomo di Holy Stadium.

Clean Up Your Past – 15 April 2018

Clean Up Your Past
Luka di masa lalu menciptakan trauma psikis dlm hidup kita. Lepaskanlah PENGAMPUNAN …. Dibutuhkan keberanian untuk mengampuni.
Hidup menjadi bebas, merdeka dan melangkah ke masa depan dengan kesembuhan pada sayapmu… Ps. Tina Agung Purnomo

Core Value JKI Injil Kerajaan – bagian 2 – Bambang Budiyanto – Minggu, 30 Juli 2017

  • Semua tantangan dalam kehidupan (keuangan, kesehatan, keluarga, kerja, dll) diijinkan Tuhan untuk membentuk karakter kita, supaya kita semakin menyerupai Kristus.

  • Semua berkat Tuhan dalam hidup kita (kesehatan, keuangan, jabatan, kuasa, terkenal, promosi, jodoh, dll) adalah batu ujian bagi karakter kita.

  • Penghalang terbesar bagi orang dunia untuk menikmati dan melihat Yesus bukan aniaya, tapi orang-orang Kristen yang karakternya buruk, tidak menunjukkan karakter Kristus.

  • Kita harus belajar lebih dulu melalui tantangan-tantangan. Saat sudah siap ujian, Tuhan akan mengirimkan ujian karakter.

  • Lulus ujian itu penting, tapi proses belajar dan pembentukan karakter lebih penting.

 

Core Value 3: Unggul/ Excellent (Kol 3:23)

  • Menyesal: seharusnya berbuat sesuatu, tapi tidak dilakukan.

  • Penyesalan adalah salah satu penyebab stress, kanker, bunuh diri, karena tidak bisa kembali ke masa lalu untuk mengubahnya.

  • Yang bisa kita lakukan untuk masa lalu: mengampuni diri sendiri.

  • Orientasi kita seharusnya bukan piala, tapi karakter dalam hidup: dioperasikan dengan sepenuhnya atau tidak.

  • Excellent bukan kesempurnaan, tapi kita harus mengejar kesempurnaan. Saat mengejar kesempurnaan, kita akan menerima unggul.

  • Tuhan hanya pantas menerima yang terbaik. Terbaik kedua (second best) tidak mempunyai tempat di surga

  • Semua orang ingin berhasil : belajar di sekolah, dalam keluarga, pelayanan, perusahaan, dll. Hizkia berhasil karena karakternya excellent (2Taw 31: 21)

  • Sema orang mempunyai nilai harga (price tag). Kualitas hidup seseorang berbanding lurus dengan komitmentnya untuk excellent – Vince Lombardi

  • Seseorang bisa sukses walau karakter tidak excellent. Tapi semua itu tidak akan bertahan lama, atau sukses dengan menyakiti orang banyak.

  • Masing-masing kita seharusnya jadi standart kualitas – Steve Jobs

  • 4 hal yg menggerogoti sikap hidup yang excellent:

    1. Orang yang mendewakan kuantitas. Kuantitas harus dibangun di atas kualitas. Fokus kita adalah membangun kualitas setiap jemaat. Musuh excellent bukan jelek, tapi baik. Orang yang puas dengan “baik” tidak akan bisa mencapai excellent.

    2. Hidup asal-asalan. Semua rutinitas, tanpa persiapan, asal selesai, asal beres, tapi tidak memikirkan yang terbaik.

    3. Suam-suam kuku. Tidak panas atau dingin, biasa saja.

    4. Mengabaikan keterlibatan Tuhan. Saat gagal mencapai sesuatu tidak memeriksa apakah sudah berikan yang terbaik, tapi berdalih bahwa semua itu “maunya Tuhan”

 

Core Value 4: Tanggung Jawab / Responsibility (Mat 12:36)

  • Kecenderungan akibat dosa mencari kambing hitam (Kej 3: 6b, 4: 9)

  • Saat kita lahir baru, seharusnya tabiat “cari kambing-hitam” dibalikkan dangan berkarakter berani bertanggung-jawab.

  • Hanya diperlukan orang baik yang tidak berbuat apa-apa supaya kejahatan merajalela – Edmun Burke, USA

  • Bangsa Indonesia akan hebat jika setiap warganya mengambil tanggung-jawab, dan tidak saling menyalahkan. Gereja bisa hebat jika setiap jemaat mengambil tanggung- jawab. Keluarga bisa hebat jika setiap anggota keluarga mengambil tanggung-jawab

  • 5 Ciri orang tidak bertanggung jawab :

    1. Saat ada masalah, mencari siapa yang salah. Jika ada yang salah, jangan cari siapa yang salah, tapi apa yang salah.

    2. Sulit meminta maaf

    3. Suka memuji diri sendiri

    4. Kurang peduli orang lain

    5. Teologi fatalisme: melimpahkan semua tanggung-jawab kepada Tuhan, menganggap semua ketetapan Tuhan, padahal belum memberikan yang terbaik, belum introspeksi.

  • Untuk meraih hasil excellent diperlukan orang yang punya roh “mau menjadi tumbal” untuk keberhasilan saudara-saudaranya yang lain


Core Value 5: Inovasi / Innovation

  • Dalam segala hal selalu ada cara untuk mengerjakan dengan lebih baik. Carilah itu! – Thomas Alva Edison

  • Pernyataan bahwa “pengalaman adalah guru yang baik” adalah pernyataan yang salah. Tapi pengalaman yang sudah di-evaluasi adalah guru yang baik.

  • Sebelum Tuhan ciptakan kita, Tuhan sudah ciptakan apa yang seharusnya kita capai dalam hidup. Kita di-desain untuk mencapai tujuan itu (Ef 2:10)

  • Tuhan mendesain setiap kita berbeda-beda, untuk tujulan yang berbeda-beda.

  • Bagaimana membangun budaya yang inovatif

    1. Tingkatkan naluri menyelesaikan masalah “problem solving instinct”. Pola pikir: Seandainya kita diberi kepercayaan, bagaimana kita mengubah jadi lebih baik.

    2. Ciptakan budaya ingin tahu (curiosity). Jangan semua di-dikte-kan. Tidak ada orang yang tahu semuanya. Dunia berkembang karena orang ingin tahu.

    3. Bangun organisasi yang pembelajar. Setiap anggota gereja harus bertumbuh dan suka belajar seperti jemaat di Berea, tidak asal kebaktian.

    4. Kembangkan jiwa kewira-usahaan (enterpreneurship). Wira usaha: melihat semua potensi dan memaksimalkan, berdampak sebesar mungkin tanpa merugikan orang lain.

    5. Melatih diri untuk bertanya “mengapa (why)” dan menemukan alternatif lain. Jika kita bisa jawab “”mengapa”, maka kita punya alasan untuk bisa meresponi dengan baik.

  • Hidupmu pendek! Jangan sia-siakan hidupmu hari ini dengan berusaha menjadi orang lain – Steve Jobs

  • Inovasi adalah pembeda antara pemimpin dan pengikut.

  • Kita didesain Tuhan untuk menjadi pemimpin. Apapun yang kita pegang jadi lebih baik, bukan untuk diri sendiri, tapi untuk semua orang.

  • Core value tidak akan tercipta dan ada manfaatnya, hanya dengan diajarkan atau memasang poster. Tapi harus dihidupi.

  • INGAT !!! Semua yang disampaikan ini untuk introspeksi, bukan untuk menghakimi orang lain

Core Value JKI Injil Kerajaan – bagian 1 – Bambang Budiyanto – Minggu, 30 Juli 2017

  • Core value adalah sifat dasar kita. Ini tidak cukup hanya dipikiran, tapi dihidupi setiap hari.

  • Semua tantangan kehidupan diijinkan untuk membangun karakter kita, semua berkat (materi, kesembuhan, dll) Tuhan tujuannya untuk menguji karakter kita.

  • Iman itu seperti anggur yang baru, Karakter seperti kantong anggur yang baru

Core value 1: Integritas

  • Contoh tokoh ber-integritas: Samuel (1Sam 12: 2c-4)

  • Definisi integritas:

    • Melakukan hal yang benar walaupun tidak ada orang yang melihat

    • Keselarasan antara peieran-perasaan dan perbuatan

    • Transparan, tidak ada yang disembunyikan.

  • Sukses datang dan pergi, tapi karakter tinggal selama-lamanya. Semakin karakter kita jadi seperti Kristus, maka aliran berkat Tuhan akan terus mengalir.

  • Tanda-tanda orang yang defisit integritasnya:

    • Janji yang tidak ditepati (promises)

    • Pandai memberikan alasan (excuses)

    • Jalan pintas/ potong kompas (cut corners)

    • Banyak menyembunyikan (hiding)

    • Kompromi – campuran (compromise)

  • Pengalaman bukan guru yang baik jika tidak di-evaluasi. Pelajari hasil evaluasinya.

  • Jenis cerita:

    • Fakta

    • Kesaksian: penafsiran kita terhadap suatu event.

    • Kisah yang disembunyikan dan hanya kita tahu – ini amunisi iblis.

  • Untuk melumpuhkan iblis: bagikan semua rahasia yang disimpan kepada orang yang bisa dipercaya. Semakin sedikit yang disembunyikan, semakin aman perjalanan hidup kita.

  • Yang menggerogoti integritas seseorang:

    • Look good – pendapat orang lain

    • Feel good – pendapat daging

    • Blind spot – tidak ada nasehat

    • Mentalitas penjudi – ingin cepat kaya

    • Teologi anak emas – self centered

  • Teologi anak emas: Merasa Tuhan paling sayang dengan dirinya, sementara yang lain nomor dua. Semua anak Tuhan istimewa, tidak ada yang lebih istimewa.

  • Denyut nadi integritas:

    • Nothing to hide – tidak ada yang disembunyikan

    • Nothing to prove – tidak perlu membuktikan apapun, atau mencoba menyenangkan manusia

    • Nothing to loose – tidak coba mempertahankan anugerah Tuhan.

  • Jika setiap keluarga berintegritas, maka gereja akan kuat dan berintegritas

    .

Core Value 2: Kekeluargaan (Ef 2; 19)

  • Gereja bukan restauran. Semua jemaat adalah keluarga, bukan tamu.

  • Nilai kekeluargaan:

    • Respectful – hormat

    • Ownership – rasa memiliki

    • Contributive – ambil bagian

    • Kepedulian yang tulus

    • Saling menopang, melindungi dan melengkapi

  • Yang menggerogoti nilai-nilai kekeluargaan:

    1. Mental indekost: Tidak perduli terhadap gereja atau keluarga lain, yang penting dirinya sendiri diberkati, doanya dijawab.

    2. Mental pengemis: Selalu meminta, hanya bertemu jika butuh.

    3. Mental tengkulak: Mencari kesempatan dalam kesempitan.

    4. Mental mumpung: mental pejabat korup

  • Mari mulai berlatih memikirkan kesejahteraan keluarga sendiri: dengan saling menyenangkan satu sama lain.

  • Contoh aplikasi dalam gereja: memberi ayat kepada orang lain, mendoakan orang lain, dll.

  • “Jangan datang ke rumah Tuhan dengan tangan hampa” – Ini bukan hanya persembahan, tapi juga kepedulian kepada jemaat yang lain.

INGAT !!! Semua yang disampaikan ini untuk introspeksi, bukan untuk menghakimi orang lain

Takutlah Akan Allah – Tina Agung Purnomo – Minggu, 13 Agustus 2017

Core value 1: Integritas

  • Integritas adalah suatu Motivasi Hati yang penuh sukacita untuk hidup sesuai karakter Allah yang maha besar, maha sempurna, maha kasih. (Shaune Foyd)

  • Integritas tidak bisa direncanakan atau berpura-pura. Integritas dimulai di pikiran, dalam sikap hati.

  • Integritas akan ada di hidup kita saat hidup dan hati kita tulus dan lurus dengan Tuhan, berseru apa adanya, tidak ada intrik, tidak berusaha kelihatan lebih baik.

  • Tidak ada pikiran ganda, tidak ada agenda tersembunyi.

    • Melakukan hal yang benar walau tidak ada orang yang melihat

    • Keselarasan antara pikiran, perkataan dan perbuatan

    • Transparan – tidak ada yang disembunyikan

 

  • Yesus disebut sebagai manusia yang berintegritas (Mrk 12: 14), tidak mencari muka. Yesus punya integritas, karena ada kebenaran Allah di dalam diriNya.

  • Ams 10: 9, Ams 13: 6, Integritas sangat penting dan utama, karena saat ini integritas adalah barang langka.

  • Integritas : Konsisten akan pikiran, kehendak dan hati mengenai apa yang benar dan salah

  1. Pikiran yang tidak terbagi (Mat 6: 22)

  2. Kehendak yang tidak terbagi : Kehendaknya hanya melayani 1 Tuan (Mat 6: 24)

  3. kHati yang tidak terbagi – Passion & gairah kita hanya untuk Tuhan, bukan untuk dunia (1Yoh 2: 15)

  • Tanda-tanda orang yang defisit integritas:

    1. Janji yang tidak ditepati (promises)

    2. Pandai memberikan alasan (excuse)

    3. Jalan pintas/ potong kompas (cut corners)

    4. Banyak menyembunyikan (hiding)

    5. Kompromi (compromise)

  • Yang menggerogoti Integritas:

    • Look good – pendapat orang lain

    • Feel good – pendapat daging

    • Blind spot – tidak ada nasehat

    • Mentalitas penjudi – ingin cepat kaya

    • Teologi anak emas – self centered

 

Core value 2: Kekeluargaan (Ef 2: 19)

  • Semua anak Tuhan adalah satu keluarga besar yang ditebus oleh darah Yesus.

  • Nilai kekeluargaan:

    • Respectful – rasa hormat

    • Ownership – rasa memiliki

    • Contribute – ambil bagian

    • Kepedulian yang tulus

    • Saling menopang, melindungi dan melengkapi

  • Tempat berkumpulnya keluarga: di rumah (Kis 5: 42). Gereja mula-mula menggunakan rumah-rumah sebagai tempat melanjutkan pengajaran- pengajaran yang mereka dapat di Bait Allah.

  • Tujuan MK melanjutkan pengajaran di gereja ke rumah-rumah. MK bukan asal-asalan, tapi untuk pertumbuhan iman kita.

  • Keluarga kumpulnya di rumah, keluarga Allah kumpulnya di MK. Gereja sesungguhnya ada di sel grup. (Kis 20: 20)

    • Jemaat Efesus berkumpul di rumah Akwila dan Priskila (1Kor 16: 19)

    • Jemaat Laodekia berkumpul di rumah Nimfa (Kol 4: 15)

    • Jemaat Kolose kumpul di rumah Filemon (Flm 1: 1-2)

    • Jemaat di rumah Gayus (Rm 16: 23)

  • Saat ber-MK, kita punya keluarga. Masalah-masalah kita bisa ditanggung bersama, dan tidak lagi terasa berat.

 

Core value 3: Unggul (Ams 17: 27)

  • Unggul artinya di atas rata-rata, tidak biasa. Kerohanian kita harus di atas rata-rata.

  • Daniel adalah contoh orang yang di atas rata-rata dan takut akan Tuhan. Akhirnya dia jadi perdana menteri (pemimpin politik), sekaligus nabi Tuhan. (Dan 5: 12)

 

Core value 4: Tanggung-jawab

  • Keadaan dimana wajib menanggung- segala sesuatu akibatnya, berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban.

  • Manusia hidup selalu punya kewajiban

    1. Tanggung jawab ke Tuhan (Pkh 12: 13-14, Rm 14: 10-12)

    • Sangat mudah untuk melihat kesalahan orang lain. Tapi tanpa dibukakan dan dibongkar Roh Kudus, kita tidak bisa mengerti diri kita sendiri.

  1. Tanggung-jawab ke diri sendiri (Mat 25: 23, Ef 6: 5-8)

    • Setiap kita diberi Tuhan talenta tertentu. Kembangkan dan persembahkan talenta yang ada pada Tuhan

 

Core value 5: Inovasi (Fil 4: 8)

  • Inovasi: gagasan baru, ada tindak lanjut,ada perbaikan yang terus menerus

  • Saat kita isi pikiran dengan hal yang bernilai, maka gagasan-gagasan kita yang muncul adalah dari Tuhan.

  • Miliki inovasi-inovasi baru, sehingga itu jadi ciri kita. Inovasi membuat kita memiliki ke-khas-an

WAKE UP CALL oleh Ps. Sidney Mohede


-WAKE UP CALL-
11 Juli 2017
JKI Injil Kerajaan (Holy Stadium)
Ps. Sidney Mohede

Penyembahan itu sebenarnya bukan kita menyanyi. Penyembahan ketika kita mengatakan kepada sang pencipta Aku Milikmu dan Kau adalah Milikku. Biar kehendak Tuhan yang terjadi kata Ps. Sidney Mohede dari JPCC.

Ini sebuah nyanyian yang baik kami berjumpa dengan Tuhan. Inilah penyembahan yang sesungguhnya. Kami berserah Tuhan penuh.

Ef 5: 14-20
Jemaat Efesus percaya Yesus. Wejangan Paulus ini bukan pada orang orang yang baru mengenal Yesus.

Itulah sebabnya dikatakan: “Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu.” (Ef 5: 14)

Jika kita mau bangkit dari “tidur”, kita harus memperhatikan cara kita hidup. Harus fokus, jangan biarkan apapun mengalihkan perhatian kita.

Masalah terbesar bukan kita tidak tahu tujuan hidup kita: untuk menyenangkan hati Tuhan dan mengikuti kehendaknya. Tapi kita ijinkan perkara – perkara dalam hidup kita mengalihkan kita dari tujuan hidup kita. Kita tidak memperhatikan secara baik cara hidup kita.

Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif (Ef 5: 15)

Apakah kita hidup sesuai dengan yang Tuhan kehendaki? Atau sekedar hidup.

Our biggest enemy is distruction.

Saat musuh tidak bisa hancurkan kita, yang dia lakukan adalah mengalihkan perhatian kita.

Manusia jaman ini hampir selalu men-cek sosmed kita. Mari bangkit, dan kembalikan fokus kita pada Yesus.

Kesaksian :
Ps. Sidney dalam perjalanan ke Amerika, transit di Jepang. Untuk mengisi waktu, Ps. Sidney membaca buku.
Karena asik, beberapa waktu kemudian Ps. Sidney menyadari bahwa hanggar sudah khusus. Ternyata Ps. Sidney sudah dipanggil: “Sidone san”, maka Ps. Sidney tertinggal pesawat

Ps. Sidney tahu tujuannya, tahu harus naik apa, di gate yang mana. Tapi masalahnya ada sesuatu hal yang mengalihkan perhatian sehingga Ps. Sidney tidak sampai tujuan

Dosa dalam bahasa aslinya tidak sampai sasaran

Tuhan sering memanggil nama kita, tapi kita sering teralih perhatian pada kenikmatan hidup.

Bahkan pelayanan bisa jadi distruction/ mengalihkan fokus kita. Pelayanan bukan gengsi atau pencapaian. Jangan kejar dan cari panggung atau posisinya

Pergumulan dan kekuatiran juga bisa menggeser fokus kita. Semua manusia mengalami masalah, tapi itu tidak boleh mengalihkan fokus kita dari Yesus.

Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? (Mat 6: 25)

Tips bagaimana mencari jodoh: berlari secepat mungkin menuju Yesus. Selagi berlari dengan cepat, lihat sekitar- yang juga berlari cepat menuju Tuhan.

Membanding-bandingkan. Kita sering membandingkan diri atau yang kita miliki dengan orang lain. Maka fokus kita beralih.

Saat kita tahu apa yang sebenarnya penting bagi kita, maka hal – hal yang sebelumnya kita anggap penting – ternyata tidak penting

Nah, mengenai kita sendiri, di sekeliling kita ada banyak sekali saksi! Sebab itu, marilah kita membuang semua yang memberatkan kita dan dosa yang terus melekat pada kita. Dan marilah kita dengan tekun menempuh perlombaan yang ada di depan kita.

Hendaklah pandangan kita tertuju kepada Yesus, sebab Dialah yang membangkitkan iman kita dan memeliharanya dari permulaan sampai akhir. Yesus tahan menderita di kayu salib! Ia tidak peduli bahwa mati di kayu salib itu adalah suatu hal yang memalukan. Ia hanya ingat akan kegembiraan yang akan dirasakan-Nya kemudian. Sekarang Ia duduk di sebelah kanan takhta Allah dan memerintah bersama dengan Dia (Ibr 12: 1-2, BIS)

Inilah saatnya bangkit, dan fokus pada Yesus.

Apakah fokus kita “melakukan pekerjaan Tuhan” atau “menjadi anak Tuhan” ?

Tanpa melakukan apapun, anak tetap menjadi anak. Saat fokus kita pada masa lalu, pada masa depan, atau pada apa yang tidak ada di tangan kita?

Tuhan tidak pernah tertarik dengan apa yang tidak kita punya di tangan kita. Tuhan tertarik melakukan mujizat dengan apapun yang di tangan kita. Fokus pada apa yang kita bisa, berikan pada Tuhan.

Semuanya ini kukatakan untuk kepentingan kamu sendiri, bukan untuk menghalang- halangi kamu dalam kebebasan kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu melakukan apa yang benar dan baik, dan melayani Tuhan tanpa gangguan. (1Kor 7: 35)

Apakah kita mau mengejar panggilan Kristus, atau mengejar keinginan Keinginan kita.

Iblis sibuk mengisi hidup anak2 Tuhan dengan yang sekedar baik, sehingga tidak ada ruang bagi yang terbaik: Yesus.

Saat ketinggalan pesawat, Ps. Sidney masih bisa ke Amerika, tapi harus menunggu berjam-jam sampai penerbangan yang berikutnya.

Saat kita tidak mendengar panggilan Tuhan, Tuhan tidak membuang kita, tapi akan berupaya membelokkan kita kembali balik kepada panggilan kita. Tapi akan ada banyak waktu & tenaga yang terbuang

Kita dipanggil untuk menjadi garam dan terang dunia Artinya kita harus membawa pengaruh pada dunia

Sungguh Orang Ini Adalah Anak Allah (Tina Agung Purnomo)

Ada beberapa tokoh dalam kisah Mrk 15: 33-41

1. a. Perkataan pertama Yesus: Mrk 15: 34

  • Yesus adalah satu-satunya orang yang tidak berdosa (2Kor 5: 21).

  • Yesus harus menggantikan kita semua, menanggung dosa semua manusia. Saat itu Yesus sedang merasakan dan mengalami semua kesakitan, duka, dan penderitaan manusia.

  • Yes 59: 1-2 – Yang membuat Yesus terpisah dengan Allah adalah saat Dia menanggung dosa manusia. Karena konsekuensi dosa adalah terpisah dari Allah.

  • Saat kita melakukan dosa, hati akan terasa kosong, karena terpisah dari Allah. Allah tidak bisa bersatu dengan dosa.

  • Dosa kita sudah ditanggung oleh Yesus. Maka setiap kali berdosa, jangan ditanggung sendiri, segera kembali pada Tuhan, dan akui dosa-dosa kita.

1. b. Perkataan kedua Yesus: Mrk 15: 37

  • Yesus tidak pernah dibunuh, tapi Dia menyerahkan nyawaNya (Yoh 19: 30)

  • Yesus sudah sudah menebus dosa manusia, dan kembali pada Bapa sebagai pemenang.

  • Orang yang bunuh diri adalah orang yang kalah dalam kehidupan, tidak ada bagian dalam kerajaan surga.

  • Masalah bertujuan membentuk karakter kita jadi lebih baik. Jika kita sudah lulus, maka tidak mengulangi mengalami masalah yang sama.

  • Jika masalah yang sama muncul berkali-kali dalam hidup, artinya kita belum menang, maka harus mengulang kelas yang sama.


2. Kepala pasukan (Mrk 15: 37-39)

  • Ucapan kepala pasukan ini adalah penghormatan bagi Yesus (Luk 23: 47)

  • Yesus menderita secara tidak adil, dipersalahkan dalam banyak hal, dicari cara untuk dibunuh.

  • Kaki Yesus tidak diremukkan, karena hanya dalam 3 jam Yesus menyerahkan nyawaNya.

  • Kepala pasukan juga melihat bahwa tidak ada hujatan dan kata makian keluar dari mulut Yesus, tidak ada keluhan, tidak ada memohon ampun, tapi penuh pengampunan.

  • Alam juga memberikan tanda-tanda yang menunjukkan Yesus adalah kesayangan surga: langit gelap, gempa bumi, dll.

  • Biasanya orang lain yang disalib kehilangan kekuatan untuk bersuara, tapi Yesus bisa bersuara dengan keras.


3. Para penonton (Mrk 15: 35-36)

  • Penonton biasanya berkata-kata negatif, salib tidak menggerakkan hatinya, tidak ada rasa belas kasihan, tidak ada penghormatan.

  • Jangan sampai hidup kita jadi penonton, karena hati akan beku, tidak bisa merasakan apapun.

  • Perkataan-perkataan yang menghina dan melecehkan hanya keluar dari para penonton


4. Sejumlah perempuan (Mrk 15: 40-41)

  • Perempuan-perempuan ini kecewa, bingung, sedih, tapi tetap ada di situ, karena hatinya dipenuhi kasih pada Yesus.

  • Apapun bisa terjadi di hidup, tapi selama hati kita penuh kasih Allah, maka kita tidak akan hidup dalam kebingungan.